Apa Yang Kamu Ketahui tentang Montessori?

 

Maria Montessori dilahirkan pada tahun 31 Agustus 1870. Ayahnya pegawai pada kementerian keuangan sementara ibunya masih bersaudara dengan Paleontologis Itali, Antonio Stoppani. Latar belakang pendidikannya adalah sekolah medis namun sempat mempelajari geografi serta beberapa ilmu pasti lainnya. Pendidikan terakhir Montessori adalah dokter anak dari universitas Roma. Ia pun sempat menjalankan praktek.

Awal karir Maria Montessori dimulai saat ia bekerja dan meriset anak-anak yang memiliki cacat, penyakit khusus, juga retardasi mental. Lulus dari Universitas Roma, ia tetap melanjutkan riset dengan topik yang sama dan menjadi asisten di klinik universitas.
Tahun 1906, ia memulai rumah belajar Children House, atau Casa dei Bambini di sebuah apartemen untuk keluarga kurang mampu di Santa Lorenzo, Roma. Anak-anak yang belajar di dalam Casa dei Bambini sejumlah 50-60 orang dengan rentang usia 2-3 tahun dan 6-7 tahun. Pada awalnya, Maria turut mengajarkan mereka dan mulai mengobservasi para siswa. Kelas perdananya dilengkapi dengan meja guru, papan tulis, kursi besar dan kursi meja untuk grup belajar serta sebuah lemari yang ia gunakan saat bekerja pada sekolah untuk anak berkebutuhan khusus.
Metode yang Montessori kembangkan adalah anak-anak belajar melakukan kegiatan yang berkenaan dengan kehidupan sehari-hari, terutama sekali dengan lingkungan alami. Semisal, cuci tangan, menata bunga, memasaka bahkan menyiram tanaman, memberi makan hewan peliharaan. Selain itu ia mengajarkan disiplin tidak dengan konsep hadiah (reward) atau hukuman (punishment) , namun anak-anak diberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan yang disediakan dalam kelas, termasuk alat-alat yang dikembangkan oleh Montessori sendiri.

Prinsip yang diterapkan pada sekolah Montessori hingga saat ini adalah, anak merupakan individu yang dipengaruhi oleh lingkungan dan masyarakat. Anak juga dilahirkan dengan potensi kreasi, memiliki keinginan belajar dan berhak untuk diperlakukan sebagai individu. Lingkungan dan pendidikan mempengaruhi potensi alamiah anak. Anak harus diberikan kebebasan untuk bergerak namun dalam aturan yang sesuai agar ia mampu belajar sebagai mahluk sosial yang merupakan bagian dari masyarakat. Anak harus difasilitasi dengan alat tertentu yang akan mampu membantu mereka mengembangkan potensi kecerdasan kognitifnya. anak-anak yang berbeda usia namun dalam satu kelompok belajar, dapat mengembangkan kepribadian mereka secara sosial selain kemampuan intelektual mereka.

“It is the child who makes the man, and no man exists who was not made by the child he once was.” – Dr. Maria Montessori

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s