Mari ajak si kecil latihan kekuatan otot tangan dan jemari lewat Fine Motor alias Motorik Halus. Sebelumnya ini dia rujukan mba Wikipedia soal Fine Motor Skills:

Fine motor skills are small movements — such as picking up small objects and holding a spoon — that use the small muscles of the fingers, toes, wrists, lips, and tongue. 

Gerakan kecil seperti memungut benda dan memegang sendok – yang menggunakan otot kecil pada jari jemari, pergelangan tangan, bibir, juga lidah.

 

Begitu sajakah? Tidak penting banget ya? Ternyata motorik halus sangat berperan dan berkaitan dengan kemampuan otak juga. Anak-anak yang masa kecilnya kurang diperkenalkan dengan kemampuan motorik halus, cenderung sulit menyelesaikan soal matematika dan membaca ( Fine Motor Skills and Academic Achievement). Motorik halus yang baik bisa memberikan kesiapan belajar di sekolah dengan baik. Bagaimana bisa? Bayangkan tugas si kecil di sekolah tanpa Anda/pendamping : dimulai dengan toileting (rutinitas ke toilet), ia harus membuka celana yang bisa dengan kancing atau resleting, lalu memakai kembali, memegang sendok, membuka tutup makan siang, membuka tas dan sederet aktivitas lain yang bermodalkan kekuatan motorik halus.

Di masa sebelum lima tahun, anak -anak yang sering  menggunakan semua kemampuan motorik halus dapat sukses menjalanani kehidupan sehari-hari secara mandiri,termasuk di dalam lingkungan sekolah. Bahkan kemampuan matematis anak bisa berpengaruh sesuai kemampuan motorik halus anak. Jika anak  tak mahir?Otak memiliki bagian yang memproses penerimaaan informasi dan tugas kognitif. Dalam hal ini, anak yang motor skillsnya baik, dapat menerima informasi yang diberikan lebih baik. Karena adanya   koneksi antar  neuritis (kemampuan saraf) yang membantu anak dalam berbagai tugas akademis. Termasuk salah satu  pelajaran yang ditakuti semua orang : Matematika.

Di rumah pun kita dapat memfasilitasi anak untuk berlatih kekuatan tangan hanya dengan benda yang dimiliki di rumah:

Memindahkan bola ke lubang-lubang

 

Memasukkan potongan sedotan / kawat dalam kontainer bumbu

 

Mengupas

 

Membersihkan benda dengan aneka alat beberes

 

Memasukkan  satu benda ke satu tempat

 

Menutup – membuka aneka wadah

 

Memasukkan benda ke dalam lubang

 

Meronce

 

Melukis
Memetik buah
Berdandan
Mencuci
Menyiapkan makanan ringan

Bermain peran

Utamanya kenalkan pekerjaan sehari-hari yang kita lakukan, melipat pakaian, mencuci , memasak dan berpakaian. Libatkan anak dalam “porsi mini”, kegiatan yang anak bisa lakukan sekitar 2-10 menit dalam kegiatan beberes. Tujuannya  untuk mengenalkan dan membiarkan anak berusaha – berlatih menggunakan motorik halusnya. Jika ada waktu ,biaya dan alat ekstra, bolehlah disertakan :

  • main puzzle
  • membuat kerajinan tangan
  • menempel stiker di buku
  • melukis di berbagai media ( payung, celengan, dll) dengan tangan/kuas dll
  • memasukkan koin ke celengan
  • melipat kertas / pakaian / lap
  • memainkan alat musik sederhana seperti drum, marakas, rebana dan kolintang / xylophone

Semua manfaat dari latihan di atas berguna untuk kekuatan motorik halus yang sangat bermanfaat bagi anak untuk bisa  :

berlatih kemampuan visual-persepsi (memahami apa yang dilihat mata agar sesuai dengan logika berpikir), baca kemampuan mengidentifikasi benda, memanipulasi fungsi benda, memecahkan masalah, kemampuan mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata. 

Sementara curcolan soal baca tulis anak ada di sini:

Baca-Tulis untuk Anak Balita?Hmmm…

 

Saya mencoba membandingkan aneka kegiatan motorik halus dengan manfaat nyata di kehidupan sehari-hari:

  • Memakai pakaian secara mandiri = latihan mendorong memasukkan kancing, menarik resleting, kaos kaki-celana-baju-topi-sepatu-kacamata-hijab-aksesoris
  • Menali = latihan meronce dengan aneka benda berlubang
  • Menemukan persamaan jumlah satu buah kue sama nilainya simbol angka satu = latihan mengisi bola pompom ke dalam cetakan
  • Menulis = latihan melukis dengan memegang kuas
  • Ketelitian dan kebersihan  dalam hidup sehari-hari = latihan membersihkan dengan alat
  • Kemampuan logis dan visual persepsi, memahami sebab akibat = latihan  menumpuk benda
  • Kemampuan identifikasi benda, mencari persamaan-perbedaan benda = latihan mensortir
  • Menikmati seni, keindahan, keakuratan dan sains = menata bunga dan vas
  • Kemampuan kemandirian, buka tutup pintu-laci = berlatih puzzle dengan gagang (knob)

 

Banyak sekali manfaat motorik halus ! Ada ide lain? Komentar ya…

Selamat berlatih!

Referensi

 

Encyclopedy of Children’s Health, Fine Motor Skills

Winter – Spring 2017 Play Time

Tantangan ibu baru dengan toddler yang hobi muter sana sini adalah diskonnya sinar mentari! Hah? Sebenarnya meski keren buat foto-foto sama dedaunan di empat musim, tinggal di negeri empat musim,  membuat ibu dengan toddler makin puyeng : anak-anak yang secara statitistik itu memang dalam setahun bisa terkena sakit hingga 5-10 kali, pada dua musim ini juga rentan terserang flu. Kami jadi banyak menghabiskan waktu di dalam rumah sementara musim dingin ini tanpa salju lho. Lalu tinggal di negeri empat  musim, sekolah pun punya jadwal libur empat kali setahun (Spring break, summer break, christmas dan fall). Hmm ini berarti anak-anak seharian di rumah, dan ibu banting tulang memasak sambil cari “mainan” asik untuk anak-anak. Alasan puyeng lain tuh  taman main umum saat winter – spring jadi tempat bermain yang kurang nyaman karena tempatnya terbuka tidak bisa dipakai saat hujan turun atau cuaca berangin. Baca lebih lanjut

Sayup-sayup terdengar M menyenandungkan lagu ABC. Karena beberapa waktu lalu ia melihat sebuah video lagu huruf – huruf itu berjoget. Saya senang ia jadi kenal dengan alfabet. Tanpa harus dipaksa, ia tahu huruf-huruf itu. Namun jadi terpikirkan ,apakah M perlu tahu alfabet? Sekedar nyanyian saja atau perlu baca juga? Baca kata atau apa bagaimana ya?

Teringat masa spesial. Beberapa tahun lalu saya menjadi guru anak kebutuhan khusus. Dunia pendidikan yang berbeda suasana juga metode yang diterapkan- 180 derajat dari tempat sebelumnya Biasanya saat mengajarkan TK umum, saya akan mengajarkan anak sesuai tema bulan itu, sesuai panduan mengajar / lesson plan. Akan tetapi, untuk mengajarkan anak kebutuhan khusus, kami diminta mengganti sudut pandang. Anak berkebutuhan khusus tidak bisa mengikuti kurikulum sekolah umum (yang super kompleks deh ya kurikulum milenial sekolah Indonesia- Lol ). Gurulah yang membuatkan lesson plan personal sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Dari mereka, tersingkap banyak inspirasi cara belajar baca yang  berbeda. Mereka tak siap untuk menulis. Kebanyakan mereka memiliki masalah motorik halus (fine motor skill) dan motorik kasar (gross motor skill). Motorik halus adalah kemampuan otot kecil,   di bagian tangan. Contoh kegiatan  yang menggunakan otot ini seperti menggenggam dan memegang benda. Karena kondisi khusus anak, guru memberikan target pelajaran  secara berbeda. Untuk kemampuan  berbahasa, berkomunikasi diutamakan meski dengan kartu atau isyarat , lalu  baca gambar dahulu dibandingkan baca kata. Termasuk penguasaan mengenal objek nyata / tindakan dari kata yang dipelajari. Metode berbeda dengan guru mengajar baca pada umumnyakan? Tapi itu membuat mereka lebih paham sebuah makna kata.

Baca lebih lanjut

NgASI harus dimulai dari kedekatan ibu dan bayi. Lalu mindset happy with baby kudu dijaga terus agar bisa semangat dan senang ngASI. Meski LELAH, LETIH, KANTUK.

Hari pertama hingga kerelaaan ibu ngASI pasti penuh perjuangan.
Minggu-minggu pertama ngASI hingga hari ke 30 penuh dengan pompa time, lalu lecet bad latch juga PD bengkak. Kebetulan saat bayi lahir ada liburan Memorial Day ( hari libur Amerika Serikat) , buat saya hari itu jadi Engorgement Day:)

Baca lebih lanjut

Tak terasa si kecil M tahu-tahu jadi calon toddler! Dulu saya hanya menggendongnya, sesudah paham merangkak, naik turun , merambat dan ia pun berjalan..

Kini ia  ke sana ke mari ..

Mengambil semua benda..

Sensory play

Mengamati yang saya contohkan…

Ini.. Itu..
Ini.. Itu..
Jika diibaratkan dengan proses penelitian, si satu tahun ini ada dalam fase sibuk “mengumpulkan ide-brainstorming- dan mengumpulkan data” . Apa yang ada di sekitar mereka, efek  apa yang didapat jika melakukan sesuatu. Namun anak kecil 1 tahun ini bukan berarti saya biarkan seperti topan yang memporak-porandakan isi rumah. Sedikit-sedikit meluapkan kegembiraan dengan menuang isi sabun, menyelam dalam cucian bersih yang baru dilipat, serta aneka kebiasaan ekplorasi khas anak 1 tahun lainnya.

Selama bekerja untuk anak-anak  autis dan kebutuhan khusus lain, saya belajar banyak dari bagaimana mereka belajar. Sering kali murid yang datang di lembaga belajar kami adalah anak-anak yang belum memiliki kemampuan komunikasiMisalkan usia 8 tahun masih belum paham menyatakan ya dan tidak. Nah karena kekurangan itu maka pelajaran yang diberikan kepada para anak itu bertopik seputar komunikasi. Di situ saya melihat berkomunikasi sesuatu yang terlupakan dikenalkan oleh orang tua. Nah pernah juga teman saya berkomentar di sebuah ruang nursing dan ganti popok, seorang anak bertubuh besar (sekitar 7-8 tahun) datang, dengan diapernya digantikan oleh pendamping. Kalau ingat hal itu saya  jadi kasihan pada anak itu. Jelas sekali ada hal yang kurang dari anak itu dari skill mengurus diri.

Lalu kondisi saya sebagai ibu yang tinggal di negeri antah berantah jauh dari keadaan akan sumberdaya manusia yang terjangkau. Saya tidak bisa cari tukang cuci dengan biaya murah, atau sekedar menghire mba tukang masak untuk mengganti skill memasak saya yang beginner :D, sehingga memaksa saya harus mengajarkan kemandirian pada M. Jika ia tidak mandiri dan selalu harus dibantu, kelar sudah agenda harian memasak, beberes rumah, menjaga kulit agar kinclong 😛 Boro-boro bisa lihat Goblin dong.. :p

Setelah mengamati M hampir 8 bulan ini.. BUANYAK hal bisa kita biasakan pada anak bayi 1 tahun yang super eksplorer. Tujuannya agar si anak 1 tahun ini  bisa melakukan berbagai kemampuan  secara mandiri (kelak, entah kapan, jangan ditargetkan…) Yang terpenting, kita memulai membiasakan pada si 1 tahun. OH “kita” itu berarti saya dan suami saya, ibu dan suami ibu, atau jika si anak satu tahun sehari-hari diasuh dengan eyangnya, pembiasaan juga harus dikerjakan oleh si eyang. Jika salah satu dari pendamping anak satu tahun kita ini tidak membiasakan, jangan sampai terjebak pada manipulatifnya anak 2 tahun. Semakin besar anak 1 tahun kita, ia semakin pandai, mana pendampingnya yang melayani dan mana pendampingnya  yang mengajarkan kemandirian. Ingat tantrum dan terrible two’s si M dimulai dari menolak nolak  sambil ” menghempaskan “badan di usia 9 bulan , lalu makin canggih ketantrumannya 😌 bayi  kita itu mulai mengerti makna pundung berlebihan (tantrum) dan reaksi pertama kita pasca pundung *pengalaman saya dipundungin anak bayi 15 bulan yang ngambek ga mau diminta meninggalkan tontonan*

Beberapa kebiasaan yang bisa diajarkan kepada anak 1 tahun dimulai dari :

Berpakaian

  1. Proses Buang Air Kecil / Buang Air Besar di toilet 
  2. Lepas / Pakai baju -celana
  3. Lepas /  Pakai kaos kaki -sepatu
  4. Menyisir
  5. Proses Mencuci tangan

Bahasa + Komunikasi

  1. Mengulang kata dan suku kata yang dipakai sehari hari
  2. Meniru kata baru 2-3 suku kata
  3. Menyimak cerita
  4. Meniru nada bicara 
  5. Mengamati pembicara
  6. Mengulang kejadian lewat kosakata yang pernah diajarkan.
  7. Membiasakan kata / bunyi tertentu dengan kejadian tertentu ( permisi jika ingin lewat, terimakasih sesudah memberikan sesuatu, bertepuk tangan sesudah berhasil mengerjakan sesuatu)
  8. Mengulang nada lagu kesukaan / bunyi benda ( misal: bunyi mobil brmm, ular hish dll)

Fine Motor Skill (Motorik Halus) + Kebersihan

  1. Lap benda
  2. Mencuci benda
  3. Menuang cairan dari wadah 
  4. Membuka tutup wadah ( kotak – botol minum – laci – lemari dll)
  5. Melipat 
  6. Menumbuk ( misal dengan ulekan)
  7. Mencampur benda padat dan cair
  8. Menyamakan bentuk / gambar
  9. Memasukkan benda ke dalam lubang
  10. Membuang sampah
  11. Membereskan Mainan
  12. Melipat baju / celana
  13. Menyiram tanaman

Sosial + Emosi

  1. Mengenal perasaan (sedih, senang, marah, kesal, lapar, haus, kantuk dll )
  2. Memahami perasaan sendiri
  3. Mengamati perasaan orang lain
  4. Menggunakan benda bersama-sama
  5. Mengenal aturan mudah (habis main bereskan)
  6. Mengenal keluarga dan kerabat 
  7. Menyapa 
  8. Menjabat tangan / high five / salim

Ritual Keagamaan

  1. Mengenal dan menyebutkan doa 
  2. Membiasakan berdoa
  3. Mengenal waktu shalat /ibadah
  4. Mengenal tempat ibadah
  5. Mengenal perangkat ibadah (alat sholat, wudhu, kitab suci dll)

Keselamatan Pribadi

  1. Mengenal bagian pribadi tubuh
  2. Menutup bagian pribadi tubuh / aurat
  3. Menjauhkan diri dari benda tajam / keadaan bahaya ( misal: mobil yang lalu lalang di jalan )
  4. Menjauhkan diri dari kotoran sumber penyakit (feses, sampah dll)
  5. Mencari perlindungan ketika takut
  6. Mengenal keluarga inti ayah/ibu atau kerabat terdekat

Beberapa Manfaatnya….

Saya senang M bisa diajak berkomunikasi dua arah saat ia ngambek gak jelas. Sekedar mengucapkan ya dan tidak. Saya senang ketika ia memilih sepatunya sendiri saat saya terburu-buru menyiapkan hal lain, sebelum kami pergi bersama. Saya pun girang melihat M sibuk melepas celananya yang basah kena urine (ia sedang dalam potty training ). Dan insha Allah banyak kemampuan lain yang membuat beban hidup kita sebagai ortu ribet mengurusi anak dalam masa tumbuh kembang, berkurang sedikit, tapi dipenuhi kebanggaan si anak sedang belajar mengurus diri. Belajar Calistung penting. Tapi kalau urusan self care, komunikasi,  anak saya nantinya masih dilayani, saya khawatir ia menjadi manusia setengah -setengah.. (pribadi setengah matang 😦   ) serta tidak bisa mengerti apa yang dirinya butuhkan. Percayalah, selama mengajarkan kebiasaan-kebiasaan di atas, akan muncul ilmu lain yang bisa ia pelajari atau kita elaborasi…ilmu matematika, ilmu sains, ilmu agama bahkan art and craft! Karena kita memfasilitasi kemampuan berekplorasi mereka.

Shopping Time!
Shopping Time! Sebelumnya M kesal karena saya ambil alih stroller yang sedang ia dorong. Saya bertanya apakah ia mau mendorong stroller lagi? Saat itu ia belum bisa mengucapkan “yes”, lalu ia mengangguk tanda ia menyatakan keinginan untuk mendorong stroller.

Nah list kemampuan diatas akan terus ditambah seiring si anak 1 tahun makin besar dan selalu menyerap hal baru . Sukses BISA melakukan poin-poin diatas, jika diBIASAkan. Yang terpenting tidak menyamakan kemampuan anak dengan anak lain. Setiap anak adalah individu unik yang punya kemampuan belajar yang berbeda termasuk cara ia memahami dan melaksanakan  sebuah kebiasaan. Waktu yang akan menjawab *judul lagu apa lirik lagu ya*

Start the Habits Today!

 

Review Bayi dan Per-Carseat-an

Dalam ” last minutes ” sebelum saya melahirkan M , obgin selalu mengecek : sudahkah orang tua menyiapkan carseat.Dalam hukum California , bayi usia di bawah 2 tahun wajib mempunyai carseat . Cara menempatkannya pun tidak berhadapan ke arah depan. Namun ke belakang . Bayi-bayi itu hanya boleh melihat awan di seat  belakang.

Undang-undang Perkendaraan California sendiri mewajibkan bayi dan anak usia 8 tahun wajib memiliki carseat. Lama yah! Nasir para ortu disini begitu.. tapi penuh manfaat terutama untuk keselamatan si anak. Karena kondisi jalan tol yang kecepatannya cukup tinggi disini (75 mph) dan relatif bebas macet dalam jangka waktu lama (kemacetan terlama di jalan tol yang pernah saya alami hanya 25- 30 menit).

Baca lebih lanjut