Sebagai perantau kali ini saya dan M beradu dengan cuaca Jakarta dan Jawa Barat. Jakarta mah panasss bosss . Saya langsung mimisan begitu mendarat. Bagi M ia terkena serangan masalah panas, gigitan nyamuk. Ada yang berbeda dengan kunjungan ke Indonesia sewaktu M masih usia 6 bulan , kali ini M didera masalah pencernaan .

Satu pagi kala mudik M sangat ceria. Bersua dengan sang Aki alias opa yang sudah lama tak kopdaran. Wajah M menyiratkan senyum dan suara riang. Namun tahu – tahu ia terserang diare. M termasuk pintar menyatakan ia ingin BAB. Ia terbiasa akan menahan pup keluar sebelum duduk di kloset . Lhooo ini melepas pup tanpa kata ­čśú Padahal saya sudah cukup ketat membasuh tangan sebelum makan. Alhamdulillah bukan feses cairan, hanya lebih lembek dan tak normal. Namun setelah  selama 1 minggu kondisi ini  berlangsung , saya panik. Segera cari obat diare untuk balita. Rekomendasi LactoBe dari teman untuk memilih obat itu untuk diare pada anak. Sempat mencoba dengan usaha agar M konsumsi pisang , namun ia tak begitu happy dengan rasa pisang di sini ­čÖü kecuali merek Cavendish­čśů

M pun mengkonsumsi obat itu dan segera normal kembali. Ternyata travel dengan anak sakit bikin was was. Nah untuk itu saya pun menilik standar higienitas  M. Setelah diperhatikan M sering sekali memegang benda . Lalu tiba-tiba ia memegang makanan. Kadang ada juga keluarga yang tidak membiasakan anak cuci tangan sebelum makan! Oh sakitnya disitu­čśŤ

Maka operasi higienitas selama traveling di Indonesia ala kami:

  1. Wajib cuci tangan sebelum dan sesudah aktivitas hands-on
  2. Membuat makanan buatan rumah (sandwich, buah,  dll)
  3. Memilih menu makan aman ( bersih, dimasak matang, tidak pedas dan asam) untuk lambung 
  4. Pilih rumah makan yang benar-benar bersih. Hal ini wajib dilakukan karena banyak es dan sayur terkontaminasi pada restoran. Bahkan lalapan atau sayur mentah pun saya jauhkan dari keluarga.
  5. Membawa sanitasi kit express( wipes, hand sanitizer, sabun ) ke manapun . Ini berkaitan dengan tidak bisa diprediksinya standar toilet di Indonesia bahkan kota besar Jakarta masih punya toilet tanpa washtafel dan sabun­čśú
  6. Sedia herbal medicine seperti essential oil – minyak telon. 
  7. Sedia obat pribadi pertolongan pertama sesuai kondisi anak.
  8. Konsumsi utama sehari-hari selama perjalanan : susu, air putih , buah dan snack! Macet kadang melanda. Hal ini sangat menyebalkan jika ditambah membawa balita lapar ­čśľ
  9. Beraktivitas sambil memantau cuaca. Karena beberapa lama tinggal di Bogor, saya mengalami dua cuaca panas-dingin. Hal ini membuat baju yang dikenakan harus sering diganti, termasuk kaos kaki dan sepatu yang kadang basah karena hujan. Meski mungkin sebelum berangkat cuacanya panas terik. Eh tahu-tahu yang hujan turun lagi…..­čśŤ asup angin deuiiii!
  10. Cek ricek kondisi anak dan keluarga. Selama perjalanan alhamdulillah kami tidak mengalami sakit kepala atau mual. Kami selalu berusaha memahami kondisi bahaya jika ada perubahan pada kondisi kesehatan anak-keluarga . Kondisi bahaya disini: demam, pingsan, muntah dan berdarah. Keempat hal ini jadi standar saya menentukan kapan harus ke dokter.

Nah usai mudik kemarin kini kami bergelut dalam jet lag. Hingga tulisan ini dibuat, saya masih terbangun larut malam waktu Cali, karena di Jakarta sekitarnya masih siang bolong­čÖé

Cerita mudik memang selalu seru. Meski saat mudik beberapa kali terserang diare, saya bangga pada M yang heboh dibawa kesana kemari. Pengalaman yang ia dapati terbentang mulai dari bertemu keluarga besar, beradaptasi pada suasana ramai ala pasar kaget, mempelajari kosakata Bahasa Indonesia, mengenal makanan baru, hingga mengenal lagu daerah. 

Jika si kecil sakit , segera tangani agar liburan tetap happyy. Benamkan juga dalam mental 


Jangan tahu-tahu anak sakit langsung book tiket pulang! Percayalah selama bukan kondisi DARURAT kita masih bisa liburan bersama keluarga.

Terpenting, mudik asik itu kudu resik!

    

Ramadan kareem! Semua bahagia ya ada di bulan Ramadan lagi ikut mengeruk berkah Ramadan. Termasuk marbot masjid happy yang tak lagi kesepian­čśé­čśé

Ini tahun ke dua jadi ibu baru buka berarti baru pertama ke masjid bawa anak bayik sih. Usia 1 bulan M sudah mampir ke masjid. Masa dimana ASI lagi deras – ngASI on demand, kemudian kalau rewel anak bayi tinggal masukkan carseat agar anteng sambil digoyang . Eh kini makin tricky polah anak toddler ­čśŁ M tahu yang dimau. Seperti kejadian terbaru di masjid , masuk ke dalam lemari kosong. Tetiba mba sis negur:

“Get her outta there ..”

­čśé Padahal kalau beliau tahu itu baru sebagian adventurous soulnyaa M. Malah gak apa sebenarnya sih M masuk ke situ. Segera bosan kok. 

Larangan ini itu pasti hadir deh dari berbagai pihak. Saat jiwa toddler ingin tahu datang kan selalu bertentangan dengan kehendak manusia dewasa. Toddler pingin buka pintu , pingin main dispenser air, pingin ngintip ke lubang toilet­čśî Tapi sebenarnya saya lebih senang anak diberikan celah “bersenang-senang” di masjid . Beri sedikit waktu saja agar anak toddler ada di masjid . Berlari lari dan bahagia mengenal masjid dengan cara mereka. Saat ini saya respek dengan pengelola masjid dekat rumah, mereka membiarkan anak-anak berlarian di prayer hall. Tetiba waktu sholat ya semua anak diminta keluar untuk meneruskan keriangan di ruang lain.

Di waktu lain ikut serta acara di masjid , setiap masjid punya ruang anak dan ibu. Nah campur aduk deh suasana di dalamnya. Ada yang tarik menarik hijab antara ibu anak, ada bayi merangkak diantara raksasa orang dewasa, ada juga ibu baru galau saat lihat larangan “Dont drink and eat in the room” sementara si anak bayi 2 bulan dalam gendongan minta nenen .

Terheboh adalah Imam memimpin sholat lewat pengeras suara, ketika takbir berkumandang … ibu – ibu bangkit dari duduk dan ruangan itu seketika dipenuhi bayi menangis . Hahah heboh.. Banyak bayi dibiarkan terlepas dari ibu. Ada yang ditempatkan di car Seat atau karpet. Terserah si ibu. Kalut pastinya perasaan si ibu, antara fokus tetap sholat.  Saya mafhummmm karena jadi ibu susah beribadah khusu tanpa gangguan. Ketika ada kesempatan sholat di masjid, tak apa anak dibiarkan tak nyaman sementara dengan ditempatkan tidak di gendongan ibu. Trik anak digendong saat sholat? Tak semua Ibu mahir melakukan ini. Apalagi jika anak berbadan besar bertulang tebal ehemm. Lebih pusiang lagi jika anak punya saudara ­čśů

Ketika masjid tanpa ruang ibu anak? Yah kami melipir. Tapi please beri kami waktu ada di masjid saat iftar dan maghrib . Setidaknya begitu. Selebihnya berdoa semoga masjid tersebut ada ruang ibu anak ­čśü

Please …

  • jangan menilai ibu anak masuk mesjid dengan aturan baku seperti orang dewasa. Toleransi sedikit pada kami, ibu-ibu beranak yang bersusah payah ke mesjid karena kangen masjid. 
  • Bantu kami dengan difasilitasi di ruangan di dalam masjid .
  • Beri aturan khusus untuk ibu-ibu beranak balita dengan kelonggaran untuk menambah riuhnya masjid dengan suara-suara tawa tangis balita. Pahami sejenak kami ingin mencuri waktu ke masjid. Seperti membatasi waktu untuk anak ada di dalam masjid ketika tak ada ibadah berlangsung .
  • Membolehkan beberapa mainan di masjid.

Jika ada yang terganggu oleh kehadiran kami lantas bilang: jangan bawa anak! Lagian ibadahnya perempuan baiknya di rumah..

Tapi kami ingin ke masjid. Mengeruk sedikit waktu spesial Ramadan di masjid. Perempuan secara natural sudah terbatas waktu ibadahnya maka mama mama solehah juga ingin meraih waktu berkualitas di masjid bersama anak (anak-anak). Beri kami waktu sebentar saja , hingga anak mulai lelah sesudah mengelilingi masjid.

Sore di hari pertama Ramadan itu suasana   jadi hening yang semula ramai oleh anak-anak berlarian di dalam ruang sholat. Tepat saat Imam memulai ibadah shalat maghrib. Pintu utama ruang ibadah tertutup . M dan anak lain sudah bubar barisan . M terlihat lelah lalu saya putuskan untuk pulang. Hari ini M menumpahkan jus, menggeser alat elektronik, dilarang jelajah ruang selama di masjid. But it’s okay we always gonna visit masjid . Sebentar saja. Yah please ­č蜜

Happy Ramadan 

Mari ajak si kecil latihan kekuatan otot tangan dan jemari lewat Fine Motor alias Motorik Halus. Sebelumnya ini dia rujukan mba Wikipedia soal Fine Motor Skills:

Fine motor skills are small movements ÔÇö such as picking up small objects and holding a spoon ÔÇö that use the small muscles of the fingers, toes, wrists, lips, and tongue.┬á

Gerakan kecil seperti memungut benda dan memegang sendok – yang menggunakan otot kecil pada jari jemari, pergelangan tangan, bibir, juga lidah.

 

Begitu sajakah? Tidak penting banget ya? Ternyata motorik halus sangat berperan dan berkaitan dengan kemampuan otak juga. Anak-anak yang masa kecilnya kurang diperkenalkan dengan kemampuan motorik halus, cenderung sulit menyelesaikan soal matematika dan membaca ( Fine Motor Skills and Academic Achievement). Motorik halus yang baik bisa memberikan kesiapan belajar di sekolah dengan baik. Bagaimana bisa? Bayangkan tugas si kecil di sekolah tanpa Anda/pendamping : dimulai dengan toileting (rutinitas ke toilet), ia harus membuka celana yang bisa dengan kancing atau resleting, lalu memakai kembali, memegang sendok, membuka tutup makan siang, membuka tas dan sederet aktivitas lain yang bermodalkan kekuatan motorik halus.

Di masa sebelum lima tahun, anak -anak yang sering  menggunakan semua kemampuan motorik halus dapat sukses menjalanani kehidupan sehari-hari secara mandiri,termasuk di dalam lingkungan sekolah. Bahkan kemampuan matematis anak bisa berpengaruh sesuai kemampuan motorik halus anak. Jika anak  tak mahir?Otak memiliki bagian yang memproses penerimaaan informasi dan tugas kognitif. Dalam hal ini, anak yang motor skillsnya baik, dapat menerima informasi yang diberikan lebih baik. Karena adanya   koneksi antar  neuritis (kemampuan saraf) yang membantu anak dalam berbagai tugas akademis. Termasuk salah satu  pelajaran yang ditakuti semua orang : Matematika.

Di rumah pun kita dapat memfasilitasi anak untuk berlatih kekuatan tangan hanya dengan benda yang dimiliki di rumah:

Memindahkan bola ke lubang-lubang

 

Memasukkan potongan sedotan / kawat dalam kontainer bumbu

 

Mengupas

 

Membersihkan benda dengan aneka alat beberes

 

Memasukkan  satu benda ke satu tempat

 

Menutup – membuka aneka wadah

 

Memasukkan benda ke dalam lubang

 

Meronce

 

Melukis
Memetik buah
Berdandan
Mencuci
Menyiapkan makanan ringan

Bermain peran

Utamanya kenalkan pekerjaan sehari-hari yang kita lakukan, melipat pakaian, mencuci , memasak dan berpakaian. Libatkan anak dalam “porsi mini”, kegiatan yang anak bisa lakukan sekitar 2-10 menit dalam kegiatan beberes. Tujuannya ┬áuntuk mengenalkan dan membiarkan anak berusaha – berlatih menggunakan motorik halusnya. Jika ada waktu ,biaya dan alat ekstra, bolehlah disertakan :

  • main puzzle
  • membuat kerajinan tangan
  • menempel stiker di buku
  • melukis di berbagai media ( payung, celengan, dll) dengan tangan/kuas dll
  • memasukkan koin ke celengan
  • melipat kertas / pakaian / lap
  • memainkan alat musik sederhana seperti drum, marakas, rebana dan kolintang / xylophone

Semua manfaat dari latihan di atas berguna untuk kekuatan motorik halus yang sangat bermanfaat bagi anak untuk bisa  :

berlatih kemampuan visual-persepsi (memahami apa yang dilihat mata agar sesuai dengan logika berpikir), baca kemampuan mengidentifikasi benda, memanipulasi fungsi benda, memecahkan masalah, kemampuan mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata. 

Sementara curcolan soal baca tulis anak ada di sini:

Baca-Tulis untuk Anak Balita?HmmmÔÇŽ

 

Saya mencoba membandingkan aneka kegiatan motorik halus dengan manfaat nyata di kehidupan sehari-hari:

  • Memakai pakaian secara mandiri = latihan mendorong memasukkan kancing, menarik resleting, kaos kaki-celana-baju-topi-sepatu-kacamata-hijab-aksesoris
  • Menali = latihan meronce dengan aneka benda berlubang
  • Menemukan persamaan jumlah satu buah kue sama nilainya simbol angka satu = latihan mengisi bola pompom ke dalam cetakan
  • Menulis = latihan melukis dengan memegang kuas
  • Ketelitian dan kebersihan ┬ádalam hidup sehari-hari = latihan membersihkan dengan alat
  • Kemampuan logis dan visual persepsi, memahami sebab akibat = latihan ┬ámenumpuk benda
  • Kemampuan identifikasi benda, mencari persamaan-perbedaan benda = latihan mensortir
  • Menikmati seni, keindahan, keakuratan dan sains = menata bunga dan vas
  • Kemampuan kemandirian, buka tutup pintu-laci = berlatih puzzle dengan gagang (knob)

 

Banyak sekali manfaat motorik halus ! Ada ide lain? Komentar ya…

Selamat berlatih!

Referensi

 

Encyclopedy of Children’s Health, Fine Motor Skills

Winter – Spring 2017 Play Time

Tantangan ibu baru dengan┬átoddler yang hobi muter sana sini adalah diskonnya sinar mentari! Hah? Sebenarnya meski keren buat foto-foto sama dedaunan di empat musim, tinggal di negeri empat musim, ┬ámembuat ibu dengan toddler makin puyeng : anak-anak yang secara statitistik itu memang dalam setahun bisa terkena sakit hingga 5-10 kali, pada dua musim ini juga rentan terserang flu. Kami jadi banyak menghabiskan waktu di dalam rumah sementara musim dingin ini tanpa salju lho. Lalu tinggal di negeri empat ┬ámusim, sekolah pun punya jadwal libur empat kali setahun (Spring break, summer break, christmas dan fall). Hmm ini berarti anak-anak seharian di rumah, dan ibu banting tulang memasak sambil cari “mainan” asik untuk anak-anak. Alasan puyeng lain tuh ┬átaman main umum saat winter – spring jadi tempat bermain yang kurang nyaman karena tempatnya terbuka tidak bisa dipakai saat hujan turun atau cuaca berangin. Baca lebih lanjut

Back to Bike

Pada jaman dahulu, ketika masih senang denger Hanson dan Moffat, baru kenal Converse karena bintang iklan Indomie yang memakai sepatu itu-saya pernah bersepeda. Saya setiap hari menempuh jarak sekitar 11 kilometer menuju sekolah. Selama 3 tahun senang sekali bersepeda , pulang ke rumah lebih cepat dibandingkan teman lain yang jalan kaki. Itu waktu saya masih remaja dulu. Zaman ketika tidak ada sepeda motor atau mobil sewaan via internet.

Satu hari saya terinspirasi  membuat resolusi. Saya harus berusaha mengambil waktu untuk olah raga lagi .  Waktu selama beberapa tahun belakangan terus dipakai untuk sibuk beberes, santai tiap malam makan nasi ayam atau coklat batang , rajin  jalan namun keliling di  toko baju dan toko perabot atau tukang sayur saja. Alhasil saat waktu kunjungan ke  obgyn, suster bertanya berapa kali berolahraga saya menjawab dengan hehe : “nol”.

Baca lebih lanjut

Sayup-sayup terdengar M menyenandungkan lagu ABC. Karena beberapa waktu lalu ia melihat sebuah video lagu huruf – huruf itu berjoget. Saya senang ia jadi kenal dengan alfabet. Tanpa harus dipaksa, ia tahu huruf-huruf itu. Namun jadi terpikirkan ,apakah M perlu tahu alfabet? Sekedar nyanyian saja atau perlu baca juga? Baca kata atau apa bagaimana ya?

Teringat masa spesial. Beberapa tahun lalu saya menjadi guru anak kebutuhan khusus. Dunia pendidikan yang berbeda suasana juga metode yang diterapkan- 180 derajat dari tempat sebelumnya Biasanya saat mengajarkan TK umum, saya akan mengajarkan anak sesuai tema bulan itu, sesuai panduan mengajar / lesson plan. Akan tetapi, untuk mengajarkan anak kebutuhan khusus, kami diminta mengganti sudut pandang. Anak berkebutuhan khusus tidak bisa mengikuti kurikulum sekolah umum (yang super kompleks deh ya kurikulum milenial sekolah Indonesia- Lol ). Gurulah yang membuatkan lesson plan personal sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Dari mereka, tersingkap banyak inspirasi cara belajar baca yang  berbeda. Mereka tak siap untuk menulis. Kebanyakan mereka memiliki masalah motorik halus (fine motor skill) dan motorik kasar (gross motor skill). Motorik halus adalah kemampuan otot kecil,   di bagian tangan. Contoh kegiatan  yang menggunakan otot ini seperti menggenggam dan memegang benda. Karena kondisi khusus anak, guru memberikan target pelajaran  secara berbeda. Untuk kemampuan  berbahasa, berkomunikasi diutamakan meski dengan kartu atau isyarat , lalu  baca gambar dahulu dibandingkan baca kata. Termasuk penguasaan mengenal objek nyata / tindakan dari kata yang dipelajari. Metode berbeda dengan guru mengajar baca pada umumnyakan? Tapi itu membuat mereka lebih paham sebuah makna kata.

Baca lebih lanjut

NgASI harus dimulai dari kedekatan ibu dan bayi. Lalu mindset happy with baby kudu dijaga terus agar bisa semangat dan senang ngASI. Meski LELAH, LETIH, KANTUK.

Hari pertama hingga kerelaaan ibu ngASI pasti penuh perjuangan.
Minggu-minggu pertama ngASI hingga hari ke 30 penuh dengan pompa time, lalu lecet bad latch juga PD bengkak. Kebetulan saat bayi lahir ada liburan Memorial Day ( hari libur Amerika Serikat) , buat saya hari itu jadi Engorgement Day:)

Baca lebih lanjut