Kiddy Activity, Parenthink, Traveling

Winter – Spring 2017 Play Time

Tantangan ibu baru dengan toddler yang hobi muter sana sini adalah diskonnya sinar mentari! Hah? Sebenarnya meski keren buat foto-foto sama dedaunan di empat musim, tinggal di negeri empat musim,  membuat ibu dengan toddler makin puyeng : anak-anak yang secara statitistik itu memang dalam setahun bisa terkena sakit hingga 5-10 kali, pada dua musim ini juga rentan terserang flu. Kami jadi banyak menghabiskan waktu di dalam rumah sementara musim dingin ini tanpa salju lho. Lalu tinggal di negeri empat  musim, sekolah pun punya jadwal libur empat kali setahun (Spring break, summer break, christmas dan fall). Hmm ini berarti anak-anak seharian di rumah, dan ibu banting tulang memasak sambil cari “mainan” asik untuk anak-anak. Alasan puyeng lain tuh  taman main umum saat winter – spring jadi tempat bermain yang kurang nyaman karena tempatnya terbuka tidak bisa dipakai saat hujan turun atau cuaca berangin. Lanjutkan membaca “Winter – Spring 2017 Play Time”

Kiddy Activity, Parenthink, Uncategorized

Baca-Tulis untuk Anak Balita?Hmmm…

Sayup-sayup terdengar M menyenandungkan lagu ABC. Karena beberapa waktu lalu ia melihat sebuah video lagu huruf – huruf itu berjoget. Saya senang ia jadi kenal dengan alfabet. Tanpa harus dipaksa, ia tahu huruf-huruf itu. Namun jadi terpikirkan ,apakah M perlu tahu alfabet? Sekedar nyanyian saja atau perlu baca juga? Baca kata atau apa bagaimana ya?

Teringat masa spesial. Beberapa tahun lalu saya menjadi guru anak kebutuhan khusus. Dunia pendidikan yang berbeda suasana juga metode yang diterapkan- 180 derajat dari tempat sebelumnya Biasanya saat mengajarkan TK umum, saya akan mengajarkan anak sesuai tema bulan itu, sesuai panduan mengajar / lesson plan. Akan tetapi, untuk mengajarkan anak kebutuhan khusus, kami diminta mengganti sudut pandang. Anak berkebutuhan khusus tidak bisa mengikuti kurikulum sekolah umum (yang super kompleks deh ya kurikulum milenial sekolah Indonesia- Lol ). Gurulah yang membuatkan lesson plan personal sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Dari mereka, tersingkap banyak inspirasi cara belajar baca yang  berbeda. Mereka tak siap untuk menulis. Kebanyakan mereka memiliki masalah motorik halus (fine motor skill) dan motorik kasar (gross motor skill). Motorik halus adalah kemampuan otot kecil,   di bagian tangan. Contoh kegiatan  yang menggunakan otot ini seperti menggenggam dan memegang benda. Karena kondisi khusus anak, guru memberikan target pelajaran  secara berbeda. Untuk kemampuan  berbahasa, berkomunikasi diutamakan meski dengan kartu atau isyarat , lalu  baca gambar dahulu dibandingkan baca kata. Termasuk penguasaan mengenal objek nyata / tindakan dari kata yang dipelajari. Metode berbeda dengan guru mengajar baca pada umumnyakan? Tapi itu membuat mereka lebih paham sebuah makna kata.

Lanjutkan membaca “Baca-Tulis untuk Anak Balita?Hmmm…”

Parenthink

NgASI sebagai Ibu Baru di Tanah Rantau

NgASI harus dimulai dari kedekatan ibu dan bayi. Lalu mindset happy with baby kudu dijaga terus agar bisa semangat dan senang ngASI. Meski LELAH, LETIH, KANTUK.

Hari pertama hingga kerelaaan ibu ngASI pasti penuh perjuangan.
Minggu-minggu pertama ngASI hingga hari ke 30 penuh dengan pompa time, lalu lecet bad latch juga PD bengkak. Kebetulan saat bayi lahir ada liburan Memorial Day ( hari libur Amerika Serikat) , buat saya hari itu jadi Engorgement Day:)

Lanjutkan membaca “NgASI sebagai Ibu Baru di Tanah Rantau”

Kiddy Activity, Parenthink

Daftar Kebiasaan untuk Anak 1 Tahun

Tak terasa si kecil M tahu-tahu jadi calon toddler! Dulu saya hanya menggendongnya, sesudah paham merangkak, naik turun , merambat dan ia pun berjalan..

Kini ia  ke sana ke mari ..

Mengambil semua benda..

Sensory play

Mengamati yang saya contohkan…

Ini.. Itu..
Ini.. Itu..

Jika diibaratkan dengan proses penelitian, si satu tahun ini ada dalam fase sibuk “mengumpulkan ide-brainstorming- dan mengumpulkan data” . Apa yang ada di sekitar mereka, efek  apa yang didapat jika melakukan sesuatu. Namun anak kecil 1 tahun ini bukan berarti saya biarkan seperti topan yang memporak-porandakan isi rumah. Sedikit-sedikit meluapkan kegembiraan dengan menuang isi sabun, menyelam dalam cucian bersih yang baru dilipat, serta aneka kebiasaan ekplorasi khas anak 1 tahun lainnya.

Selama bekerja untuk anak-anak  autis dan kebutuhan khusus lain, saya belajar banyak dari bagaimana mereka belajar. Sering kali murid yang datang di lembaga belajar kami adalah anak-anak yang belum memiliki kemampuan komunikasiMisalkan usia 8 tahun masih belum paham menyatakan ya dan tidak. Nah karena kekurangan itu maka pelajaran yang diberikan kepada para anak itu bertopik seputar komunikasi. Di situ saya melihat berkomunikasi sesuatu yang terlupakan dikenalkan oleh orang tua. Nah pernah juga teman saya berkomentar di sebuah ruang nursing dan ganti popok, seorang anak bertubuh besar (sekitar 7-8 tahun) datang, dengan diapernya digantikan oleh pendamping. Kalau ingat hal itu saya  jadi kasihan pada anak itu. Jelas sekali ada hal yang kurang dari anak itu dari skill mengurus diri.

Lalu kondisi saya sebagai ibu yang tinggal di negeri antah berantah jauh dari keadaan akan sumberdaya manusia yang terjangkau. Saya tidak bisa cari tukang cuci dengan biaya murah, atau sekedar menghire mba tukang masak untuk mengganti skill memasak saya yang beginner :D, sehingga memaksa saya harus mengajarkan kemandirian pada M. Jika ia tidak mandiri dan selalu harus dibantu, kelar sudah agenda harian memasak, beberes rumah, menjaga kulit agar kinclong 😛 Boro-boro bisa lihat Goblin dong.. :p

Setelah mengamati M hampir 8 bulan ini.. BUANYAK hal bisa kita biasakan pada anak bayi 1 tahun yang super eksplorer. Tujuannya agar si anak 1 tahun ini  bisa melakukan berbagai kemampuan  secara mandiri (kelak, entah kapan, jangan ditargetkan…) Yang terpenting, kita memulai membiasakan pada si 1 tahun. OH “kita” itu berarti saya dan suami saya, ibu dan suami ibu, atau jika si anak satu tahun sehari-hari diasuh dengan eyangnya, pembiasaan juga harus dikerjakan oleh si eyang. Jika salah satu dari pendamping anak satu tahun kita ini tidak membiasakan, jangan sampai terjebak pada manipulatifnya anak 2 tahun. Semakin besar anak 1 tahun kita, ia semakin pandai, mana pendampingnya yang melayani dan mana pendampingnya  yang mengajarkan kemandirian. Ingat tantrum dan terrible two’s si M dimulai dari menolak nolak  sambil ” menghempaskan “badan di usia 9 bulan , lalu makin canggih ketantrumannya 😌 bayi  kita itu mulai mengerti makna pundung berlebihan (tantrum) dan reaksi pertama kita pasca pundung *pengalaman saya dipundungin anak bayi 15 bulan yang ngambek ga mau diminta meninggalkan tontonan*

Beberapa kebiasaan yang bisa diajarkan kepada anak 1 tahun dimulai dari :

Berpakaian

  1. Proses Buang Air Kecil / Buang Air Besar di toilet 
  2. Lepas / Pakai baju -celana
  3. Lepas /  Pakai kaos kaki -sepatu
  4. Menyisir
  5. Proses Mencuci tangan

Bahasa + Komunikasi

  1. Mengulang kata dan suku kata yang dipakai sehari hari
  2. Meniru kata baru 2-3 suku kata
  3. Menyimak cerita
  4. Meniru nada bicara 
  5. Mengamati pembicara
  6. Mengulang kejadian lewat kosakata yang pernah diajarkan.
  7. Membiasakan kata / bunyi tertentu dengan kejadian tertentu ( permisi jika ingin lewat, terimakasih sesudah memberikan sesuatu, bertepuk tangan sesudah berhasil mengerjakan sesuatu)
  8. Mengulang nada lagu kesukaan / bunyi benda ( misal: bunyi mobil brmm, ular hish dll)

Fine Motor Skill (Motorik Halus) + Kebersihan

  1. Lap benda
  2. Mencuci benda
  3. Menuang cairan dari wadah 
  4. Membuka tutup wadah ( kotak – botol minum – laci – lemari dll)
  5. Melipat 
  6. Menumbuk ( misal dengan ulekan)
  7. Mencampur benda padat dan cair
  8. Menyamakan bentuk / gambar
  9. Memasukkan benda ke dalam lubang
  10. Membuang sampah
  11. Membereskan Mainan
  12. Melipat baju / celana
  13. Menyiram tanaman

Sosial + Emosi

  1. Mengenal perasaan (sedih, senang, marah, kesal, lapar, haus, kantuk dll )
  2. Memahami perasaan sendiri
  3. Mengamati perasaan orang lain
  4. Menggunakan benda bersama-sama
  5. Mengenal aturan mudah (habis main bereskan)
  6. Mengenal keluarga dan kerabat 
  7. Menyapa 
  8. Menjabat tangan / high five / salim

Ritual Keagamaan

  1. Mengenal dan menyebutkan doa 
  2. Membiasakan berdoa
  3. Mengenal waktu shalat /ibadah
  4. Mengenal tempat ibadah
  5. Mengenal perangkat ibadah (alat sholat, wudhu, kitab suci dll)

Keselamatan Pribadi

  1. Mengenal bagian pribadi tubuh
  2. Menutup bagian pribadi tubuh / aurat
  3. Menjauhkan diri dari benda tajam / keadaan bahaya ( misal: mobil yang lalu lalang di jalan )
  4. Menjauhkan diri dari kotoran sumber penyakit (feses, sampah dll)
  5. Mencari perlindungan ketika takut
  6. Mengenal keluarga inti ayah/ibu atau kerabat terdekat

Beberapa Manfaatnya….

Saya senang M bisa diajak berkomunikasi dua arah saat ia ngambek gak jelas. Sekedar mengucapkan ya dan tidak. Saya senang ketika ia memilih sepatunya sendiri saat saya terburu-buru menyiapkan hal lain, sebelum kami pergi bersama. Saya pun girang melihat M sibuk melepas celananya yang basah kena urine (ia sedang dalam potty training ). Dan insha Allah banyak kemampuan lain yang membuat beban hidup kita sebagai ortu ribet mengurusi anak dalam masa tumbuh kembang, berkurang sedikit, tapi dipenuhi kebanggaan si anak sedang belajar mengurus diri. Belajar Calistung penting. Tapi kalau urusan self care, komunikasi,  anak saya nantinya masih dilayani, saya khawatir ia menjadi manusia setengah -setengah.. (pribadi setengah matang 😦   ) serta tidak bisa mengerti apa yang dirinya butuhkan. Percayalah, selama mengajarkan kebiasaan-kebiasaan di atas, akan muncul ilmu lain yang bisa ia pelajari atau kita elaborasi…ilmu matematika, ilmu sains, ilmu agama bahkan art and craft! Karena kita memfasilitasi kemampuan berekplorasi mereka.

Shopping Time!
Shopping Time! Sebelumnya M kesal karena saya ambil alih stroller yang sedang ia dorong. Saya bertanya apakah ia mau mendorong stroller lagi? Saat itu ia belum bisa mengucapkan “yes”, lalu ia mengangguk tanda ia menyatakan keinginan untuk mendorong stroller.

 

Nah list kemampuan diatas akan terus ditambah seiring si anak 1 tahun makin besar dan selalu menyerap hal baru . Sukses BISA melakukan poin-poin diatas, jika diBIASAkan. Yang terpenting tidak menyamakan kemampuan anak dengan anak lain. Setiap anak adalah individu unik yang punya kemampuan belajar yang berbeda termasuk cara ia menafsirkan kembali yang pernah diajarkan.Unggah juga Printable Diari Perkembangan Anak , klik link dibawah  ya:)

Diari Perkembangan

Start the Habits Today!

LS

Kiddy Activity, Parenthink, Traveling

Review Bayi dan Per-Carseat-an

Dalam ” last minutes ” sebelum saya melahirkan M , obgin selalu mengecek : sudahkah orang tua menyiapkan carseat.Dalam hukum California , bayi usia di bawah 2 tahun wajib mempunyai carseat . Cara menempatkannya pun tidak berhadapan ke arah depan. Namun ke belakang . Bayi-bayi itu hanya boleh melihat awan di seat  belakang.

Undang-undang Perkendaraan California sendiri mewajibkan bayi dan anak usia 8 tahun wajib memiliki carseat. Lama yah! Nasir para ortu disini begitu.. tapi penuh manfaat terutama untuk keselamatan si anak. Karena kondisi jalan tol yang kecepatannya cukup tinggi disini (75 mph) dan relatif bebas macet dalam jangka waktu lama (kemacetan terlama di jalan tol yang pernah saya alami hanya 25- 30 menit).

Lalu ketika bayi lahir, si mungil akan menikmati carseatnya. Biasanya ibu baru pasti senang dengan bayi dan perlengkapan ini .  Bayi newborn begitu kecil di dalam carseat yang geda *kemudianselfiebersama* seolah si kecil terjaga dengan aman.

Tapi tunggu … Beberapa newborn berkepribadian sangat menarik. Doyan sekali tidur  di dalam meski mobil berhenti . Ada juga anak bayi tak bisa diam selalu rewel, saat di carseat, walau mobil goyang- goyang naik turun di jalanan. M termasuk bayi yang anteng di dalam carseat.

newborn carseat
Masih kondisi newbie baby… Jadilah ia pules pelor 😀

Kemudian menginjak usia bayi menjadi 3 bulan, kita perlu membuat carseat jadi menarik . Gantungkan di carseat aneka mainan  bebunyian, warna apik corak cerah , jangan lupa berikan mainan yang bisa digenggam, mirror untuk mengintip bayi lewat spion tengah; hanya beberapa cara saya menambah kebahagiaan bayi di dalam carseat. Usia 6 bulan ke atas, saat bayi mulai berdiri dan tertarik dunia sekitar, carseat bisa  jadi “penjara”  bagi si kecil.

Saat terburuk dengan carseat adalah saat adegan “drama” datang…

  • Jalanan Macet: Saat kami mudik, M (6 bulan) super kesal karena lalu lintas di Bogor tidak selancar di jalanan Cali. Ia menangis dan menangis. Panas, dan terus-terusan stuck di jalanan membuat si 6 bulan kesel. Akhirnya saya yang ada dismaying car seat menampilkan kipas tangan. . Tak lupa aksi menggoyang carseat demi kenyamanan sang bayi, showtime dendangan lagu dan  cilukba dipertontonkan pada beliau 😀 Sambil meminta sang supir melaju cepat-cepat tentunya.

Cerita mudik bayi M di sini : Mudik to Jakarta with 6 months Old Baby

  • Saat bayi kehausan dan masih nenen  di dada.. Si bayi M masih belum diperkenalkan dengan botol ( saya targetkan tidak menggunakan botol kecuali darurat jika saya sakit sesudah 6 bulan) . Namun kami sedang menempuh jarak jauh dalam perjalanan dan si bayi mulai berteriak minta nenen. Akhirnya kami putuskan melipir, keluar exit  tol yang bukan tujuan kami . Mobil kami parkir demi si bayi dikeluarkan dari carseat untuk nenen. Nah ide bagus kalau terjadi kegentingan seperti ini untuk melipir ke ice cream shop nih haha.
  • Musim panas: bayi rewel  di tengah perjalanan . Kalau diperhatikan , bahan carseat, semahal apapun harga car seatnya, saya lihat semua tak nyaman bagi kulit. Bahkan sirkulasi udara di dalam carseat juga cenderung mampet. Maka saya tak pernah gunakan selimut full menutup car seat . Ternyata hal ini berbahaya bagi bayi, bisa mengakibatkan kehabisan napas karena sirkulasi udara yang tidak mengalir dengan baik ditambah bayi akan kepanasan karena material carseat tadi. Jika ingin menutupi dari sinar matahari yang menghampiri , saya pilih muslin – kain tipis untuk bedong. Sambil menghibur dengan menambah volume AC hingga menempelkan wipes ( tisu basah ) pada M😅
  • Bayi meronta dan selalu ingin keluar . Namanya toddler ( usia 1 tahun plus) , apa aja bisa jadi salah deh. Terutama kalau ia ngantuk berat. Nah inilah saat tersulit, ketika harus rela dengar bayi menangis dan meronta dan  menolak didudukkan di carseat. Kalau sudah terlihat mengantuk, saya biasa tetap memaksa ia masuk sambil diberikan mainan atau benda yang menarik perhatian. Tak lama Insha Allah ia akan tidur.
  • Pernah juga tujuan perjalanan masih 30 menit menuju tempat tujuan lalu ia bosan di carseat. Saya biarkan ia menangis keras meski menyayat hati, sambil menghitung mundur selama mendekat ke tempat tujuan. Sambil mendukung kesabarannya bersusah payah  tak lupa saat ia berhasil sabar duduk di carseat berikan pujian. It was soooooo good for me! Saat M tidak nyaman namun tidak bisa mengatasi dan saya tahu ia ingin keluar carseat, saya harus disitu dengannya agar ia tidak merasa terlalu sedih.
  • Seperti halnya juga jika saya duduk bersama  supir , saya harus pastikan ia punya pegangan seperti mainan.

Aneka cara yang biasa dilakukan agar si bayi tak bosan dan terhibur…

  1. Ngocehlah dengan si bayi
  2. Berikan snack kesayangan
  3. Berikan mainan .
  4. Berikan lagu kesayangan lalu lakukan car karaoke bersama.. semakin banyak orang bernyanyi semakin seru
  5. Duduk dekat bayi untuk membacakan cerita, snack dan permainan dengan gerakan tangan.

Keselamatan berkendara dengan si M adalah nomor satu. Sekalipun demi keselamatan hal itu tidak nyaman baginya, kami wajib membiasakannya. Pernah bepergian tanpa carseat namun saya tak nyaman. Waktu itu saya “beruntung “tidak ditilang. Namun perasaan bersalah datang karena  tidak memprioritaskan anak tersayang. Kan peraturan dibuatkan untuk keselamatan M, jadi kita sebagai orang tua wajib memprioritaskan hal itu.

By the way, bukan hanya naik mobil ya yang diatur dalam undang-undang Berkendara California. Saat naik sepeda pun wajib menyediakan seat khusus untuk bayi / anak. Untuk naik kuda belum hanya ada peraturan dari mamang tukang kuda:D

Sumber :

Happy Traveling!

LS

 

Parenthink

Daptar Pertanyaan Retoris di Dalam Obrolan

1.”When, will you tie the knot? “

*BRBnyarisimpul*

Pasti itu pertanyaan di atas muncul deh setiap Lebaran bagi kita-kita  yang belum menyebar undangan pernikahan. Tiap mau salaman ambil angpao, lah muncul pertanyaan ini. Tiap mau makan opor, kok yang bikin opor ngobrol ini. Duh, Allah, andai saya bisa jawab sakit hati saya bertahun-tahun karena ditinggal X menikah (hanya perandaian masalah pribadi orang yang kita basa-basiin).

Tahun berlanjut, Alhamdulillah setengah din sudah digenapkan. Akhirnya…!!Eh jangan senang dulu… Ada pertanyaan lanjutannya sesudah menikah ciiin ;))

2.”Sudah punya anak belum? Sudah isi belum?”

Senangnya jika kalimat itu bisa dijawab dengan doa, “Insha Allah, mudah mudahan segera. Mohon doa ya . ” Tapi kesabaran untuk menjawab dengan nada yang baik, juga kadang sulit. Ingin teriak, ingin balik nanya dengan kondisi yang si penanya gak punya, ah godaan setan lah untuk menghardik. Atau sekedar menjawab “next question?” :p

Pertanyaan itu timbul karena mereka tidak kenal baik kondisi kita, ingin berbasa-basi, mungkin bisa jadi punya sifat kepo level akut. Bagaimana pun juga sebagai teman, kerabat, sebaiknya tidak menyodorkan pertanyaan ini pada pertemuan pertama. Biarkan berita soal anak-anak ini datang dari mereka teman-kerabat kita. Banyak sekali teman yang mengalami shock jadi benci karena pertanyaan ini. Pertanyaan yang mereka sendiri tidak bisa jawab, kapan buah hati bisa mereka miliki. Mereka mungkin sudah berusaha, namun belum juga ada hasil. Karena ketidak berdayaan mengatur soal rejeki anak ini, sebaiknya kita memilih topik basa basi lain.

Tahu betul rasanya, tidak tahu bagaimana jawab pertanyaan, yang jawabannya ada di tangan Tuhan. Namun kewajiban menjawab pertanyaan tentang takdir itu, akhirnya bisa gugurkan. Karena pertanyaan itu akan dijawab dengan perintah kepada penanya, untuk mendoakan dan bilang aamiin.

Anak itu titipan. Anak pun kebahagiaan. Ketika belum ada yang menitipkan kebahagiaan itu, apakah kita akan terus merongrong pertanyaan kepada pihak yang belum dititipkan? Seolah kita bisa memiliki solusi jitu dan benar atas masalah ini. So…. perhatikan, akankah pertanyaan kita soal anak kepada para pasangan baru menikah – sudah lama menikah, bisa menjatuhkan mereka, mungkin malas berkomunikasi lagi dengan kita. Think more, twice or more, before you ask it buddy.

3.”kamu kok (…kurusan / gemukan / jerawatan… ) kapan hamil anak ke 2 , etc..?”

Saya jarang  menemukan pertanyaan ini selama mukim di US, kecuali ketemu orang Indonesia pasti pertanyaan ini muncul:D Kata teman saya sih karena kultur basa-basinya orang Indonesia itu rada ganas. Why? Pertanyaannya selalu KEPO sama urusan pribadi orang lain. Wallahu alam bisshawab ya.. Tapi ya menurut saya kembali ke pribadi masing-masing. Kalau emang KEMAL banget mendingan stalking sosmednya aja buk:p Bagi saya pertanyaan seperti ini dibikin pertanyaa retorika aja, jawab dengan senyum.

Masalah kurus gemuk jerawatan kinclongan, itu kan cuma kita yang tau. Sebelum bertanya begitu sebaiknya sih lihat kondisi sendiri. Senangkah kita ditanya hanya karena dari segi fisik? Padahal kita mungkin sedang berusaha keras menjaga kesehatan. Menjadi lebih kurang pada sisi fisiknya mungkin orang itu punya masalah pribadi, hingga terjadi perubahan signifikan. Jika kita bertanya seputar fisik yang ia sendiri tidak ingin hal itu terjadi, rasanya bukan basa-basi yang tepat.

Bayangkan pula jika tengah pembicaraan ditanya soal hamil, padahal mungkin teman kita yang kita basa-basiin (kepoin) ini luar biasa berusaha hamil, namun masalah bertubi-tubi datang. Apa gak bikin teman kita malah semakin kepikiran. Padahal kan mo hamil ga hamil atau hamil berkali-kali itu selalu ada rencana Tuhan.

Pertanyaan retoris ialah pertanyaan seputar masalah pribadi yang kita tak ingin bagi dan dikaji orang lagi.. Sip?

4.”Anak kamu kok ….?”

Teman-teman saya sebelll pisan kalau urusan anak dibawa-bawa. Padahal ia jumpalitan mengurusi anak , lah ini orang-orang komentarin BB si anak. Mereka nggak tahu betapa BB anak itu sesuatu yang tidak mudah dilakukan. Kaya kita aja suruh menjaga diet non lemak terus BB kita up and down (atau up ga pernah down!) Sakit hati? Iya lho, teman-teman saya kesel kalau anak yang dijaga 24 jam/7hari itu dikritisi. Sementara yang mengkritisi bukan dokter atau nutrisionis.. Malahan mungkin hanya kepoinist.

Moral behind the KEPO soal anak dan Rumah Tangga… Plisss atuhlah stop komentarin urusan domestik tersebut. Pendam dan buang jauh ingin berkomentar. Kita tak tahu usaha apa yang sudah dilakukan sang orang tua untuk membesarkan anak mereka. Satu hal yang pasti, ketika saya jadi orang tua, selalu banyak episode sedu sedan. Meski di IG muncul foto anak yang happy.

5.” Jilbab kamu kok …… ?”

Really annoying! Masalah spiritual dikaitkan dengan masalah pakaian. Kalau mau mulai berdakwah, jangan dimulai dengan kritisi. Proses hijrah orang berbeda-beda. Respect to that point please. Hal ini bahkan akan menjauhkan kita dari target da’wah, why? Kamu tidak beri solusi pada dia. Kamu berikan nilai negatif dirinya dengan argumen da’wah mu…Bagaimana ia akan mendengarmu menilai kamu  yang tepat untuk dijadikan diskusi?

Suatu hari saya menghadiri majlis ilmu di wilayah San Francisco Bay Area Amerika Serikat. Semua teilhat normal isi materi ceramah tentang islam – dengan light topic sekedar etika, sejarah Islam dsbnya. Namun peserta yang hadir: tatoan, muslimah yang tak berhijab sehari-hari , orang yang tertarik dengan islam,  ada juga bule alis pirang berhijab dan sebagainya. Tentunya mereka  menyesuaikan diri ketika masuk ke ruang sholat. Namun saat di ruang studio (mereka punya studio untuk live broadcast), mereka kembali jadi diri mereka.  Kebanyakan mereka adalah convert alias mualaf. Mereka hadir dari keluarga yang berbeda-beda. Pastinya bukan keluarga yang menganut Islam. Maka mereka memerlukan tempat yang mengerti proses hijrah di keluarga non muslim. Kita sebagai saudara seiman wajib merangkul mereka tanpa menghakimi penampilan mereka.

Simak video Kalina Silverman yang tidak memulai  basa-basi alias small talk dalam pembicaraan:

How to Skip the Small Talk and Connect With Anyone | Kalina Silverman

Quotes

So silent is gold. Better than “mean” small talk. Ada pertanyaan basa-basi lain yang dirasakan olehmu mengganggu ?  Reply reply reply…Tinggalkan balasan…:P

Happy Connecting Channeling !

Kiddy Activity, Parenthink

7 Waktu Pilihan Bercerita

Di siang yang panjang , karena anakku sayang tidak kunjung tidur-tidur siang. Malahan ia senang berloncatan ke sana ke mari, sambil naik turun tempat tidur, saya pun mulai bernyanyi. La la la, li li li, mama bernyanyi namun sayang si bayi semi toddler masih ingin bergerak aktif beberapa bar energi dari 5 bar:P

Saya pun mulai mengambil buku cerita. Saya membacakan cerita, lalu ia terus-terusan berceloteh dengan bahasanya. Siang itu kami tidur didahului oleh cerita M yang berkomentar bertutur tentang gambar buku juga aneka kata/bunyi baru karena si bayi saya seorang peniru kata.

 Why Story Telling ? 

Bercerita dapat meningkatkan intelegensia alias kepintaran: nalar, sosial, linguistik, kreativitas, sensori, etc… semua intelejensia tersebut bisa dimasukkan kedalam rangkaian kejadian yang kita tuturkan dalam sebuah cerita.

Bercerita kepada anak belum tentu perlu buku dan duduk bersama. Pada dasarnya bercerita alias story telling punya modal sedikit: pendengar dan kisah. Selama ada pendengar, maka disitulah story telling bisa dilaksanakan. Kisah apa yang dipilih? Mulai dari kisah  personal kita.

Selain sebelum tidur, saya  dan M punya waktu bercerita paling favorit :

Waktu Makan

Saat makan banyak hal yang bisa diungkapkan termasuk untuk berstorytelling. Mulai dari pembuatan makanan, apa yang dirasa, makanan seperti apa dan sebagainya. Dari situ seolah kita bisa mengisi kisi-kisi cerita dengan sendirinya. Bisa soal aktivitas kemarin yang menyenangkan, bisa juga ide permainan hari ini. Yang jelas, saat makan saat perut happy, saat terbaik berbagi cerita.

Mandi

Kenapa buru-buru melakukan rutinitas mandi begitu saja? Guyur bayi dengan air lalu berikan sabun? Sesekali cobalah melakukan rutinitas  itu sambil bercerita mengenai aneka rupa fisik binatang, anggota keluarga yang yang kakinya panjang kepada bayi.

Bisa juga bernyanyi sambil bercerita. Lagu favorit saya : “M has big belly.. big belly.. M has curly hair like mommy. ” Lalu saya kaitkan semua lirik itu ke dalam cerita. Gak harus cerita yang dimulai dengan Pada suatu hari…. Misalkan: “Tau gak kenapa M perutnya besar. Karena tadi makan …” sambung terus menerus kejadian yang bisa dikoneksikan ke kalimat awal  kita memulai.

Ganti Popok

Apa yang paling sering terjadi saat ganti popok anak di bawah 6 bulan? Bayi melihat ke mata Anda. Nah itu saat terbaik mengurai kisah. M senang sekali saat saya membersihkan dirinya sambil cerita soal neneknya. Untuk bayi yang sudah aktif, gunakan mainan sebagai penghubung agar ia mau diam sejenak dan mendengarkan anda. Mainan tersebut/benda tersebut juga bisa dijadikan bahan cerita. Misalkan tunjukkan boneka beruang katakan pada bayi si beruang terbatuk-batuk karena kurang minum air putih-sambil Anda tirukan suara batuk.  Buat kelanjutan ceritanya, agar ia mau mendengarkan sedikit lagi kisah si  beruang, meski sesi ganti popok selesai.

Dalam Perjalanan

Ini momen paling menyenangkan untuk bernostalgia. Saat saya membawa M ke Bogor, ia kami kenalkan angkutan kota. Meski panas, namun M menikmati hawa itu karena angin semilir. Saya pun tak kuasa bercerita tentang spot-spot di kota yang kendaraan kami lewati.

Setiap dalam perjalanan, ada waktu menunggu. Jangan buat waktu menunggu jadi bosan. Ceritakan kenapa kita harus menunggu. Lalu bisa disambung ke cerita ketika anda menunggu jemputan sekolah dulu. Tell a story of your journey !

Sering juga saat M duduk manis di dalam car seat, saya bercerita panjang lebar dengan ayahnya. Tak lama ia ikut dalam pembicaraan dengan celetukan ala M ( belum jelas kata yang keluar namun bunyinya seperti tone suara saya). Nah ini berarti M bisa menyimak pembicaraan dan ingin juga berbicara sepertinya 😬

Memasak

Sejak resign jadi anak kos, rutinitas saya setiap hari memasak. Makan pagi, siang, malam selalu saya siapkan masakan baru (jika tidak ada acara ibu pengajian:p). Akhirnya saya punya waktu bercerita dengan si bayi (sejak ia dalam kandungan ) hingga kini ia mulai meniru kata. Cerita saya saat memasak biasanya tentang makanan atau kisah asal usul bahan makanan yang terdampar di laut. Bahan  bercerita lain yaitu mengenai bumbu aneka bau atau kisah sains seperti air mendidih . Hasilnya  makanan  tersaji, sambil ramai story telling terhidang!

Apa saja dimana saja, kita bisa berkisah. Bercerita tak harus memulai dengan “jaman dahulu kala…“. Ceritakan saja hal yang kita suka, kejadian yang baru dialami, kisah klasik masa SMP dulu atau sekedar kebingungan kenapa awan biru:D  Dijamin jadi cerita yang panjang dan lebar deh. Khusus untuk bayi yang mulai meniru kata, kata-kata saat mengurai cerita kita akan ditiru oleh si copy cat. Pastikan  tinggi rendah suara kita harus diatur, agar bayi tertarik. Selain itu berikan efek-efek suara. Misalkan efek suara saat mobil berjalan atau angin bertiup. Hal ini akan membawa keseruan dan bayi pun kegelian mendengarkannya.

Happy Story Telling!

 

Parenthink

What I Felt as First Time Mom In Song Titles 

1

Because being a new Mama is  super stressful and you will agree with me!

Your life changes once the baby comes out from  the cozy womb. You will have to adapt to sleepless nights. Over years ago I was shocked with this phase of motherhood. I was too tired after contractions bombarded me for more than 24 hours, not to mention the struggle in breastfeeding all the while my baby demand me to be a soother, diaper cleaner, milk factory! :p It was felt so good when someone asked how was my feeling that time.

The first thing you should do as a new mom: get help.

Spouse – family – friends is your power. So I use them well. They helped me with meals, gave me tips and even just a shoulder to lean on😁 After finding the supporters for her, ask her something if there’s something you can do for her. I asked my husband to buy food and groceries and he even cooked😂

 

2# Song

The mom after post partum is a sensitive person. Its not just me had that feeling eh?!

They have dealt  with difficult times during labor, please be gentle after they finished their motherly  job. Give them a hug to calm them down and ask God to make their transition time after delivering a human  be an easy process. Some women deal with Post Partum Depression. A condition where they feel scared, sad and that cannot handle the baby. Some who suffered it worse, left the house or even killed their children! Please check mommy’s feelings after delivery. No matter how attached we are to the baby,  the mother is the hero.

3# Song

When you just had baby, you are in mixed feeling yeah..

But hey, life goes on Mamas everywhere! Time will make your life easier after the hardship. Your little one crying and your panda looking eyes will be immediately replaced, because you will be showered by the baby cuteness, smile, coo, laugh, babble, and many more!

 

4# Song

I was that girl that has exhausted emotion, physically tired, and you can’t beat that.Ugh!

Feel free to cry, hate and embrace all kinds of emotions, but you will also have to get up and gain more positive frame of mind from time to time.. You may be sleepy, tired with panda eyes or even smelly  – since your too busy for luxurious shower.

2#

Suddenly I felt I was the big baby who cried for help..

That days of tiring  situation made me missed a far away land called home. Back and fort, I was pressing Skype or FaceTime or WhatsApp buttons on my phone! All I want just made my self felt at home. I meant I was missing my childhood time after delivered a baby:D

6#Song

Yes I wanted the happy feeling appears, in motherhood.

We are human who can not bear anger sometimes. Many times when you are just too tired and anger kicks in within. Don’t add any bad opinion about her, don’t ask unless she tell story first. Have chit chat about something she likes. Korean drama perhaps:p

 

7# Song

Please note……Being First Time Mom its the biggest  thing in my life. In every women’s life too! 

As we all know, first thing always never run smooth. Lets respect to a new mom learning process. It is not easy for her to manage herself sometimes, now she has baby to take care with. Respect her by:

  1. Help . Even person that helping new mama to open the entrance door, it is simple thing but really helpful.
  2. Share your opinion  within portion . When she doesn’t do something really dangerous for her baby, let her do it by herself. She might doesn’t know yet that hat is important for newborn baby. Don’t immediately command her to put hat on. Validate the weather condition and say  indirectly. Let her initiate baby head is important to get covered.
  3. Support her. Its never easy being first time mom. She need support. Give some snacks, extra help during house hold chores, or anything that  she complain. If she complain about her spouse or in law, be a good listener. Shoulder to cry on is big support.

Welcome to Motherhood !