Review Bayi dan Per-Carseat-an

Dalam ” last minutes ” sebelum saya melahirkan M , obgin selalu mengecek : sudahkah orang tua menyiapkan carseat.Dalam hukum California , bayi usia di bawah 2 tahun wajib mempunyai carseat . Cara menempatkannya pun tidak berhadapan ke arah depan. Namun ke belakang . Bayi-bayi itu hanya boleh melihat awan di seat  belakang.

Undang-undang Perkendaraan California sendiri mewajibkan bayi dan anak usia 8 tahun wajib memiliki carseat. Lama yah! Nasir para ortu disini begitu.. tapi penuh manfaat terutama untuk keselamatan si anak. Karena kondisi jalan tol yang kecepatannya cukup tinggi disini (75 mph) dan relatif bebas macet dalam jangka waktu lama (kemacetan terlama di jalan tol yang pernah saya alami hanya 25- 30 menit).

Lalu ketika bayi lahir, si mungil akan menikmati carseatnya. Biasanya ibu baru pasti senang dengan bayi dan perlengkapan ini .  Bayi newborn begitu kecil di dalam carseat yang geda *kemudianselfiebersama* seolah si kecil terjaga dengan aman.

Tapi tunggu … Beberapa newborn berkepribadian sangat menarik. Doyan sekali tidur  di dalam meski mobil berhenti . Ada juga anak bayi tak bisa diam selalu rewel, saat di carseat, walau mobil goyang- goyang naik turun di jalanan. M termasuk bayi yang anteng di dalam carseat.

newborn carseat
Masih kondisi newbie baby… Jadilah ia pules pelor 😀

Kemudian menginjak usia bayi menjadi 3 bulan, kita perlu membuat carseat jadi menarik . Gantungkan di carseat aneka mainan  bebunyian, warna apik corak cerah , jangan lupa berikan mainan yang bisa digenggam, mirror untuk mengintip bayi lewat spion tengah; hanya beberapa cara saya menambah kebahagiaan bayi di dalam carseat. Usia 6 bulan ke atas, saat bayi mulai berdiri dan tertarik dunia sekitar, carseat bisa  jadi “penjara”  bagi si kecil.

Saat terburuk dengan carseat adalah saat adegan “drama” datang…

  • Jalanan Macet: Saat kami mudik, M (6 bulan) super kesal karena lalu lintas di Bogor tidak selancar di jalanan Cali. Ia menangis dan menangis. Panas, dan terus-terusan stuck di jalanan membuat si 6 bulan kesel. Akhirnya saya yang ada dismaying car seat menampilkan kipas tangan. . Tak lupa aksi menggoyang carseat demi kenyamanan sang bayi, showtime dendangan lagu dan  cilukba dipertontonkan pada beliau 😀 Sambil meminta sang supir melaju cepat-cepat tentunya.

Cerita mudik bayi M di sini : Mudik to Jakarta with 6 months Old Baby

  • Saat bayi kehausan dan masih nenen  di dada.. Si bayi M masih belum diperkenalkan dengan botol ( saya targetkan tidak menggunakan botol kecuali darurat jika saya sakit sesudah 6 bulan) . Namun kami sedang menempuh jarak jauh dalam perjalanan dan si bayi mulai berteriak minta nenen. Akhirnya kami putuskan melipir, keluar exit  tol yang bukan tujuan kami . Mobil kami parkir demi si bayi dikeluarkan dari carseat untuk nenen. Nah ide bagus kalau terjadi kegentingan seperti ini untuk melipir ke ice cream shop nih haha.
  • Musim panas: bayi rewel  di tengah perjalanan . Kalau diperhatikan , bahan carseat, semahal apapun harga car seatnya, saya lihat semua tak nyaman bagi kulit. Bahkan sirkulasi udara di dalam carseat juga cenderung mampet. Maka saya tak pernah gunakan selimut full menutup car seat . Ternyata hal ini berbahaya bagi bayi, bisa mengakibatkan kehabisan napas karena sirkulasi udara yang tidak mengalir dengan baik ditambah bayi akan kepanasan karena material carseat tadi. Jika ingin menutupi dari sinar matahari yang menghampiri , saya pilih muslin – kain tipis untuk bedong. Sambil menghibur dengan menambah volume AC hingga menempelkan wipes ( tisu basah ) pada M😅
  • Bayi meronta dan selalu ingin keluar . Namanya toddler ( usia 1 tahun plus) , apa aja bisa jadi salah deh. Terutama kalau ia ngantuk berat. Nah inilah saat tersulit, ketika harus rela dengar bayi menangis dan meronta dan  menolak didudukkan di carseat. Kalau sudah terlihat mengantuk, saya biasa tetap memaksa ia masuk sambil diberikan mainan atau benda yang menarik perhatian. Tak lama Insha Allah ia akan tidur.
  • Pernah juga tujuan perjalanan masih 30 menit menuju tempat tujuan lalu ia bosan di carseat. Saya biarkan ia menangis keras meski menyayat hati, sambil menghitung mundur selama mendekat ke tempat tujuan. Sambil mendukung kesabarannya bersusah payah  tak lupa saat ia berhasil sabar duduk di carseat berikan pujian. It was soooooo good for me! Saat M tidak nyaman namun tidak bisa mengatasi dan saya tahu ia ingin keluar carseat, saya harus disitu dengannya agar ia tidak merasa terlalu sedih.
  • Seperti halnya juga jika saya duduk bersama  supir , saya harus pastikan ia punya pegangan seperti mainan.

Aneka cara yang biasa dilakukan agar si bayi tak bosan dan terhibur…

  1. Ngocehlah dengan si bayi
  2. Berikan snack kesayangan
  3. Berikan mainan .
  4. Berikan lagu kesayangan lalu lakukan car karaoke bersama.. semakin banyak orang bernyanyi semakin seru
  5. Duduk dekat bayi untuk membacakan cerita, snack dan permainan dengan gerakan tangan.

Keselamatan berkendara dengan si M adalah nomor satu. Sekalipun demi keselamatan hal itu tidak nyaman baginya, kami wajib membiasakannya. Pernah bepergian tanpa carseat namun saya tak nyaman. Waktu itu saya “beruntung “tidak ditilang. Namun perasaan bersalah datang karena  tidak memprioritaskan anak tersayang. Kan peraturan dibuatkan untuk keselamatan M, jadi kita sebagai orang tua wajib memprioritaskan hal itu.

By the way, bukan hanya naik mobil ya yang diatur dalam undang-undang Berkendara California. Saat naik sepeda pun wajib menyediakan seat khusus untuk bayi / anak. Untuk naik kuda belum hanya ada peraturan dari mamang tukang kuda:D

Sumber :

Happy Traveling!

LS

 

Iklan

2 pemikiran pada “Review Bayi dan Per-Carseat-an

  1. Diluar negeri urusan keselamatan memang nomer 1 ya mbak. Aku jg berusaha menerapkan disiplin di kendaraan sama anak meskipun di indonesia blm ada aturan tegasnya. Apalagi skr punya bayi lagi jd pengen cepet2 beli carseat.
    Btw kunjungan pertama..salam kenal 🙂

    Suka

    • Salam kenal momtraveler! Iya mendingan bikin aturan keselamatan sendiri mom, untuk keamanan keluarga. Semangat hunting carseat!

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s