Baby Buy Buy

Tahukah anda harga diaper per bulan sama seperti ongkos makan di luar? Berapa rata-rata harga baju bayi? Sama seperti baju kita. Bedanya mereka cepat tumbuh, kita lambat tumbuh haha.

Dalam buku Parents Inc, disebutkan industri membuai orang tua baru untuk serin
g bershopping ria. Aneka temuan baru untuk meramaikan produk bayi begitu rajin muncul setiap tahun. Penawaran lewat email dan kupon di AS juga begitu memborbardir. Tapi perlukah saya membeli semua baju bayi yang lucuuuu ituuuu? Sementara biaya kuliah sang bayi juga harus dicicil sejak dini? Belum lagi punya bayi di AS mengharuskan anda punya stroller dan car seat. Car seat akan berganti seizing pertambunan pertumbuhan bayi akan bertambah. PS: harga car seat termurah $100. Sementara aturan DLLAJR California mewajibkan bayi dan anak dibawah 8 tahun atau tinggi kurang dari 5 kaki 9 inch, untuk menggunakan car seat. Car seat pun harus dengan masa tertentu. Jika masa penggunaannya sudah lewat, car seat tidak boleh digunakan.

Lalu jalan pintar saya adalah berhemat berbelanja pakaian bayi:

1. Beli jumlah sedikit untuk bayi usia newborn/1 bulan, perbanyak pakaian usia  6, 9, 12 bulan. Bayi tumbuh begitu cepat.  M hanya mengenakan baju ukuran newborn selama 2 minggu. Awal lahir berat M sekitar 3 kg. Sesudah 2 minggu ia bertambah berat dan baju-bajunya beralih ke ukuran 3 bulan. Bahkan di usia 3 bulan ia mengenakan baju 6 bulan. Kini usia 10 bulan, M muat di baju berukuran 12 bulan.

Saat membeli pakaian bayi, beli sebanyak mungkin untuk usia usia 6-9 bulan, 1 tahun . Ini saat mereka tumbuh lebih besar dari bulan sebelumnya, namun kemungkinan mengecil setelah usia 1 tahun.

2. Gunakan trik kombinasi pakaian bayi

Sebagian ibu mengira warna favoritnya adalah warna yang cocok untuk bayi. Bayi atuh ya belum punya ketertarikan warna favorit. Jika ingin bayi tetap gaya, perbanyak warna netral untuk celana / rok. Hingga bisa dikombinasikan dengan atasan apa såja. Saat baju atasan kekecilan, bisa dikombinasikan dengan celana.

3. Perbanyak  jenis  atasan bawahan.

Jumper merek kenamaan sekalipun akan terkena muntah, untuk bayi usia 1-12 bulan. So saat traveling, jangan gunakan jumper. Agar lebih mudah mengantisipasi baju yang terkena muntahan. Gunakan baju atasan dan celana/rok.

4. Perhatikan bahan saat membeli pakaian bayi. Kulit bayi yang sensitif hanya menerima jenis kain yang lembut. Beberapa bayi bahkan hanya bisa mengenakan bahan katun . Untuk pakaian pesta pun pilih baju yang berlapis Katun sekalipun bahan luarnya beraneka ragam, agar bayi tetap nyaman.

5. Perhatikan ukuran pakaian bayi yang tepat. Beda brand, beda lokasi pabrik, beda gaya bisa berakibat beda pasnya di badan bayi.

M selalu menerima baju second dari kerabat . Tapi satu saat ia menerima merk lokal dengan ukuran bukan berdasarkan usia. Sehingga badannya bisa masuk di pakaian ukuran besar versi merk lokal;) Ada juga cerita M pakai baju brand sama, namun pabrik pembuatnya beda. Kali ini ia terlampau kebesaran untuk baju ukuran 6 bulan.

6. Belanja Aksesoris Bayi Yang Paling Penting

Newborn hingga 6 bulan jarang sekali selalu pakai sepatu. Sepatu bukan prioritas yaa kecuali buat gaya:))

Kaos kaki nomor satu! Perbanyak koleksinya dan warnanya. Kalau perlu beli 2 set untuk warna yang sama jika hilang, ada gantinya:)

Bandana? Hijab?mereka hanya tahan pakai beberapa menit saja.;)

Sarung tangan ? Hanya untuk bayi 1 bulan. Sarung tangan saya gunakan untuk menghindari bayi menakar wajahnya. Nantinya, kuku bayi yang lembut bisa dipotong dengan gunting kuku khusus bayi. Sehingga tak perlu lagi menggunakan sarung tangan bak petinju.

Topi? Sangat dibutuhkan.Terutama topi musim dingin dan cuaca panas.

Anting -kalung -gelang. Ini sih bukan pilihan utama bayi, karena lebih ke kebiasaan dan budaya keluarga si bayi. M sendiri belum ditindik karena Mamanya ingin ia yang menentukan sendiri pemberian lubang di telinganya;)

7. Persiapan toilet learning dan training.

Saya punya agenda untuk  toilet learning sejak dini  pada M agar melaksanakan misi khusus  toilet training. Toilet training menghendaki bayi punya banyak celana dalam dan popok kain, agar mudah mengganti saat bayi mengalami kebobolan urine. Untuk itu saya persiapkan semua popok kain sebelum nantinya bisa berganti ke celana dalam.

 

Bayi itu hanya perlu kenyamanan , gaya mah nomor dua!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s