Tentang Mainan dan Bermain dengan Bayi

  

Kakak saya melihat keponakannya menarik-narik boneka lalu saya pun bergumam dia suka banget boneka ini. Kakak saya: “Oh si Ade M suka boneka pink fuschia, beliin atuh”

Apakah bayi begitu perlu mainan?

Bagi saya iya – kadangkala- dan kebanyakan tidak!  

Saat 2 bulan mainan yang pertama dibelikan kepada M adalah mainan pemutar musik klasik. Anakku sayang hanya bengong. Namun begitu diberikan popok ia tetarik. 

Lalu diberikan teether, untuk merespons perilaku gigit – gigit benda, M menggigit hanya 1 menit;)

Mainan akhirnya hanya jadi penghibur hati yang resah, karena mama tak kasih buku untuk digigit. Haha!

Mainan juga jadi hanya sekedar alat distraksi alias pengalih . Terutama saat ganti popok, ya ampun betapa lincahnya bayi yang senang melata dan selalu ingin kabur dari ganti popok time:)

Lalu mau diapakan mainan?

Pakailah .. Namun orang tua harus ada bersama dia si bayi untuk bermain. Satu hari saya mengabaikan M dengan mainannya. M sibuk dengan mainan boneka; namun sesudah itu ia pergi begitu saja tak kembali pada si boneka,hiks. 

Mainan hanya alat. Bagaimana cara memainkan, menggunakan, serta menemukan fun feeling saat main, si bayi perlu kita-orang dewasa yang beruban😹

Settinglah permainan dengan mainan yang dibeliin susah payah naik turun Mobil atau lama lama browsing  itu. Mainan boneka saya masukan ke dalam kotak berlubang, saya mulai bernyanyi dan menyapa M dengan boneka muncul tiba2 dari balik kotak. Reaksi M ? Ngakak-ngikik dengan ceria.

So….

  • Jangan berikan mainan lalu kita pergi melenggang. Main lah, merunduklah seperti si anak dan mulai dunia bermain lewat cerita karamgan. Tujuan hanya satu: interaksi bersama anak, bukan melepas anak dengan mainan. They need you BADLY .
  • Jangan terlena meninggalkan bayi lebih dari 15 menit. Selalu cek apa yang ia lakukan dengan mainan. Anak selalu pintar namun belum paham kondisi aman dan bahaya. Tugas kita jadi time keeper dan juri yang bisa jadi pemain juga.
  • Bersihkan mainan sebelum berinteraksi dengan bayi.
  • Don’t be bossy dude👻 Bermain dengan memfasilitasi bukan memberikan paksaan anak Harus ini itu. Berikan petunjuk, contoh , isyarat , arahan saat main.
  • Pujilah anak, hujani dengan pelukan ciuman ketika ia terlihat menemukan skill baru. Seperti saat bayi pertama kali menarik mainan yang tersembunyi.
  • Jaga mood— jangan tunjukkan bad mood saat main (pake topeng happy dulu halal kok). Hadirkan ruh dan raga bermain seutuhnya bersama si bayi.
  • Jaga tutur kata karena otaknya ibarat tanah gembur yang menyerap bibit kata yang kita tanam.
  • Main di waktu yang tepat, bukan saat ia lapar atau kesakitan atau mengantuk .
  • Tantangan ortu moderen bermain dengan anak tanpa menyambi updet status atau komen isu terpanas di FB 🙂 M selalu tertarik dengan gadget ketika saya didekatnya padahal semula ia bermain. Akhirnya fun bermain bersama dan tujuan keakraban dan fokus melakukan permainan pun hilang:( Belajar dari situ saya membuang gadget ketika waktu bersamanya .

Happy playing!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s