Adalah di satu hari kita mendapat kejutan. Kejutan yang membuat kita merubah emosi, entah menjadi lebih marah atau sekedar galau parah. Bayangkan saat sedang menikmati wifi kencang, minuman hangat di tangan , tiba-tiba mantan lewat. Saat itu juga degup jantung sekedar lulumpatan teu pararuguh. EUGH nyeri! Saat anak berbahagia di taman, celingukan tahu-tahu mendapat kabar suami tidak pulang beberapa hari karena dinas. Yah agenda me time khalasss (arabic for done) sudah.

QOTD1Saat kebahagiaan yang datang di tengah kehidupan, lalu badai melanda, badai kecil maupun besar, tetap bersyukur. Itulah kalimat saya setelah mengalami beberapa badai – badai. Ternyata bersyukur hanya bisa dilakukan setelah hati pikiran logika menerima badai – badai kejutan itu.

Tetap bersyukur saat miskin. Toh Allah Maha Kaya. Ia akan melimpahkan segala rezeki dari arah yang tak disangka.

Saya pernah terkejut hanya memiliki uang tabungan celengan saking cekaknya jadi anak kos!. Lalu saya melakukan silturahim pada teman lama. Masha Allah doanya dikabulkan Allah, saya mendapat kemudahan pulang ke rumah tanpa takut ongkos habis. Plus dibawakan makanan

Tetap bersyukur saat sakit. Allah Maha Pengasih – Penyayang. Selalu ada kebahagiaan meski sakit melanda.

Saya mendapatkan musibah beberapa hari sebelum keberangkatan saya bertemu suami. Ibunda berpulang. Tanpa sakit tanpa tanda sakit. Hingga kini saya berdoa syukur atas semua kemudahan dalam hidup saya. Meski saya kehilangan sosok jasadnya di dunia, semua prinsip hidup dan doanya sampai hingga hari ini. Salah satunya keinginan beliau memiliki cucu dari saya. Masha Allah , jiwa ibunda hidup dalam cerita saya untuk M.

Tetap beramal salih saat kesulitan datang. Allah Maha Pemurah. Semua kebaikan yang kita pikirkan akan selalu dipertimbangkan jadi reward menuju jannahNya. Selalu ada kemudahan dalam kesulitan.

Kadang kejutan hidup yang berat itu sulit dirasakan, sulit dijalani. Namun terimalah kejadian nan berat itu. hari demi hari. Meski hati seolah patah jadi beribu keping. Allah membantu rasa sakit itu jadi kebeningan hati dan kekuatan baru. Allah Maha Pengasih. Untuk itu kita bersyukur atas rasa susah, gundah, sedih, marah hingga kecewa. Dengan menerima susah, kepala jauh lebih adem, logika berjalan hingga solusi pun datang dihadapan. Mengapa? karena kita memahami ujaran “musibah datang dari Allah”. Tidak ada sesuatu yang dinamakan bad luck. Semua yang terjadi atas ijin Allah. Jika kita pandai menerima rasa sakit, Allah memberi lebih.

Ada banyak keburukan datang saat kita tidak bisa menerima kejutan. Kita ingkar pada keMaha Besaran Allah. Kita ingkar pada kalimat, semua milik Allah. Tuhan yang Maha Mencipta. Saat tanda ingkar datang, kita mulai mencari comforter lain, penyejuk hati lain, dan perlahan meninggalkan jalan Ilahiah. Padahal pada Allah lah kita akan berpulang.

QOTD2Saat menerima kejutan hidup yang susah dan buruk, hanya ada satu jalan selain menerima dan menjalani ketentuan Allah. Lalu apa yang terjadi? Semua akan datang , jawaban atas pertanyaan, kepastian atas kegelisahan, keimanan atas keraguan. Syarat utamanya hanya menerima dan menjalani ketentuan Allah. Lalu berusaha melakukan hal-hal terbaik untuk menangani kesulitan itu.

So I am Thankful for my difficulties.

 

Apa yang membuat mu bersyukur? Share ya…

Lanny

 

 

Iklan

Senang sekali kalau masuk departemen store, lalu ada tulisan di rak display “CLEARANCE”. Apalagi kalau sale di bagian mainan anak. Haduh luar biasa betah. Sampai panggilan telepon suami kadang terabaikan saat meneliti barang sale!

Namun sayangnya capek pindahan apartemen, saya  jadi berpikir ulang untuk menghabiskan uang demi mainan anak. Atas petunjuk juga dari mbak Kon Mari soal mengatur barang-barang di rumah, membuat saya harus memaksa diri menghemat belanja mainan anak . Saya ingat banyak klien mbak Kon Mari itu senang menyimpan barang. Semakin besar rumahnya semakin banyak ruangan untuk menyimpan barang. Saya dan suami memutuskan tinggal di tempat lebih kecil. Alasan utama saya agar mudah membersihkan rumah. Tahukan kalau rumah dengan anak balita? Was wis wus wes wos dalam hitungan menit semua barang pindah lokasi. Selain itu hal ini mencegah naluri belanja berlebihan. Rumah lebih kecil membuat saya berpikir berkali-kali ketika menemukan barang unik lucu di bertajuk clearance. Bertutur getir pada diri sendiri:

” mau di simpan dimana benda sale itu? “

5naturefallsept2017 copyKarena tempat tinggal kami lebih kecil dari tempat sebelumnya, saya pun mencoba menghemat tempat penyimpanan. Berikut beberapa tips pengaturannya:

1.Memajang mainan anak. Anak balita masih senang bongkar mainan. Jadi saya biarkan M bisa mengakses mainan kapan saja. Pajang mainan di dalam rak pada sudut khusus untuk bermain. Hal ini memang menambah resiko rumah berantakan. Tapi saya bisa mengajarkan M untuk membereskan mainan. Meski hanya 5% mainan yang dibereskannya, tapi ia tahu kebiasaan ini adalah penting. Sisanya ya saya akan fitness squat -half plank- untuk membereskan mainan.

2. Fungsikan sudut ruangan dengan maksimal.Jangan khawatir jika hanya memiliki tempat kecil di rumah untuk mainan anak. Atur -atur sudut mainan itu secara maksimal. Saat ini saya memakai dua rak untuk memajang mainan anak.

3. Sortir mainan berdasarkan prinsip pendidikan di rumah. Kalau mengintip sistem Montesorri: memberikan keranjang/wadah khusus berdasarkan :

  • permainan fine motor skill
  • mainan figur
  • mainan role play / pura-pura: soft toys seperti boneka dan topi
  • puzzle
  • art and craft materials
  • buku bacaan
  • bunyi-bunyian
  • mainan dengan bentuk khusus , seperti lego, alat hitung.

Sedangkan sistem Emilia Reggio , menggunakan interest anak sebagai panduan memajang mainan anak. Observasi beberapa hari mainan  apa saja yang dimiliki , lalu apa yang anak selalu mainkan, dan selalu mengggunakan benda aman yang mengundang kreativitas anak. Seperti M senang menguliti sesuatu yang ditempel, saya hadirkan  satu keranjang berisi washi tape untuk ia tempel di berbagai permukaan seperi tiket bekas, kardus bekas.

4. Jika jumlah mainan anak berlebih, tak muat di area mainan, maksimalkan gudang / tempat penyimpan. Sekali lagi di gudang untuk diatur berdasarkan kategori di nomor 3 .

5.Rotasikan mainan anak. setiap 1 minggu sekali ganti mainan di lemari display tadi. Jika ada satu dua mainan yang selalu anak mainkan biasanya saya tidak masukkan ke dalam tempat penyimpan mainan anak.

6. Donasikan mainan. Ada banyak anak yang masih membutuhkan mainan karena membeli mainan hal langka bagi mereka. Kita bisa manfaatkan kelebihan mainan anak di rumah dengan mendonasikan mainan ke anak-anak kurang mampu.

7. Swap/Garage Sale. Adakan garage sale atau jual mainan dengan harga miring. Bisa juga kumpulkan beberapa teman, lalu tanyakan adakah yang bersedia untuk tukar mainan dengan koleksi mainan anak kita.

8. Beli mainan anak yang lebih memiliki multifungsi.  Syarat saya membeli mainan anak:

  • Melupakan benda  toxic, plastik. Material mainan pilihan utama kayu. Hal ini agar anak terbiasa memegang benda natural- juga mengasah kemampuan motorik halus. Sehingga  ia akan mengerti bagaimana cara memegang benda lain selain mainan nantinya. Dan jadi bonus juga mainan anak non plastik bukan barang yang mudah  dilempar lalu  rusak.
  • Jika memiliki mainan anak dari plastik dan murah meriah, gunakan untuk permainan di dalam mobil atau saat kita traveling. Biasanya saya membeli mainan plastik di toko Daiso  yang harganya sangat murah.
  • Mainan anak harus bisa memiliki fungsi lebih banyak. Misal mainan masak-masakan saya tidak akan membelikan untuk M. Karena hanya akan digunakan dalam waktu singkat, bisa digantikan dengan benda dapur atau barang recycle. Saya lebih memilih mainan yang awet juga memberikan kreatifitas anak terstimulasi: seperti puzzle, wooden blocks.
  • Jika bisa membuat mainan itu dari barang recycle, maka saya tidak akan membelinya. Misalkan bathtub toys atau mainan untuk berendam saat mandi. Lucuk tapi pasti tidak terpakai lama nantinya. Jajan awet gituuu.
  • Spend more budget for BOOKS. Nah kalau ini saya tak ragu beli. Daripada saya membelikan M gadget-yang bisa bikin adiktif, aneka mainan plastik yang kurang awet saya biarkan ia membeli buku. Meski buku akan robek, dll tapi kecerdasan anak akan meningkat hanya dengan membalik buku.

Ada yang punya tips lain? Mari berbagi yuk…

Lanny

 

Adakah balita mengalami hal yang tidak menyenangkan? M, putri saya pernah diberikan pemandangan yang rada horor. Bukan pemandangan menyaksikan mahluk halus,   tapi horor di sini berkenaan kejadian menyeramkan yang berkaitan dengan keselamatan jiwa raga.

Suatu pagi, tak lama setelah ia bangun pagi, ia harus menyaksikan sakit sang nenek kambuh. Ia melihat pemandangan tiba-tiba neneknya terbaring di lantai. Saya sempat panik karena bingung ,sambil berusaha tetap berkomunikasi dengan M yang saat itu masih belum bicara banyak. Saya  menjelaskan apa yang harus saya lakukan terhadap sang nenek, lalu saya berkomunikasi dengan petugas  911. M terpaku saat menyaksikan kejadian pagi itu. Saya sangat kaget, shocked , karena itulah kali pertama saya melihat orang pingsan. M terlihat bingung namun ia hanya menyebutkan peristiwa itu sesudahnya dengan kalimat terbatas.

“Nenek tidur di situ ( sambil menunjuk kasur).” Saya hanya menjelaskan bahwa neneknya sakit dan perlu ke dokter. Walaupun kejadian sebenarnya dengan cara yang rada ekstrem bagaimana nenek pergi ke dokter  bersama paramedis.

Tak lama beberapa bulan kami mengunjungi klinik saat M sakit. Di ruang tunggu tiba-tiba datang beberapa petugas paramedis dengan  tempat tidur pasien dan beberapa perlengkapannya. Di tengah kehebohan itu , sambil beberapa orang berbisik pula, M menyatakan “nenek sakit” sambil menunjuk ke arah tempat tidur pasien. Saat itu saya terkaget, mengapa ia masih ingat soal pengangkutan orang sakit ini? Ternyata kejadian itu menempel jelas di dalam kumpulan memorinya.

 

IMG_3168 copy.jpg

 

Pelajaran lain saat tentang ketidaknyamanan terjadi. Suatu hari kami mengunjungi taman bermain. Baru saja beberapa menit M bereksplorasi, berlarian ke sana ke mari, naik turun perosotan, mencoba semua mainan, tiba-tiba tak jauh dari kami berdiri, ketika M hendak berlari ke arah saya, seorang balita jatuh tersungkur  dari  beberapa anak tangga. Balita itu pun menangis kencang hingga seluruh taman bisa mendengarnya. Lebih horor lagi , darah segar mengucur dari mulut sang balita. Ouchy! Saya sebagai dewasa saja merasa ngilu melihatnya. Saya tak sempat menyelamatkan si balita itu karena begitu cepat kejadiannya. Tak lama berkerumun beberapa orang dewasa di sekitar sang balita. Mungkin para pengasuh kemungkinan dari day care sang balita. M lagi-lagi berujar, “dia sakit, berdarah.” Saat itu M sudah bisa berkata dalam kalimat. Saya menjelaskan lagi kepadanya anak itu jatuh dan berdarah. Saya menahan diri mengatakan “makanya kamu jangan lari-lari nanti jatuh” pada M. Karena tak mungkin anak tidak berlari dan itu bagian dari hal baik yang terjadi pada perkembangan  motoriknya kan? Hanya saja kita harus menekankan bagian yang penting dari kejadian itu. Sesudah melihat anak itu jatuh, M masih mau bermain. Namun ia berulang kali membahas pada saya” baby sakit, jatuh dan berdarah”. Saya pun menanggapi dengan kalimat yang sama, menyatakan M juga harus berhati-hati.

Dalam buku Whole Brain Child diceritakan seorang anak balita dan baby sitternya yang mengalami kecelakaan mobil. Tidak ada yang luka parah namun sang balita dengan kalimat terbatasmenyatakan apa yang ia alami. Balita itu menyaksikan sang baby sitter mengalami kejang saat mengendarai mobil mereka sehingga mobil terhenti dan menabrak sesuatu. Sang balita masih menyebutkan tentang baby sitternya, meski hal itu terjadi setelah sang ibu datang dan sang baby sitter dibawa oleh paramedis.

Baca juga The Whole Brain Child

Dalam buku tersebut menyebut, saat anak mengalami hal yang tidak nyaman seperti itu, kita wajib menjelaskan kejadian. Tidak boleh menutupi hal yang sebenarnya terjadi. Tidak menyatakan “no, its okay” begitu saja kepada anak. Kita harus  menyampaikan kejadian yang horor itu, agar anak bisa mengatasi rasa takutnya. Name it,  to tame it. Dengan menjelaskan kejadian horor-sesuatu yang mengerikan dan tidak menyenangkan, anak belajar perasaan, anak belajar mengungkapkan perasaannya, yang pastinya tidak nyaman saat menyaksikan kehororan. Seiring dengan waktu ia tidak akan mudah takut degan kejadian itu dan menjadi trauma. Keterbukaan terhadapa apa yang terjadi menjadi awal yang baik untuk menangani rasa takut itu. Tentu saja derajat rasa takut bergantung kepada seberapa horor  kejadian itu. Namun kita tidak diperkenankan meniadakan rasa takut sang anak, lalu meminta ia melupakannya begitu saja. Cara terbaik adalah menjelaskan apa yang terjadi (disesuaikan dengan kemampuan komunikasi dan pemahaman anak) tanpa kita terlalu heboh-dramatis saat menjelaskan hal itu. Bisa juga kita menunggu beberapa lama agar anak nyaman menyatakan perasaan yang tidak nyaman. Yang terpenting  kita wajib memahami anak menjadi takut melihat hal itu  adalah hal yang wajar. Bukan sesuatu yang tak penting lalu diabaikan oleh orang tua bahkan hingga melabel anak dengan julukan penakut atau menakut-nakutinya.

Adakah pengalaman horor dramatis bersama si kecil? Silahkan berbagi pengalaman di kolom komen ya…

Tulisan ini merupakan bagian dari #KEBloggingCollab Kumpulan Emak Blogger, dengan postingan bertema Parenting yang ditulis oleh  Nova Novili , tulisannya bisa dinikmati di  Nova Novili 

Akhir-akhir ini sering menemukan rambut putih di kasur. Saya pun menukas cepat, “ini kucing siapa main ke teras ya? Bulunya sampai ke sini…”. Tapi tak berapa lama hari berselang, saat bercermin menemukan lagi rambut putih terurai di kepala. Eh bukan bulu kucing ya..

Ya Tuhan… Apa yang terjadi pada diriku yang dulu imut nan lucu. Bahkan dulu para lelaki muda itu melirikku di bis dan berbisik. Eh ternyata mereka membicarakan gadis muda di sebelahku deng. Intinya telah terjadi perubahan besar pada diriku. Aku yang orang tua ini jadi beneran menua… Tandanya begitu jelas…

  • Sulit marathon dari toko ke toko di shopping mall. Midnight Sale? Black friday? Siap-siap kerokan besoknya (apalagi pas winter hikss)
  • Mudah lupa nama orang baru, merek baru, akibat selalu terdistraksi oleh jeritan toddler. Mencari kacamata yang ada di atas kepala? Sudah pernah terjadi juga 😀
  • Sulit berkonsentrasi membaca buku bahasa asing tingkat Advance, karena terbiasa membacakan buku 5 – 10 halaman bertema kebinatangan
  • Lebih cerewet dari sewaktu single dan normal. M menemani saya mengepel lantai. Ia duduk di bangku agar tidak terpeleset karena hobi ngintil. Namun bibirnya komat-kamit: “Mommy watch out my slippers, watch out dad’s slipper, watch out my bicycle ..” Saya pun berkomentar “OK OK OK.” sembari menyesali perkataan saya padanya di suatu hari  dengan kalimat yang sama: M watch out this, watch out that…
  • Tertidur menonton film action misteri, terbahak menonton film animasi. Dulu ketika masa single tak pernah suka film animasi. Bahkan sekelas sponge bob! Etapi semarang suka film yang tema ringan aja gituh, daripada ribeeeet mikirin film detektif atau  tragedi berdarah.
  • Raut wajah lebih keibuan meski terpoles krim dan bedak mahal atau murah. Sebenarnyaaa make up artist itu harus jadi investasi kalau sudah beranak. Iya, penting banget keberadaan profesi ini. Sayangnya mereka profesi termahal di jagat raya. Ya sudah nikmati aja bedakan seadanya sambil belajar tutorial Youtube menyembunyikan kantung mata.
  • Selera yang berubah…Snack keju bentuk ikan mas terasa enak dibanding kacang almond. Green tea nan elegan.. ah sudahlah simpan saja di kotak. Lebih ringkas minum jus apel atau susu dengan botol bergambar dinosaurus. Remah roti dan nasi? snack pelipur lara saat balita lari dari kenyataan untuk makan.
  • Bijaksana luar warbiasaaaa. Apa sebabnya? Setiap hari masalah datang bertubi. Kasus penyamarataan piring warna hijau dan biru , kasus definisi kulkas itu hanya mesin pendingin yang tak selalu ada es krim didalamnya, kasus tangis pecah saat motivasi menutup lemari berkurang drastis, yakan semua kasus itu harus dipecahkan dengan kepala dingin kan?  Jika tidak cute toddler  akan makin menjerit bak superstar. Belum lagi jika kasus aneh itu semua terintervensi dengan datangnya polisi Mertua:D
  • Sakit bukanlah alasan untuk minta libur  jadi orang tua. Mana boleh ijin kepala pusing saat parenting? Apalagi ijin jenguk mall… Nikmati sakitnya, kerjakan tugasnya. Duh jadi inget guru killer jaman sekolah, masih lebih baik dari toddler 😛 Iya kan, masih boleh pulang kalau sakit…
  • Mudah terkena Paniki Sindrom di setiap episode kehidupan. Ah tahu-tahu si bayi sudah tumbuh gigi, panas demam. Ah tahu-tahu si bayi sudah harus bersekolah, pusing cari sekolah. Ah tahu-tahu si bayi sudah kenal geng gong, panik lagi. Aspirin perlu banget kalau sudah terserang Paniki Sindrom iki. Tapi tidur siang atau shopping lebih efektif sih.

Jadi dik adik yang masih lajang dan menjomblo, bertahanlah. Single life  is soo soo precious, meski secara derajat martabat marriage life lebih baik (menurut agama). Hmm yah karena  memang kehidupan kami lebih banyak tantangan sih *angkatkerahdanbukunikah*

Be the best parents as you can be… slogan sebuah webinar parenting. Itu sebenarnya berarti be strong brave parents : get your hacks – tricks- ready 24 hrs.

Happy Parenting!

Lanny

20 Aktivitas Ibu Hamil Pada Trimester Terakhir

Detik-detik menegangkan jadi ibu hamil adalah ketika tiba minggu-minggu terakhir menuju due date alias HPL . Karena ketegangan menjelang persalinan banyak ibu hamil di trimester akhir menjelang lahiran ini mendadak anxious hingga sulit tidur.

Saat mengambil kelas persalinan, instruktur saya menyarankan ibu hamil menjaga waktu tidur. Insomnia yang terjadi saat trisemester terakhir  pada ibu hamil adalah hal yang wajar. Bahkan pengalaman pribadi  saya, insomnia yang saya alami jatuh di awal minggu trimester pertama. Jauh dari hari lahiran! Namun ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan saat trimester terakhir, ketika rasa sulit tidur malam atau gelisah tiba:

  1. Main game. Bisa berupa game board atau kuis TTS. Sebaiknya bukan permainan di layar computer atau ponsel dan gadget lainnya. Hal ini dikarenakan  radiasi yang terpancar dari benda-benda tersebut tidak baik bagi ibu hamil.
  2. Merajut
  3. Menjahit
  4. Melukis
  5. Menulis
  6. Yoga (perhatikan beberapa posisi yoga yang diperbolehkan dan dilarang untuk semester terakhir ini).
  7. Berenang
  8. Latihan pernapasan
  9. Dzikir dan shalat
  10. Mewarnai
  11. Jalan
  12. Membaca buku
  13. Mengumpulkan gambar
  14. Mendesain seperti tata ruang / pakaian
  15. Menata diri seperti manikur, pijat kepala
  16. Menyiapkan keperluan bayi, seperti pakaian , alat minum, perlengkapan tidur 
  17. Membereskan koleksi benda kesayangan (selama bendanya bukan benda besar dan berat lho yaa seperti mobil atau patung tembaga 😀 )
  18. Menata dokumentasi pribadi
  19. Membuat scrap book / kipling
  20. Mendengarkan musik / audio book

Beberapa kegiatan di atas bahkan sangat dianjurkan  untuk mempermudah persalinan. Seperti latihan pernapasaan, yoga dan jalan. Ada juga salah satu ciri yang tak banyak orang ketahui menjelang HPL adalah insting membereskan rumah menjadi  sangat kuat dan rajin.Relax

Utamanya, kegiatan -kegiatan di trimester akhir ini bukan kegiatan yang bukan menggunakan ponsel alat elektronik lain yang malah menambah anxious, insomnia, melelahkan, njelimet dan ribet  tetap bisa dilakukan saat ibu hamil gelisah di tengah malam, bahkan menambah stress alias tekanan pikiran pada raga ibu hamil. Stress pada ibu hamil bukan sesuatu yang baik, terutama untuk mental sang ibu merasa rileks saat nanti harus menghadapi kontraksi- kontraksi (asli atau palsu ) bertamu. Stress juga sangat mempengaruhi kondisi bayi pra dan pasca kelahiran. Dokter kejiwaan Canada, Gabor Mate menyatakan ibu yang mengalami stress selama masa kehamilan, akan memberikan efek ADD/ADHD pada anak. Bahkan Post Partum Depression (Depresi Pasca Persalinan) juga bisa dirasakan sejak ibu hamil. Ketakutan, kecemasan berlebihan, ternyata juga banyak dialami ibu hamil. Saat ibu hamil mengalami ini hal itu harus segera dikonsultasikan dengan ahlinya. Tujuannya tentu agar sang calon ibu bisa lebih tenang dan bahagia selama kehamilan.

 

Baca juga :Tips for New Mom

 

Jangan lupa… untuk selalu melibatkan suami / anak /  kerabat terdekat selama kehamilan ini untuk menolong ibu hamil tetap rileks menjelang hari besarnya. Membangun kekuatan bersama keluarga sebagai support system ini sangat berguna juga untuk pasca persalinan nantinya. Masa ketika  malam pertama bersama bayi sang ibu sulit beristirahat  lalu 40 hari pertama yang penuh tantangan mental emosi dan raga sang ibu.

Adakah ide kegiatan yang bikin relaks bagi ibu hamil? Share di kolom komen ya:)

Happy Nurturing Motherly Instinct! 

Lanny

Tulisan ini merupakan sebagai Collaborative Writing #KumpulanEmakBlogger Kelompok Anggun C. Sasmi dengan tema Kehamilan yang ditulis oleh  Mak Dewi Indriyani.

 

Referensi:

Depression During Pregnancy

Dr Gabor Mate : Attachment and Brain Development

Jadi ibu baru sangatlah berbahagia jiwa kalau anak udah bisa makan ya. Saat anak 6 bulan semua dilahap-hap. Bahkan meja makan aja dijilati (eh ini mah karena teething deng).Saya memulai makanan pendamping ASI untuk M di usia  6 bulan dengan metode BLW. Baby Lead Weaning sendiri seru banget. Anak tidak perlu disuapi, namun belajar menyuap sendiri. Anak  mengekplorasi sendiri menu makan  aneka sayur daging, buah.

Lalu tiba masa galau ibu saat harus mengalami kesusahan pilih menu makan untuk menambah berat. M baru saja diluluskan oleh nutrisionist (ahli gizi) setelah beberapa bulan dipantau berat badannya. Kami harus bolak-balik mereview menu makan M untuk menambah berat badannya. Sebenarnya M bukan di titik malnutrisi alias kurang gizi. Hanya dokter khawatir waktu kemarin dulu beratnya turun dari target perkembangan.  Nah disini, dokter anak selalu rewel. Ada sesuatu yang beda dari perkembangan anak kita dari pakem pertumbuhan anak, mereka sigap mereferensi orang tua ke ahli. Lalu sang dokter menyarankan sebotol susu suplemen. Saya menolak suplemen tersebut karena ada bahan dalam suplemen yang belum jelas dari nabati atau hewani. Terasa sekali beban jadi ibu kudu telaten meneliti  menu keluarga huks..

Poster Kesehatan Balita.png

Akhirnya kami mengunjungi ahli gizi. Kami bersama-sama  mengutak-atik menu makan M. Berikut daftar  makanan yang diperlukan oleh anak hingga usia 5 tahun. Lalu saat makan di luar, ada acara – acara pertemuan, apa yang perlu dikonsumsi anak balita? Hmm ini tricky banget. Kadang restaurant yang kita kunjungi tidak memiliki menu yang disukai anak atau menu anak tersedia namun tidak cukup bergizi. Sebagian makanan menu restoran yang masih diiyakan oleh ahli gizi:

  1. Hummus.  Si cocolan ini bagus untuk disanding bersama roti naan atau ayam. Kalau si kecil suka tomat, bisa juga di cocol bersama hummus yang tersedia di restoran Timur tengah. Kebetulan di wilayah kami tinggal makanan Timur Tengah jauh lebih banyak di bandingkan restoran makanan Indonesia (ini curahan hati)
  2. Ranch Dressing. Cocolan salad yang ini super creamy dan banyak mengandung lemak yang dibutuhkan oleh si kecil. Mix dengan sayuran atau daging juga enak. Kalau M biasanya mencampur ini dengan nasi !
  3. Kentang  goreng . Menu gorengan yang ini kadang sangat asin. Perhatikan baik-baik kadar garamnya oke.
  4. Ayam / Daging sapi panggang. Di sini agak sulit mencari ayam goreng tepung yang halal ya. Jadi mentok di ayam panggang (chicken rotiserrie).
  5. Sandwich. Bagian dari sandwich yang disuka anak biasanya roti dan mayonnaise. Jika si kecil doyan salad, mangga ditambahkan.
  6. Croissant. Siapa sih yang menolak pastry dengan limpahan butter? Ini enak banget juga menu cepat saji bagi anak. Bahkan pastri ini lebih baik dibandingkan donut bergula itu bun.
  7. Pizza. Meski pizza bukan daftar makanan bergizi, pizza sayuran dan keju bisa jadi menu lumayan bergizi 🙂
  8. Sayur rebus. menu ini biasa muncul bersama ayam panggang atau daging terutama sekali jagung rebus. Cocok untuk anak yang  lagi tumbuh gigi juga bisa belajar makan jagung yang masih berbonggol utuh.
  9. Ramen. Saat makan di restoran jepang bisa minta menu ini ya. Anak-anak suka deh kuah penuh kaldu sapinya. Di restoran Thai biasanya juga ada menu sup ayam yang disajikan bersama mie.
  10. Pad Thai.  Dalam Pad Thai gurih manis sambal kacang ala Thai berpadu dengan noodle yang jadi inceran utama M.
  11. Curry/kari. Jika anak lumayan familiar dengan masakan pedas berempah, mangga di cobian curry super lemak.
  12. Burger .
  13. Sayur mayur rebus.
  14. Milk Shake
  15. Susu
  16. Lentil Soup
  17. Miso Soup
  18. Ayam-telur-nasi-mie goreng
  19. Pho 
  20. Tumis sayur daging
  21. Sushi salmon (matang)
  22. Seaweed salad
  23. Lumpia 
  24. Pancake
  25. Crepe
  26. Salad Buah
  27. Hashbrown
  28. Quiche
  29. Muffin
  30. Fettucini
  31. Bakso / falafel 
  32. Bibimbap

Banyak jalan menuju gemuk ya bun, untuk balita lho. Poin yang paling ditekankan oleh sang nutrisionist adalah penyajian masakan berbahan gandum, lauk pauk berlemak dan berbahan nabati-hewani, seimbang sayur dan protein hingga kalsium. Selain itu kurangi makanan yang melewati proses pengolahan ( sosis dan nugget ), makanan mengandung garam/gula berlebih (cup cake, permen dan kue). Saran lain dari sang ahli adalah tidak menggunakan susu sebagai pengganti makanan. Ada kalanya, anak sulit makan, cara yang terbaik menyodorkan pilihan-pilihan bergizi dan bervariasi selain mengedukasi lewat cerita dan buku.

  Baca juga  Baby Toilet Trip

Pengalaman bersama M, anak senang makan jika kita makan bersamanya. Acara makan bersama ini mengajarkan banyak hal. Ketetapan waktu makan, etika makan sambil duduk di kursi, mengenal kebersamaan bersama keluarga, berbincang akrab (meski hanya seputar figur fiksi kesukaan M atau cuma bincang ringan dia sudah menemukan sendal yang hilang ), kebiasaaan makan minum dengan dimulai doa dan adab makan dengan tangan kanan, makan sambil duduk , makan tanpa distraksi benda (mainan/  alat elektronik/ gadget). Romantis bukan? Kalau dulu usai lahiran belajar perlekatan ngASI, kini jadi ibu dengan toodler belajar makan romantis.  Dari acara makan bersama kita bisa mendekatkan diri pada anak. Tujuannya agar  anak terpenuhi kebutuhan raga dan rohani. Yuk makan – makan di luar, di teras rumah 😀

Lanny

 

Referensi:

WebMD-Feeding Toodler

Siapa yang anaknya sedang sering tantrum? Sama dong. M beranjak tiga tahun sedang heboh-hebohnya mengeluarkan tangisan dan  “melantai”. Apakah normal? Yeah, namanya juga lagi terrible two’s kalo kata orang sini, alias usia dua tahun yang penuh keribetan. Alhamdulillah jika kita diberikan kekuatan tidak ikut marah saat , melihat tangisan pecah , raungan melengking. Pernah lihat sih secara live, orang tua di depan publik mempermalukan anak dengan kalimat “Jangan nakal! Kalo nggak bapak pukul! Jangan cengeng!” Malah saya ikutan deg-degan bikin trauma mendengar cara mendisiplinkan anak yang seperti itu. Adakah cara lebih baik untuk membentuk perilaku anak?

Dalam buku The Whole-Brain Child yang ditulis oleh Daniel J. Siegel, M.D. dan Tina Payne Bryson, PH.D., memberikan strategi-strategi untuk membentuk perkembangan pemikiran anak agar pribadi yang lebih baik, lebih tenang, dan merasa lebih happy dengan menggunakan seluruh bagian otak (  otak kiri dan otak kanan ).

Pembaca diajak mengenal bahwa otak dibagi seperti rumah dengan dua lantai. Lantai atas adalah otak yang berfungsi untuk merencanakan, berpikir, sementara otak bagian bawah memiliki fungsi yang berkaitan dengan refleks seperti berkedip juga emosi seperti marah, takut, dan bernapas.

Buku ini juga menjelaskan fungsi otak kiri  dan kanan. Otak kiri menyukai sesuatu yang logis, literal, menempatkan sesuatu pada urutan dan unsur kata- kebahasaan. Otak kanan menyukai sesuatu yang secara keseluruhan , komunikasi non verbal seperti ekpresi wajah,kontak mata dan nada suara. Bagi anak usia di bawah tiga tahun, dalam perkembangannya mereka belum bisa menggunakan kata-kata untuk mengekpresikan perasaan dan menggunakan daya logika. Maka untuk memperoleh keseimbangan dalam fungsi otak yang optimal, kita mengajarkan anak untuk menggunakan kedua bagian otak.

Untuk itu metode khusus yang sesuai dengan perkembangan otak anak pun dikenalkan dalam buku ini. Tujuannya anak dapat menggunakan fungsi otak yang tepat saat gelombang emosi (seperti saat anak  tantrum):

Connect berarti orang tua harus hadir saat anak bergulat menghadapi perasaan tidak enak . Seperti jika anak 2 tahun menangis meraung, tetaplah bersamanya . Lalu Redirect : arahkan anak untuk mendisiplinkan anak dengan mengenali penyebab tantrum, pelajaran apa yang bisa disampaikan kepada anak dan bagaimana cara terbaik mengajarkannya. Dan yang paling penting cara menyampaikan pelajaran  dengan fun bukan seperti memberitahu dengan memerintah.

Duile susah ya, kita harus menahan marah setelah dia anak meraung-raung eh terus suruh jadi  fun ngajarin anak. Dari hal ini terlihat sih, betapa chaos dan labil pikiran anak.  Sering terjadi saat M  bisa ketawa-ketiwi setelah nangis heboh loh. Jadi tunggu saja setelah kehebohan usai, kita memberikan petuah nan bijak sana (musik pendukungnya kira-kira seperti di adegan iklan minum teh gitu smeriwing chill cool :P).

Berikut rangkuman 12 strategi yang bisa diajarkan kepada saat anak mengalami kesulitan-kesulitan seperti , dengan menggunakan otaknya secara keseluruhan:

Whole Brain Strategy #1 : Orang tua melakukan connect-redirect dan mengajarkan anak metode yang sama saat gelombang emosi datang.

Whole Brain Strategy #2 : Orang tua menggunakan kemampuan bercerita untuk menenangkan emosi anak yang meluap.

Whole Brain Strategy #3 : Orang tua berpartisipasi dengan kegiatan anak untuk menstimulasi otak anak bagian atas.

Whole Brain Strategy #4: Mengajarkan anak untuk berlatih menggunakan otak bagian atas , karena otak sesuatu yang fleksibel bisa dibentuk dengan latihan. Seperti  membuat keputusan, mengkontrol emosi-emosi , gerak tubuh, pemahaman diri, empati, dan moral.

Whole Brain Strategy #5: Mengajarkan anak untuk menggerakkan tubuh dalam aktivitas fisik untuk menghindari kondisi  “hilang akal”  ( misal saat menolak perintah).

Whole Brain Strategy #6 : Menggunakan remote control pikiran untuk memainkan ulang memori yang pernah terjadi dengan bercerita mengenai memori buruk yang pernah terjadi.

Whole Brain Strategy #7 : Membuat kumpulan pikiran  sebagai bagian dari kehidupan sehari- hari dalam keluarga dengan mengajarkan anak bercerita tentang kejadian yang baik dan tidak baik.

Whole Brain Strategy #8 : Mengajarkan anak paham bahwa perasaan datang dan pergi. Tidak selamanya kita merasa sedih dan marah dan sebagainya.

Whole Brain Strategy #9 : Sensasi, memori , perasaan, pikiran untuk  memberikan perhatian pada  apa yang sedang terjadi di dalam tubuh dan memahami kondisi yang anak alami.

Whole Brain Strategy #10 : Mengajarkan anak untuk kembali ke fokus pikiran untuk mengambil keputusan dan perasaan yang netral setelah anak mengalami sesuatu yang meresahkan.

Whole Brain Strategy #11 :Menggunakan imajinasi dalam pikiran anak  agar anak dapat memandang dan berinteraksi dengan dunia. Tak hanya jadi orang tua yang dianggap tua, kita bisa menjadi orang tua yang ceria, konyol, memberikan perhatian pada hal yang mereka suka, kita mengkoneksikan diri dengan anak saat melakukan sesuatu aktivitas dan juga saat  terjadi  konflik yang mereka alami.

Whole Brain Strategy #12 : Anak diajak mengkoneksikan dirinya saat terjadi  konflik dengan orang terlibat dalam konflik, serta mementingkan keberadaan “kita” yang berarti anak dan orang lain, dengan cara:

  • melihat dari opini orang lain yang terlibat dalam konflik, kondisi orang lain yang terlibat dalam konflik,
  • mengajarkan anak komunikasi non verbal  dan menyadari kehadiran orang yang terlibat dalam konflik,
  • mengajarkan anak melakukan sesuatu perbaikan setelah terjadi sebuah konflik.

Menarik ya otak kita yang begitu fleksibel, hanya dengan melatih fungsi otak kiri kanan  setiap hari, dapat membantu kita memahami anak dan menumbuhkan cara berperilaku lebih baik dan merasa lebih happy, tenang  untuk masa depan mereka.

 

Happy Reading!

Lanny

Tulisan ini dibuat sebagai bagian partisipasi dari  #KEBloggingCollab, Collaborative Blogging kelompok Anggun Cipta Sasmi, dengan  post trigger  dari Mak Unga Tongeng dalam Pesan Agama Tuk Remaja Melalui Komik.

Untaian bunga indah itu begitu menawan. Seolah diambil dari dataran tertinggi karena pancaran bunganya begitu indah. Hari itu seorang wanita tengah dipersunting oleh pria kekasihnya. Banyak mata menyaksikan janji suci sang lelaki kepada orang tua sang wanita. Takdir pun menyiratkan dalam beberapa menit, mereka sepasang suami istri kini. Pesta meriah berjejal sanak saudara yang datang mengucapkan doa, hiburan yang meriah. Hari akan berlanjut bagi kedua mempelai. Sisanya janji pernikahan harus dibuktikan, sebisa mungkin seumur hidup sekali. Dalam susah dan senang, ada sekali -ganjaran yang menggerus keimanan, menghabiskan jiwa raga manusia yang mengalami badai ujian. Ujian sebutan bagi orang yang beriman. Kesulitan sebutan bagi bahasa orang awam. Musibah sebutan bagi media gosip.

Kapan datang ujian  pernikahan? Bayangkan jika sepasang kekasih yang baru menikah, namun kemudian takdir berkata lain, sang lelaki adalah suami sah wanita lain.  Ujian itu kadang berlapis. Saya tahu ada pasangan dengan  faktor ekonomi mereka selalu diatas rata-rata khlayak orang Indonesia. Lalu mereka menjalani ujian dengan datangnya kehadiran sang buah hati , kemudian buah hati itu didiagnosa dengan hadirnya keterlambatan perkembangan. Bukan sekedar tak bisa bicara, namun juga cacat fisik.

Ada yang awal pernikahan semua indah. Hingga satu ketika sang ayah / ibu menunjukkan sifat aselinya. Mereka yang disebut mertua tak selalu mendukung keputusan pasangan suami istri. Disitulah muncul karakter aseli sang suami/istrinya. Dramanya berlanjut hingga akhir hayat. Biasanya anak akan memilih kedekatakan pada salah stau pihak saja. Keluarga ayah atau keluarga ibu. Ini juga nyata. Ujian seumur hidup.

Terbanyak dalam sejarah, pernikahan dijalani dengan ketidakseimbangan karakter. Suami tidak sesolih atau sebaik yang diimpikan. Atau sebaliknya istri bukan menjadi karakter idaman. Begitulah pernikahan. Sebuah proses yang menunjukkan keaselian karakter seseorang. Tak peduli betapa baik karakter itu tersembunyi, pernikahan selalu membuka wujud seseorang.

Sejarah juga mencatat, pernikahan yang salah sejak awal terbentuk. Misalkan sepasang kekasih harus menikah karena diawali dengan kehamilan sang wanita. Untuk kasus ini, banyak dibuktikan dalam waktu bertahun-tahun berikutnya. Seberapa kuat cinta  dalam hubungan mereka. Kadang Tuhan menakdirkan hal yang selalu sama untuk hal ini. Perceraian jadi jalan keluarnya.

Begitulah, untuk kalian yang sedang jatuh cinta. Pastikan cinta itu bisa dibentuk jadi baik agar abadi. Meski nanti ujian-ujian dalam pernikahan melanda. Pastikan kalian tahu saat emosi dan pengaruh negatif lain datang, disitulah karakter seseorang kita nilai. Pantaskah orang ini kita cintai , kita berjuang dan berkorban bersamanya, dalam sebentuk janji pernikahan.

Sebelum menikah, saya tidak tahu jatuh cinta bisa berulang kali. Sebelum  menikah saya tidak tahu semakin lama seseorang menikah kepercayaan selalu jadi ujian. Sebelum menikah saya tidak tahu berkah pernikah begitu dahsyat karena doa suami kepada istri dan sebaliknya bisa mengubah keadaan. Meski keadaan itu sangat buruk.

Ada yang menikah lalu tak memiliki buah hati. Allah memberikan mereka bulan madu selamanya. Ada yang menikah lalu buah hatinya spesial needs / berkebutuhan khusus, mereka pun makin peduli pada keluarga spesial needs lain. Ada yang menikah lalu diruntuhkan oleh berita bohong kemudian kembali bersama lagi.

Itulah berkah. Sifatnya tersembunyi, penuh misteri, harus dicapai dengan kekuatan iman dan doa agar hikmah memunculkan buktinya. Dalam pernikahan muslim sebuah ucapan pernikahdn dimulai dengan doa:

SAKINAH

Semoga sakinah. Doa agar pernikahan selalu terinpirasi oleh ketakwaan pada Tuhan.

Semoga mawaddah. Doa agar pernikahan dipenuhi cinta. Selalu kembali mencinta dan menyebarkan cinta.

Semoga rahmah. Doa agar pernikahan  diberikancinta yang memberikan kasih sayang dengan kasih sayang berdasarkan Iman, terhindar dari dosa.

Semoga pernikahan kita semua , Raisa-Hamish, Bella dan keluarga Emran,  agar kita pandai meniru seperti Khadijah – Muhammad SAW ya:)))

 

Referensi Rahmah not Just Mercy