Can I Hold Your Baby?

Selama  membawa bayi nan imut ke beberapa tempat umum, di sini kami mendapat banyak respons positif, alhamdulillah… Pujian seperti “lovely baby”, “wonderful baby” hal yang umum terlontar dari orang yang melihat kami. Ada juga sih yang memuji pilihan emaknya belanja baju ;p seperti “what a cute onesie!”. Lalu selain pujian yang terlontar , orang biasanya  akan mendekat dan bertanya, bagaimana perkembangan si bayi. Jika orang asing ( tak kenal / baru kenal  dengan kami) tersebut ingin memegang bayi, mereka selalu bertanya : “Can I hold your baby?”.

Entah mengapa ada perbedaan kebiasaan  saat pulang kampung ke Indonesia. Beberapa kali saya menantikan kalimat ijin untuk pegang / menggendong bayi, namun tidak jua terlontar. Orang biasanya langsung berkomentar : “iih lucuk”, “lucu banget” diiringi dengan mencolek, memegang, dan sebagainya. Habis kejadian itu saya selalu sibuk mengelap pipi bayi saya ( saat itu Jabotabek musim hujan dan banyak batuk pilek cyiinnn).

Kenapa harus minta izin pegang-pegang bayi? Alasan utama mengapa harus berujar “Can  I Hold Your Baby?”:

  1. Privasi. Bayi, selucu apapun juga adalah  “properti pribadi” si orang tua. Akankah kita secara sengaja pegang ponsel orang lain?  Tentunya harus dimintai ijin sebelum menyentuh toh. Selain itu bayi dan orang tua juga punya privasi. Jika orang tua tidak berinisiatif tidak meminta tolong agar sang bayi dipegang, sebaiknya hormati privasi si orang tua dengan kita tidak “memaksa” ingin memegang. Jaga juga privasi si bayi . Belum tentu si bayi nyaman dengan dipegang / gendong oleh orang baru lho….Tahu kan kegemasan perempuan jika ada bayi menangis, spontan ingin menggendong? Jika menemukan kejadian  itu , ingat privasi si orang tua dan bayi , dengan meminta ijin.
  2. Kesehatan. Bayi mahluk hidup yang masih dalam newbie di dunia fana, kesehatannya pun masih dalam masa perkembangan untuk bisa melawan para mahluk halus bakteri dan virus. Apalagi virus selfie;p Para bayi rentan sekali terkena virus seperti flu, batuk-pilek. Apa yang terjadi jika bayi sakit? Ibu akan pusing tujuh keliling biasanya disertai kondisi seluruh penghuni rumah ikut / terancam tertular.Apalagi jika ibu tersebut sedang bepergian jauh dari rumah dan dokter anak si bayi. Sama seperti kita yang pusing jika terus menerus bindeng, sengau plus demam.   Untuk itu kita harus sadar, sebelum memegang si bayi, sehatkah diri kita? Lihat kasus ekstrim bayi newborn terkena virus : Newborn Catches Herpes
  3. Keamanan. Kasus penculikan anak terjadi dimana-mana. Salahkah jika orang tua berjaga? Itu kewajiban orang tua / pengasuh. Caranya? Tetapkan standar keamanan dan kebiasaan. Maka standar keamanan keluarga kami:  tidak akan pernah menitipkan anak kepada orang tidak dikenal. Termasuk tak  membiarkan orang baru untuk memegang bayi tanpa ijin.  Meskipun dalam saat genting, seperti saat saya hanya berdua dengan bayi, lalu saya harus pergi ke toilet. Bayi selalu bersama saya. Rempong? Safety is priority. Bahkan beberapa orang tua punya tingkat keamanan lebih tinggi , seperti ketidaknyamanan jika anaknya diajak bercanda oleh orang baru. Saya maklum, karena too friendly to a stranger, mengakibatkan anak berpotensi mudah dibujuk rayu oleh orang asing yang punya niat jahat.
  4. Saling menghormati. Saat bertemu orang, kita wajib menghargai orang lain. Termasuk menghargai bayi – sebagai individu baru yang lucu- dan menghargai orangtua/pengasuhnya -sebagai penjaganya.

Adakah alasan lain untuk meminta ijin sebelum memegang bayi menggemaskan? Silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar 🙂

 

Iklan

2 pemikiran pada “Can I Hold Your Baby?

  1. Bayi saya termasuk anak yang tidak mudah digendong orang yang jarang dijumpai. Karena itu tiap ada orang yang ingin mengendongnya saya sarankan dia untuk bilang ke bayi saya. Biasanya bayi saya bakalan mengamat-amati dulu. kalau bayi mau digendong ya nggak masalah, tapi kalau bayi nggak mau orang tersebut tidak saya ijinkan menggendong. Semua demi kenyamanan si bayi kok.

    Suka

    • Halo Elisabeth,benar , semua buat si bayi. Bayi tak nyaman ya kita jauhi dari ketidaknyamanan itu. Saya suka dengan ide menyarankan si orang baru tanya ke bayi.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s