Walkin Baby  (no Baby Walker Needed ) in Ramadan

Selama bulan awal Ramadan 1437 H ini saya disibukkan oleh pergerakan luar biasa toodler yang berjalan. Detik-detik milestonenya sedang dipenuhi perjuangan menapakkan kaki ,lalu berdiri dan melangkah, juga kombinasi jatuh bangun , hingga kembali menggigit kaki seolah jadi bayi 6 bulan lagi. Semua aktivitas M bergulat belajar jalan jadi pemandangan saya sehari-hari  di tengah Ramadan pertama saya sejak pasca lahiran.

Ada beberapa kegiatan yang saya lakukan untuk membantu M berlatih berjalan.

  1. Latihan naik turun dari tempat tidur. Hal ini membantu ia belajar menarik badan saat ia akan naik ke atas, juga belajar menapakkan telapak kaki di permukaan saat akan turun. Selama kegiatan ini saya hanya mengawasi , tanpa membantu. Kadang ia kesal , namun ia akan mencoba lagi jika usaha naik – turunnya belum berhasil.
  2. Latihan balancing. Yup seperti yoga, berjalan bermodalkan kekuatan keseimbangan . Saya berikan dua benda yang menarik bagi M untuk ia pegang saat berdiri. Bisa juga satu benda dan tangan lain memegang dinding atau benda untuk membantu berdiri.
  3. Merambat. Untuk latihan ini saya gunakan furnitur seperti crib / boks bayi, dinding, kursi , sofa, hingga rak buku. M saya bebaskan menjelajah dari satu benda ke benda lain tersebut di atas. Pastikan benda yang rentan jatuh seperti rak buku tidak akan goyah saat digunakan oleh bayi sebagai pegangan.
  4. Latihan mendorong. Sempat kaget melihat M bisa mendorong bola gym, walaupun itu bukan pertama kali ia mendorong sesuatu. Namun saat M mendorong bola gym, ia berupaya berpegangan kepada bola sambil latihan melangkah. Keuntungan menggunakan bola gym adalah ukurannya besar dengan tinggi serupa M sehingga ia bisa menggunakan tangan dengan tegak untuk mendorong. Sebelumnya ia sudah bisa mendorong keranjang cucian dan boks popok, untuk berlatih menggunakan kaki melangkah, benda-benda tadi sering dinaiki juga ~ modal latihan naik sepeda😄

Suatu hari di rumah teman , banyak anak berceloteh sambil berlari kesana kemari, ia pun ikut berlari meski belum berjalan . Sejak itu.. M mulai lebih lama berdiri . Saya hitung setiap kali ia berdiri! 20 detik hitungan terlama. Sesudah beberapa hari sering berlatih berdiri , saat kami ngobrol serius dan tiba-tiba  M berdiri dan berjalan dalam 3 langkah!

Ramadan pun membawa M ke petualangan baru untuk belajar melangkah selain  senang dibawa ke mesjid. Kebetulan mesjid di wilayah kami memiliki ruangan untuk anak. M senang nimbrung dengan anak-anak beda usia yang berceloteh dan ia pun senang berekplorasi di ruangan anak.

Bahkan ia berekplorasi dengan crayon dan berusaha minum chai panas😔

Happy Exploring M!

When you’re down one day, I must tell you how wonderful you learn how to walk, fearlessly…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s