Baby Blah Blah

Ibu mana yang tak senang mendengar tangis bayi? Saya si ibu baru, saat dahulu mendengar tangis newborn. Jejeritan , tengah malam, penuh air  mata dan high pitch tone. Lama kelamaan, saya paham, itulah awal komunikasi saya dan bayi.

Bayi memberikan tanda komunikasi dengan suara dan tangis. Namun usia newborn (pada bayi 4 mingguan), suara cooing jarang terdengar. Lebih banyak tangisnya! Tapi jangan katakan bayi cengeng. Karena memang itulah kemampuan si bayi. Ketika beranjak 2 bulan baru saya melihat ia sering tersenyum, sering membunyikan “u” dan “a”. Hingga nanti tangisan bukan satu-satunya sarana komunikasi bayi. Komunikasi usia 5 bulan, bayi menelurkan satu suku kata. Papah, apapapa, dan bukan gugu gaga ! Cikal bakal suku kata itu akan meledak menjadi awo, dada, mama, papa, teh, deh, wi, dan sebagainya.

M senang sekali ketika saya berikan buku dengan tekstur di gambarnya. Entah kenapa ia segera bisa mengeluarkan bunyi-bunyi saat melihat gambar . Lain waktu, M juga berceloteh lewat suara-suara itu saat dibiarkan main sendiri. Hari berganti tahu-tahu ia sudah 7 bulan lalu ia menirukan intonasi saya. Saya sebagai orang Sunda, meski sekeliling berbahasa English, tetap  doyan  ngomong ‘mah’. Alhasil, intonasi yang digunakan saat saya mengatakan ‘mah’ tercetus juga oleh M.. Tentunya  bunyi yang M ujarkan belum sempurna dalam bentuk kata.

Catatan Babbling Blah Blah BlahUsia 9 – 10 bulan , M sudah memberikan bentuk komunikasi :

  • halo, terucap a-wo sambil melipat lengan seolah pegang gagang telepon
  • hai, terucap “ha”
  • tuh, terucap “eh”
  • dadah, terucap “dah” sambil melambai
  • Menunjuk
  • Meniru American Sign Language ( Bahasa Isyarat AS) untuk kata susu, lagi.

Bentuk aktivitas yang saya kerjakan untuk menambah munculnya suku kata/kosakata / tanda komunikasi (seperti gerak  anggota tubuh) bayi:

  • bercerita (kapan dan dimana saja!)
  •  memberikan pengumuman (larangan apa jika bayi meraih sesuatu yang berbahaya)
  • membaca buku dan menirukan satu kata dalam buku menjadi aksi
  • mendengarkan lagu dan bernyanyi
  • mengikutsertakan bayi saat kita berinteraksi dengan orang lain
  • bercermin
  • melihat video / foto dirinya sendiri
  • bereksplorasi mandiri (tanpa intervensi atau bantuan dari orang)
  • menirukan suara yang bayi keluarkan, misal bayi menyebut “enteh”,  kita ulang bunyinya.
  • merespon suara yang dikeluarkan bayi sebagai ucapannya . Ikutkan bayi di kegiatan sosial , untuk interaksi sesama bayi juga orang dewasa.
  • menggunakan bahasa tubuh yang umum seperti  gerakan tangan melambai, pipi mencium, gerakan tangan mengajak
  • menggunakan bantuan bahasa isyarat untuk kata yang sering muncul di aktivitas harian

Dalam buku Diaper Free Before Three, dr. Jill Lekovic menyebutkan akan ada kemungkinan besar sering bayi bisa menyebutkan kata, jika orang tua terus mengulang kata, seperti Mama love you. Si bayi akan sering mendengar dan suatu hari akan mengucapkan Mama. Beliau juga menyebutkan , komunikasi yang baik  antar bayi dan ortu bisa memberikan ortu kemudahan saat mengajarkan cara mengenal , memahami BAB-BAK dan menggunakan toilet. Toilet training dan learning adalah pelajaran utama untuk bayi agar ia belajar mandiri mengenai kebersihan dan kesehatan dirinya.

Komunikasi bersama bayi sangat menyenangkan dilakukan. Sekalipun lelah, tetaplah kerjakan. Kita tidak tahu kapan ia bisa tiba-tiba nyeletuk “mama”. Tiap  bayi punya kemampuan dan timing yang berbeda untuk mempertunjukan kemampuan. Sekalipun harus berlari menuju masakan gosong, tetaplah ceritakan kegosongan itu pada bayi. Kita tidak tahu  apa yang bisa ia serap dari cerita gosong itu. Saya senang mencatatkan kemampuan bayi saya pada buku, untuk suatu hari saya tunjukkan padanya. Tak lupa memvideokan aksi-aksi si bayi komunikasi di awal kehidupannya.

Punya pengalaman babbling bayi? Mau dengar dong! Sila tambahkan di kolom reply:)

Happy Blah blah Baby!

Lanny

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s