Dear Ibu – ibu yang Capek …

Pernahkan merasa semua yang dilakukan hari itu  serba salah? Lupa bikin janji dokter lalu masakan hangus, anak pun suka ikut “rempong”misalkan mogok makan, tantrum dua puluh menit sekali, lol, crazy pisan..seolah hari itu masalah akrab banget sama kita ya bu.

Wanita ladang anxiety- kecemasan. Waktu belum nikah dikit-dikit cemas soal jerawat, gak dapat sepatu idaman, dipanggil boss tiba-tiba, bahkan sekedar cuaca hujan jadi galau. Manusiawi kok.. namun hanya pada wanita yang banyak mencemaskan hal printilan. Ingat toh tekanan-tekanan menjelang hari pernikahan ? Semua perintilan menuntut dikerjakan namun cuma ada satu mulut, satu kepala, satu jiwa kita seolah pingin dibagi-bagi tugas diri ini, agar semua urusan kelar.

Nah ketika jadi ibu, rasa kecemasan makin jadi. Itu sih yang saya alami. Ada saja yang harus diurus oleh ibu , ini sesuai ya dengan sifat natural banget perempuan rempong dan cerewet bin bossy … semua ingin diurus tapi jiwa raga udah lelah.

Saat masa lelah itu datang , ibu boleh lah menghilang deh….Tapi hanya untuk sejenak. Kecemasan datang -drama turut diundang- adu argumen terbilang- yuk menghilang. Agar tetap waras! Kabur dari tekanan saat itu.

Tips seorang pendidik dan parenting coach, kala anak tantrum ibu usahakan berdoa dan jangan mengumbar marah. Bisa juga ibu menghilang sejenak pergi dari situasi yang melelahkan lalu rehat dengan mengatur napas. Hmm inhale exhale , deep in.😆

Boleh juga ibu…:

Menangis haru biru di kamar mandi

Belanja online

Makan enak hingga lupa sakit hati

Gambar surga di kaki ibu 😜

Peluk guling lalu tinju 

Berteriak sekeras mungkin 

Mandi kilat atau berendam paket komplit pijat

Nyalon to the max

Urut dada sambil makan es krim

Hunting tiket pesawat murah

Fitness 

Spa

Panggil semua tukang jajanan

Order buku baru

Nyupir sepuasnya

Semua bebas bu.. lelah kita hadir karena sebagai manusia. Meski kita beroleh syurga ditelapak kaki, tapi tetap akan merasa letih lelah lesu lebay 😅
Namun ibu jangan lupa ya…sebelum melalukan semua hal diatas untuk …

Pulang ke rumah

Cek saldo tabungan apalagi cicilan

Cek kadar gula, kadar asam dan kalender menstruasi 

Senyum tanpa dikulum lupakan kejadian negatif

Telepon suami, share perasaan

Ngobrol dengan sobat dan kerabat terpercaya

Kembali ke dapur dan wishlist menu andalan

Menilik anak anak dan mengingat mimpi mereka

Merekap doa kita untuk anak dan keluarga

Menyadari sedih tak boleh dinikmati, bahagia wajib disyukuri !

 

one of my happiness booster

“Segila ” apapun kondisi kita menghadapi kehidupan kodrati emak-emak, kita harus berpikir surga udah hak kita. Sayangnya tak ada surga yang gratis.. perlu dibayar tunai oleh keikhlasan kita lelah sejak hari pertama hamil disusul rangkaian hari tanpa tidur seusai melahirkan. Kemudian hari-hari membesarkan anak.

Ibu saya sering tertidur di depan tivi. Saya pikir kejadian seperti itu tak saya alami lah kalau nanti menua. Lah saya malah sering ketiduran saat baca buku, anak usai nenen. Tidur jadi barang langka bagi wanita beranak piyik maupun remaja or pekerja. Jangan bandingkan dengan bapak beranak, mereka selalu dapat bagian melepas kantuk paling lama😌

Lelah kita tak usai setelah pelampiasan lelah dikerjakan . Rasa lelah akan datang terus. Seorang Imam menasihati jangan merasa lelah karena ia bagian dari upaya meraih jannah ( surga).

Ketika  lelah  istirahat “sejenak “agar lebih bersemangat lagi. Lelah terus datang hingga kita ‘pulang’ nanti.

Jika kegilaan sebagai ibu tak tertahankan, dengan tanda yang diluar batas : ibu sudah tak bisa menahan amarah, sering membentak anak dan suami, sering menangis tanpa sebab, sering cemas akan hal kecil yang bukan prioritas, anak mulai tak diajak main, berat badan turun, mengurung diri-malas bersosialisasi , sulit konsentrasi, tercetus menyakiti diri sendiri atau orang lain; mungkin waktunya ibu menemui ahli jiwa soal depresi : Signs of Depression

Hari ke -40 saya menjadi ibu, saya menemui dokter kandungan membicarakan soal kesehatan kewanitaan. Tapi sebelum ngobrol soal kesehatan raga, dokter meminta saya mengisi kuisioner . Pertanyaan pertanyaan seputar bagaimana emosi , adakah beban di hati hingga ketakutan .Itulah kuisioner post partum depresision (PPD) Saat itu saya berusaha jujur agar saya terbantu. Tidak ada masalah dengan PPD namun saya berujar banyak mengenai ASI. Obgyn sangat membantu dalam hal ini dengan memberikan nomor  konsuler laktasi.

Tahukah ibu bisa saja PPD datang setelah anak 1 tahun, atau 2 minggu , tanpa kenal urutan anak nomor berapa?  Tahukah ibu, wanita dengan anak lebih dari dari satu berpotensi tinggi mengalami PPD? Kenali gejalanya ya : Signs of Post Partum Depression

Saya ingat sebuah film dokumenter kisah nyata duka seorang ibu yang takut anaknya menderita di dunia, tapi ia malah mengubur anak-anaknya dengan tangan sendiri. Andrea Yates. sejak muda pernah mengalami depresi, saat memiliki anak pertama, ia sudah mengalami PPD, namun tidak terbantu saat ia mengalami depresi serupa  setelah melahirkan berulang kali,  apalagi ia sosok “diam”. Hingga ia mengambil jalan pintas atas ketakutannya.

Jadi… Rasa lelah ibu harus dijinakkan , ambillah me time mu bu! Demi sebuah kewarasan ditengah hiruk pikuk pikiran dan raga 24/7.
Happily ever after mommy!

 

 

 

 

 

Referensi :

postpartum.net

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s