Library for Baby

Pertama kali masuk ke perpustakaan di San Jose county, saya melihat satu ruangan penuh buku dan computer di meja rendah  dipenuhi dengan anak-anak.  Rupanya hari itu mereka sedang mendengar cerita di ruangan anak. Ada anak bayi hingga pra TK antusias berkumpul duduk mendengarkan cerita yang dipilih hari itu. Koleksi buku anak di perpustakaan pun luar biasa. Picture book koleksi umum. Buku cerita folktale, sejarah Amerika hingga buku dunia sains untuk anak ada disini.

Pinch ke county lain saya menemukan hal yang sama. Nah karena si kecil M senang lihat buku di usia 3 bulan, saya pun mengikutsertakan ia mendengarkan cerita di perpustakaan. Perpustakaan di county Amerika Serikat selalu  memiliki program khusus baca cerita untuk para bayi. Tiap perpustakaan memiliki kebijaksanaan tersendiri, untuk menentukan usia berapa bayi yang bisa ikut dalam  program dengar cerita. Ada perpustakaan  yang memiliki program dengar cerita untuk usia 6-18 bulan, ada juga yang membebaskan usia bayi sehingga terjadi nuansa program baca cerita seperti nuansa pesta ulang tahun (para bayi meet n greet dengan toodler yang  akan cerewet berkomentar  di tengah baca cerita). Begitu pula dengan waktu pelaksanaan baca cerita, ada perpustakaan yang punya waktu siang hari. Ada juga perpustaakan dengan waktu baca cerita di siang hari.

Apa saja yang terjadi  di waktu baca cerita? Para bayi duduk di pangkuan / depan orang tua .  Pendamping / orang tua biasanya duduk di lantai. Jika ruang baca cerita kecil, perpustakaan akan memberikan tempat duduk dan karpet, hingga orang tua / pendamping bisa memilih. Semua peseta duduk menghadap petugas perpustakaan yang akan membaca buku. Di awal baca cerita , petugas perpustakaan akan memulai membaca satu buku. Buku yang dibacakan selalu berukuran besar, dengan minimal kata di setiap gambar. Hal ini untuk menarik para bayi ( meskipun hanya beberapa menit). Saat petugas membacakan buku, ada bayi yang sibuk menjelajah karpet, sibuk mengamati tetangga sebelah juga. Lalu petugas perpustakaan akan memperdengarkan lagu. Biasanya lagu itu memiliki gerakan  untuk bisa diikuti oleh para bayi. Lagi-lagi beberapa bayi akan berputar, atau menirukan gerakan. Semua tergantung si bayi!

Setiap perpustakaan memiliki waktu baca 20-30 menit. Jumlah buku 3-5 (bergantung dengan jumlah halaman di buku). Berulang-ulang aktivitas di program dengar cerita seperti itu saja. Baca buku lalu bernyanyi. Selesai mendengar cerita, bayi diperbolehkan bermain dengan mainan yang dimiliki perpustakaan. Saat itulah waktu terbaik bagi para bayi untuk saling berinteraksi sambil bermain. Pendamping pun bisa memiliki waktu bersosialisasi seperti curcol kadang kala…

Adakah manfaat yang diambil dari 30 menit mendengarkan cerita sambil sang bayi sibuk mondar-mandir? Saya mencoba mengikuti beberapa kali program dengar cerita ini. Setiap kali selesai kegiatan, M (10 bulan) selalu bisa menirukan paling tidak satu gerakan dari lagu. Seperti seusai mendengarkan lagu “Twinkle Little Star”, M bisa menggerakkan jari seperti yang dicontohkan petugas perpustakaan saat memperagakan kata “star”. Begitu juga saat saya mengulang satu kata dengan gerakan dari lirik lagu, ia bisa menirukan gerakannya  (sesuai gaya dia tentunya). M juga senang mencoba mainan baru yang tidak dimiliki di rumah. Lalu M senang mengamati orang baru, berinteraksi dengan gerakan juga suara yang ia lontarkan kepada  para rekan sesama bayi. Selain itu M akan belajar membaca juga saat si petugas perpustakaan membacakan buku cerita. Belajar baca gambar tentunya. Bayi tertarik dengan gambar. Konsep membaca bagi bayi adalah mengenal gambar dan kenal kosakata dari gambar tersebut saat kita menirukan makna gambar tersebut. Belajar baca gambar seperti ini mirip dengan kondisi saat kita mencoba belajar bahasa asing. Gambar rumah pada bahasa Perancis adalah makna rumah yang sama dalam bahasa yang kita pahami.

Bagaimana manfaatnya untuk orang tua / pendamping bayi?  Sangat berguna untuk   aktivitas keterikatan bersama bayi, menambah porsi kopi (jika Anda baru meeting  tadi malam  lalu harus ke library besoknya), menambah koleksi lagu anak untuk anda nyanyikan, menambah teman baru sesama ortu / pendamping yang baru terjun di dunia perbayian-ajang curhat ibu-ibu/bapak-bapak, ajang mengobservasi bayi sendiri sejauh mana ia sudah menambah kepintarannya. Termasuk juga tempat berefleksi untuk orang tua bahwa setiap bayi berbeda waktu kepintarannya ( misal bayi X sudah bisa berputar ke ruangan, bayi anda baru merangkak). Bisa jadi bapak-bapak bosan di aktivitas dengar cerita ini. Tapi  paling tidak sang bapak jadi tahu lagu  baru apa yang bisa dinyanyikan nanti di rumah. Kita dapat oleh-oleh dari petugas perpustakaan yang selalu memberikan kertas lagu untuk dibawa pulang.

Happy Listening and Happy Reading!

Iklan

Satu pemikiran pada “Library for Baby

  1. Ping-balik: Bahasa Isyarat untuk Komunikasi dengan Bayi – Lanny Sari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s