Halo semua!

Tak terasa musim gugur lagi. Musim sebelum musim dingin sesungguhnya datang. Fall, salah satu musim kesukaan saya. Udara di musim ini tak begitu dingin, tapi tidak panas juga. Hal paling menyenangkan selama fall season adalah melihat dedaunan mengering di ranting dan di dahan. Warna-warna dedaunan itu beraneka rupa, berpadu dalam warna-warna hangat khas musim gugur. Jingga muda, jingga tua berpadu dengan cokelat muda, cokelat tua, hitam, juga warna Kemudian tak kalah cantik dedaunan yang jatuh gugur. Meski sudah gugur daun-daun kering itu begitu menarik.

Selain memberikan latar bagus banget untuk foto profil, foto social media, dedaunan itu menarik untuk dirangkai. Tak ada salahnya mengambil sesuatu dari alam dan mempercantik rumah dekorasi dari dedaunan kering. Untuk itu saya ingin membawa pulang semua daun cantik. Agar suasana cantik musim gugur ikut terlihat dalam rumah.

 

Saya pun membuatkan beberapa kerajinan bermodalkan benda paling banyak di musim gugur: dedaunan kering. Dedaunan kering di padu-padan dengan bahan lain yang mudah didapat, akan memberikan rasa musim gugur lebih kuat.

Yuk disimak!

Daun Dalam Bingkai

Bahan yang dibutuhkan untuk kerajinan ini adalah:

  • Bingkai Foto
  • Kertas atau karton putih
  • Lem putih PVC
  • Aneka warna daun kering (pilih warna yang kontras satu sama lain)

Cara Membuat

1.Siapkan kertas / karton putih. Atur dedaunan sesuai posisi yang diingankan. Kemudian tempelkan daun kering dengan menggunakan lem.

2.Balikkan kertas ke arah kaca bingkai. Kemudian rapatkan kertas agar pas ke dalam bingkai. Kunci karton dasar bingkai.

3.Voila…Daun dalam bingkai siap di pajang.

 

Rangkaian Bunga Kering 

Bahan yang dibutuhkan untuk kerajinan ini adalah:

  • Botol beling transparan (saya menggunakan botol bekas selai, bersihkan label pada botol dengan air hangat dan digosok dengan sabut cuci piring bertekstur kasar)
  • Batu-batu kecil (saya menggunakan batu seukuran jari kelingking yang saya koleksi dari kunjungan ke pantai)
  • Aneka warna daun kering , batang dan bunga kering (bunga mawar kering pilihan paling baik karena masih terlihat utuh)

 



Cara Membuat

  1. Siapkan semua bahan. Lalu ambil botol dan isi botol dengan bebatuan hingga kurang lebih 1/2 dari tinggi botol.
  2. Tata daun kering, batang-batang, juga bunga di dalam botol. Tambahkan pita untuk aksen pada botol. Pita yang digunakan bisa dipilih dengan pita berwarna netral atau senada. Jika ingin menambahkan wewangian pada rangkaian ini, bisa juga menyemprotkan wewangian kesukaan pada bunga dan pita.

 

Lukisan Daun

Bahan yang dibutuhkan untuk kerajinan ini adalah:

  • Karton bekas dengan latar putih ( saya menggunakan bekas makanan beku )
  • Kertas atau karton putih
  • Lem putih PVC
  • Spidol
  • Gunting
  • Kuas
  • Cat air warna merah dan kuning

 

Cara Membuat:

  1. Siapkan semua bahan. Berikan titik-titik cat di atas kertas putih / karton
  2. Campurkan  cat dengan kuas. Biarkan cat kering.
  3. Saat cat mengering, buat pola daun diatas karton berwarna dengan spidol.
  4. Gunting bentuk daun hingga jumlah yang dibutuhkan.
  5. Tempelkan daun-daun tersebut dengan lem, tempelkan dengan membentuk seperti posisi daun dalam batang. Seperti susunan 1 batang/ranting ada beberapa helai daun.
  6. Gambarkan batang dengan pensil/spidol coklat menghubungkan antar daun-daun. Selesai sudah lukisan daun:)

 

Silahkan mencoba semua kerajinan tangan di atas. Boleh juga berbagi foto kreasi buatan kamu di kolom komen.

 

Notes:

DIY atau Do It Yourself adalah kebiasaan yang dilakukan sendiri, atau melakukan sesuatu tanpa bantuan ahlinya

Happy crafting!

 

Iklan

Siapa yang anaknya sedang sering tantrum? Sama dong. M beranjak tiga tahun sedang heboh-hebohnya mengeluarkan tangisan dan  “melantai”. Apakah normal? Yeah, namanya juga lagi terrible two’s kalo kata orang sini, alias usia dua tahun yang penuh keribetan. Alhamdulillah jika kita diberikan kekuatan tidak ikut marah saat , melihat tangisan pecah , raungan melengking. Pernah lihat sih secara live, orang tua di depan publik mempermalukan anak dengan kalimat “Jangan nakal! Kalo nggak bapak pukul! Jangan cengeng!” Malah saya ikutan deg-degan bikin trauma mendengar cara mendisiplinkan anak yang seperti itu. Adakah cara lebih baik untuk membentuk perilaku anak?

Dalam buku The Whole-Brain Child yang ditulis oleh Daniel J. Siegel, M.D. dan Tina Payne Bryson, PH.D., memberikan strategi-strategi untuk membentuk perkembangan pemikiran anak agar pribadi yang lebih baik, lebih tenang, dan merasa lebih happy dengan menggunakan seluruh bagian otak (  otak kiri dan otak kanan ).

Pembaca diajak mengenal bahwa otak dibagi seperti rumah dengan dua lantai. Lantai atas adalah otak yang berfungsi untuk merencanakan, berpikir, sementara otak bagian bawah memiliki fungsi yang berkaitan dengan refleks seperti berkedip juga emosi seperti marah, takut, dan bernapas.

Buku ini juga menjelaskan fungsi otak kiri  dan kanan. Otak kiri menyukai sesuatu yang logis, literal, menempatkan sesuatu pada urutan dan unsur kata- kebahasaan. Otak kanan menyukai sesuatu yang secara keseluruhan , komunikasi non verbal seperti ekpresi wajah,kontak mata dan nada suara. Bagi anak usia di bawah tiga tahun, dalam perkembangannya mereka belum bisa menggunakan kata-kata untuk mengekpresikan perasaan dan menggunakan daya logika. Maka untuk memperoleh kesimbangan dalam fungsi otak yang optimal, kita mengajarkan anak untuk menggunakan kedua bagian otak.

Untuk itu metode khusus yang sesuai dengan perkembangan otak anak pun dikenalkan dalam buku ini. Tujuannya anak dapat menggunakan fungsi otak yang tepat saat gelombang emosi (seperti saat anak  tantrum):

Connect berarti orang tua hadir saat anak mereka datang. Seperti jika anak 2 tahun menangis meraung, tetaplah bersamanya . Lalu Redirect : arahkan anak untuk mendisiplinkan anak dengan mengenali penyebab tantrum, pelajaran apa yang bisa disampaikan kepada anak dan bagaimana cara terbaik mengajarkannya. Dan yang paling penting cara menyampaikan pelajaran  dengan fun bukan seperti memberitahu dengan memerintah.

Duile susah ya, kita harus menahan marah setelah dia anak meraung-raung eh terus suruh jadi  fun ngajarin anak. Dari hal ini terlihat sih, betapa chaos dan labil pikiran anak.  Sering terjadi saat M  bisa ketawa-ketiwi setelah nangis heboh loh. Jadi tunggu saja setelah kehebohan usai, kita memberikan petuah nan bijak sana (musik pendukungnya kira-kira seperti di adegan iklan minum teh gitu smeriwing chill cool :P).

Berikut rangkuman 12 strategi yang bisa diajarkan kepada saat anak mengalami kesulitan-kesulitan seperti , dengan menggunakan otaknya secara keseluruhan:

Whole Brain Strategy #1 : Orang tua melakukan connect-redirect dan mengajarkan anak metode yang sama saat gelombang emosi datang.

Whole Brain Strategy #2 : Orang tua menggunakan kemampuan bercerita untuk menenangkan emosi anak yang meluap.

Whole Brain Strategy #3 : Orang tua berpartisipasi dengan kegiatan anak untuk menstimulasi otak anak bagian atas.

Whole Brain Strategy #4: Mengajarkan anak untuk berlatih menggunakan otak bagian atas , karena otak sesuatu yang fleksibel bisa dibentuk dengan latihan. Seperti  membuat keputusan, mengkontrol emosi-emosi dan tubuh, pemahaman diri, empati, dan moral.

Whole Brain Strategy #5: Mengajarkan anak untuk menggerakkan tubuh dalam aktivitas fisik untuk menghindari kondisi  “hilang akal”  ( misal saat menolak perintah).

Whole Brain Strategy #6 : Menggunakan remote control pikiran untuk memainkan ulang memori yang pernah terjadi dengan bercerita mengenai memori buruk yang pernah terjadi.

Whole Brain Strategy #7 : Membuat kumpulan pikiran  sebagai bagian dari kehidupan sehari- hari dalam keluarga dengan mengajarkan anak bercerita tentang kejadian yang baik dan tidak baik.

Whole Brain Strategy #8 : Mengajarkan anak paham bahwa perasaan datang dan pergi. Tidak selamanya kita merasa sedih dan marah dan sebagainya.

Whole Brain Strategy #9 : Sensasi, memori , perasaan, pikiran untuk  memberikan perhatian pada  apa yang sedang terjadi di dalam tubuh dan memahami kondisi yang anak alami.

Whole Brain Strategy #10 : Mengajarkan anak untuk kembali ke fokus pikiran untuk mengambil keputusan dan perasaan yang netral setelah anak mengalami sesuatu yang meresahkan.

Whole Brain Strategy #11 :Menggunakan imajinasi dalam pikiran anak  agar anak dapat memandang dan berinteraksi dengan dunia. Tak hanya jadi orang tua yang dianggap tua, kita bisa menjadi orang tua yang ceria, konyol, memberikan perhatian pada hal yang mereka suka, kita mengkoneksikan diri dengan anak saat melakukan sesuatu aktivitas dan juga saat  terjadi  konflik yang mereka alami.

Whole Brain Strategy #12 : Anak diajak mengkoneksikan dirinya saat terjadi  konflik dengan orang terlibat dalam konflik, serta mementingkan keberadaan “kita” yang berarti anak dan orang lain, dengan cara:

  • melihat dari opini orang lain yang terlibat dalam konflik, kondisi orang lain yang terlibat dalam konflik,
  • mengajarkan anak komunikasi non verbal  dan menyadari kehadiran orang yang terlibat dalam konflik,
  • mengajarkan anak melakukan sesuatu perbaikan setelah terjadi sebuah konflik.

Menarik ya otak kita yang begitu fleksibel, hanya dengan melatih fungsi otak kiri kanan  setiap hari, dapat membantu kita memahami anak dan menumbuhkan cara berperilaku lebih baik dan merasa lebih happy, tenang  untuk masa depan mereka.

 

Happy Reading!

Lanny

Tulisan ini dibuat sebagai bagian partisipasi dari  #KEBloggingCollab, Collaborative Blogging kelompok Anggun Cipta Sasmi, dengan  post trigger  dari Mak Unga Tongeng dalam Pesan Agama Tuk Remaja Melalui Komik.

 

Back on 2011, I was visiting the lovely hidden beach. Really it was not too popular. I went there with my friend, Dinni, just with group arranged by local tour and travel. It was cheap. With 400k IDR only. But yes, you won’t go to the private tour and fancy hotels with that number.


The local tour group meet us in Pelabuhan Jepara, near Pantai Kartini. We should be there at 7 am. We were coming from Jakarta. Took a bus to Jepara, in Terminal Rawamangun-small bus station in East Jakarta. From Terminal Rawamangun we took the bus which much convenient, with toilet. The ticket around 130k. We were stopped twice to eat and toileting. We went from the Terminal around 9 pm, and a touchdown the beach around 7 am. But we were too adventurous, we stopped in the middle of the way to Pelabuhan Jepara.


All in sudden, we dropped in nowhere land and caught the old bus to Jepara.We reach the Terminal Bis Jepara by taking a different route, which went more bumpy road and meat Javanese speaking locally. Not to mention had perfect “lovely” smell and stressed guy talk grumpy behind us. LOL. It was a mistake stopped the bus and transit to others. Because we were scared we took the wrong bus since travel from Jakarta a few hours back, we did it :/ Until we seeing near the bus terminal , and passed other bus from Jakarta to Jepara , heading with same direction with us. One Direction: Terminal Bis Jepara. We were laughing at our self for silly shortcut we took.

 

Touchdown in Terminal Jepara, asked for the becak or pedicab guy to take us to Pelabuhan.We paid them about 20K.  Around 30 minutes we in the harbor. Yes! So excited waiting. Alert The harbor is got no sufficient of toilets.  I mean the proper clean – smells good toilet- one. So prepare to take the natural look toilet ;p Take your hand sanitizer or tissue.

After we meet up the tour guy, we waited for around 30′. After the long waiting, we finally saw the boat. It is a ferry. Not to the big ferry as Titanic, hihi. What big was we could not get into the boat after hours sitting in a bus. Because our tour guy said we lack out of the ticket. Say what!? We were still hoping can get in the ferry boat. After claimed and got more satisfied answered that the tour will be reduced to our money, we try to spend one night in a cheap hotel.


Semarang all in sudden become our destination. So we took a bus there. Explore many places with my friends’ cousin.  Yay! Free driving haha. We visited the masjid, the church that builder on 1800 also the famous Monument Tugu Semarang just in front of the creepy historical Lawang Sewu.

Next day we reached the harbor again. Only took becak from our hostel to harbor. This time we could go in to the ferry. Happily sitting for the long journey. We got in at 9 am then arrived in 15 pm on the Karimun Jawa Island. During the ferry ride, we saw nothing but sea and ocean. We picked up by old mini van. All group packed  in that old transportation. Also me the girl with hurt ankle because I was tripped down on the boat stair. Phewwww pain full level was terrible. But Karimun Jawa view and surrounding just being the best medicine for me.

 

We went to 4 islands after scheduled for 6 islands . The island hoping start from the smallest island and ended in shark pools. All scenes just too pretty to described. Enjoy each pictures I had. Have  fun in lovely beaches❤️

Untaian bunga indah itu begitu menawan. Seolah diambil dari dataran tertinggi karena pancaran bunganya begitu indah. Hari itu seorang wanita tengah dipersunting oleh pria kekasihnya. Banyak mata menyaksikan janji suci sang lelaki kepada orang tua sang wanita. Takdir pun menyiratkan dalam beberapa menit, mereka sepasang suami istri kini. Pesta meriah berjejal sanak saudara yang datang mengucapkan doa, hiburan yang meriah. Hari akan berlanjut bagi kedua mempelai. Sisanya janji pernikahan harus dibuktikan, sebisa mungkin seumur hidup sekali. Dalam susah dan senang, ada sekali -ganjaran yang menggerus keimanan, menghabiskan jiwa raga manusia yang mengalami badai ujian. Ujian sebutan bagi orang yang beriman. Kesulitan sebutan bagi bahasa orang awam. Musibah sebutan bagi media gosip.

Kapan datang ujian  pernikahan? Bayangkan jika sepasang kekasih yang baru menikah, namun kemudian takdir berkata lain, sang lelaki adalah suami sah wanita lain.  Ujian itu kadang berlapis. Saya tahu ada pasangan dengan  faktor ekonomi mereka selalu diatas rata-rata khlayak orang Indonesia. Lalu mereka menjalani ujian dengan datangnya kehadiran sang buah hati , kemudian buah hati itu didiagnosa dengan hadirnya keterlambatan perkembangan. Bukan sekedar tak bisa bicara, namun juga cacat fisik.

Ada yang awal pernikahan semua indah. Hingga satu ketika sang ayah / ibu menunjukkan sifat aselinya. Mereka yang disebut mertua tak selalu mendukung keputusan pasangan suami istri. Disitulah muncul karakter aseli sang suami/istrinya. Dramanya berlanjut hingga akhir hayat. Biasanya anak akan memilih kedekatakan pada salah stau pihak saja. Keluarga ayah atau keluarga ibu. Ini juga nyata. Ujian seumur hidup.

Terbanyak dalam sejarah, pernikahan dijalani dengan ketidakseimbangan karakter. Suami tidak sesolih atau sebaik yang diimpikan. Atau sebaliknya istri bukan menjadi karakter idaman. Begitulah pernikahan. Sebuah proses yang menunjukkan keaselian karakter seseorang. Tak peduli betapa baik karakter itu tersembunyi, pernikahan selalu membuka wujud seseorang.

Sejarah juga mencatat, pernikahan yang salah sejak awal terbentuk. Misalkan sepasang kekasih harus menikah karena diawali dengan kehamilan sang wanita. Untuk kasus ini, banyak dibuktikan dalam waktu bertahun-tahun berikutnya. Seberapa kuat cinta  dalam hubungan mereka. Kadang Tuhan menakdirkan hal yang selalu sama untuk hal ini. Perceraian jadi jalan keluarnya.

Begitulah, untuk kalian yang sedang jatuh cinta. Pastikan cinta itu bisa dibentuk jadi baik agar abadi. Meski nanti ujian-ujian dalam pernikahan melanda. Pastikan kalian tahu saat emosi dan pengaruh negatif lain datang, disitulah karakter seseorang kita nilai. Pantaskah orang ini kita cintai , kita berjuang dan berkorban bersamanya, dalam sebentuk janji pernikahan.

Sebelum menikah, saya tidak tahu jatuh cinta bisa berulang kali. Sebelum  menikah saya tidak tahu semakin lama seseorang menikah kepercayaan selalu jadi ujian. Sebelum menikah saya tidak tahu berkah pernikah begitu dahsyat karena doa suami kepada istri dan sebaliknya bisa mengubah keadaan. Meski keadaan itu sangat buruk.

Ada yang menikah lalu tak memiliki buah hati. Allah memberikan mereka bulan madu selamanya. Ada yang menikah lalu buah hatinya spesial needs / berkebutuhan khusus, mereka pun makin peduli pada keluarga spesial needs lain. Ada yang menikah lalu diruntuhkan oleh berita bohong kemudian kembali bersama lagi.

Itulah berkah. Sifatnya tersembunyi, penuh misteri, harus dicapai dengan kekuatan iman dan doa agar hikmah memunculkan buktinya. Dalam pernikahan muslim sebuah ucapan pernikahdn dimulai dengan doa:

SAKINAH

Semoga sakinah. Doa agar pernikahan selalu terinpirasi oleh ketakwaan pada Tuhan.

Semoga mawaddah. Doa agar pernikahan dipenuhi cinta. Selalu kembali mencinta dan menyebarkan cinta.

Semoga rahmah. Doa agar pernikahan  diberikancinta yang memberikan kasih sayang dengan kasih sayang berdasarkan Iman, terhindar dari dosa.

Semoga pernikahan kita semua , Raisa-Hamish, Bella dan keluarga Emran,  agar kita pandai meniru seperti Khadijah – Muhammad SAW ya:)))

 

Referensi Rahmah not Just Mercy

 

Musim panas sudah tiba. Persiapan sudah dilakukan oleh banyak toko groceries ( swalayan ) sejak musim semi sebelumnya. Produk yang sale di toko diantaranya ya seputar alat panggang dan kelengkapan piknik seperti arang hingga baju renang bikini. Karena musim inilah saatnya kami keluar dari rumah tanpa khawatir kedinginan,  baju tebal-tebal masuk kloset, bisa bertanning hingga pulas, bakar-bakar daging di taman-taman sambil menikmati minuman dingin.

Untuk komunitas muslim Indonesia di wilayah kami tinggal, Alhamdulillah sering mengadakan halaqah alias pertemuan. Seru deh bisa silaturahmi sambil menaikkan berat badan berhadiah ziplockan. Biasanya acara halaqah ini potluck gitu, jadi para keluarga menyumbangkan makanan/minuman. Sering kali ada banyak makanan tersisa ketika acara usai, nah waktunya menggunakan kantong plastik merek lokal tadi untuk membawa pulang leholeh:D Ibu-ibu pun senang kulkas bisa penuh tanpa repot masak-masak, yasss!

 

Keriaan summer lainnya adalah  Kite Festival di Berkeley. Pertama kali ke festival lanyang-layang tahun lalu, ketika M masih usia 1 tahunan. M masih cuma tunjuk-tunjuk benda-benda aneka bentuk melayang-layang di udara. Namun kali ini waktunya #handsonlearning ! M belajar memegang kendali layang-layang. Wajahnya tak lepas memandang layang kapal terbang Starwars (yeah si ayah memilih tema layangan Starwars daripada bentuk lain). Untungnya kita punya layangan berbeda hehe, karena bentuk layangan terbanyak di sana adalah…..?

BerkeleyKitefes3 copy

Ini dia layangan gurita favorit yang muncul di setiap sudut langit pesisir Berkeley kala Kite Festival. Selain itu ada juga  layangan terbesar dengan bentuk  Dori dari Finding Dori. Tak lupa aneka layangan bentuk klasik dan layangan mini hingga layangan seperti jet yang bisa berbunyi saat terbang.

BerkeleyKitefes10 copy

BerkeleyKitefes copy

BerkeleyKitefes1 copy

BerkeleyKitefes2 copy

Berkeley Kite Festival
Nah si biru di ujung sana adalah layang dengan bentuk temannya Nemo.
Berkeley Kite Festival
Salah satu layangan unik bentuk bulat berduri.

Jika satu saat berkunjung ke Berkeley, di bulan Juli, ketika angin berkecepatan tinggi, datang ke festival layangan ini ya!

Biaya :

Free parking, free entrance. Bebas biaya parkir dan tidak dikenakan tiket masuk. Ada juga fasilitas bus yang mengantarkan pengunjung dari tempat parkir (tersebar di beberapa titik) menuju  area utama Berkeley Kite Festival yaitu  Cesar Chavez Park

Pakaian :

Casual. Untuk yang gampang masuk angin, kenakan jaket. Karena letaknya di pesisir teluk dan Berkeley salah satu wilayah yang dingin brrr.

Fasilitas:

  • Stand penjual makanan, minuman
  • Stand bazaar berupa pakaian, barang antik eksotik hingga layangan mini
  • Band
  • Toilet umum
  • Arena bermain anak : aneka bouncer (mainan lompat-lompat raksasa) , kolam bola besar

Khusus muslim yang perlu kuliner halal dan perlu makanan berat bukan ciki-cikian, di Berkeley pusat kota/down town terdapat makanan Indonesia halal: Restoran Jayakarta. Untuk lihat kuliner lokal halal lain di Berkeley, gunakan aplikasi referensi ternama Yelp.com dengan kata kunci halal restaurant.  Tapi favorit saya adalah Julie’s Cafe yang menyediakan kebab juga burger, lalu restoran kambing bakar di Suya African Carribean Grill. 

Happy Traveling!

Lanny

 

Halo! Bagi-bagi ebook lagi ya. Bagi orangtua /pendamping yang sibuk menjalani kehidupan bersama bayi unyu hingga toodler usia 24 bulan, ada beberapa catatan. Dalam e book ini saya terapkan beberapa kebiasaan terhadap M, putri saya kini 27 bulan. Dulu sejak ulang tahun pertamanya, saya membiasakan memakai popok celana. Alhamdulillah ia paham kebiasaan untuk memakai pakai celana dalam sendiri. Saat ini juga ia sudah paham urutan cuci tangan di washtafel. Kadang hanya malas mencuci sebelum makan. Mungkin karena terlupakan setelah melihat makanan di meja:D

Nah banyak poin yang bisa dibiasakan untuk anak bayi. Detailnya silahkan unduh ya:D

Ebook – Daftar Kebiasaan untuk Anak 6-24 bulan

Happy Reading!

Lanny

It’s so difficult to decide a place to visit when you are in holiday seasons. All tourism area was packed! Everyone will flock in same famous tourism spot. Penangkaran Rusa Cariu is one of a good spot if you want to avoid that holiday season crowd. Penangkaran Rusa Cariu is really a good choice to enjoy the green scenery. In this hidden remote Bogor village, Penangkaran Rusa Cariu will bring you with experience to hike, feeding deer and play in natural areas.

What you should prepare:

Rupiahs for:

  • Parking fee: we had Avanza (some kind of SUV) and get charge 15,000 Rupiahs
  • Adult/kids free entrance: 5,000 Rupiahs per person
  • Food for deer feeding (optional): 10,000 per pack  – buy this in swing area, there’s one lady who can call the deer when they hide plus she’s the food seller:P

Best outfit to wear :

  • Backpack with water bottle, snacks, and lunch (not much restaurant close to the area)
  • Hat
  • Hiking shoes/sandal
  • Tshirt + Pants / hiking outfit

Best Spot for kids :

  • The Deer Arena
  • Swing Area

Happy exploring!

Sebagai perantau kali ini saya dan M beradu dengan cuaca Jakarta dan Jawa Barat. Jakarta mah panasss bosss . Saya langsung mimisan begitu mendarat. Bagi M ia terkena serangan masalah panas, gigitan nyamuk. Ada yang berbeda dengan kunjungan ke Indonesia sewaktu M masih usia 6 bulan , kali ini M didera masalah pencernaan .

Satu pagi kala mudik M sangat ceria. Bersua dengan sang Aki alias opa yang sudah lama tak kopdaran. Wajah M menyiratkan senyum dan suara riang. Namun tahu – tahu ia terserang diare. M termasuk pintar menyatakan ia ingin BAB. Ia terbiasa akan menahan pup keluar sebelum duduk di kloset . Lhooo ini melepas pup tanpa kata 😣 Padahal saya sudah cukup ketat membasuh tangan sebelum makan. Alhamdulillah bukan feses cairan, hanya lebih lembek dan tak normal. Namun setelah  selama 1 minggu kondisi ini  berlangsung , saya panik. Segera cari obat diare untuk balita. Rekomendasi LactoBe dari teman untuk memilih obat itu untuk diare pada anak. Sempat mencoba dengan usaha agar M konsumsi pisang , namun ia tak begitu happy dengan rasa pisang di sini 🙁 kecuali merek Cavendish😅

M pun mengkonsumsi obat itu dan segera normal kembali. Ternyata travel dengan anak sakit bikin was was. Nah untuk itu saya pun menilik standar higienitas  M. Setelah diperhatikan M sering sekali memegang benda . Lalu tiba-tiba ia memegang makanan. Kadang ada juga keluarga yang tidak membiasakan anak cuci tangan sebelum makan! Oh sakitnya disitu😛

Maka operasi higienitas selama traveling di Indonesia ala kami:

  1. Wajib cuci tangan sebelum dan sesudah aktivitas hands-on
  2. Membuat makanan buatan rumah (sandwich, buah,  dll)
  3. Memilih menu makan aman ( bersih, dimasak matang, tidak pedas dan asam) untuk lambung 
  4. Pilih rumah makan yang benar-benar bersih. Hal ini wajib dilakukan karena banyak es dan sayur terkontaminasi pada restoran. Bahkan lalapan atau sayur mentah pun saya jauhkan dari keluarga.
  5. Membawa sanitasi kit express( wipes, hand sanitizer, sabun ) ke manapun . Ini berkaitan dengan tidak bisa diprediksinya standar toilet di Indonesia bahkan kota besar Jakarta masih punya toilet tanpa washtafel dan sabun😣
  6. Sedia herbal medicine seperti essential oil – minyak telon. 
  7. Sedia obat pribadi pertolongan pertama sesuai kondisi anak.
  8. Konsumsi utama sehari-hari selama perjalanan : susu, air putih , buah dan snack! Macet kadang melanda. Hal ini sangat menyebalkan jika ditambah membawa balita lapar 😖
  9. Beraktivitas sambil memantau cuaca. Karena beberapa lama tinggal di Bogor, saya mengalami dua cuaca panas-dingin. Hal ini membuat baju yang dikenakan harus sering diganti, termasuk kaos kaki dan sepatu yang kadang basah karena hujan. Meski mungkin sebelum berangkat cuacanya panas terik. Eh tahu-tahu yang hujan turun lagi…..😛 asup angin deuiiii!
  10. Cek ricek kondisi anak dan keluarga. Selama perjalanan alhamdulillah kami tidak mengalami sakit kepala atau mual. Kami selalu berusaha memahami kondisi bahaya jika ada perubahan pada kondisi kesehatan anak-keluarga . Kondisi bahaya disini: demam, pingsan, muntah dan berdarah. Keempat hal ini jadi standar saya menentukan kapan harus ke dokter.

Nah usai mudik kemarin kini kami bergelut dalam jet lag. Hingga tulisan ini dibuat, saya masih terbangun larut malam waktu Cali, karena di Jakarta sekitarnya masih siang bolong🙂

Cerita mudik memang selalu seru. Meski saat mudik beberapa kali terserang diare, saya bangga pada M yang heboh dibawa kesana kemari. Pengalaman yang ia dapati terbentang mulai dari bertemu keluarga besar, beradaptasi pada suasana ramai ala pasar kaget, mempelajari kosakata Bahasa Indonesia, mengenal makanan baru, hingga mengenal lagu daerah. 

Jika si kecil sakit , segera tangani agar liburan tetap happyy. Benamkan juga dalam mental 


Jangan tahu-tahu anak sakit langsung book tiket pulang! Percayalah selama bukan kondisi DARURAT kita masih bisa liburan bersama keluarga.

Terpenting, mudik asik itu kudu resik!

    

Ramadan kareem! Semua bahagia ya ada di bulan Ramadan lagi ikut mengeruk berkah Ramadan. Termasuk marbot masjid happy yang tak lagi kesepian😂😂

Ini tahun ke dua jadi ibu baru buka berarti baru pertama ke masjid bawa anak bayik sih. Usia 1 bulan M sudah mampir ke masjid. Masa dimana ASI lagi deras – ngASI on demand, kemudian kalau rewel anak bayi tinggal masukkan carseat agar anteng sambil digoyang . Eh kini makin tricky polah anak toddler 😝 M tahu yang dimau. Seperti kejadian terbaru di masjid , masuk ke dalam lemari kosong. Tetiba mba sis negur:

“Get her outta there ..”

😂 Padahal kalau beliau tahu itu baru sebagian adventurous soulnyaa M. Malah gak apa sebenarnya sih M masuk ke situ. Segera bosan kok. 

Larangan ini itu pasti hadir deh dari berbagai pihak. Saat jiwa toddler ingin tahu datang kan selalu bertentangan dengan kehendak manusia dewasa. Toddler pingin buka pintu , pingin main dispenser air, pingin ngintip ke lubang toilet😌 Tapi sebenarnya saya lebih senang anak diberikan celah “bersenang-senang” di masjid . Beri sedikit waktu saja agar anak toddler ada di masjid . Berlari lari dan bahagia mengenal masjid dengan cara mereka. Saat ini saya respek dengan pengelola masjid dekat rumah, mereka membiarkan anak-anak berlarian di prayer hall. Tetiba waktu sholat ya semua anak diminta keluar untuk meneruskan keriangan di ruang lain.

Di waktu lain ikut serta acara di masjid , setiap masjid punya ruang anak dan ibu. Nah campur aduk deh suasana di dalamnya. Ada yang tarik menarik hijab antara ibu anak, ada bayi merangkak diantara raksasa orang dewasa, ada juga ibu baru galau saat lihat larangan “Dont drink and eat in the room” sementara si anak bayi 2 bulan dalam gendongan minta nenen .

Terheboh adalah Imam memimpin sholat lewat pengeras suara, ketika takbir berkumandang … ibu – ibu bangkit dari duduk dan ruangan itu seketika dipenuhi bayi menangis . Hahah heboh.. Banyak bayi dibiarkan terlepas dari ibu. Ada yang ditempatkan di car Seat atau karpet. Terserah si ibu. Kalut pastinya perasaan si ibu, antara fokus tetap sholat.  Saya mafhummmm karena jadi ibu susah beribadah khusu tanpa gangguan. Ketika ada kesempatan sholat di masjid, tak apa anak dibiarkan tak nyaman sementara dengan ditempatkan tidak di gendongan ibu. Trik anak digendong saat sholat? Tak semua Ibu mahir melakukan ini. Apalagi jika anak berbadan besar bertulang tebal ehemm. Lebih pusiang lagi jika anak punya saudara 😅

Ketika masjid tanpa ruang ibu anak? Yah kami melipir. Tapi please beri kami waktu ada di masjid saat iftar dan maghrib . Setidaknya begitu. Selebihnya berdoa semoga masjid tersebut ada ruang ibu anak 😁

Please …

  • jangan menilai ibu anak masuk mesjid dengan aturan baku seperti orang dewasa. Toleransi sedikit pada kami, ibu-ibu beranak yang bersusah payah ke mesjid karena kangen masjid. 
  • Bantu kami dengan difasilitasi di ruangan di dalam masjid .
  • Beri aturan khusus untuk ibu-ibu beranak balita dengan kelonggaran untuk menambah riuhnya masjid dengan suara-suara tawa tangis balita. Pahami sejenak kami ingin mencuri waktu ke masjid. Seperti membatasi waktu untuk anak ada di dalam masjid ketika tak ada ibadah berlangsung .
  • Membolehkan beberapa mainan di masjid.

Jika ada yang terganggu oleh kehadiran kami lantas bilang: jangan bawa anak! Lagian ibadahnya perempuan baiknya di rumah..

Tapi kami ingin ke masjid. Mengeruk sedikit waktu spesial Ramadan di masjid. Perempuan secara natural sudah terbatas waktu ibadahnya maka mama mama solehah juga ingin meraih waktu berkualitas di masjid bersama anak (anak-anak). Beri kami waktu sebentar saja , hingga anak mulai lelah sesudah mengelilingi masjid.

Sore di hari pertama Ramadan itu suasana   jadi hening yang semula ramai oleh anak-anak berlarian di dalam ruang sholat. Tepat saat Imam memulai ibadah shalat maghrib. Pintu utama ruang ibadah tertutup . M dan anak lain sudah bubar barisan . M terlihat lelah lalu saya putuskan untuk pulang. Hari ini M menumpahkan jus, menggeser alat elektronik, dilarang jelajah ruang selama di masjid. But it’s okay we always gonna visit masjid . Sebentar saja. Yah please 🌸😘

Happy Ramadan