Kiddy Activity, Parenthink, Traveling

Winter – Spring 2017 Play Time

Tantangan ibu baru dengan toddler yang hobi muter sana sini adalah diskonnya sinar mentari! Hah? Sebenarnya meski keren buat foto-foto sama dedaunan di empat musim, tinggal di negeri empat musim,  membuat ibu dengan toddler makin puyeng : anak-anak yang secara statitistik itu memang dalam setahun bisa terkena sakit hingga 5-10 kali, pada dua musim ini juga rentan terserang flu. Kami jadi banyak menghabiskan waktu di dalam rumah sementara musim dingin ini tanpa salju lho. Lalu tinggal di negeri empat  musim, sekolah pun punya jadwal libur empat kali setahun (Spring break, summer break, christmas dan fall). Hmm ini berarti anak-anak seharian di rumah, dan ibu banting tulang memasak sambil cari “mainan” asik untuk anak-anak. Alasan puyeng lain tuh  taman main umum saat winter – spring jadi tempat bermain yang kurang nyaman karena tempatnya terbuka tidak bisa dipakai saat hujan turun atau cuaca berangin. Lanjutkan membaca “Winter – Spring 2017 Play Time”

Traveling

Ekplorasi Pagi di Januari 2017

Hari baru saya dan keluarga di 2017, dimulai dengan jalan-jalan pagi. San Francisco tempat yang tak ada bosannya untuk dikunjungi, meski sudah hampir tiga tahun saya migrasi ke wilayah California.

Pagi buta  kami mengunjungi masjid. Kami berencana untuk sholat Subuh di salah satu masjid SF. Waktu Subuh selama winter jatuh sekitar pukul 06.00 pagi. Nah kami sempat menunggu waktu di dalam masjid, sebelum pintu utama gedung masjid waktu itu belum dibuka.Oh iya, masjid Noor Al Islam di Jones Street, SF ini berupa gedung 3 lantai.  Ruang sholat ada di lantai tiga bersama  kamar mandi, area wudhu, serta toko buku. Tak lama duduk di mobil, sambil menahan dingin semriwing, akhirnya pintu dibuka oleh seorang brother. 

Kami pun menaiki lift mengekor sang brother pembuka pintu masjid. Hanya ada 4 orang di masjid, saya, suami , M dan sang brother. Kami duduk -duduk manis di dalam masjid. Kecuali M tentunya yang asyik bolak-balik ke tempat saya kemudian ke tempat saya. Sekitar 2o menit kemudian tepat waktu subuh  (Yup saya harus mondar-mandir mengikuti si M selama itu), sang brother pun mengumandangkan adzan. Tak lama brothers lain datang. Jamaah sholat Subuh pagi itu itu hanya ada 2 shaf di bagian pria. Untuk jamaah perempuan salihah hanya ada saya dan M😁

img_7671
Memulai hari di Alsabeel Masjid Noor Al Islam, San Francisco

 

img_7663
Taman Fort Mason

 

img_7650
Hangar di Fort Mason yang dahulu digunakan oleh Angkatan Udara AS selama perang Dunia ke II. Kini slaah satu hangar digunakan sebagai tempat usaha seperti  acrobatic Yoga.

img_7662-copy

 

Usai subuh, kami berusaha mengejar sun rise nongol. Terutama saya si mamah penikmat Instagram ini ingin lihat sunrise di sekitar Golden Gate sambil hashtag-an 😂 Senangnya niat tulus bikin hashtag didukung dengan banyak jalan kosong di SF. Sehari-hari jalanan di SF mirip di Jakarta, macet dan banyak mobil plus pejalan kaki. Minus PKL sih . Alhamdulillah meski sudah terang, karena semua orang masih tidur pulas mungkin lelah party, kami bisa sampai ke tepi laut untuk menikmati sunrise 2017!

Keinginan lain hari pertama 2017 adalah tetap makan es krim dan coklat enak 🙌🏼 Maka usai berkeliling di taman Fort Mason yang berlatar Golden Gate Bridge, kami pindah lokasi instagrammable menuju Ghirardelli. Ghirardelli sebuah resto soklat paling terkenal di dunia *kata plang restonya begitu*

Nasib baik, restonya belum buka saat pukul 8 kami tiba. Akhirnya kami jadi jalan jalan berlanjut ke Pier 39.

 

img_7665
Salah satu kapal sewaan untuk berwisata ke Alcatraz, pulau yang dihuni oleh narapidana perang hingga suku Aborigin. 

 

img_7666-1
Salah satu penghuni Alcatraz, penjara di pulau yang berseberangan dengan Pier 39

Kawasan turis yang satu ini adalah dermaga yang dipenuhi oleh aneka restoran seafood. Bisa juga yang suka belanja belanja mampir ke beberapa toko. Museum Madam Tousaad juga ada di kawasan Pier 39 ini.

img_7667img_7669

Namun M berkesempatan menemui hal lain selain pemandangan laut, kapal-kapal cantik dan semerbak bau seafood. Pier 39 memiliki tempat khusus untuk melihat kawanan anjing laut bermandi cahaya matahari pagi. Meski mandi tanpa sabun 😛 mereka tetap bernyanyi dengan suara mereka yang khas. Suara para anjing laut -terutama si Alphamale -terdengar kencang di sekitar Pier 39, bahkan menurut suami saya seperti  bahasa asing dari negeri Thai, haha. Yang jelas, M sangat senang menikmati aneka suara singa laut, hingga ia pandai menirukannya.

img_7476-copyJalan pagi di kawasan  Pier 39  sangat menyenangkan. Banyak beberapa spot restoran dengan lukisan mural yang keren, karena masih sangat pagi dan restoran masih tutup pulak, kami bebas bergaya acakadut di depan mural dong:p

 

img_7670
Setiap makanan enak , pasti ada mesin pelakunya 😀 Mesin pembuat coklat di restoran Ghiradelli.

Kembali ke tujuan makan es krim dan soklat haneut,usai jalan pagi di kawasan Pier 39 kami kembali ke restoran. Pagi itu kami sarapan cokelat dan es krim , alhamdulillah kalori kembali datang yang tadi pagi dibawa jalan sempat menghilang😁

 

Happy Day begins with Happy Halanhalan

LS

🎉🎈Welcome 2017🎈🎉img_7673

Kiddy Activity, Parenthink, Traveling

Review Bayi dan Per-Carseat-an

Dalam ” last minutes ” sebelum saya melahirkan M , obgin selalu mengecek : sudahkah orang tua menyiapkan carseat.Dalam hukum California , bayi usia di bawah 2 tahun wajib mempunyai carseat . Cara menempatkannya pun tidak berhadapan ke arah depan. Namun ke belakang . Bayi-bayi itu hanya boleh melihat awan di seat  belakang.

Undang-undang Perkendaraan California sendiri mewajibkan bayi dan anak usia 8 tahun wajib memiliki carseat. Lama yah! Nasir para ortu disini begitu.. tapi penuh manfaat terutama untuk keselamatan si anak. Karena kondisi jalan tol yang kecepatannya cukup tinggi disini (75 mph) dan relatif bebas macet dalam jangka waktu lama (kemacetan terlama di jalan tol yang pernah saya alami hanya 25- 30 menit).

Lalu ketika bayi lahir, si mungil akan menikmati carseatnya. Biasanya ibu baru pasti senang dengan bayi dan perlengkapan ini .  Bayi newborn begitu kecil di dalam carseat yang geda *kemudianselfiebersama* seolah si kecil terjaga dengan aman.

Tapi tunggu … Beberapa newborn berkepribadian sangat menarik. Doyan sekali tidur  di dalam meski mobil berhenti . Ada juga anak bayi tak bisa diam selalu rewel, saat di carseat, walau mobil goyang- goyang naik turun di jalanan. M termasuk bayi yang anteng di dalam carseat.

newborn carseat
Masih kondisi newbie baby… Jadilah ia pules pelor 😀

Kemudian menginjak usia bayi menjadi 3 bulan, kita perlu membuat carseat jadi menarik . Gantungkan di carseat aneka mainan  bebunyian, warna apik corak cerah , jangan lupa berikan mainan yang bisa digenggam, mirror untuk mengintip bayi lewat spion tengah; hanya beberapa cara saya menambah kebahagiaan bayi di dalam carseat. Usia 6 bulan ke atas, saat bayi mulai berdiri dan tertarik dunia sekitar, carseat bisa  jadi “penjara”  bagi si kecil.

Saat terburuk dengan carseat adalah saat adegan “drama” datang…

  • Jalanan Macet: Saat kami mudik, M (6 bulan) super kesal karena lalu lintas di Bogor tidak selancar di jalanan Cali. Ia menangis dan menangis. Panas, dan terus-terusan stuck di jalanan membuat si 6 bulan kesel. Akhirnya saya yang ada dismaying car seat menampilkan kipas tangan. . Tak lupa aksi menggoyang carseat demi kenyamanan sang bayi, showtime dendangan lagu dan  cilukba dipertontonkan pada beliau 😀 Sambil meminta sang supir melaju cepat-cepat tentunya.

Cerita mudik bayi M di sini : Mudik to Jakarta with 6 months Old Baby

  • Saat bayi kehausan dan masih nenen  di dada.. Si bayi M masih belum diperkenalkan dengan botol ( saya targetkan tidak menggunakan botol kecuali darurat jika saya sakit sesudah 6 bulan) . Namun kami sedang menempuh jarak jauh dalam perjalanan dan si bayi mulai berteriak minta nenen. Akhirnya kami putuskan melipir, keluar exit  tol yang bukan tujuan kami . Mobil kami parkir demi si bayi dikeluarkan dari carseat untuk nenen. Nah ide bagus kalau terjadi kegentingan seperti ini untuk melipir ke ice cream shop nih haha.
  • Musim panas: bayi rewel  di tengah perjalanan . Kalau diperhatikan , bahan carseat, semahal apapun harga car seatnya, saya lihat semua tak nyaman bagi kulit. Bahkan sirkulasi udara di dalam carseat juga cenderung mampet. Maka saya tak pernah gunakan selimut full menutup car seat . Ternyata hal ini berbahaya bagi bayi, bisa mengakibatkan kehabisan napas karena sirkulasi udara yang tidak mengalir dengan baik ditambah bayi akan kepanasan karena material carseat tadi. Jika ingin menutupi dari sinar matahari yang menghampiri , saya pilih muslin – kain tipis untuk bedong. Sambil menghibur dengan menambah volume AC hingga menempelkan wipes ( tisu basah ) pada M😅
  • Bayi meronta dan selalu ingin keluar . Namanya toddler ( usia 1 tahun plus) , apa aja bisa jadi salah deh. Terutama kalau ia ngantuk berat. Nah inilah saat tersulit, ketika harus rela dengar bayi menangis dan meronta dan  menolak didudukkan di carseat. Kalau sudah terlihat mengantuk, saya biasa tetap memaksa ia masuk sambil diberikan mainan atau benda yang menarik perhatian. Tak lama Insha Allah ia akan tidur.
  • Pernah juga tujuan perjalanan masih 30 menit menuju tempat tujuan lalu ia bosan di carseat. Saya biarkan ia menangis keras meski menyayat hati, sambil menghitung mundur selama mendekat ke tempat tujuan. Sambil mendukung kesabarannya bersusah payah  tak lupa saat ia berhasil sabar duduk di carseat berikan pujian. It was soooooo good for me! Saat M tidak nyaman namun tidak bisa mengatasi dan saya tahu ia ingin keluar carseat, saya harus disitu dengannya agar ia tidak merasa terlalu sedih.
  • Seperti halnya juga jika saya duduk bersama  supir , saya harus pastikan ia punya pegangan seperti mainan.

Aneka cara yang biasa dilakukan agar si bayi tak bosan dan terhibur…

  1. Ngocehlah dengan si bayi
  2. Berikan snack kesayangan
  3. Berikan mainan .
  4. Berikan lagu kesayangan lalu lakukan car karaoke bersama.. semakin banyak orang bernyanyi semakin seru
  5. Duduk dekat bayi untuk membacakan cerita, snack dan permainan dengan gerakan tangan.

Keselamatan berkendara dengan si M adalah nomor satu. Sekalipun demi keselamatan hal itu tidak nyaman baginya, kami wajib membiasakannya. Pernah bepergian tanpa carseat namun saya tak nyaman. Waktu itu saya “beruntung “tidak ditilang. Namun perasaan bersalah datang karena  tidak memprioritaskan anak tersayang. Kan peraturan dibuatkan untuk keselamatan M, jadi kita sebagai orang tua wajib memprioritaskan hal itu.

By the way, bukan hanya naik mobil ya yang diatur dalam undang-undang Berkendara California. Saat naik sepeda pun wajib menyediakan seat khusus untuk bayi / anak. Untuk naik kuda belum hanya ada peraturan dari mamang tukang kuda:D

Sumber :

Happy Traveling!

LS

 

Traveling

First Hiking 2015

Russian Ridge Open Space tempat hiking pertama saya setelah menginjakkan kaki di ranah rantau California. Letaknya sekitar 2 jam dari San Jose County (county = sejenis kota kabupaten ) . Oh ya Open Space adalah wilayah terbuka tanpa bangunan yang dibangun di atasnya, semua orang bisa memasuki wilayah ini . Salah satu Open Space terbesar di wilayah San Francisco Bay Area adalah di antara pegunungan Santa Cruz. Russian Ridge ini awalnya tanah yang dimiliki oleh imigran Rusia , Mr Paskey. Tahun 1920-1950, Paskey membangun peternakan di wilayah ini.

Spot terkenal di wilayah Russian Ridge, yaitu Borrel Hill (puncak tertinggi di sini). Nama Borrel merupakan pemilik tanah di wilayah perbukitan ini yang merupakan seorang perbankan Swiss sekaligus pemilik perusahaan Spring Valley Water (1850-1920).

Saat saya berkunjung, masih penghujung musim panas. Jadi pemandangannya kebanyakan beberapa rerumputan gersang. Cuaca juga begitu terik. Namun seterik-teriknya panas pegunungan California, Anda memerlukan jaket. Padahal waktu berkunjung terbaik adalah musim gugur. Saya datang juga sebagai  ” turis ” yah, biar bukan waktu yang terbaik ke Russian Ridge , tujuan utama tetap bisa menikmati keindahan pegunungan di wilayah ini.

Untuk hiking keluarga, tempat ini sangat tepat. Bersepeda juga bisa jadi alternatif selain hiking. Namun sebaiknya pengunjung membawa cukup air minum dan snack, karena tempat parkir cukup jauh untuk memasuki dataran tinggi Russian Ridge.

 

blog-1sept2014-landscape-e-watermarkblog-1sept2014-meamore-dblog-1sept2014-russian-ridge-flowerblog-1sept2014-russian-ridge-landscape-hblog1sept2014-russian-ridge-meamore5

Referensi:

Open Space

Traveling

Summer Festival 2016 di Bay Area

1. Halal Food Festival

Mencari makanan halal di negeri mayoritas bukan muslim ? Itu bukan hal yang sulit jika tinggal di wilayah San Francisco Bay Area. Bahkan kita bisa mendapatkannya, di dalam satu area dengan aneka pilihan. Itulah event tahunan di SF Bay Area :Halal Food Festival. Lanjutkan membaca “Summer Festival 2016 di Bay Area”

Parenthink, Traveling

Mudik to Jakarta with 6 months Old Baby

JakartaJakarta is my home town. No matter how crowded and dirty it is,  I will always love Jakarta. When I decided to bring my 6 month old baby, as a first time mom I was very careful about what I was going to do in Jakarta. This city is full of air pollution. From end to end. Yes.. Its just part of Jakartans behavior  since old times.

Choose your vehicle:

Public transportation are popular. Since traffic jam is common thing in Jakarta aka Batavia. You can have Uber, taxis, bajaj (blue motor gas pedicab) and bus. Not recommended to get Ojek  during travel with your  6 months old baby! Try google image what is Ojek 😛

Prepare your App:

  1. Google Map
  2. Uber (personal car driver you can pay using credit card or PayPal)
  3. GoJek (reliable motorcycle messenger but you need to be fluent in Bahasa Indonesian)
  4. QuicklyHotel ( last minute deals apps for hotel room)

I was bit obsessive with car seat because she might not be able to adapt once we go back to California. I asked my sisters to prepared car seat. I only use twice during one month stay in Indonesia.She can be sleeping and play around on the sling. Yep, no car seat rules in Indonesia. Its between good and bad thing. Baby loves to sit on lap (with sling or carrier  of course) is the good thing. The bad thing you might wanna be worry the baby will trying to adapt once again in car seat  later.

Next on your list is make a travel plan. Details is not necessary, but at least have plan. Like where will you go, with  whom, by what and what kind of food you should bring!About meal plan I am doing the Baby Led Weaning method to introduce solid for my baby. She manage well having chunks of potatoes, watermelon even rice. We always prep some drinks atlas after and meals . That drinks not include the breast milk too. But things like frozen fruits, baby cereal is not common thing. Prepare the meal plan.

Sleep Plan will help for you and baby when your baby still adapt at the time zone in Jakarta and your back home. My baby was got jet lag for 2 days. But she was okay when we strolling around and she needs nap. Since we had stroller and carrier. But please make the baby comfy when she starts sleepy. My baby had difficulties to sleep on sling if the weather too hot. One time we went to restaurant, but theres no Air-condition inside the restaurant. Oh yes it was night mare!!My sister helped us with cheap 20k Rupiahs of hand fans to made Maryam comfortable while the mom busy took stuffs for the passport documents.

Travel mean lots of mobile activity for you and baby during traveling in Jakarta. It helps you to lost weight too haha. But also stressful when you have to carry the 8-10 lbs baby in your sling all day long. Please bring innovative product aka stroller. If you forgot… Hmm that means you need massage all the time after you strolling around with baby. Not to mention stroller is not common thing in Jakarta, so not every public shopping mall has it. I know only 3 malls have stroller to be use freely for baby. It was Grand Indonesia Mall, Senayan City Mall, Kota Kasablanka Mall and Pacific Place Mall. You just have to exchange the stroller with your passport or license to get it. Senayan City mall is asked you to keep 200k rupiahs as deposits of the stroller. (They might afraid you lost it or steal it ,lol). But if you use stroller in public street, get ready to get lots of bumps. Not all pedestrian walk is highly maintained in Jakarta.

Mosquito bite and flu is should be prevented! Zika virus was not happened in Jakarta when I was visiting. But there is might chance all the time you and your little baby get bite. I often to bring essential oil, long sleeves and stay away from non AC place. Thats the best options. Also flu people is biggest enemy. Please wipe your baby all time whenever people finished touch her. Oh not to mentions cousins with flu need to be warned. Its not fun at all after kid sick.

Super duper safety  is Stay SAFE.. If you travel alone, get easy access to your wallet and always backup your cash in other place, keep your phone active, write down the taxi number and car identity if you use uber or grab car. Jakarta people is friendly. But pickpocket, and criminals also will look friendly. Always tell someone where you are when you travel only with baby.

Breast feeding Mamas, good news for you Jakarta shopping mall will have spot to  nurse. Good spot one I found  in Kota Casablanca Second Floor. Other malls that I went which has breastfeeding room is in Pacific Place Third Floor, Senayan City Third Floor.

Smoking is illegal, but yet you will have the pollution in Jakarta. Be ready. If you don’t want the baby being second hand smoke, stay away from walking around parking spot, man toilet. Those two places are the most comfort  smoking spot.

Oh now your ready to travel? Jakarta has so many discounts in malls. Not to mention spicy foods but international restaurant appear in food court. My favorite spots beside shopping malls:

If you have to go buy some cookies..

  • Pandora for yum cookies
  • Kue Subuh  for early morning traditional cookies galore at Pusat Perdagangan Senen Blok I – II, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410,Indonesia

Ice Cream? Ragusa  at Jalan Veteran I, No. 10, Gambir

Traditional + Mix Cuisine:

  • Beautika for Manado spicy cuisine at Jl. Abdul Muis No. 70A
  • Bubur Ayam Cikini for chicken porridge
  • Any Padang Restaurant for Padang cuisine like Rendang and Fish-head curry
  • Happy Day Restaurant at Jalan Ir. H. Juanda No.19, Jakarta Pusat, Jakarta

 

 

 

 

Traveling

Ramadan 1437 Hijr

Ramadan 2016 kali ini berkesan sekali bagi saya. Maklum saya pertama kali berlapar-lapar 13 jam (4:30 am – 8:30 PM ) di tengah summer yang mencapai 110  Fahrenheit -kadang-kadang . Belum lagi jadi ibu menyusui beranak satu yang sibuk ngacir sana sini. Alhamdulillah semua shaum lancar hingga hari ini. Lalu terigat semangat awal Ramadan . Saya harus bisa shaum meski menyusui bayi. Awalnya lemas lunglai namun lama-lama saya terbiasa. Rasa lapar pasti muncul. Akan tetapi ini bisa dikurangi jika sakit melilit lapar datang, dengan cara memperbanyak protein di menu makan malam dan sahur, untuk mengurangi kekurangan cairan menu iftar (berbuka) haruslah buah dengan kadar air seperti melon juga pisang dan kurma untuk pelengkap sunah. Jangan lupa minimal sesudah berbuka hingga waktu sahur ibu menyusui harus mengkonsumsi air putih dan susu ( bisa susu whole milk atau susu kedelai ). Kenapa ? Dua minuman itu memperbanyak ASI dan mencegah dehidrasi. Aseekk berima kalimatnya😄 Selain itu konsumsi kedelai seperti tempeh; oatmeal juga memperbanyak ASI lo..

Kerjakan juga hal yang tidak terlalu menguras energi saat siang hari . Seperti jika harus keluar belanja gunakan waktu di saat orang belum berbelanja dan terjadi kemacetan. Alhamdulilah saya sih tidak berbelanja banyak selama shaum ini. Karena masjid selalu menyediakan menu berbuka komplit. Selain itu saya mencoba tidak menjadikan Ramadan sebagai bulan festival makanan di rumah . Sebisa mungkin menu makanan sederhana  agar ibadah Ramadan lebih optimal. Sayang jika Ramadan terbuang untuk memasak makanan – paling tidak masak sesuatu yang praktis atau menggunakan jasa catering.

Sebagai muslim di San Francisco Bay Area ,saya terbantu oleh ibu – ibu Indonesia yang rajin menawarkan jualan masakan . Lapak dagangan dibuka melalui grup whatssApp. Lapak pun beragam mulai dari tempeh hingga asam padeh😆 you name it you’ll have it lah👏🏼 Alhamdulillah tradisi makan sahur perdana dengan rendang saya terpenuhi berkat Warung Ibu-ibu Bay Area.

Bala-bala ala Hindustan
Rose Milk , sejenis sirup khas Pakistan bercampur susu di tabur selasih

Berbuka shaum (iftar) di mesjid? Kebetulan saya baru pindah ke county tempat tinggal saya sekarang ini. Tahun lalu saya tinggal di county dengan pusat kegiatan Oslam terbesar SE Bay Area. Kali ini saya menikmati Ramadan bersama sisters (akhwat) dari berbagai negara juga yang tinggal di sekitar county saya namun lebih sedikit orang-orang yang datang.Mayoritas dari mereka adalah berkebudayaan Timur Tengah dan Asia Selatan seperti Pakistan juga India. Maka itulah menu iftar saya . Masakan dari Timur tengah hingga chai yang wajib ada. Nah ini akan jadi tantangan kalau menu bukanya harus menu Indonesia😁

Kesan terbaik selama berinteraksi di masjid, mereka mungkin baru kenal saya, namun mereka selalu memberi salam dan menanyakan kabar. Mereka juga menghargai meski saya satu-satunya ibu yang ada di ruang shalat khusus ibu dan balita. Saya tidak ditinggal sendirian di mothers Room. Bahkan bayi saya pun berinteraksi dengan anak lain yang senang menghibur bayi saya, meski mereka beda usia.

Yup di sini disediakan ruangan untuk ibu dengan balita yang ingin beribadah. Tahun lalu saya sempat merasakan riuhnya ruangan khusus ibu-balita di masjid lain. Saat Imam berseru takbiratul ihram, para bayi mulai menangis di tinggal ibu yang berdiri di samping carseat. Khusyu’ adalah tantangan para ibu di ruangan ini. Apalagi jika ibu dengan anak sedang berekplorasi seperti baby M.Alhamdulillah kadang ada Sister menepuk dan membawa bayi saya berkeliling ruangan saat saya sholat. Ruangan ibu balita yang ada di masjid county saya ruangan serba guna. Isi ruang itu  ya anak-anak mondar- mandir buka tutup pintu, sibuk lari sana-sini main “tag”. Di sudut lain bisa juga anak dengan gadget. Thats okay , begitulah menikmati beribadah bersama anak-anak yang riuh bermain. Pastinya ada speaker di dalam ruangan agar ibu Isa mendengar Imam memimpin shalat. Nilai plus jika bisa mendengar Kultum atau ceramah ya buk secara beradu suara Imam dengan anak-anak😅
IMG_5372
Subhanallah setiap minggu di masjid kami ada saja mualaf yang baru bersyahadat. Hal ini sangat saya kagumi karena county kami terkenal dengan area kriminalitas yang tinggi di beberapa wilayah, lalu aneka berita menyudutkan Islam seperti salah satu kandidat Presiden, Islamophobia, serta yang paling menyesakkan muslim Baya Area kasus pembunuhan keluarga muslim di San Jose juga penembakan di Orlando oleh muslim. Hidayah memang tak kenal ruang hati. Jika Allah ingin membolak-balikkan hati manusia , maka terjadilah.

Keseruan Ramadan  juga berlangsung di lingkupan Diaspora Indonesia. Setiap minggu kami diberikan kajian Islam oleh ustadz dari Indonesia. Senang sekali mendengar pembicara muslim berbahasa Indonesia 😄Selain bisa menikmati menu masakan Indonesia untuk berbuka tentunya 😝Diaspora Indonesia

Alhamdulillah ya Rabbi, sebagai orang perantauan, beribadah jadi sangat mendalam karena situasi sulit bagi muslimin saat ini, juga  beragamnya persaudaraan sesama muslim . Hal ini malah meningkatkan kecintaan saya kepada Islam sebagai umat muslim yang beribadah Ramadan. Selain itu bisa beribadah Ramadan hanya terjadi jika kita berniat,  yang mungkin saat beribadah akan selalu ada tantangannya. Namun satu hal yang belum pasti, akankah kita selalu berada di bulan Ramadan? Maka berusahalah semaksimal mungkin di setiap detik Ramadan. Ramadan always gone to soon, but we always forget about how to have the best Ramadan, as every Ramadan maybe our last Ramadan. Keep up your Ramadan spirit!

Videonya klik di sini >> Ramadan 1437 Hijr