Senang sekali kalau masuk departemen store, lalu ada tulisan di rak display “CLEARANCE”. Apalagi kalau sale di bagian mainan anak. Haduh luar biasa betah. Sampai panggilan telepon suami kadang terabaikan saat meneliti barang sale!

Namun sayangnya capek pindahan apartemen, saya  jadi berpikir ulang untuk menghabiskan uang demi mainan anak. Atas petunjuk juga dari mbak Kon Mari soal mengatur barang-barang di rumah, membuat saya harus memaksa diri menghemat belanja mainan anak . Saya ingat banyak klien mbak Kon Mari itu senang menyimpan barang. Semakin besar rumahnya semakin banyak ruangan untuk menyimpan barang. Saya dan suami memutuskan tinggal di tempat lebih kecil. Alasan utama saya agar mudah membersihkan rumah. Tahukan kalau rumah dengan anak balita? Was wis wus wes wos dalam hitungan menit semua barang pindah lokasi. Selain itu hal ini mencegah naluri belanja berlebihan. Rumah lebih kecil membuat saya berpikir berkali-kali ketika menemukan barang unik lucu di bertajuk clearance. Bertutur getir pada diri sendiri:

” mau di simpan dimana benda sale itu? “

5naturefallsept2017 copyKarena tempat tinggal kami lebih kecil dari tempat sebelumnya, saya pun mencoba menghemat tempat penyimpanan. Berikut beberapa tips pengaturannya:

1.Memajang mainan anak. Anak balita masih senang bongkar mainan. Jadi saya biarkan M bisa mengakses mainan kapan saja. Pajang mainan di dalam rak pada sudut khusus untuk bermain. Hal ini memang menambah resiko rumah berantakan. Tapi saya bisa mengajarkan M untuk membereskan mainan. Meski hanya 5% mainan yang dibereskannya, tapi ia tahu kebiasaan ini adalah penting. Sisanya ya saya akan fitness squat -half plank- untuk membereskan mainan.

2. Fungsikan sudut ruangan dengan maksimal.Jangan khawatir jika hanya memiliki tempat kecil di rumah untuk mainan anak. Atur -atur sudut mainan itu secara maksimal. Saat ini saya memakai dua rak untuk memajang mainan anak.

3. Sortir mainan berdasarkan prinsip pendidikan di rumah. Kalau mengintip sistem Montesorri: memberikan keranjang/wadah khusus berdasarkan :

  • permainan fine motor skill
  • mainan figur
  • mainan role play / pura-pura: soft toys seperti boneka dan topi
  • puzzle
  • art and craft materials
  • buku bacaan
  • bunyi-bunyian
  • mainan dengan bentuk khusus , seperti lego, alat hitung.

Sedangkan sistem Emilia Reggio , menggunakan interest anak sebagai panduan memajang mainan anak. Observasi beberapa hari mainan  apa saja yang dimiliki , lalu apa yang anak selalu mainkan, dan selalu mengggunakan benda aman yang mengundang kreativitas anak. Seperti M senang menguliti sesuatu yang ditempel, saya hadirkan  satu keranjang berisi washi tape untuk ia tempel di berbagai permukaan seperi tiket bekas, kardus bekas.

4. Jika jumlah mainan anak berlebih, tak muat di area mainan, maksimalkan gudang / tempat penyimpan. Sekali lagi di gudang untuk diatur berdasarkan kategori di nomor 3 .

5.Rotasikan mainan anak. setiap 1 minggu sekali ganti mainan di lemari display tadi. Jika ada satu dua mainan yang selalu anak mainkan biasanya saya tidak masukkan ke dalam tempat penyimpan mainan anak.

6. Donasikan mainan. Ada banyak anak yang masih membutuhkan mainan karena membeli mainan hal langka bagi mereka. Kita bisa manfaatkan kelebihan mainan anak di rumah dengan mendonasikan mainan ke anak-anak kurang mampu.

7. Swap/Garage Sale. Adakan garage sale atau jual mainan dengan harga miring. Bisa juga kumpulkan beberapa teman, lalu tanyakan adakah yang bersedia untuk tukar mainan dengan koleksi mainan anak kita.

8. Beli mainan anak yang lebih memiliki multifungsi.  Syarat saya membeli mainan anak:

  • Melupakan benda  toxic, plastik. Material mainan pilihan utama kayu. Hal ini agar anak terbiasa memegang benda natural- juga mengasah kemampuan motorik halus. Sehingga  ia akan mengerti bagaimana cara memegang benda lain selain mainan nantinya. Dan jadi bonus juga mainan anak non plastik bukan barang yang mudah  dilempar lalu  rusak.
  • Jika memiliki mainan anak dari plastik dan murah meriah, gunakan untuk permainan di dalam mobil atau saat kita traveling. Biasanya saya membeli mainan plastik di toko Daiso  yang harganya sangat murah.
  • Mainan anak harus bisa memiliki fungsi lebih banyak. Misal mainan masak-masakan saya tidak akan membelikan untuk M. Karena hanya akan digunakan dalam waktu singkat, bisa digantikan dengan benda dapur atau barang recycle. Saya lebih memilih mainan yang awet juga memberikan kreatifitas anak terstimulasi: seperti puzzle, wooden blocks.
  • Jika bisa membuat mainan itu dari barang recycle, maka saya tidak akan membelinya. Misalkan bathtub toys atau mainan untuk berendam saat mandi. Lucuk tapi pasti tidak terpakai lama nantinya. Jajan awet gituuu.
  • Spend more budget for BOOKS. Nah kalau ini saya tak ragu beli. Daripada saya membelikan M gadget-yang bisa bikin adiktif, aneka mainan plastik yang kurang awet saya biarkan ia membeli buku. Meski buku akan robek, dll tapi kecerdasan anak akan meningkat hanya dengan membalik buku.

Ada yang punya tips lain? Mari berbagi yuk…

Lanny

 

Iklan

5Finemotorskillssumer2017

Terinspirasi metode bermain milik Reggio Emilia, saya pun mencoba menambahkan mainan adonan di rak mainan M. Keuntungan dari permainan ini? Buanyak!

Mengasah kemampuan motorik halus yang super penting bagi perkembangan otak anak, membuka  lebar peluang imajinasi-kreasi anak tanpa pakem tertentu (misal buah jeruk harus berwarna bulat dan kuning), melatih fokus pada anak, mainan yang mudah dibuat sendiri dan murah juga aman ( selama anak tidak dalam fase mouthing -memasukkan benda ke  mulut ), menambah kemampuan komunikasi -berbahasa 

 

Nah setelah mencari-cari resep sana-sini, berikut beberapa resep adonan favorit:

1. http://www.bestrecipes.com.au/

  • 2 cangkir tepung terigu
  • 1 cangkir garam
  • 1 sendok makan minyak
  • 1 cangkir air dingin
  • 2 tetes pewarna makanan

Campurkan terigu dengan garam, lalu campurkan minyak dan air kemudian tuang ke dalam campuran terigu. Tambahkan warna dengan pewarna makanan.

2. How We Learn

  • 1,5 cangkir tepung terigu
  • 2 sendok makan minyak sayur
  • 2 sendok teh krim tartar
  • air panas
  • 1/2 cangkir garam

3. Simple Fun for Kids

  • 2 cangkir tepung terigu
  • 2 sendok makan minyak sayur
  • 2 sendok makan asam sitrat
  • 1 1/2 cangkir air panas
  • 1/2 cangkir garam

CATATAN: Untuk membuat resep no 2 dan 3 hanya mencampur semua bahan lalu diaduk. Jangan lupa simpan adonan ini di dalam wadah tertutup kedap udara dan simpan wadah di dalam ruangan yang tidak lembab. Jika tidak adonan akan mudah terkena  jamur/kering.

Happy Crafting!

Musim panas sudah tiba. Persiapan sudah dilakukan oleh banyak toko groceries ( swalayan ) sejak musim semi sebelumnya. Produk yang sale di toko diantaranya ya seputar alat panggang dan kelengkapan piknik seperti arang hingga baju renang bikini. Karena musim inilah saatnya kami keluar dari rumah tanpa khawatir kedinginan,  baju tebal-tebal masuk kloset, bisa bertanning hingga pulas, bakar-bakar daging di taman-taman sambil menikmati minuman dingin.

Untuk komunitas muslim Indonesia di wilayah kami tinggal, Alhamdulillah sering mengadakan halaqah alias pertemuan. Seru deh bisa silaturahmi sambil menaikkan berat badan berhadiah ziplockan. Biasanya acara halaqah ini potluck gitu, jadi para keluarga menyumbangkan makanan/minuman. Sering kali ada banyak makanan tersisa ketika acara usai, nah waktunya menggunakan kantong plastik merek lokal tadi untuk membawa pulang leholeh:D Ibu-ibu pun senang kulkas bisa penuh tanpa repot masak-masak, yasss!

 

Keriaan summer lainnya adalah  Kite Festival di Berkeley. Pertama kali ke festival lanyang-layang tahun lalu, ketika M masih usia 1 tahunan. M masih cuma tunjuk-tunjuk benda-benda aneka bentuk melayang-layang di udara. Namun kali ini waktunya #handsonlearning ! M belajar memegang kendali layang-layang. Wajahnya tak lepas memandang layang kapal terbang Starwars (yeah si ayah memilih tema layangan Starwars daripada bentuk lain). Untungnya kita punya layangan berbeda hehe, karena bentuk layangan terbanyak di sana adalah…..?

BerkeleyKitefes3 copy

Ini dia layangan gurita favorit yang muncul di setiap sudut langit pesisir Berkeley kala Kite Festival. Selain itu ada juga  layangan terbesar dengan bentuk  Dori dari Finding Dori. Tak lupa aneka layangan bentuk klasik dan layangan mini hingga layangan seperti jet yang bisa berbunyi saat terbang.

BerkeleyKitefes10 copy

BerkeleyKitefes copy

BerkeleyKitefes1 copy

BerkeleyKitefes2 copy

Berkeley Kite Festival
Nah si biru di ujung sana adalah layang dengan bentuk temannya Nemo.
Berkeley Kite Festival
Salah satu layangan unik bentuk bulat berduri.

Jika satu saat berkunjung ke Berkeley, di bulan Juli, ketika angin berkecepatan tinggi, datang ke festival layangan ini ya!

Biaya :

Free parking, free entrance. Bebas biaya parkir dan tidak dikenakan tiket masuk. Ada juga fasilitas bus yang mengantarkan pengunjung dari tempat parkir (tersebar di beberapa titik) menuju  area utama Berkeley Kite Festival yaitu  Cesar Chavez Park

Pakaian :

Casual. Untuk yang gampang masuk angin, kenakan jaket. Karena letaknya di pesisir teluk dan Berkeley salah satu wilayah yang dingin brrr.

Fasilitas:

  • Stand penjual makanan, minuman
  • Stand bazaar berupa pakaian, barang antik eksotik hingga layangan mini
  • Band
  • Toilet umum
  • Arena bermain anak : aneka bouncer (mainan lompat-lompat raksasa) , kolam bola besar

Khusus muslim yang perlu kuliner halal dan perlu makanan berat bukan ciki-cikian, di Berkeley pusat kota/down town terdapat makanan Indonesia halal: Restoran Jayakarta. Untuk lihat kuliner lokal halal lain di Berkeley, gunakan aplikasi referensi ternama Yelp.com dengan kata kunci halal restaurant.  Tapi favorit saya adalah Julie’s Cafe yang menyediakan kebab juga burger, lalu restoran kambing bakar di Suya African Carribean Grill. 

Happy Traveling!

Lanny

 

It’s so difficult to decide a place to visit when you are in holiday seasons. All tourism area was packed! Everyone will flock in same famous tourism spot. Penangkaran Rusa Cariu is one of a good spot if you want to avoid that holiday season crowd. Penangkaran Rusa Cariu is really a good choice to enjoy the green scenery. In this hidden remote Bogor village, Penangkaran Rusa Cariu will bring you with experience to hike, feeding deer and play in natural areas.

What you should prepare:

Rupiahs for:

  • Parking fee: we had Avanza (some kind of SUV) and get charge 15,000 Rupiahs
  • Adult/kids free entrance: 5,000 Rupiahs per person
  • Food for deer feeding (optional): 10,000 per pack  – buy this in swing area, there’s one lady who can call the deer when they hide plus she’s the food seller:P

Best outfit to wear :

  • Backpack with water bottle, snacks, and lunch (not much restaurant close to the area)
  • Hat
  • Hiking shoes/sandal
  • Tshirt + Pants / hiking outfit

Best Spot for kids :

  • The Deer Arena
  • Swing Area

Happy exploring!

Mari ajak si kecil latihan kekuatan otot tangan dan jemari lewat Fine Motor alias Motorik Halus. Sebelumnya ini dia rujukan mba Wikipedia soal Fine Motor Skills:

Fine motor skills are small movements — such as picking up small objects and holding a spoon — that use the small muscles of the fingers, toes, wrists, lips, and tongue. 

Gerakan kecil seperti memungut benda dan memegang sendok – yang menggunakan otot kecil pada jari jemari, pergelangan tangan, bibir, juga lidah.

 

Begitu sajakah? Tidak penting banget ya? Ternyata motorik halus sangat berperan dan berkaitan dengan kemampuan otak juga. Anak-anak yang masa kecilnya kurang diperkenalkan dengan kemampuan motorik halus, cenderung sulit menyelesaikan soal matematika dan membaca ( Fine Motor Skills and Academic Achievement). Motorik halus yang baik bisa memberikan kesiapan belajar di sekolah dengan baik. Bagaimana bisa? Bayangkan tugas si kecil di sekolah tanpa Anda/pendamping : dimulai dengan toileting (rutinitas ke toilet), ia harus membuka celana yang bisa dengan kancing atau resleting, lalu memakai kembali, memegang sendok, membuka tutup makan siang, membuka tas dan sederet aktivitas lain yang bermodalkan kekuatan motorik halus.

Di masa sebelum lima tahun, anak -anak yang sering  menggunakan semua kemampuan motorik halus dapat sukses menjalanani kehidupan sehari-hari secara mandiri,termasuk di dalam lingkungan sekolah. Bahkan kemampuan matematis anak bisa berpengaruh sesuai kemampuan motorik halus anak. Jika anak  tak mahir?Otak memiliki bagian yang memproses penerimaaan informasi dan tugas kognitif. Dalam hal ini, anak yang motor skillsnya baik, dapat menerima informasi yang diberikan lebih baik. Karena adanya   koneksi antar  neuritis (kemampuan saraf) yang membantu anak dalam berbagai tugas akademis. Termasuk salah satu  pelajaran yang ditakuti semua orang : Matematika.

Di rumah pun kita dapat memfasilitasi anak untuk berlatih kekuatan tangan hanya dengan benda yang dimiliki di rumah:

Memindahkan bola ke lubang-lubang

 

Memasukkan potongan sedotan / kawat dalam kontainer bumbu

 

Mengupas

 

Membersihkan benda dengan aneka alat beberes

 

Memasukkan  satu benda ke satu tempat

 

Menutup – membuka aneka wadah

 

Memasukkan benda ke dalam lubang

 

Meronce

 

Melukis
Memetik buah
Berdandan
Mencuci
Menyiapkan makanan ringan

Bermain peran

Utamanya kenalkan pekerjaan sehari-hari yang kita lakukan, melipat pakaian, mencuci , memasak dan berpakaian. Libatkan anak dalam “porsi mini”, kegiatan yang anak bisa lakukan sekitar 2-10 menit dalam kegiatan beberes. Tujuannya  untuk mengenalkan dan membiarkan anak berusaha – berlatih menggunakan motorik halusnya. Jika ada waktu ,biaya dan alat ekstra, bolehlah disertakan :

  • main puzzle
  • membuat kerajinan tangan
  • menempel stiker di buku
  • melukis di berbagai media ( payung, celengan, dll) dengan tangan/kuas dll
  • memasukkan koin ke celengan
  • melipat kertas / pakaian / lap
  • memainkan alat musik sederhana seperti drum, marakas, rebana dan kolintang / xylophone

Semua manfaat dari latihan di atas berguna untuk kekuatan motorik halus yang sangat bermanfaat bagi anak untuk bisa  :

berlatih kemampuan visual-persepsi (memahami apa yang dilihat mata agar sesuai dengan logika berpikir), baca kemampuan mengidentifikasi benda, memanipulasi fungsi benda, memecahkan masalah, kemampuan mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata. 

Sementara curcolan soal baca tulis anak ada di sini:

Baca-Tulis untuk Anak Balita?Hmmm…

 

Saya mencoba membandingkan aneka kegiatan motorik halus dengan manfaat nyata di kehidupan sehari-hari:

  • Memakai pakaian secara mandiri = latihan mendorong memasukkan kancing, menarik resleting, kaos kaki-celana-baju-topi-sepatu-kacamata-hijab-aksesoris
  • Menali = latihan meronce dengan aneka benda berlubang
  • Menemukan persamaan jumlah satu buah kue sama nilainya simbol angka satu = latihan mengisi bola pompom ke dalam cetakan
  • Menulis = latihan melukis dengan memegang kuas
  • Ketelitian dan kebersihan  dalam hidup sehari-hari = latihan membersihkan dengan alat
  • Kemampuan logis dan visual persepsi, memahami sebab akibat = latihan  menumpuk benda
  • Kemampuan identifikasi benda, mencari persamaan-perbedaan benda = latihan mensortir
  • Menikmati seni, keindahan, keakuratan dan sains = menata bunga dan vas
  • Kemampuan kemandirian, buka tutup pintu-laci = berlatih puzzle dengan gagang (knob)

 

Banyak sekali manfaat motorik halus ! Ada ide lain? Komentar ya…

Selamat berlatih!

Referensi

 

Encyclopedy of Children’s Health, Fine Motor Skills

Winter – Spring 2017 Play Time

Tantangan ibu baru dengan toddler yang hobi muter sana sini adalah diskonnya sinar mentari! Hah? Sebenarnya meski keren buat foto-foto sama dedaunan di empat musim, tinggal di negeri empat musim,  membuat ibu dengan toddler makin puyeng : anak-anak yang secara statitistik itu memang dalam setahun bisa terkena sakit hingga 5-10 kali, pada dua musim ini juga rentan terserang flu. Kami jadi banyak menghabiskan waktu di dalam rumah sementara musim dingin ini tanpa salju lho. Lalu tinggal di negeri empat  musim, sekolah pun punya jadwal libur empat kali setahun (Spring break, summer break, christmas dan fall). Hmm ini berarti anak-anak seharian di rumah, dan ibu banting tulang memasak sambil cari “mainan” asik untuk anak-anak. Alasan puyeng lain tuh  taman main umum saat winter – spring jadi tempat bermain yang kurang nyaman karena tempatnya terbuka tidak bisa dipakai saat hujan turun atau cuaca berangin. Baca lebih lanjut

Sayup-sayup terdengar M menyenandungkan lagu ABC. Karena beberapa waktu lalu ia melihat sebuah video lagu huruf – huruf itu berjoget. Saya senang ia jadi kenal dengan alfabet. Tanpa harus dipaksa, ia tahu huruf-huruf itu. Namun jadi terpikirkan ,apakah M perlu tahu alfabet? Sekedar nyanyian saja atau perlu baca juga? Baca kata atau apa bagaimana ya?

Teringat masa spesial. Beberapa tahun lalu saya menjadi guru anak kebutuhan khusus. Dunia pendidikan yang berbeda suasana juga metode yang diterapkan- 180 derajat dari tempat sebelumnya Biasanya saat mengajarkan TK umum, saya akan mengajarkan anak sesuai tema bulan itu, sesuai panduan mengajar / lesson plan. Akan tetapi, untuk mengajarkan anak kebutuhan khusus, kami diminta mengganti sudut pandang. Anak berkebutuhan khusus tidak bisa mengikuti kurikulum sekolah umum (yang super kompleks deh ya kurikulum milenial sekolah Indonesia- Lol ). Gurulah yang membuatkan lesson plan personal sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Dari mereka, tersingkap banyak inspirasi cara belajar baca yang  berbeda. Mereka tak siap untuk menulis. Kebanyakan mereka memiliki masalah motorik halus (fine motor skill) dan motorik kasar (gross motor skill). Motorik halus adalah kemampuan otot kecil,   di bagian tangan. Contoh kegiatan  yang menggunakan otot ini seperti menggenggam dan memegang benda. Karena kondisi khusus anak, guru memberikan target pelajaran  secara berbeda. Untuk kemampuan  berbahasa, berkomunikasi diutamakan meski dengan kartu atau isyarat , lalu  baca gambar dahulu dibandingkan baca kata. Termasuk penguasaan mengenal objek nyata / tindakan dari kata yang dipelajari. Metode berbeda dengan guru mengajar baca pada umumnyakan? Tapi itu membuat mereka lebih paham sebuah makna kata.

Baca lebih lanjut

Tak terasa si kecil M tahu-tahu jadi calon toddler! Dulu saya hanya menggendongnya, sesudah paham merangkak, naik turun , merambat dan ia pun berjalan..

Kini ia  ke sana ke mari ..

Mengambil semua benda..

Sensory play

Mengamati yang saya contohkan…

Ini.. Itu..
Ini.. Itu..

Jika diibaratkan dengan proses penelitian, si satu tahun ini ada dalam fase sibuk “mengumpulkan ide-brainstorming- dan mengumpulkan data” . Apa yang ada di sekitar mereka, efek  apa yang didapat jika melakukan sesuatu. Namun anak kecil 1 tahun ini bukan berarti saya biarkan seperti topan yang memporak-porandakan isi rumah. Sedikit-sedikit meluapkan kegembiraan dengan menuang isi sabun, menyelam dalam cucian bersih yang baru dilipat, serta aneka kebiasaan ekplorasi khas anak 1 tahun lainnya.

Selama bekerja untuk anak-anak  autis dan kebutuhan khusus lain, saya belajar banyak dari bagaimana mereka belajar. Sering kali murid yang datang di lembaga belajar kami adalah anak-anak yang belum memiliki kemampuan komunikasiMisalkan usia 8 tahun masih belum paham menyatakan ya dan tidak. Nah karena kekurangan itu maka pelajaran yang diberikan kepada para anak itu bertopik seputar komunikasi. Di situ saya melihat berkomunikasi sesuatu yang terlupakan dikenalkan oleh orang tua. Nah pernah juga teman saya berkomentar di sebuah ruang nursing dan ganti popok, seorang anak bertubuh besar (sekitar 7-8 tahun) datang, dengan diapernya digantikan oleh pendamping. Kalau ingat hal itu saya  jadi kasihan pada anak itu. Jelas sekali ada hal yang kurang dari anak itu dari skill mengurus diri.

Baca juga  E Book Daftar Kebiasaan Untuk Anak

Lalu kondisi saya sebagai ibu yang tinggal di negeri antah berantah jauh dari keadaan akan sumberdaya manusia yang terjangkau. Saya tidak bisa cari tukang cuci dengan biaya murah, atau sekedar menghire mba tukang masak untuk mengganti skill memasak saya yang beginner :D, sehingga memaksa saya harus mengajarkan kemandirian pada M. Jika ia tidak mandiri dan selalu harus dibantu, kelar sudah agenda harian memasak, beberes rumah, menjaga kulit agar kinclong 😛 Boro-boro bisa lihat Goblin dong.. :p

Setelah mengamati M hampir 8 bulan ini.. BUANYAK hal bisa kita biasakan pada anak bayi 1 tahun yang super eksplorer. Tujuannya agar si anak 1 tahun ini  bisa melakukan berbagai kemampuan  secara mandiri (kelak, entah kapan, jangan ditargetkan…) Yang terpenting, kita memulai membiasakan pada si 1 tahun. OH “kita” itu berarti saya dan suami saya, ibu dan suami ibu, atau jika si anak satu tahun sehari-hari diasuh dengan eyangnya, pembiasaan juga harus dikerjakan oleh si eyang. Jika salah satu dari pendamping anak satu tahun kita ini tidak membiasakan, jangan sampai terjebak pada manipulatifnya anak 2 tahun. Semakin besar anak 1 tahun kita, ia semakin pandai, mana pendampingnya yang melayani dan mana pendampingnya  yang mengajarkan kemandirian. Ingat tantrum dan terrible two’s si M dimulai dari menolak nolak  sambil ” menghempaskan “badan di usia 9 bulan , lalu makin canggih ketantrumannya 😌 bayi  kita itu mulai mengerti makna pundung berlebihan (tantrum) dan reaksi pertama kita pasca pundung *pengalaman saya dipundungin anak bayi 15 bulan yang ngambek ga mau diminta meninggalkan tontonan*

Beberapa kebiasaan yang bisa diajarkan kepada anak 1 tahun dimulai dari :

Berpakaian

  1. Proses Buang Air Kecil / Buang Air Besar di toilet 
  2. Lepas / Pakai baju -celana
  3. Lepas /  Pakai kaos kaki -sepatu
  4. Menyisir
  5. Proses Mencuci tangan

Bahasa + Komunikasi

  1. Mengulang kata dan suku kata yang dipakai sehari hari
  2. Meniru kata baru 2-3 suku kata
  3. Menyimak cerita
  4. Meniru nada bicara 
  5. Mengamati pembicara
  6. Mengulang kejadian lewat kosakata yang pernah diajarkan.
  7. Membiasakan kata / bunyi tertentu dengan kejadian tertentu ( permisi jika ingin lewat, terimakasih sesudah memberikan sesuatu, bertepuk tangan sesudah berhasil mengerjakan sesuatu)
  8. Mengulang nada lagu kesukaan / bunyi benda ( misal: bunyi mobil brmm, ular hish dll)

Fine Motor Skill (Motorik Halus) + Kebersihan

  1. Lap benda
  2. Mencuci benda
  3. Menuang cairan dari wadah 
  4. Membuka tutup wadah ( kotak – botol minum – laci – lemari dll)
  5. Melipat 
  6. Menumbuk ( misal dengan ulekan)
  7. Mencampur benda padat dan cair
  8. Menyamakan bentuk / gambar
  9. Memasukkan benda ke dalam lubang
  10. Membuang sampah
  11. Membereskan Mainan
  12. Melipat baju / celana
  13. Menyiram tanaman

Sosial + Emosi

  1. Mengenal perasaan (sedih, senang, marah, kesal, lapar, haus, kantuk dll )
  2. Memahami perasaan sendiri
  3. Mengamati perasaan orang lain
  4. Menggunakan benda bersama-sama
  5. Mengenal aturan mudah (habis main bereskan)
  6. Mengenal keluarga dan kerabat 
  7. Menyapa 
  8. Menjabat tangan / high five / salim

Ritual Keagamaan

  1. Mengenal dan menyebutkan doa 
  2. Membiasakan berdoa
  3. Mengenal waktu shalat /ibadah
  4. Mengenal tempat ibadah
  5. Mengenal perangkat ibadah (alat sholat, wudhu, kitab suci dll)

Keselamatan Pribadi

  1. Mengenal bagian pribadi tubuh
  2. Menutup bagian pribadi tubuh / aurat
  3. Menjauhkan diri dari benda tajam / keadaan bahaya ( misal: mobil yang lalu lalang di jalan )
  4. Menjauhkan diri dari kotoran sumber penyakit (feses, sampah dll)
  5. Mencari perlindungan ketika takut
  6. Mengenal keluarga inti ayah/ibu atau kerabat terdekat

Beberapa Manfaatnya….

Saya senang M bisa diajak berkomunikasi dua arah saat ia ngambek gak jelas. Sekedar mengucapkan ya dan tidak. Saya senang ketika ia memilih sepatunya sendiri saat saya terburu-buru menyiapkan hal lain, sebelum kami pergi bersama. Saya pun girang melihat M sibuk melepas celananya yang basah kena urine (ia sedang dalam potty training ). Dan insha Allah banyak kemampuan lain yang membuat beban hidup kita sebagai ortu ribet mengurusi anak dalam masa tumbuh kembang, berkurang sedikit, tapi dipenuhi kebanggaan si anak sedang belajar mengurus diri. Belajar Calistung penting. Tapi kalau urusan self care, komunikasi,  anak saya nantinya masih dilayani, saya khawatir ia menjadi manusia setengah -setengah.. (pribadi setengah matang 😦   ) serta tidak bisa mengerti apa yang dirinya butuhkan. Percayalah, selama mengajarkan kebiasaan-kebiasaan di atas, akan muncul ilmu lain yang bisa ia pelajari atau kita elaborasi…ilmu matematika, ilmu sains, ilmu agama bahkan art and craft! Karena kita memfasilitasi kemampuan berekplorasi mereka.

Shopping Time!
Shopping Time! Sebelumnya M kesal karena saya ambil alih stroller yang sedang ia dorong. Saya bertanya apakah ia mau mendorong stroller lagi? Saat itu ia belum bisa mengucapkan “yes”, lalu ia mengangguk tanda ia menyatakan keinginan untuk mendorong stroller.

 

Nah list kemampuan diatas akan terus ditambah seiring si anak 1 tahun makin besar dan selalu menyerap hal baru . Sukses BISA melakukan poin-poin diatas, jika diBIASAkan. Yang terpenting tidak menyamakan kemampuan anak dengan anak lain. Setiap anak adalah individu unik yang punya kemampuan belajar yang berbeda termasuk cara ia memahami dan melaksanakan  sebuah kebiasaan. Waktu yang akan menjawab *judul lagu apa lirik lagu ya*

Start the Habits Today!