Baca-Tulis untuk Anak Balita?Hmmm…

Sayup-sayup terdengar M menyenandungkan lagu ABC. Karena beberapa waktu lalu ia melihat sebuah video lagu huruf – huruf itu berjoget. Saya senang ia jadi kenal dengan alfabet. Tanpa harus dipaksa, ia tahu huruf-huruf itu. Namun jadi terpikirkan ,apakah M perlu tahu alfabet? Sekedar nyanyian saja atau perlu baca juga? Baca kata atau apa bagaimana ya?

Teringat masa spesial. Beberapa tahun lalu saya menjadi guru anak kebutuhan khusus. Dunia pendidikan yang berbeda suasana juga metode yang diterapkan- 180 derajat dari tempat sebelumnya Biasanya saat mengajarkan TK umum, saya akan mengajarkan anak sesuai tema bulan itu, sesuai panduan mengajar / lesson plan. Akan tetapi, untuk mengajarkan anak kebutuhan khusus, kami diminta mengganti sudut pandang. Anak berkebutuhan khusus tidak bisa mengikuti kurikulum sekolah umum (yang super kompleks deh ya kurikulum milenial sekolah Indonesia- Lol ). Gurulah yang membuatkan lesson plan personal sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Dari mereka, tersingkap banyak inspirasi cara belajar baca yang  berbeda. Mereka tak siap untuk menulis. Kebanyakan mereka memiliki masalah motorik halus (fine motor skill) dan motorik kasar (gross motor skill). Motorik halus adalah kemampuan otot kecil,   di bagian tangan. Contoh kegiatan  yang menggunakan otot ini seperti menggenggam dan memegang benda. Karena kondisi khusus anak, guru memberikan target pelajaran  secara berbeda. Untuk kemampuan  berbahasa, berkomunikasi diutamakan meski dengan kartu atau isyarat , lalu  baca gambar dahulu dibandingkan baca kata. Termasuk penguasaan mengenal objek nyata / tindakan dari kata yang dipelajari. Metode berbeda dengan guru mengajar baca pada umumnyakan? Tapi itu membuat mereka lebih paham sebuah makna kata.

M (9 bulan ) meniru cara menulis

 

Meanwhile….. Membaca sebuah kegiatan yang membutuhkan kemampuan selain hapal alfabet. Bisa baca belum tentu paham makna kata. Jika anak bisa baca huruf apakah ia tahu benda konkritnya yang dimulai dengan huruf tertentu? Bisakah anak membayang x ada dalam kata xylophone? Ini bukti bahwa membaca sebuah BEBAN bagi anak usia dini (0-6 tahun.) Masalahnya , anak usia dini belum berkembang dengan baik bagian di dalam otaknya. Karena frontal lobe cortex bagian otak yang berkaitan dengan kognisi , emosi , hingga penilaian hal nyata dan imajinasi masih belum terbentuk dengan baik. Sehingga masalah hidup para balita umumnya: cuma bolak-balik makan -minum , toileting, tantruming, pushing tanpa sharing. Lalu ortu menikmati semua itu sambil pening-pening cantik *bo-ong*

Baca juga hal yang bisa diajarkan pada anak di : 
Daftar Kebiasaan untuk Anak 1 Tahun

Bertentanganlah dengan perkembangan anak, jika para orangtua / lembaga sekolah memberikan target bisa baca bagi anak piyik..Ada banyak hal yang perlu dipelajari sekedar dari BACA. Gimana kalau anak belajar TOILETING. Yuk ambil hitungan kasar di lingkungan kita, pada usia berapa rata-rata anak milenial kekinian lepas diaper? Pasti bukan 2 tahun deh.

Apakah para orang tua tahu proses membaca adalah suatu kerja keras. Otot mata harus ke kanan dan ke kiri juga sebaliknya, lalu mengenal potongan kata, potongan kalimat , koneksi benda nyata dan kata, gambar dan tulisan,  dll. Bayangkan jika satu anak belum paham kenal kanan kiri, atau sekedar kenal bentuk garis, namun mereka dipaksa kenal huruf. Stress berlapis pun menghujani mereka.

Contoh ( diberikan dalam bahasa Inggris agar terlihat berbeda).

D

DOG

DOG IS GOOD

Mana yang harus dipelajari lebih dulu oleh anak usia dini? Baca huruf? atau baca kata? baca kalimat? Atau bisa tahu semua namun sekedar hafal tanpa paham makna.

D – alfabet . Bagi anak huruf itu sekedar gambar dengan bentuk perut buncit.

DOG – Kata. Apa ada maknanya bagi anak usia dini jika diperkenalkan satu kata baru tanpa pernah mendengar kata DOG dan melihat – dengar – pegang -duduk di depan DOG?

DOG is GOOD . – Kalimat. Kalimat pun begitu kompleks. Ada dua kata  dengan satu artikel: dalam satu kalimat lalu tanda titik. Akan tetapi dengan kekompleksan super rumit, mampukah kita mengenalkannya pada anak usia dini? anak usia dini perlukah bisa menelaah DOG adalah benda dan GOOD adalah kata sifat?  Ini belum masuk materi tata bahasa pula.

Satu ketika seorang ibu dengan bayi usia 15 bulan panik dokter bertanya sudah berapa kata si bayi berujar? (curhat seorang ibu di grup).

Saya paham kenapa dokter bertanya begitu. Dalam milestone atau perkembangan anak balita, bayi 24 bulan dengan kondisi normal  bisa mengucapkan 20-50 kata. Diluar batas itu ada kecenderungan kondisi “speech delayed“. Jangan tanya penyebabnya ya.. silahkan riset. Karena speech delayed merupakan “diagnosa”. Dokter menyimpulkan hal itu karena ada gejala, tanda. Salah satu tanda speech delayed adalah kurangnya kemampuan berbicara dan komunikasi bayi . Nah dalam  panduan perkembangan bayi juga disebutkan bayi bisa berkomunikasi dengan pengasuh. Sejak? Sejak bayi  usia 3 bulan, ia bisa menyuarakan cooing atau bunyi (umumnya uh-ah). So, ibu yang getir mengalami kondisi ini meski cari solusi, agar bisa menstimulasi kata-kata muncul dari si bayi . Usia 24 bulan adalah kondisi kritis untuk bayi yang belum berujar, berbunyi juga mengucapkan 10 kata. Setiap hari kita bicara, bayi mendengar. Selalu ada kata baru. Paling tidak mama, papa, susu, halo, dan hal yang selalu muncul di kegiatan sehari-hari sudah bisa dikuasai . Sila cek Baby Talk Milestones  juga Speech and Language Development

Menulis: salah satu  kerumitan bagi anak usia dini. Saat menulis tangan harus bisa pegang pensil, gerakkan otot tangan dari kanan ke kiri, atas bawah diagonal,uwel-uwel. Sambil hapal D itu bentuknya buncit. OMG betapa stressnya anak-anak itu dipaksa dan diperkenalkan menulismembaca. Adakah cara lain mengajarkannya? Tunda hingga otak (frontal lobe cortex) berkembang, agar anak siap untuk menerima kekuatan lain yang mendukung kemampuan menulis seperti: kekuatan motorik halus anak setrong, posisi duduk anak siap dll.  Check listnya banyak ya, karena mereka belum siap. Sekedar pengenalan prewriting alias menulis asik juga oke, misalkan pura-pura menulis di pasir, di udara, di tangan dll. Tunda dahulu memberikan  target bisa menulis dan pegang alat tulis. Hal ini tidak sesuai dengan perkembangan fisik dan otak anak. Kemampuan pegang pensil (pencil grip) sendiri banyak prosesnya sebelum benar-benar sempurna dengan tiga jari. Anak tidak boleh dipaksa menggunakan pensil seperti orang dewasa agar ia berlatih sesuai kemampuannya. Seorang terapis okupasi pun menyatakan jauh lebih sulit melepaskan kebiasaan memegang pensil yang buruk , jika anak sejak awal dipaksa memegang pensil.

Tahapan Kemampuan Menulis (2)

Saya bingung kenapa anak harus bisa baca pada usia dini. Adakah kaitannya dengan kecerdasan  disandarkan dengan bisa baca tulis?  Untuk lembaga sekolah, apakah syarat masuk lembaga sekolah bagi seorang anak bisa baca tulis menjamin anak itu sukses memecahkan masalah, berpikir kritis, jujur, paham aturan dan deretan kecerdasan perilaku emosi -sosial lain?

Menurut saya salah  fokus jika anak  usia dini harus bisa baca-tulis . Fokus yang diarahkan untuk anak usia dini, bukanlah baca alfabet dan kata. Anak usia periode keemasan jauh lebih baik diarahkan paham KEBAHASAAN dan  teknik KOMUNIKASI. Bahasa adalah penyampaian ujaran. Ujaran  dalam bentuk kata yang dimulai dengan bunyi. Bahasa sendiri bisa bahasa dengan isyarat – gestur atau dengan lisan. Jelas untuk berbahasa bukan modal TULISAN apalagi MENULIS terlebih dahulu. Tapi paham prinsip kebahasaan dan komunikasi is superr importante.

Komunikasi adalah bentuk nyata penggunaan bahasa. Bahasa diawali dengan bunyi/isyarat. Anak balita bisa memberikan tanda komunikasi dan melakukan komunikasi dua arah bisa mengurangi tanrum dan menambah perilaku baik lo. Tahukan masa tantrum anak mulai dari paling awal  19 bulan. Itulah yang perlu dipentingkan orang tua, untuk mengajari anak bisa berkomunikasi, berbahasa agar anak lebih mengerti makna dan rasa. Alhamdulillah jika ia bisa berpuisi ala pujangga…

Saya putuskan hanya akan berbahasa dan berkomunikasi dengan M. Ujarkan kepadanya lagu, puisi, bentangkan waktu untuk mendengarkan M ngoceh dan bertutur dan begitu seterusnya. Tulisan ini terinspirasi metode Waldorf, salah satu pendidikan yang menunda anak belajar baca hingga usia 7 tahun ( saat gigi pertama copot). Mereka banyak mengenalkan cerita, dramatisasi, baca buku, menggambar untuk memahami huruf-kata dan buku nantinya.

Bagaimana dengan pilihanmu?

LS

Referensi:

Webmd.com

Babycenter.com

scholastic.com

Iklan

4 pemikiran pada “Baca-Tulis untuk Anak Balita?Hmmm…

  1. anak saya yang pertama delayed speech, umur 2 tahun belum bisa ngomong, tapi setelah umur 3 tahun dia udah fasih. kalo baca tulis belum ya, tapi kalo dia lihat tulisan-tulisan atau alfabet dia bakalan membuat gimmick suara seolah dia benar-benar membaca tulisan tersebut hehehe

    Suka

    • Terimakasih sudah mampir ke blog ya..Lagi seru ya Mba 🙂 terus pancing “baca ” gambar juga asyik selain bunyikan huruf itu.

      Suka

  2. Benar banget, saya setuju dengan “anak tidak harus dipaksa baca tulis usia dini”. Anak saya 1st Fi, itu baru bisa baca tulis saat dia masuk kelas 1 SD. Alhamdulillah TKnya bukan yang memaksa untuk bisa baca tulis. Saya lebih condong melatih kebiasaan dia mengungkapkan pendapat dengan selalu bertanya “Kenapa?” pada setiap cerita yang dia adukan ke saya. Dan hasilnya di usia skrg 10th, kemampuan komunikasi anak saya lebih dewasa dan mempunyai pikiran-pikiran yang kreatif. Sampai2 umminya kewalahan sendiri.. hahahaha… But I’m glad for it. Padahal anak itu sempat mengalami speech delay. Hingga usia 2 th hanya bisa kata2 uu dan mimi.

    Suka

    • Wow keren nih umminya, anak jadi lebih kritis . Alhamdulillah juga sekolah mendukung. 🙌🏼Terimakasih sudah mampir ya Mba …

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s