Hi!

2017  bisa meninggalkan satu masa sedih nan perih bagi siapapun. Bagi yang sedang dalam masa move on… Enjoy my resume of quote of the day for anyone who feel brokenheart !

Download below:

Daily Dose QOTD for Brokenheart People

 

Lanny

Iklan

Alkisah, adalah seorang remaja putri penggemar komik – drama Jepang usia belasan tahun. Di tengah kesibukan belajar, naik sepeda, main basket dan nongrong di toko buku melirik kartu Sailormoon di vending machine, ia sering mudah sakit, mudah lemas. Kadang ia  sulit bernapas. Kulit remaja  ini tergolong pucat. Kadang degup jantung tak beraturan meski tidak ada penampakan gebetan di hadapan . Jika ia telat makan, tangan kakinya bergetar hingga hilang keseimbangan kadang membuat ia jatuh  tersungkur. Setiap masa mesntruasi datang, anak remaja ini selalu dilanda pusing. Itulah masa akil baligh saya hidup dengan anemia. Meski di usia muda seharusnya  bisa merasa aktif dan produktif, kadang kondisi anemia menghantam keaktifan dan keeksisan dalam berbagai kgiatan ekstra kurikuler. Sehingga saya menjadi mudah terserang penyakit rentan diberikan antibiotik 😦 Baca lebih lanjut

Saya senang sekali menonton film-film berbahasa asing. Seru aja dengar bahasa baru teupararuguh..

“eee nandeska?”

“Ich verstehe dich nicht!”

“te odio Marimar..”

Bahkan film berbahasa Asing tanpa didubbing bahasa Indonesia membantu saya mengenal kosakata asing yang belum pernah saya dengar. Lalu bagaimana dengan balita? Efektifkah mengenalkan bahasa asing pada balita?

Kini putri saya yang beranjak 30 bulan juga fasih memahami bahasa asing pertamanya, bahasa Indonesia. Keluarga kami menggunakan bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari. Namun secara tidak langsung saya mengenalkan bahasa asing pada M. Sehari-hari ia banyak berinteraksi dengan saya, jadilah banyak terselip percakapan bahasa Indonesia. Apalagi kalau sudah ngomel karena tingkat masalah begitu ribet, atau begitu mata melihat kejadian warbiasa- bahasa Sunda- sering juga tersebut. Bahasa asing lain adalah bahasa kami  berdoa : Arab. Sementara jika keluar rumah bertemu tetangga atau kerabat bisa mendengar bahasa Spanyol ala Dora, Urdu pakistan Champ Vietnam saat kumpul dengan keluarga ipar:D

 

belajar2-2 copy
M bercakap-cakap menggunakan isyarat dengan seorang gadis Korea.

Kapan mengenalkan  bahasa asing pada anak? Tentu sejak dalam anak dalam kandungan, sesudah ia lahir , ia akan mendengar ibu dan keluarga. Untuk putri saya, ia sangat fasih meniru bahasa asing beberapa bulan sebelum ulang tahun pertama. Misalkan saya berujar “nih” ia pun menirukan. Saat ia bertualang ke Indonesia kedua kali, tepatnya saat usia 25 bulan, ia mulai menirukan bunyi kata dan memahami percakapan sederhana. Termasuk cepat memahami makna kata “makan” 😀

 

Namun saya dan suami   tetap berkomitmen tidak menggunakan bahasa Indonesia secara penuh dengan M. Meski ia menyerap dengan baik dan benar:D Tujuannya agar putri saya mampu mengenal banyak kosakata dalam bahasa sehari-hari  yang keluarga kami gunakan. Selain kami tak perlu repot menerjemahkan saat  kami berujar bahasa asing. Hingga saat ini saya harus  menerjemahkan beberapa kata -kalmmat asing yang kami gunakan sehari-hari. Misalkan kalimat  bismillahirrahmanirrahim. Saya ingin ia paham makna doa yang ia ucapkan itu lalu saya berikan terjemahan bahasa Inggris pada M sesudah mengucapkannya.

Menilik pengalaman saya sebagai terapis anak kebutuhan khusus, banyak anak menggunakan dua-tiga bahasa yang dikenalkan oleh lingkungan. Namun anak tersebut tidak bisa menguasai bahasa tersebut. Pernah juga saya melihat anak yang belum bisa berbicara, dan belum berkomunikasi dan beberapa masalah perkembangan lain. Bagi saya anak usia sebelum sekolah dasar ia masih berusaha mengenal diri (emosi-perilaku-kemampuan kemandirian) . Selain itu kemampuan berkomunikasi bukan dititik beratkan untuk bisa berbahasa asing di usia dini, namun menyerap banyak kosakata dan mengulanginya hingga bisa menggunakan dalam komunikasi dua arah. Jika bahasa asing dijadikan bahasa kedua dalam penyampaian sehari-hari, saya yakin otak anak harus  berkerja dua-tiga -beberapa kali saat proses berkomunikasi itu terjadi. Jadi bahasa asing yang ia dengar hanya sebagai ucapan tak makna. Jika ia bisa memahami maka itulah  bonus bagi saya. Seperti saat berkunjung ke Indonesi,  M senang mendengarkan siapapun bernyanyi lagu Burung Kakatua, lalu  heboh bernyanyi Rasa Sayange karena melihat permainana angklung di mang Udjo, itulah bonus jalan-jalan ke negeri sang Ibu. Alhamdulillah… sudah tahu kata kentut juga LOL.

Baca juga Bahasa Isyarat untuk Komunikasi dengan Bayi

Apakah bahasa asing perlu diajarkan kepada balita? Ternyata banyak juga ahli menyarankan untuk anak belajar bahasa ke dua  di usia sekolah dasar. Walaupun sebagian orang tua-ahli  yakin anak bisa juga bisa menjadi pembelajar bilingual yang baik dan tidak akan mengalami kebingungan berkomunikasi.

Ibu ayah, tahu yang terbaik bagi anak. Namun jangan lupa, kemampuan anak adalah sesuatu yang harus orang tua cermati , siapkah ia berbilingual dan mampukah ia berbilingual?

Happy chit chat !

Lanny

Referensi:

Raising Bilingual Child

 

 

Adalah di satu hari kita mendapat kejutan. Kejutan yang membuat kita merubah emosi, entah menjadi lebih marah atau sekedar galau parah. Bayangkan saat sedang menikmati wifi kencang, minuman hangat di tangan , tiba-tiba mantan lewat. Saat itu juga degup jantung sekedar lulumpatan teu pararuguh. EUGH nyeri! Saat anak berbahagia di taman, celingukan tahu-tahu mendapat kabar suami tidak pulang beberapa hari karena dinas. Yah agenda me time khalasss (arabic for done) sudah.

QOTD1Saat kebahagiaan yang datang di tengah kehidupan, lalu badai melanda, badai kecil maupun besar, tetap bersyukur. Itulah kalimat saya setelah mengalami beberapa badai – badai. Ternyata bersyukur hanya bisa dilakukan setelah hati pikiran logika menerima badai – badai kejutan itu.

Tetap bersyukur saat miskin. Toh Allah Maha Kaya. Ia akan melimpahkan segala rezeki dari arah yang tak disangka.

Saya pernah terkejut hanya memiliki uang tabungan celengan saking cekaknya jadi anak kos!. Lalu saya melakukan silturahim pada teman lama. Masha Allah doanya dikabulkan Allah, saya mendapat kemudahan pulang ke rumah tanpa takut ongkos habis. Plus dibawakan makanan

Tetap bersyukur saat sakit. Allah Maha Pengasih – Penyayang. Selalu ada kebahagiaan meski sakit melanda.

Saya mendapatkan musibah beberapa hari sebelum keberangkatan saya bertemu suami. Ibunda berpulang. Tanpa sakit tanpa tanda sakit. Hingga kini saya berdoa syukur atas semua kemudahan dalam hidup saya. Meski saya kehilangan sosok jasadnya di dunia, semua prinsip hidup dan doanya sampai hingga hari ini. Salah satunya keinginan beliau memiliki cucu dari saya. Masha Allah , jiwa ibunda hidup dalam cerita saya untuk M.

Tetap beramal salih saat kesulitan datang. Allah Maha Pemurah. Semua kebaikan yang kita pikirkan akan selalu dipertimbangkan jadi reward menuju jannahNya. Selalu ada kemudahan dalam kesulitan.

Kadang kejutan hidup yang berat itu sulit dirasakan, sulit dijalani. Namun terimalah kejadian nan berat itu. hari demi hari. Meski hati seolah patah jadi beribu keping. Allah membantu rasa sakit itu jadi kebeningan hati dan kekuatan baru. Allah Maha Pengasih. Untuk itu kita bersyukur atas rasa susah, gundah, sedih, marah hingga kecewa. Dengan menerima susah, kepala jauh lebih adem, logika berjalan hingga solusi pun datang dihadapan. Mengapa? karena kita memahami ujaran “musibah datang dari Allah”. Tidak ada sesuatu yang dinamakan bad luck. Semua yang terjadi atas ijin Allah. Jika kita pandai menerima rasa sakit, Allah memberi lebih.

Ada banyak keburukan datang saat kita tidak bisa menerima kejutan. Kita ingkar pada keMaha Besaran Allah. Kita ingkar pada kalimat, semua milik Allah. Tuhan yang Maha Mencipta. Saat tanda ingkar datang, kita mulai mencari comforter lain, penyejuk hati lain, dan perlahan meninggalkan jalan Ilahiah. Padahal pada Allah lah kita akan berpulang.

QOTD2Saat menerima kejutan hidup yang susah dan buruk, hanya ada satu jalan selain menerima dan menjalani ketentuan Allah. Lalu apa yang terjadi? Semua akan datang , jawaban atas pertanyaan, kepastian atas kegelisahan, keimanan atas keraguan. Syarat utamanya hanya menerima dan menjalani ketentuan Allah. Lalu berusaha melakukan hal-hal terbaik untuk menangani kesulitan itu.

So I am Thankful for my difficulties.

 

Apa yang membuat mu bersyukur? Share ya…

Lanny

 

 

Senang sekali kalau masuk departemen store, lalu ada tulisan di rak display “CLEARANCE”. Apalagi kalau sale di bagian mainan anak. Haduh luar biasa betah. Sampai panggilan telepon suami kadang terabaikan saat meneliti barang sale!

Namun sayangnya capek pindahan apartemen, saya  jadi berpikir ulang untuk menghabiskan uang demi mainan anak. Atas petunjuk juga dari mbak Kon Mari soal mengatur barang-barang di rumah, membuat saya harus memaksa diri menghemat belanja mainan anak . Saya ingat banyak klien mbak Kon Mari itu senang menyimpan barang. Semakin besar rumahnya semakin banyak ruangan untuk menyimpan barang. Saya dan suami memutuskan tinggal di tempat lebih kecil. Alasan utama saya agar mudah membersihkan rumah. Tahukan kalau rumah dengan anak balita? Was wis wus wes wos dalam hitungan menit semua barang pindah lokasi. Selain itu hal ini mencegah naluri belanja berlebihan. Rumah lebih kecil membuat saya berpikir berkali-kali ketika menemukan barang unik lucu di bertajuk clearance. Bertutur getir pada diri sendiri:

” mau di simpan dimana benda sale itu? “

5naturefallsept2017 copyKarena tempat tinggal kami lebih kecil dari tempat sebelumnya, saya pun mencoba menghemat tempat penyimpanan. Berikut beberapa tips pengaturannya:

1.Memajang mainan anak. Anak balita masih senang bongkar mainan. Jadi saya biarkan M bisa mengakses mainan kapan saja. Pajang mainan di dalam rak pada sudut khusus untuk bermain. Hal ini memang menambah resiko rumah berantakan. Tapi saya bisa mengajarkan M untuk membereskan mainan. Meski hanya 5% mainan yang dibereskannya, tapi ia tahu kebiasaan ini adalah penting. Sisanya ya saya akan fitness squat -half plank- untuk membereskan mainan.

2. Fungsikan sudut ruangan dengan maksimal.Jangan khawatir jika hanya memiliki tempat kecil di rumah untuk mainan anak. Atur -atur sudut mainan itu secara maksimal. Saat ini saya memakai dua rak untuk memajang mainan anak.

3. Sortir mainan berdasarkan prinsip pendidikan di rumah. Kalau mengintip sistem Montesorri: memberikan keranjang/wadah khusus berdasarkan :

  • permainan fine motor skill
  • mainan figur
  • mainan role play / pura-pura: soft toys seperti boneka dan topi
  • puzzle
  • art and craft materials
  • buku bacaan
  • bunyi-bunyian
  • mainan dengan bentuk khusus , seperti lego, alat hitung.

Sedangkan sistem Emilia Reggio , menggunakan interest anak sebagai panduan memajang mainan anak. Observasi beberapa hari mainan  apa saja yang dimiliki , lalu apa yang anak selalu mainkan, dan selalu mengggunakan benda aman yang mengundang kreativitas anak. Seperti M senang menguliti sesuatu yang ditempel, saya hadirkan  satu keranjang berisi washi tape untuk ia tempel di berbagai permukaan seperi tiket bekas, kardus bekas.

4. Jika jumlah mainan anak berlebih, tak muat di area mainan, maksimalkan gudang / tempat penyimpan. Sekali lagi di gudang untuk diatur berdasarkan kategori di nomor 3 .

5.Rotasikan mainan anak. setiap 1 minggu sekali ganti mainan di lemari display tadi. Jika ada satu dua mainan yang selalu anak mainkan biasanya saya tidak masukkan ke dalam tempat penyimpan mainan anak.

6. Donasikan mainan. Ada banyak anak yang masih membutuhkan mainan karena membeli mainan hal langka bagi mereka. Kita bisa manfaatkan kelebihan mainan anak di rumah dengan mendonasikan mainan ke anak-anak kurang mampu.

7. Swap/Garage Sale. Adakan garage sale atau jual mainan dengan harga miring. Bisa juga kumpulkan beberapa teman, lalu tanyakan adakah yang bersedia untuk tukar mainan dengan koleksi mainan anak kita.

8. Beli mainan anak yang lebih memiliki multifungsi.  Syarat saya membeli mainan anak:

  • Melupakan benda  toxic, plastik. Material mainan pilihan utama kayu. Hal ini agar anak terbiasa memegang benda natural- juga mengasah kemampuan motorik halus. Sehingga  ia akan mengerti bagaimana cara memegang benda lain selain mainan nantinya. Dan jadi bonus juga mainan anak non plastik bukan barang yang mudah  dilempar lalu  rusak.
  • Jika memiliki mainan anak dari plastik dan murah meriah, gunakan untuk permainan di dalam mobil atau saat kita traveling. Biasanya saya membeli mainan plastik di toko Daiso  yang harganya sangat murah.
  • Mainan anak harus bisa memiliki fungsi lebih banyak. Misal mainan masak-masakan saya tidak akan membelikan untuk M. Karena hanya akan digunakan dalam waktu singkat, bisa digantikan dengan benda dapur atau barang recycle. Saya lebih memilih mainan yang awet juga memberikan kreatifitas anak terstimulasi: seperti puzzle, wooden blocks.
  • Jika bisa membuat mainan itu dari barang recycle, maka saya tidak akan membelinya. Misalkan bathtub toys atau mainan untuk berendam saat mandi. Lucuk tapi pasti tidak terpakai lama nantinya. Jajan awet gituuu.
  • Spend more budget for BOOKS. Nah kalau ini saya tak ragu beli. Daripada saya membelikan M gadget-yang bisa bikin adiktif, aneka mainan plastik yang kurang awet saya biarkan ia membeli buku. Meski buku akan robek, dll tapi kecerdasan anak akan meningkat hanya dengan membalik buku.

Ada yang punya tips lain? Mari berbagi yuk…

Lanny