Uncategorized

Back to Bike

Pada jaman dahulu, ketika masih senang denger Hanson dan Moffat, baru kenal Converse karena bintang iklan Indomie yang memakai sepatu itu-saya pernah bersepeda. Saya setiap hari menempuh jarak sekitar 11 kilometer menuju sekolah. Selama 3 tahun senang sekali bersepeda , pulang ke rumah lebih cepat dibandingkan teman lain yang jalan kaki. Itu waktu saya masih remaja dulu. Zaman ketika tidak ada sepeda motor atau mobil sewaan via internet.

Satu hari saya terinspirasi  membuat resolusi. Saya harus berusaha mengambil waktu untuk olah raga lagi .  Waktu selama beberapa tahun belakangan terus dipakai untuk sibuk beberes, santai tiap malam makan nasi ayam atau coklat batang , rajin  jalan namun keliling di  toko baju dan toko perabot atau tukang sayur saja. Alhasil saat waktu kunjungan ke  obgyn, suster bertanya berapa kali berolahraga saya menjawab dengan hehe : “nol”.

Padahal sebelum menikah rajin jalan pagi, saat hamil juga beryoga-yogi , ketika sibuk dengan bayi pun saya berusaha mengatur untuk olah raga.

Being busy mom is one of the threat to have diabetes – ESPN

Iya banget kan quote di atas?Karena ibu-ibu meski sudah manis kerap kali kepincut gula. Mau gula tersembunyi dalam es kopi “Bintang Dollar” ataupun icing manis carrot cake (yeah akulah si ibu itu!)

Menirukan gaya seleb bertubuh kencang rasanya jauh dari kebiasaan selama jadi ibu. Jadi teringat kembali  masa bersepeda jaman sekolah. Jadilah saya meminta dibelikan sepeda. Datang dengan riang ke toko,  lalu menclok sana-sini sambil galau sepeda gunung atau sepeda saja.. Back to goal…Taadaaaaa jadi punya sepeda. Mulai berusaha berolahraga.

Asyiknya bersepeda di sini adalah memiliki jalur khusus. Bike lane alias jalur sepeda berwarna hijau atau berikon sepeda, disediakan di jalan utama sebagian county. Alhamdulillah tempat county saya tinggal menyediakan banyak bike lane meski di jalan utama. Usai berburu sepeda, pertama kali kembali bersepeda saya masih takut. Saya mencoba jalur hijaunya menyeberangi lalu lintas jalan utama. Kebetulan jalan raya disini begitu lebar sehingga mobil terbiasa tanpa macet kecuali saat lampu merah, sehingga kecepatan mobil cukup tinggi.

Modal semangat nekat, saya menempuh jalur hijau menuju mol! Sungguh semangat membara berkeringat! Apalagi saat itu punya sepeda baru. M tak kalah bahagia. Nah permainan niat sehat dan kekuatan semangat dimulai. Untuk orang yang sudah lamaaaaa tak olahraga,  selalu excited di awal kegiatan. Di tengah jalan, konsistensi niat dan semangat luntur diuji lelah. 10 mil mendekati mall saya merasa lelah. Lapar. Terpampang tempat  frozen yoghurt. Saya bisa menghadang  godaan jajan yoghurt. Eh, saat  jarak  5 mil mendekati mall, saya masih mengeluh sakit lelah. Lagi-lagi suami menyemangati dengan pancingan makan es krim😂

Lumayan pemandangan segar di mol selepas menempuh ribuan centimeter hihi

Tibalah kami di mall. Hari itu makan siang pizza dan sup . Saja. Anehnya perut kenyang . Entah kenapa. Waktu berlalu , pizza dan sup sudah menempati perut kami. Waktunya kami kembali bersepeda ke rumah sebelum maghrib tiba.  Menempuh jalur sepeda yang sama semangat belum tentu sama. Belum setengah perjalanan, saya menyerah. Kali ini saya terhenti di Berkeley  yang jalanannya berbukit, memembuat saya patah semangat. Saya mengayuh sepeda tapi melambat.Sering terucap minta naik BART ( sejenis kereta listrik). Suami sungguh diuji karena istrinya bolak-balik minta naik kereta, tapi ia enggan mencari rute. “Okay then !” Saya bersungut meneruskan mengayuh sepeda sambil menahan sakit. Karena saya pun enggan mencari rute ke arah stasiun.

 

Jalur hijau dibawah stasiun BART pun tiba. Alhamdulillah bye jalan berbukit. Namun ujian kembali datang . Saya masih merasa lelah dan sakit saat mengayuh.. kali ini jarak Menuju rumah tinggal 5 blok saja, susah mengayuh. M sudah tertidur di seat hihi. Dingin malam dan gelap melanda. Tapi godaan berhenti mengayuh datang silih berganti. Hingga suami mengompori lagi . Akhirnya semangat mengayuh kembali meski napas tersengal. Hari itu tidur telat karena begitu lelah. Namun hari itu awal baru untuk menjaga tubuh sehat. Alhamdulillah untuk jarak tempuh dekat, kini kami kemanapun semangat bersepeda.

Setiap kali bersepeda , saya selalu melihat orang bersepeda dengan kondisi berbeda-beda. Ada lelaki tua, paruh baya dengan seragam militer lengkap dengan perlengkapan ransel ala prajurit Kopassus pulang dinas, ibu berbadan besar, ibu dengan trailer sepeda berisi dua anak toddler… wow sungguh pemandangan itu menyemangati niat saya untuk back to bike. Ditambah bonus M yang selalu senang saat bersepeda bersama karena ia melihat pemandangan lain yang lebih baik, menambah kosakata tentunya. Sangat  berbeda saat ia hanya duduk di mobil .

Baca cerita M mengeksplorasi kosakata  di  Cara Asyik Menstimulasi Kosakata Anak

Jadi buibu ladies rahimakumullah yang super sibuk… Kuatkan hati, kencangkan niat, segeralah menjaga tubuh agar tetap sehat lewat ibadat sholat  subuh dan olah tubuh. Insha Allah, niat sehat tercatat, badan kuat, pikiran segar dan kick those fat. Manfaat dari sepedaan 2 belakangan ? Menguatkan otot perut yang kaku usai lahiran, mengecilkan perut juga bu. Termasuk daya tahan  tubuh lebih kuat meski tidak pakai suntik anti flu.

Stay fresh, stay healthy !

LS

Iklan

3 thoughts on “Back to Bike”

  1. Di desa tempat saya tinggal jalannya berbukit-bukit jadi kalo mau sepedaan rasanya effort banget. Saya udah beberapakali jogging aja sol sepatu saya lepas semua. Dua pasang sepatu lari saya habis solnya karena diajak jogging uphill downhill!
    Btw tetap semangat olah raga mbak! Saya juga mau tetap konsisten meluangkan waktu sit up tiap hari 🙂

    Suka

    1. Betul semangat perlu dipompa terus biar bisa fit mba💪🏼Asik hiking ya kalau tinggal di desa berbukit , semoga bisa mampir ke sana ..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s