Ramadan 1437 Hijr

Ramadan 2016 kali ini berkesan sekali bagi saya. Maklum saya pertama kali berlapar-lapar 13 jam (4:30 am – 8:30 PM ) di tengah summer yang mencapai 110  Fahrenheit -kadang-kadang . Belum lagi jadi ibu menyusui beranak satu yang sibuk ngacir sana sini. Alhamdulillah semua shaum lancar hingga hari ini. Lalu terigat semangat awal Ramadan . Saya harus bisa shaum meski menyusui bayi. Awalnya lemas lunglai namun lama-lama saya terbiasa. Rasa lapar pasti muncul. Akan tetapi ini bisa dikurangi jika sakit melilit lapar datang, dengan cara memperbanyak protein di menu makan malam dan sahur, untuk mengurangi kekurangan cairan menu iftar (berbuka) haruslah buah dengan kadar air seperti melon juga pisang dan kurma untuk pelengkap sunah. Jangan lupa minimal sesudah berbuka hingga waktu sahur ibu menyusui harus mengkonsumsi air putih dan susu ( bisa susu whole milk atau susu kedelai ). Kenapa ? Dua minuman itu memperbanyak ASI dan mencegah dehidrasi. Aseekk berima kalimatnya😄 Selain itu konsumsi kedelai seperti tempeh; oatmeal juga memperbanyak ASI lo..

Kerjakan juga hal yang tidak terlalu menguras energi saat siang hari . Seperti jika harus keluar belanja gunakan waktu di saat orang belum berbelanja dan terjadi kemacetan. Alhamdulilah saya sih tidak berbelanja banyak selama shaum ini. Karena masjid selalu menyediakan menu berbuka komplit. Selain itu saya mencoba tidak menjadikan Ramadan sebagai bulan festival makanan di rumah . Sebisa mungkin menu makanan sederhana  agar ibadah Ramadan lebih optimal. Sayang jika Ramadan terbuang untuk memasak makanan – paling tidak masak sesuatu yang praktis atau menggunakan jasa catering.

Sebagai muslim di San Francisco Bay Area ,saya terbantu oleh ibu – ibu Indonesia yang rajin menawarkan jualan masakan . Lapak dagangan dibuka melalui grup whatssApp. Lapak pun beragam mulai dari tempeh hingga asam padeh😆 you name it you’ll have it lah👏🏼 Alhamdulillah tradisi makan sahur perdana dengan rendang saya terpenuhi berkat Warung Ibu-ibu Bay Area.

Bala-bala ala Hindustan
Rose Milk , sejenis sirup khas Pakistan bercampur susu di tabur selasih

Berbuka shaum (iftar) di mesjid? Kebetulan saya baru pindah ke county tempat tinggal saya sekarang ini. Tahun lalu saya tinggal di county dengan pusat kegiatan Oslam terbesar SE Bay Area. Kali ini saya menikmati Ramadan bersama sisters (akhwat) dari berbagai negara juga yang tinggal di sekitar county saya namun lebih sedikit orang-orang yang datang.Mayoritas dari mereka adalah berkebudayaan Timur Tengah dan Asia Selatan seperti Pakistan juga India. Maka itulah menu iftar saya . Masakan dari Timur tengah hingga chai yang wajib ada. Nah ini akan jadi tantangan kalau menu bukanya harus menu Indonesia😁

Kesan terbaik selama berinteraksi di masjid, mereka mungkin baru kenal saya, namun mereka selalu memberi salam dan menanyakan kabar. Mereka juga menghargai meski saya satu-satunya ibu yang ada di ruang shalat khusus ibu dan balita. Saya tidak ditinggal sendirian di mothers Room. Bahkan bayi saya pun berinteraksi dengan anak lain yang senang menghibur bayi saya, meski mereka beda usia.

Yup di sini disediakan ruangan untuk ibu dengan balita yang ingin beribadah. Tahun lalu saya sempat merasakan riuhnya ruangan khusus ibu-balita di masjid lain. Saat Imam berseru takbiratul ihram, para bayi mulai menangis di tinggal ibu yang berdiri di samping carseat. Khusyu’ adalah tantangan para ibu di ruangan ini. Apalagi jika ibu dengan anak sedang berekplorasi seperti baby M.Alhamdulillah kadang ada Sister menepuk dan membawa bayi saya berkeliling ruangan saat saya sholat. Ruangan ibu balita yang ada di masjid county saya ruangan serba guna. Isi ruang itu  ya anak-anak mondar- mandir buka tutup pintu, sibuk lari sana-sini main “tag”. Di sudut lain bisa juga anak dengan gadget. Thats okay , begitulah menikmati beribadah bersama anak-anak yang riuh bermain. Pastinya ada speaker di dalam ruangan agar ibu Isa mendengar Imam memimpin shalat. Nilai plus jika bisa mendengar Kultum atau ceramah ya buk secara beradu suara Imam dengan anak-anak😅
IMG_5372
Subhanallah setiap minggu di masjid kami ada saja mualaf yang baru bersyahadat. Hal ini sangat saya kagumi karena county kami terkenal dengan area kriminalitas yang tinggi di beberapa wilayah, lalu aneka berita menyudutkan Islam seperti salah satu kandidat Presiden, Islamophobia, serta yang paling menyesakkan muslim Baya Area kasus pembunuhan keluarga muslim di San Jose juga penembakan di Orlando oleh muslim. Hidayah memang tak kenal ruang hati. Jika Allah ingin membolak-balikkan hati manusia , maka terjadilah.

Keseruan Ramadan  juga berlangsung di lingkupan Diaspora Indonesia. Setiap minggu kami diberikan kajian Islam oleh ustadz dari Indonesia. Senang sekali mendengar pembicara muslim berbahasa Indonesia 😄Selain bisa menikmati menu masakan Indonesia untuk berbuka tentunya 😝Diaspora Indonesia

Alhamdulillah ya Rabbi, sebagai orang perantauan, beribadah jadi sangat mendalam karena situasi sulit bagi muslimin saat ini, juga  beragamnya persaudaraan sesama muslim . Hal ini malah meningkatkan kecintaan saya kepada Islam sebagai umat muslim yang beribadah Ramadan. Selain itu bisa beribadah Ramadan hanya terjadi jika kita berniat,  yang mungkin saat beribadah akan selalu ada tantangannya. Namun satu hal yang belum pasti, akankah kita selalu berada di bulan Ramadan? Maka berusahalah semaksimal mungkin di setiap detik Ramadan. Ramadan always gone to soon, but we always forget about how to have the best Ramadan, as every Ramadan maybe our last Ramadan. Keep up your Ramadan spirit!

Videonya klik di sini >> Ramadan 1437 Hijr

Iklan

Satu pemikiran pada “Ramadan 1437 Hijr

  1. Ping-balik: Summer Festival 2016 di Bay Area – Lanny Sari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s