Ketika Toddler ikut ke Masjid

Ramadan kareem! Semua bahagia ya ada di bulan Ramadan lagi ikut mengeruk berkah Ramadan. Termasuk marbot masjid happy yang tak lagi kesepian😂😂

Ini tahun ke dua jadi ibu baru buka berarti baru pertama ke masjid bawa anak bayik sih. Usia 1 bulan M sudah mampir ke masjid. Masa dimana ASI lagi deras – ngASI on demand, kemudian kalau rewel anak bayi tinggal masukkan carseat agar anteng sambil digoyang . Eh kini makin tricky polah anak toddler 😝 M tahu yang dimau. Seperti kejadian terbaru di masjid , masuk ke dalam lemari kosong. Tetiba mba sis negur:

“Get her outta there ..”

😂 Padahal kalau beliau tahu itu baru sebagian adventurous soulnyaa M. Malah gak apa sebenarnya sih M masuk ke situ. Segera bosan kok. 

Larangan ini itu pasti hadir deh dari berbagai pihak. Saat jiwa toddler ingin tahu datang kan selalu bertentangan dengan kehendak manusia dewasa. Toddler pingin buka pintu , pingin main dispenser air, pingin ngintip ke lubang toilet😌 Tapi sebenarnya saya lebih senang anak diberikan celah “bersenang-senang” di masjid . Beri sedikit waktu saja agar anak toddler ada di masjid . Berlari lari dan bahagia mengenal masjid dengan cara mereka. Saat ini saya respek dengan pengelola masjid dekat rumah, mereka membiarkan anak-anak berlarian di prayer hall. Tetiba waktu sholat ya semua anak diminta keluar untuk meneruskan keriangan di ruang lain.

Di waktu lain ikut serta acara di masjid , setiap masjid punya ruang anak dan ibu. Nah campur aduk deh suasana di dalamnya. Ada yang tarik menarik hijab antara ibu anak, ada bayi merangkak diantara raksasa orang dewasa, ada juga ibu baru galau saat lihat larangan “Dont drink and eat in the room” sementara si anak bayi 2 bulan dalam gendongan minta nenen .

Terheboh adalah Imam memimpin sholat lewat pengeras suara, ketika takbir berkumandang … ibu – ibu bangkit dari duduk dan ruangan itu seketika dipenuhi bayi menangis . Hahah heboh.. Banyak bayi dibiarkan terlepas dari ibu. Ada yang ditempatkan di car Seat atau karpet. Terserah si ibu. Kalut pastinya perasaan si ibu, antara fokus tetap sholat.  Saya mafhummmm karena jadi ibu susah beribadah khusu tanpa gangguan. Ketika ada kesempatan sholat di masjid, tak apa anak dibiarkan tak nyaman sementara dengan ditempatkan tidak di gendongan ibu. Trik anak digendong saat sholat? Tak semua Ibu mahir melakukan ini. Apalagi jika anak berbadan besar bertulang tebal ehemm. Lebih pusiang lagi jika anak punya saudara 😅

Ketika masjid tanpa ruang ibu anak? Yah kami melipir. Tapi please beri kami waktu ada di masjid saat iftar dan maghrib . Setidaknya begitu. Selebihnya berdoa semoga masjid tersebut ada ruang ibu anak 😁

Please …

  • jangan menilai ibu anak masuk mesjid dengan aturan baku seperti orang dewasa. Toleransi sedikit pada kami, ibu-ibu beranak yang bersusah payah ke mesjid karena kangen masjid. 
  • Bantu kami dengan difasilitasi di ruangan di dalam masjid .
  • Beri aturan khusus untuk ibu-ibu beranak balita dengan kelonggaran untuk menambah riuhnya masjid dengan suara-suara tawa tangis balita. Pahami sejenak kami ingin mencuri waktu ke masjid. Seperti membatasi waktu untuk anak ada di dalam masjid ketika tak ada ibadah berlangsung .
  • Membolehkan beberapa mainan di masjid.

Jika ada yang terganggu oleh kehadiran kami lantas bilang: jangan bawa anak! Lagian ibadahnya perempuan baiknya di rumah..

Tapi kami ingin ke masjid. Mengeruk sedikit waktu spesial Ramadan di masjid. Perempuan secara natural sudah terbatas waktu ibadahnya maka mama mama solehah juga ingin meraih waktu berkualitas di masjid bersama anak (anak-anak). Beri kami waktu sebentar saja , hingga anak mulai lelah sesudah mengelilingi masjid.

Sore di hari pertama Ramadan itu suasana   jadi hening yang semula ramai oleh anak-anak berlarian di dalam ruang sholat. Tepat saat Imam memulai ibadah shalat maghrib. Pintu utama ruang ibadah tertutup . M dan anak lain sudah bubar barisan . M terlihat lelah lalu saya putuskan untuk pulang. Hari ini M menumpahkan jus, menggeser alat elektronik, dilarang jelajah ruang selama di masjid. But it’s okay we always gonna visit masjid . Sebentar saja. Yah please 🌸😘

Happy Ramadan 

Iklan

2 pemikiran pada “Ketika Toddler ikut ke Masjid

  1. Salam kenal 😊
    Kalo saya sih belum ngajak si kecil teraweh sama sekali, soalnya dia masih kaget kalo denger suara Amiin dari jamaah anak2 kecil yang suka teriak. Sama takut ganggu jamaah yang lain si. Kalo sholat lima waktu karena lebih senggang, biasanya kadang saya ajak.

    Suka

    • Salam kenal juga☺️ Tarawih buat saya level atas hihi , belum bisa berhasil juga menetap bersama anak hingga tarawih. Coba itikaf mungkin kalau si anak bisa lelap tidur. Shalat lima waktu di masjid sama anak ? super pisannnn!

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s