Baby First Time at Swing

playground-chaos-1188056-639x748-2
Image Credit : Ted Norton

Satu siang, ketika asyik menikmati pemandangan di taman,  tiba-tiba suami saya berseru :” Kita coba yuk ayunan itu untuk M”. Kata tapi muncul dari mulut untuk mengalihkan ide yang sudah berulangkali  itu, hari itu saya berani membiarkan si ayah mencoba membawa M berayun.Dengan penuh derap  degup jantung,  baby M pun naik ke ayunan. Kemudian diayun oleh Daddy A. Saya bersorak berulang kali: “hati-hati !”. Kenapa saya begitu takut? Ayunan untuk bayi itu belum pas di tubuhnya. Ada bagian longgar di belakang posisi duduknya. Saya takut ia terjatuh di bagian itu. Wajah M ternyata begitu senang sekali. Tertawa geli saat ia diayun oleh ayahnya. Ia juga mengerak-gerakkan kaki yang mengayun bebas  di usara.  Swinggggggg Hilang sudah rasa takut yang semula kuat menyelimuti saya. Saya pun berani ikut bermain dengannya. Saat ia berayun ke arah saya, saya mencium bibirnya yang menganga . Ia makin ceriwis. Di sebelah M ada anak bayi juga terkikik karena diayun oleh sang ayah. Saya berbasa-basi , bertanya berapa umur si  baby. Usianya jauh lebih tua beberapa hari dari bayi saya, dan ini juga kali pertama si baby naik ayunan. Saya masih berusaha mencari pembenaran lagi, apakah ayunan ini aman karena saya deg-degan  melihat bayi mungil di dalam ayunan.  Ucapan si  ayah bayi itu menenangkan saya lagi kalau ayunan ini cukup aman. Walaupun beberapa menit kemudian, tak jauh dari situ ada sering anak perempuan sedang main ayunan lalu tiba-tiba menangis. Yup, si anak terjatuh. Bum! Suara keras itu  menggema (settingan sound effect emak ramping) Deg-degan masih ada di kalbu ini saat mendengar suara jatuh si anak perempuan. Tapi hilang setelah melihat baby M tetap tertawa geli di dalam ayunan yang asyik swing… swing…. Anak perempuan itu masih menangis beberapa menit kemudian. Sang orang tua berusaha menenangkannya. Orang tuanya membawa si gadis yang baru tersungkur itu ke taman bermain balita (di California  fasilitas permainan taman bermain dibagi berdasarkan umur). Tak lama anak perempuan yang terjatuh dan tådi menangis memaksa kembali ke ayunan. Akhirnya ia kembali berayun setelah M berayun beberapa menit. Semangat anak jauh lebih sering menyala.  Ketakutan orang tua akan selalu ditepis oleh anak yang berani mencoba setelah gagal.

Saya mengingat lagi , dulu saya usia SMP pernah berdiri main ayunan. Mungkin Mama saya terkekeh jika melihat anak ABGnya mecicipi mainan anak kecil. But it was feel good. Saya ingin M merasakan itu juga, rasa senang main ayunan. Saya tahu beberapa anak takut menaiki ayunan. Jika saya berani melepas  si baby M nan kecil ini berayun, dengan tetap memberikan keamanan terbaik baginya, ia akan punya kesempatan berani dan juga tetap bisa menikmati ayunan. Alhamdulillah, sudut taman di kota Berkeley jadi saksi sejarah M naik ayunan pertama kali *proudmommy*

Seseorang pernah berkata pada saya, mengasuh anak ibarat belajar menerbangkan layang-layang. Kita berlari dan beresiko akan  terjatuh selama proses menaikkan layang-layang ke udara. Namun jika layang-layang itu sudah di udara…. Hati kita akan bahagia. Layang-layang mengudara membumbung tinggi, namun tangan tetap memegang kendali. Karena kadangtangan akan tetap menarik untuk mengatasi resiko layangan jatuh, kadang kita harus mengulur benang untuk membiarkan layang-layang ditiup angin. Begitupun mengasuh anak, menumbuhkembangkan keberanian. Keberanian anak dimulai dari keberanian orang tua.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s