20 Aktivitas Ibu Hamil Pada Trimester Terakhir

Detik-detik menegangkan jadi ibu hamil adalah ketika tiba minggu-minggu terakhir menuju due date alias HPL . Karena ketegangan menjelang persalinan banyak ibu hamil di trimester akhir menjelang lahiran ini mendadak anxious hingga sulit tidur.

Saat mengambil kelas persalinan, instruktur saya menyarankan ibu hamil menjaga waktu tidur. Insomnia yang terjadi saat trisemester terakhir  pada ibu hamil adalah hal yang wajar. Bahkan pengalaman pribadi  saya, insomnia yang saya alami jatuh di awal minggu trimester pertama. Jauh dari hari lahiran! Namun ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan saat trimester terakhir, ketika rasa sulit tidur malam atau gelisah tiba:

  1. Main game. Bisa berupa game board atau kuis TTS. Sebaiknya bukan permainan di layar computer atau ponsel dan gadget lainnya. Hal ini dikarenakan  radiasi yang terpancar dari benda-benda tersebut tidak baik bagi ibu hamil.
  2. Merajut
  3. Menjahit
  4. Melukis
  5. Menulis
  6. Yoga (perhatikan beberapa posisi yoga yang diperbolehkan dan dilarang untuk semester terakhir ini).
  7. Berenang
  8. Latihan pernapasan
  9. Dzikir dan shalat
  10. Mewarnai
  11. Jalan
  12. Membaca buku
  13. Mengumpulkan gambar
  14. Mendesain seperti tata ruang / pakaian
  15. Menata diri seperti manikur, pijat kepala
  16. Menyiapkan keperluan bayi, seperti pakaian , alat minum, perlengkapan tidur 
  17. Membereskan koleksi benda kesayangan (selama bendanya bukan benda besar dan berat lho yaa seperti mobil atau patung tembaga 😀 )
  18. Menata dokumentasi pribadi
  19. Membuat scrap book / kipling
  20. Mendengarkan musik / audio book

Beberapa kegiatan di atas bahkan sangat dianjurkan  untuk mempermudah persalinan. Seperti latihan pernapasaan, yoga dan jalan. Ada juga salah satu ciri yang tak banyak orang ketahui menjelang HPL adalah insting membereskan rumah menjadi  sangat kuat dan rajin.Relax

Utamanya, kegiatan -kegiatan di trimester akhir ini bukan kegiatan yang bukan menggunakan ponsel alat elektronik lain yang malah menambah anxious, insomnia, melelahkan, njelimet dan ribet  tetap bisa dilakukan saat ibu hamil gelisah di tengah malam, bahkan menambah stress alias tekanan pikiran pada raga ibu hamil. Stress pada ibu hamil bukan sesuatu yang baik, terutama untuk mental sang ibu merasa rileks saat nanti harus menghadapi kontraksi- kontraksi (asli atau palsu ) bertamu. Stress juga sangat mempengaruhi kondisi bayi pra dan pasca kelahiran. Dokter kejiwaan Canada, Gabor Mate menyatakan ibu yang mengalami stress selama masa kehamilan, akan memberikan efek ADD/ADHD pada anak. Bahkan Post Partum Depression (Depresi Pasca Persalinan) juga bisa dirasakan sejak ibu hamil. Ketakutan, kecemasan berlebihan, ternyata juga banyak dialami ibu hamil. Saat ibu hamil mengalami ini hal itu harus segera dikonsultasikan dengan ahlinya. Tujuannya tentu agar sang calon ibu bisa lebih tenang dan bahagia selama kehamilan.

 

Baca juga :Tips for New Mom

 

Jangan lupa… untuk selalu melibatkan suami / anak /  kerabat terdekat selama kehamilan ini untuk menolong ibu hamil tetap rileks menjelang hari besarnya. Membangun kekuatan bersama keluarga sebagai support system ini sangat berguna juga untuk pasca persalinan nantinya. Masa ketika  malam pertama bersama bayi sang ibu sulit beristirahat  lalu 40 hari pertama yang penuh tantangan mental emosi dan raga sang ibu.

Adakah ide kegiatan yang bikin relaks bagi ibu hamil? Share di kolom komen ya:)

Happy Nurturing Motherly Instinct! 

Lanny

Tulisan ini merupakan sebagai Collaborative Writing #KumpulanEmakBlogger Kelompok Anggun C. Sasmi dengan tema Kehamilan yang ditulis oleh  Mak Dewi Indriyani.

 

Referensi:

Depression During Pregnancy

Dr Gabor Mate : Attachment and Brain Development

Iklan

Jadi ibu baru sangatlah berbahagia jiwa kalau anak udah bisa makan ya. Saat anak 6 bulan semua dilahap-hap. Bahkan meja makan aja dijilati (eh ini mah karena teething deng).Saya memulai makanan pendamping ASI untuk M di usia  6 bulan dengan metode BLW. Baby Lead Weaning sendiri seru banget. Anak tidak perlu disuapi, namun belajar menyuap sendiri. Anak  mengekplorasi sendiri menu makan  aneka sayur daging, buah.

Lalu tiba masa galau ibu saat harus mengalami kesusahan pilih menu makan untuk menambah berat. M baru saja diluluskan oleh nutrisionist (ahli gizi) setelah beberapa bulan dipantau berat badannya. Kami harus bolak-balik mereview menu makan M untuk menambah berat badannya. Sebenarnya M bukan di titik malnutrisi alias kurang gizi. Hanya dokter khawatir waktu kemarin dulu beratnya turun dari target perkembangan.  Nah disini, dokter anak selalu rewel. Ada sesuatu yang beda dari perkembangan anak kita dari pakem pertumbuhan anak, mereka sigap mereferensi orang tua ke ahli. Lalu sang dokter menyarankan sebotol susu suplemen. Saya menolak suplemen tersebut karena ada bahan dalam suplemen yang belum jelas dari nabati atau hewani. Terasa sekali beban jadi ibu kudu telaten meneliti  menu keluarga huks..

Poster Kesehatan Balita.png

Akhirnya kami mengunjungi ahli gizi. Kami bersama-sama  mengutak-atik menu makan M. Berikut daftar  makanan yang diperlukan oleh anak hingga usia 5 tahun. Lalu saat makan di luar, ada acara – acara pertemuan, apa yang perlu dikonsumsi anak balita? Hmm ini tricky banget. Kadang restaurant yang kita kunjungi tidak memiliki menu yang disukai anak atau menu anak tersedia namun tidak cukup bergizi. Sebagian makanan menu restoran yang masih diiyakan oleh ahli gizi:

  1. Hummus.  Si cocolan ini bagus untuk disanding bersama roti naan atau ayam. Kalau si kecil suka tomat, bisa juga di cocol bersama hummus yang tersedia di restoran Timur tengah. Kebetulan di wilayah kami tinggal makanan Timur Tengah jauh lebih banyak di bandingkan restoran makanan Indonesia (ini curahan hati)
  2. Ranch Dressing. Cocolan salad yang ini super creamy dan banyak mengandung lemak yang dibutuhkan oleh si kecil. Mix dengan sayuran atau daging juga enak. Kalau M biasanya mencampur ini dengan nasi !
  3. Kentang  goreng . Menu gorengan yang ini kadang sangat asin. Perhatikan baik-baik kadar garamnya oke.
  4. Ayam / Daging sapi panggang. Di sini agak sulit mencari ayam goreng tepung yang halal ya. Jadi mentok di ayam panggang (chicken rotiserrie).
  5. Sandwich. Bagian dari sandwich yang disuka anak biasanya roti dan mayonnaise. Jika si kecil doyan salad, mangga ditambahkan.
  6. Croissant. Siapa sih yang menolak pastry dengan limpahan butter? Ini enak banget juga menu cepat saji bagi anak. Bahkan pastri ini lebih baik dibandingkan donut bergula itu bun.
  7. Pizza. Meski pizza bukan daftar makanan bergizi, pizza sayuran dan keju bisa jadi menu lumayan bergizi 🙂
  8. Sayur rebus. menu ini biasa muncul bersama ayam panggang atau daging terutama sekali jagung rebus. Cocok untuk anak yang  lagi tumbuh gigi juga bisa belajar makan jagung yang masih berbonggol utuh.
  9. Ramen. Saat makan di restoran jepang bisa minta menu ini ya. Anak-anak suka deh kuah penuh kaldu sapinya. Di restoran Thai biasanya juga ada menu sup ayam yang disajikan bersama mie.
  10. Pad Thai.  Dalam Pad Thai gurih manis sambal kacang ala Thai berpadu dengan noodle yang jadi inceran utama M.
  11. Curry/kari. Jika anak lumayan familiar dengan masakan pedas berempah, mangga di cobian curry super lemak.
  12. Burger .
  13. Sayur mayur rebus.
  14. Milk Shake
  15. Susu
  16. Lentil Soup
  17. Miso Soup
  18. Ayam-telur-nasi-mie goreng
  19. Pho 
  20. Tumis sayur daging
  21. Sushi salmon (matang)
  22. Seaweed salad
  23. Lumpia 
  24. Pancake
  25. Crepe
  26. Salad Buah
  27. Hashbrown
  28. Quiche
  29. Muffin
  30. Fettucini
  31. Bakso / falafel 
  32. Bibimbap

Banyak jalan menuju gemuk ya bun, untuk balita lho. Poin yang paling ditekankan oleh sang nutrisionist adalah penyajian masakan berbahan gandum, lauk pauk berlemak dan berbahan nabati-hewani, seimbang sayur dan protein hingga kalsium. Selain itu kurangi makanan yang melewati proses pengolahan ( sosis dan nugget ), makanan mengandung garam/gula berlebih (cup cake, permen dan kue). Saran lain dari sang ahli adalah tidak menggunakan susu sebagai pengganti makanan. Ada kalanya, anak sulit makan, cara yang terbaik menyodorkan pilihan-pilihan bergizi dan bervariasi selain mengedukasi lewat cerita dan buku.

  Baca juga  Baby Toilet Trip

Pengalaman bersama M, anak senang makan jika kita makan bersamanya. Acara makan bersama ini mengajarkan banyak hal. Ketetapan waktu makan, etika makan sambil duduk di kursi, mengenal kebersamaan bersama keluarga, berbincang akrab (meski hanya seputar figur fiksi kesukaan M atau cuma bincang ringan dia sudah menemukan sendal yang hilang ), kebiasaaan makan minum dengan dimulai doa dan adab makan dengan tangan kanan, makan sambil duduk , makan tanpa distraksi benda (mainan/  alat elektronik/ gadget). Romantis bukan? Kalau dulu usai lahiran belajar perlekatan ngASI, kini jadi ibu dengan toodler belajar makan romantis.  Dari acara makan bersama kita bisa mendekatkan diri pada anak. Tujuannya agar  anak terpenuhi kebutuhan raga dan rohani. Yuk makan – makan di luar, di teras rumah 😀

Lanny

 

Referensi:

WebMD-Feeding Toodler

Siapa yang anaknya sedang sering tantrum? Sama dong. M beranjak tiga tahun sedang heboh-hebohnya mengeluarkan tangisan dan  “melantai”. Apakah normal? Yeah, namanya juga lagi terrible two’s kalo kata orang sini, alias usia dua tahun yang penuh keribetan. Alhamdulillah jika kita diberikan kekuatan tidak ikut marah saat , melihat tangisan pecah , raungan melengking. Pernah lihat sih secara live, orang tua di depan publik mempermalukan anak dengan kalimat “Jangan nakal! Kalo nggak bapak pukul! Jangan cengeng!” Malah saya ikutan deg-degan bikin trauma mendengar cara mendisiplinkan anak yang seperti itu. Adakah cara lebih baik untuk membentuk perilaku anak?

Dalam buku The Whole-Brain Child yang ditulis oleh Daniel J. Siegel, M.D. dan Tina Payne Bryson, PH.D., memberikan strategi-strategi untuk membentuk perkembangan pemikiran anak agar pribadi yang lebih baik, lebih tenang, dan merasa lebih happy dengan menggunakan seluruh bagian otak (  otak kiri dan otak kanan ).

Pembaca diajak mengenal bahwa otak dibagi seperti rumah dengan dua lantai. Lantai atas adalah otak yang berfungsi untuk merencanakan, berpikir, sementara otak bagian bawah memiliki fungsi yang berkaitan dengan refleks seperti berkedip juga emosi seperti marah, takut, dan bernapas.

Buku ini juga menjelaskan fungsi otak kiri  dan kanan. Otak kiri menyukai sesuatu yang logis, literal, menempatkan sesuatu pada urutan dan unsur kata- kebahasaan. Otak kanan menyukai sesuatu yang secara keseluruhan , komunikasi non verbal seperti ekpresi wajah,kontak mata dan nada suara. Bagi anak usia di bawah tiga tahun, dalam perkembangannya mereka belum bisa menggunakan kata-kata untuk mengekpresikan perasaan dan menggunakan daya logika. Maka untuk memperoleh keseimbangan dalam fungsi otak yang optimal, kita mengajarkan anak untuk menggunakan kedua bagian otak.

Untuk itu metode khusus yang sesuai dengan perkembangan otak anak pun dikenalkan dalam buku ini. Tujuannya anak dapat menggunakan fungsi otak yang tepat saat gelombang emosi (seperti saat anak  tantrum):

Connect berarti orang tua harus hadir saat anak bergulat menghadapi perasaan tidak enak . Seperti jika anak 2 tahun menangis meraung, tetaplah bersamanya . Lalu Redirect : arahkan anak untuk mendisiplinkan anak dengan mengenali penyebab tantrum, pelajaran apa yang bisa disampaikan kepada anak dan bagaimana cara terbaik mengajarkannya. Dan yang paling penting cara menyampaikan pelajaran  dengan fun bukan seperti memberitahu dengan memerintah.

Duile susah ya, kita harus menahan marah setelah dia anak meraung-raung eh terus suruh jadi  fun ngajarin anak. Dari hal ini terlihat sih, betapa chaos dan labil pikiran anak.  Sering terjadi saat M  bisa ketawa-ketiwi setelah nangis heboh loh. Jadi tunggu saja setelah kehebohan usai, kita memberikan petuah nan bijak sana (musik pendukungnya kira-kira seperti di adegan iklan minum teh gitu smeriwing chill cool :P).

Berikut rangkuman 12 strategi yang bisa diajarkan kepada saat anak mengalami kesulitan-kesulitan seperti , dengan menggunakan otaknya secara keseluruhan:

Whole Brain Strategy #1 : Orang tua melakukan connect-redirect dan mengajarkan anak metode yang sama saat gelombang emosi datang.

Whole Brain Strategy #2 : Orang tua menggunakan kemampuan bercerita untuk menenangkan emosi anak yang meluap.

Whole Brain Strategy #3 : Orang tua berpartisipasi dengan kegiatan anak untuk menstimulasi otak anak bagian atas.

Whole Brain Strategy #4: Mengajarkan anak untuk berlatih menggunakan otak bagian atas , karena otak sesuatu yang fleksibel bisa dibentuk dengan latihan. Seperti  membuat keputusan, mengkontrol emosi-emosi , gerak tubuh, pemahaman diri, empati, dan moral.

Whole Brain Strategy #5: Mengajarkan anak untuk menggerakkan tubuh dalam aktivitas fisik untuk menghindari kondisi  “hilang akal”  ( misal saat menolak perintah).

Whole Brain Strategy #6 : Menggunakan remote control pikiran untuk memainkan ulang memori yang pernah terjadi dengan bercerita mengenai memori buruk yang pernah terjadi.

Whole Brain Strategy #7 : Membuat kumpulan pikiran  sebagai bagian dari kehidupan sehari- hari dalam keluarga dengan mengajarkan anak bercerita tentang kejadian yang baik dan tidak baik.

Whole Brain Strategy #8 : Mengajarkan anak paham bahwa perasaan datang dan pergi. Tidak selamanya kita merasa sedih dan marah dan sebagainya.

Whole Brain Strategy #9 : Sensasi, memori , perasaan, pikiran untuk  memberikan perhatian pada  apa yang sedang terjadi di dalam tubuh dan memahami kondisi yang anak alami.

Whole Brain Strategy #10 : Mengajarkan anak untuk kembali ke fokus pikiran untuk mengambil keputusan dan perasaan yang netral setelah anak mengalami sesuatu yang meresahkan.

Whole Brain Strategy #11 :Menggunakan imajinasi dalam pikiran anak  agar anak dapat memandang dan berinteraksi dengan dunia. Tak hanya jadi orang tua yang dianggap tua, kita bisa menjadi orang tua yang ceria, konyol, memberikan perhatian pada hal yang mereka suka, kita mengkoneksikan diri dengan anak saat melakukan sesuatu aktivitas dan juga saat  terjadi  konflik yang mereka alami.

Whole Brain Strategy #12 : Anak diajak mengkoneksikan dirinya saat terjadi  konflik dengan orang terlibat dalam konflik, serta mementingkan keberadaan “kita” yang berarti anak dan orang lain, dengan cara:

  • melihat dari opini orang lain yang terlibat dalam konflik, kondisi orang lain yang terlibat dalam konflik,
  • mengajarkan anak komunikasi non verbal  dan menyadari kehadiran orang yang terlibat dalam konflik,
  • mengajarkan anak melakukan sesuatu perbaikan setelah terjadi sebuah konflik.

Menarik ya otak kita yang begitu fleksibel, hanya dengan melatih fungsi otak kiri kanan  setiap hari, dapat membantu kita memahami anak dan menumbuhkan cara berperilaku lebih baik dan merasa lebih happy, tenang  untuk masa depan mereka.

 

Happy Reading!

Lanny

Tulisan ini dibuat sebagai bagian partisipasi dari  #KEBloggingCollab, Collaborative Blogging kelompok Anggun Cipta Sasmi, dengan  post trigger  dari Mak Unga Tongeng dalam Pesan Agama Tuk Remaja Melalui Komik.

Untaian bunga indah itu begitu menawan. Seolah diambil dari dataran tertinggi karena pancaran bunganya begitu indah. Hari itu seorang wanita tengah dipersunting oleh pria kekasihnya. Banyak mata menyaksikan janji suci sang lelaki kepada orang tua sang wanita. Takdir pun menyiratkan dalam beberapa menit, mereka sepasang suami istri kini. Pesta meriah berjejal sanak saudara yang datang mengucapkan doa, hiburan yang meriah. Hari akan berlanjut bagi kedua mempelai. Sisanya janji pernikahan harus dibuktikan, sebisa mungkin seumur hidup sekali. Dalam susah dan senang, ada sekali -ganjaran yang menggerus keimanan, menghabiskan jiwa raga manusia yang mengalami badai ujian. Ujian sebutan bagi orang yang beriman. Kesulitan sebutan bagi bahasa orang awam. Musibah sebutan bagi media gosip.

Kapan datang ujian  pernikahan? Bayangkan jika sepasang kekasih yang baru menikah, namun kemudian takdir berkata lain, sang lelaki adalah suami sah wanita lain.  Ujian itu kadang berlapis. Saya tahu ada pasangan dengan  faktor ekonomi mereka selalu diatas rata-rata khlayak orang Indonesia. Lalu mereka menjalani ujian dengan datangnya kehadiran sang buah hati , kemudian buah hati itu didiagnosa dengan hadirnya keterlambatan perkembangan. Bukan sekedar tak bisa bicara, namun juga cacat fisik.

Ada yang awal pernikahan semua indah. Hingga satu ketika sang ayah / ibu menunjukkan sifat aselinya. Mereka yang disebut mertua tak selalu mendukung keputusan pasangan suami istri. Disitulah muncul karakter aseli sang suami/istrinya. Dramanya berlanjut hingga akhir hayat. Biasanya anak akan memilih kedekatakan pada salah stau pihak saja. Keluarga ayah atau keluarga ibu. Ini juga nyata. Ujian seumur hidup.

Terbanyak dalam sejarah, pernikahan dijalani dengan ketidakseimbangan karakter. Suami tidak sesolih atau sebaik yang diimpikan. Atau sebaliknya istri bukan menjadi karakter idaman. Begitulah pernikahan. Sebuah proses yang menunjukkan keaselian karakter seseorang. Tak peduli betapa baik karakter itu tersembunyi, pernikahan selalu membuka wujud seseorang.

Sejarah juga mencatat, pernikahan yang salah sejak awal terbentuk. Misalkan sepasang kekasih harus menikah karena diawali dengan kehamilan sang wanita. Untuk kasus ini, banyak dibuktikan dalam waktu bertahun-tahun berikutnya. Seberapa kuat cinta  dalam hubungan mereka. Kadang Tuhan menakdirkan hal yang selalu sama untuk hal ini. Perceraian jadi jalan keluarnya.

Begitulah, untuk kalian yang sedang jatuh cinta. Pastikan cinta itu bisa dibentuk jadi baik agar abadi. Meski nanti ujian-ujian dalam pernikahan melanda. Pastikan kalian tahu saat emosi dan pengaruh negatif lain datang, disitulah karakter seseorang kita nilai. Pantaskah orang ini kita cintai , kita berjuang dan berkorban bersamanya, dalam sebentuk janji pernikahan.

Sebelum menikah, saya tidak tahu jatuh cinta bisa berulang kali. Sebelum  menikah saya tidak tahu semakin lama seseorang menikah kepercayaan selalu jadi ujian. Sebelum menikah saya tidak tahu berkah pernikah begitu dahsyat karena doa suami kepada istri dan sebaliknya bisa mengubah keadaan. Meski keadaan itu sangat buruk.

Ada yang menikah lalu tak memiliki buah hati. Allah memberikan mereka bulan madu selamanya. Ada yang menikah lalu buah hatinya spesial needs / berkebutuhan khusus, mereka pun makin peduli pada keluarga spesial needs lain. Ada yang menikah lalu diruntuhkan oleh berita bohong kemudian kembali bersama lagi.

Itulah berkah. Sifatnya tersembunyi, penuh misteri, harus dicapai dengan kekuatan iman dan doa agar hikmah memunculkan buktinya. Dalam pernikahan muslim sebuah ucapan pernikahdn dimulai dengan doa:

SAKINAH

Semoga sakinah. Doa agar pernikahan selalu terinpirasi oleh ketakwaan pada Tuhan.

Semoga mawaddah. Doa agar pernikahan dipenuhi cinta. Selalu kembali mencinta dan menyebarkan cinta.

Semoga rahmah. Doa agar pernikahan  diberikancinta yang memberikan kasih sayang dengan kasih sayang berdasarkan Iman, terhindar dari dosa.

Semoga pernikahan kita semua , Raisa-Hamish, Bella dan keluarga Emran,  agar kita pandai meniru seperti Khadijah – Muhammad SAW ya:)))

 

Referensi Rahmah not Just Mercy

 

Mari ajak si kecil latihan kekuatan otot tangan dan jemari lewat Fine Motor alias Motorik Halus. Sebelumnya ini dia rujukan mba Wikipedia soal Fine Motor Skills:

Fine motor skills are small movements — such as picking up small objects and holding a spoon — that use the small muscles of the fingers, toes, wrists, lips, and tongue. 

Gerakan kecil seperti memungut benda dan memegang sendok – yang menggunakan otot kecil pada jari jemari, pergelangan tangan, bibir, juga lidah.

 

Begitu sajakah? Tidak penting banget ya? Ternyata motorik halus sangat berperan dan berkaitan dengan kemampuan otak juga. Anak-anak yang masa kecilnya kurang diperkenalkan dengan kemampuan motorik halus, cenderung sulit menyelesaikan soal matematika dan membaca ( Fine Motor Skills and Academic Achievement). Motorik halus yang baik bisa memberikan kesiapan belajar di sekolah dengan baik. Bagaimana bisa? Bayangkan tugas si kecil di sekolah tanpa Anda/pendamping : dimulai dengan toileting (rutinitas ke toilet), ia harus membuka celana yang bisa dengan kancing atau resleting, lalu memakai kembali, memegang sendok, membuka tutup makan siang, membuka tas dan sederet aktivitas lain yang bermodalkan kekuatan motorik halus.

Di masa sebelum lima tahun, anak -anak yang sering  menggunakan semua kemampuan motorik halus dapat sukses menjalanani kehidupan sehari-hari secara mandiri,termasuk di dalam lingkungan sekolah. Bahkan kemampuan matematis anak bisa berpengaruh sesuai kemampuan motorik halus anak. Jika anak  tak mahir?Otak memiliki bagian yang memproses penerimaaan informasi dan tugas kognitif. Dalam hal ini, anak yang motor skillsnya baik, dapat menerima informasi yang diberikan lebih baik. Karena adanya   koneksi antar  neuritis (kemampuan saraf) yang membantu anak dalam berbagai tugas akademis. Termasuk salah satu  pelajaran yang ditakuti semua orang : Matematika.

Di rumah pun kita dapat memfasilitasi anak untuk berlatih kekuatan tangan hanya dengan benda yang dimiliki di rumah:

Memindahkan bola ke lubang-lubang

 

Memasukkan potongan sedotan / kawat dalam kontainer bumbu

 

Mengupas

 

Membersihkan benda dengan aneka alat beberes

 

Memasukkan  satu benda ke satu tempat

 

Menutup – membuka aneka wadah

 

Memasukkan benda ke dalam lubang

 

Meronce

 

Melukis
Memetik buah
Berdandan
Mencuci
Menyiapkan makanan ringan

Bermain peran

Utamanya kenalkan pekerjaan sehari-hari yang kita lakukan, melipat pakaian, mencuci , memasak dan berpakaian. Libatkan anak dalam “porsi mini”, kegiatan yang anak bisa lakukan sekitar 2-10 menit dalam kegiatan beberes. Tujuannya  untuk mengenalkan dan membiarkan anak berusaha – berlatih menggunakan motorik halusnya. Jika ada waktu ,biaya dan alat ekstra, bolehlah disertakan :

  • main puzzle
  • membuat kerajinan tangan
  • menempel stiker di buku
  • melukis di berbagai media ( payung, celengan, dll) dengan tangan/kuas dll
  • memasukkan koin ke celengan
  • melipat kertas / pakaian / lap
  • memainkan alat musik sederhana seperti drum, marakas, rebana dan kolintang / xylophone

Semua manfaat dari latihan di atas berguna untuk kekuatan motorik halus yang sangat bermanfaat bagi anak untuk bisa  :

berlatih kemampuan visual-persepsi (memahami apa yang dilihat mata agar sesuai dengan logika berpikir), baca kemampuan mengidentifikasi benda, memanipulasi fungsi benda, memecahkan masalah, kemampuan mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata. 

Sementara curcolan soal baca tulis anak ada di sini:

Baca-Tulis untuk Anak Balita?Hmmm…

 

Saya mencoba membandingkan aneka kegiatan motorik halus dengan manfaat nyata di kehidupan sehari-hari:

  • Memakai pakaian secara mandiri = latihan mendorong memasukkan kancing, menarik resleting, kaos kaki-celana-baju-topi-sepatu-kacamata-hijab-aksesoris
  • Menali = latihan meronce dengan aneka benda berlubang
  • Menemukan persamaan jumlah satu buah kue sama nilainya simbol angka satu = latihan mengisi bola pompom ke dalam cetakan
  • Menulis = latihan melukis dengan memegang kuas
  • Ketelitian dan kebersihan  dalam hidup sehari-hari = latihan membersihkan dengan alat
  • Kemampuan logis dan visual persepsi, memahami sebab akibat = latihan  menumpuk benda
  • Kemampuan identifikasi benda, mencari persamaan-perbedaan benda = latihan mensortir
  • Menikmati seni, keindahan, keakuratan dan sains = menata bunga dan vas
  • Kemampuan kemandirian, buka tutup pintu-laci = berlatih puzzle dengan gagang (knob)

 

Banyak sekali manfaat motorik halus ! Ada ide lain? Komentar ya…

Selamat berlatih!

Referensi

 

Encyclopedy of Children’s Health, Fine Motor Skills

Winter – Spring 2017 Play Time

Tantangan ibu baru dengan toddler yang hobi muter sana sini adalah diskonnya sinar mentari! Hah? Sebenarnya meski keren buat foto-foto sama dedaunan di empat musim, tinggal di negeri empat musim,  membuat ibu dengan toddler makin puyeng : anak-anak yang secara statitistik itu memang dalam setahun bisa terkena sakit hingga 5-10 kali, pada dua musim ini juga rentan terserang flu. Kami jadi banyak menghabiskan waktu di dalam rumah sementara musim dingin ini tanpa salju lho. Lalu tinggal di negeri empat  musim, sekolah pun punya jadwal libur empat kali setahun (Spring break, summer break, christmas dan fall). Hmm ini berarti anak-anak seharian di rumah, dan ibu banting tulang memasak sambil cari “mainan” asik untuk anak-anak. Alasan puyeng lain tuh  taman main umum saat winter – spring jadi tempat bermain yang kurang nyaman karena tempatnya terbuka tidak bisa dipakai saat hujan turun atau cuaca berangin. Baca lebih lanjut

Sayup-sayup terdengar M menyenandungkan lagu ABC. Karena beberapa waktu lalu ia melihat sebuah video lagu huruf – huruf itu berjoget. Saya senang ia jadi kenal dengan alfabet. Tanpa harus dipaksa, ia tahu huruf-huruf itu. Namun jadi terpikirkan ,apakah M perlu tahu alfabet? Sekedar nyanyian saja atau perlu baca juga? Baca kata atau apa bagaimana ya?

Teringat masa spesial. Beberapa tahun lalu saya menjadi guru anak kebutuhan khusus. Dunia pendidikan yang berbeda suasana juga metode yang diterapkan- 180 derajat dari tempat sebelumnya Biasanya saat mengajarkan TK umum, saya akan mengajarkan anak sesuai tema bulan itu, sesuai panduan mengajar / lesson plan. Akan tetapi, untuk mengajarkan anak kebutuhan khusus, kami diminta mengganti sudut pandang. Anak berkebutuhan khusus tidak bisa mengikuti kurikulum sekolah umum (yang super kompleks deh ya kurikulum milenial sekolah Indonesia- Lol ). Gurulah yang membuatkan lesson plan personal sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Dari mereka, tersingkap banyak inspirasi cara belajar baca yang  berbeda. Mereka tak siap untuk menulis. Kebanyakan mereka memiliki masalah motorik halus (fine motor skill) dan motorik kasar (gross motor skill). Motorik halus adalah kemampuan otot kecil,   di bagian tangan. Contoh kegiatan  yang menggunakan otot ini seperti menggenggam dan memegang benda. Karena kondisi khusus anak, guru memberikan target pelajaran  secara berbeda. Untuk kemampuan  berbahasa, berkomunikasi diutamakan meski dengan kartu atau isyarat , lalu  baca gambar dahulu dibandingkan baca kata. Termasuk penguasaan mengenal objek nyata / tindakan dari kata yang dipelajari. Metode berbeda dengan guru mengajar baca pada umumnyakan? Tapi itu membuat mereka lebih paham sebuah makna kata.

Baca lebih lanjut

NgASI harus dimulai dari kedekatan ibu dan bayi. Lalu mindset happy with baby kudu dijaga terus agar bisa semangat dan senang ngASI. Meski LELAH, LETIH, KANTUK.

Hari pertama hingga kerelaaan ibu ngASI pasti penuh perjuangan.
Minggu-minggu pertama ngASI hingga hari ke 30 penuh dengan pompa time, lalu lecet bad latch juga PD bengkak. Kebetulan saat bayi lahir ada liburan Memorial Day ( hari libur Amerika Serikat) , buat saya hari itu jadi Engorgement Day:)

Baca lebih lanjut