Bahasa Isyarat untuk Komunikasi dengan Bayi

Saat bayi saya kurang lebih berusia 6-7 bulan, ia mulai bisa meniru gerakan yang dicontohkan. Gerakan tangan berHigh five, kasih , cium dan lain-lain. Saat itu saya mengenalkan gerakan sign language : susu. Ternyata beberapa hari kemudian ia bisa menggerakkkan jari sesuai yang saya contohkan. Diatas 7 bulan M mulai menunjukkan tanda komunikasi  lain :

  • menunjukkan benda kepada orang lain
  • menunjuk benda yang diinginkan
  • ia memperhatikan dan menirukan nada bicara orang terdekat
  • mengerti perintah dari kita meski dengan contoh dahulu bukan hanya ujaran ( misal : “duduk Dek..!” Maka ia pun duduk )

Kenapa dimulai dengan sign language ?

Mudah digunakan dan dipahami bayi meski bayi belum bicara.

Bagaimana saya memulainya?

  • Perhatikan ” kapan

Saat bayi ingin makan , ia akan bersuara. Nah ajak bayi menirukan gerakan sambil kita contohkan.

Berikan sign untuk makan sambil kita menunjukkan makanan. Bisa juga pancing perhatian dengan makanan lalu bilang ” makan ” sambil mencontohkan isyaratnya.

  • Gunakan ” Petunjuk 

Kadang kepintaran bayi di luar yang kita bayangkan. Bayi sudah bisa mengerti sebuah benda memiliki fungsi. Misalkan ia akan memahami botol susu berarti petunjuk makan. Nah alat yang digunakan sehari-hari untuk makan , minum bisa dijadikan petunjuk agar bayi mengkoneksikan benda tersebut dengan sign yang diajarkan. Gunakan piring sebagai petunjuk untuk dengan mengajarkan sign makan (gerakan menyuap makanan  ke mulut)

  • Latihan disesuaikan dengan  ” Kondisi 

Sebisa mungkin ajarkan sign ketika bayi ada di dalam kondisi dan situasi yang tepat . Misalkan sebelum minum susu bayi bisa dipancing berlatih bahasa isyarat “susu”.

Hingga M saat ini (16 bulan) sudah bisa mengucapkan beberapa kata , saya masih mengajarkan sign language. Hal ini memudahkan proses komunikasi kita dengan si bayi. Apalagi saat ia cranky , kita bisa mengerti apa maunya. Kita bisa bertanya apa yang iya mau dan tidak mau. Untuk itu selain sign language, bayi diajarkan isyarat penting “YA”  dengan mengangguk, “TIDAK” dengan menggeleng.

Hasilnya? MNA

Sehari-hari saya berkomunikasi dengan si bayi menggunakan ujaran lisan , sign language dan juga gesture umum seperti angguk / geleng .

Tidak ada yang bisa membatasi si bayi berkomunikasi dengan kita  selama kita selalu berinteraksi dua arah. Kita hanya bisa memulai mencermati kepintaran dia yang terus bertumbuh dan memfasilitasi kepintaran itu dengan aneka metode. Sign language sangat membantu awal saya berkomunikasi dengan bayi ucul yang kini makin ceriwis.

Happy Interacting with your Little Baby Ucul😘

Referensi :

Baby Sign Language

M juga sudah pergi ke perpustakaan saat usia 6 bulan, ceritanya di Library for Baby

Iklan

2 pemikiran pada “Bahasa Isyarat untuk Komunikasi dengan Bayi

  1. Bayi umur segini memang lg lucu2 nya yaaa. Apalagi kalo udah mulai ngoceh2 :D. Aku srg tuh di depan dia ngucapin pelan2 kata2 baru supaya si adek mulai ngerti.. Skr dia punya istilah utk susu, biasa dia sebut mumum :p. Ga susah kok memang ngajarin anak bayi, krn justru mereka mudah nangkep apa yg diajarin org2 sekitarnya asal tekun

    Suka

    • Ekspresi mereka super lucu seru hiburan banget Mba Fanny. Makanya enak diajak dipancing ngobrol deh meski kita cuma curcol haha . Kata “Mumum ” dari minum kali ya..ponakan ku juga bilang susu mumum😜

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s