NgASI harus dimulai dari kedekatan ibu dan bayi. Lalu mindset happy with baby kudu dijaga terus agar bisa semangat dan senang ngASI. Meski LELAH, LETIH, KANTUK.

Hari pertama hingga kerelaaan ibu ngASI pasti penuh perjuangan.
Minggu-minggu pertama ngASI hingga hari ke 30 penuh dengan pompa time, lalu lecet bad latch juga PD bengkak. Kebetulan saat bayi lahir ada liburan Memorial Day ( hari libur Amerika Serikat) , buat saya hari itu jadi Engorgement Day:)

Baca lebih lanjut

Di siang yang panjang , karena anakku sayang tidak kunjung tidur-tidur siang. Malahan ia senang berloncatan ke sana ke mari, sambil naik turun tempat tidur, saya pun mulai bernyanyi. La la la, li li li, mama bernyanyi namun sayang si bayi semi toddler masih ingin bergerak aktif beberapa bar energi dari 5 bar:P

Saya pun mulai mengambil buku cerita. Saya membacakan cerita, lalu ia terus-terusan berceloteh dengan bahasanya. Siang itu kami tidur didahului oleh cerita M yang berkomentar bertutur tentang gambar buku juga aneka kata/bunyi baru karena si bayi saya seorang peniru kata.

 Why Story Telling ? 

Bercerita dapat meningkatkan intelegensia alias kepintaran: nalar, sosial, linguistik, kreativitas, sensori, etc… semua intelejensia tersebut bisa dimasukkan kedalam rangkaian kejadian yang kita tuturkan dalam sebuah cerita.

Bercerita kepada anak belum tentu perlu buku dan duduk bersama. Pada dasarnya bercerita alias story telling punya modal sedikit: pendengar dan kisah. Selama ada pendengar, maka disitulah story telling bisa dilaksanakan. Kisah apa yang dipilih? Mulai dari kisah  personal kita.

Selain sebelum tidur, saya  dan M punya waktu bercerita paling favorit :

Waktu Makan

Saat makan banyak hal yang bisa diungkapkan termasuk untuk berstorytelling. Mulai dari pembuatan makanan, apa yang dirasa, makanan seperti apa dan sebagainya. Dari situ seolah kita bisa mengisi kisi-kisi cerita dengan sendirinya. Bisa soal aktivitas kemarin yang menyenangkan, bisa juga ide permainan hari ini. Yang jelas, saat makan saat perut happy, saat terbaik berbagi cerita.

Mandi

Kenapa buru-buru melakukan rutinitas mandi begitu saja? Guyur bayi dengan air lalu berikan sabun? Sesekali cobalah melakukan rutinitas  itu sambil bercerita mengenai aneka rupa fisik binatang, anggota keluarga yang yang kakinya panjang kepada bayi.

Bisa juga bernyanyi sambil bercerita. Lagu favorit saya : “M has big belly.. big belly.. M has curly hair like mommy. ” Lalu saya kaitkan semua lirik itu ke dalam cerita. Gak harus cerita yang dimulai dengan Pada suatu hari…. Misalkan: “Tau gak kenapa M perutnya besar. Karena tadi makan …” sambung terus menerus kejadian yang bisa dikoneksikan ke kalimat awal  kita memulai.

Ganti Popok

Apa yang paling sering terjadi saat ganti popok anak di bawah 6 bulan? Bayi melihat ke mata Anda. Nah itu saat terbaik mengurai kisah. M senang sekali saat saya membersihkan dirinya sambil cerita soal neneknya. Untuk bayi yang sudah aktif, gunakan mainan sebagai penghubung agar ia mau diam sejenak dan mendengarkan anda. Mainan tersebut/benda tersebut juga bisa dijadikan bahan cerita. Misalkan tunjukkan boneka beruang katakan pada bayi si beruang terbatuk-batuk karena kurang minum air putih-sambil Anda tirukan suara batuk.  Buat kelanjutan ceritanya, agar ia mau mendengarkan sedikit lagi kisah si  beruang, meski sesi ganti popok selesai.

Dalam Perjalanan

Ini momen paling menyenangkan untuk bernostalgia. Saat saya membawa M ke Bogor, ia kami kenalkan angkutan kota. Meski panas, namun M menikmati hawa itu karena angin semilir. Saya pun tak kuasa bercerita tentang spot-spot di kota yang kendaraan kami lewati.

Setiap dalam perjalanan, ada waktu menunggu. Jangan buat waktu menunggu jadi bosan. Ceritakan kenapa kita harus menunggu. Lalu bisa disambung ke cerita ketika anda menunggu jemputan sekolah dulu. Tell a story of your journey !

Sering juga saat M duduk manis di dalam car seat, saya bercerita panjang lebar dengan ayahnya. Tak lama ia ikut dalam pembicaraan dengan celetukan ala M ( belum jelas kata yang keluar namun bunyinya seperti tone suara saya). Nah ini berarti M bisa menyimak pembicaraan dan ingin juga berbicara sepertinya 😬

Memasak

Sejak resign jadi anak kos, rutinitas saya setiap hari memasak. Makan pagi, siang, malam selalu saya siapkan masakan baru (jika tidak ada acara ibu pengajian:p). Akhirnya saya punya waktu bercerita dengan si bayi (sejak ia dalam kandungan ) hingga kini ia mulai meniru kata. Cerita saya saat memasak biasanya tentang makanan atau kisah asal usul bahan makanan yang terdampar di laut. Bahan  bercerita lain yaitu mengenai bumbu aneka bau atau kisah sains seperti air mendidih . Hasilnya  makanan  tersaji, sambil ramai story telling terhidang!

Apa saja dimana saja, kita bisa berkisah. Bercerita tak harus memulai dengan “jaman dahulu kala…“. Ceritakan saja hal yang kita suka, kejadian yang baru dialami, kisah klasik masa SMP dulu atau sekedar kebingungan kenapa awan biru:D  Dijamin jadi cerita yang panjang dan lebar deh. Khusus untuk bayi yang mulai meniru kata, kata-kata saat mengurai cerita kita akan ditiru oleh si copy cat. Pastikan  tinggi rendah suara kita harus diatur, agar bayi tertarik. Selain itu berikan efek-efek suara. Misalkan efek suara saat mobil berjalan atau angin bertiup. Hal ini akan membawa keseruan dan bayi pun kegelian mendengarkannya.

Happy Story Telling!

 

Ketika 36 jam pertama usai lahiran..Bayi saya menangis minta minum dan ganti popok saya bergumam, aduh ingin tidur.  Malahan  ‘bayi besar’ lain yang asik  pulas mendengkur. Pikiran dewasa saya berpikir saat itu…Akhirnya sang bayi yang ditunggu telah lahir. Kini waktunya orangtua membesarkan si bayi ucul. Hmm wait?! Masalah ngASI di tengah malam buta aja saya bingung, gimana membesarkan bayi. Suka-tidak suka si bayi harus diasuh bu… Beberapa bulan lagi, ngantuk-tidak ngantuk anak toodler perlu diajak ke playground biar tidur malam enåk dan ga gampang cranky. dulu saya pikir selesai lahiran udah gitu bisa bobo manis. Malahan hingga saat ini bobo manis hal yang langka *pasangtehbasidikantongmata*

Alhamdulillah….Hidup jadi orang tua berbayi sekarang itu luar biasa tercerahkan. Orang tua baru bisa mendapatkan panduan dengan mudah selama ada jalan ke toko buku, koneksi internet di ponsel. Jadi orangtua sebelum era internet hanya mengandalkan pengalaman orang lain – termasuk dokter anak yang bisa dihubungi lewat telpon kabel atau bidan di pedesaan yang mungkin jauh dari rumah si ibu baru  – yang belum tentu bisa dikerjakan untuk bayi kita. bahkan pengalaman ibu kita sendiri. Karena tiap bayi berbeda. Ketika informasi / pengetahuan mudah diperoleh si orang tua /pengasuh wajib mendalami  topik mengenai:

1. Panduan Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Saya baru tahu topik tumbuh kembang anak ini begitu penting setelah punya bayi . Meskipun saya sempat mengerti Tahapan Tumbuh Kembang Anak bayi usia 1 tahun yang saya pakai untuk membuat kurikulum anak berkebutuhan khusus.

Dalam perkembangan hidup, si bayi memiliki ciri khusus. Biasanya orang akan bertanya sudah bisa apa bayinya? Sudah tumbuh gigi ? Ketika pertanyaan sejenis itu muncul, sebenarnya itulah tahapan tumbuh kembang si bayi. Jangan risih dengan pertanyaan seperti itu. Orang awam tahu penanda perkembangan bayi lewat pertanyaan seperti itu. Namun pengasuh / orangtua harus membaca panduan itu.

Dalam panduan tumbuh kembang anak akan diberikan informasi umur , keterampilan bayi dari berbagai  sisi . Misalkan usia 1-3 bulan bayi bisa melakukan bunyi ooh dan aaa.

Namun ada hal yang harus dicatat , setiap bayi memiliki jadwal tumbuh kembang berbeda. Jika membandingkan bayi saya dan kakak saya atau saya sendiri di waktu bayi bisa berbeda  tahapan tumbuh kembangnya. Jangan membandingkan bayi dengan bayi lain. Dalam tahapan tumbuh kembang anak juga bisa didapat informasi tanda bahaya tumbuh kembang. Misalnya masalah usia berapa sih bayi harus sudah bisa berjalan? Orangtua harus paham batasan minimal sebuah keterampilan harus dimiliki si bayi. Hal ini untuk memberikan penanganan lebih cepat jika si bayi mengalami gangguan tumbuh kembang. Ortu dan pengasuh wajib tahu usia 18 bulan bayi sudah harus bisa berjalan. Jika tidak wajib kondisi khusus yang tidak sesuai dengan petunjuk tumbuh kembang anak ini, wajib  dikonsultasikan ke dokter anak. Maka wajib udpet pengetahuan seputar topik tumbuh kembang anak.

2. Makanan Pendamping ASI

Bersiaplah mencari metode MPASI yang disukai anak. Begitu pula menunya. Tidak bisa disamakan saat jaman ibu kita dulu dengan bayi kita. Yep, saya produk jaman dulu :p Kalau dahulu ibu saya senang dengan biskuit Farley untuk cemilan saya, cucunya kini saya berikan asupan buah-sayur buah sayur.

Sudah lihatkan berita beberapa bayi belum 4-6 bulan, diberi makan selain ASI kemudian dilarikan ke rumah sakit? Itu karena pengetahuan yang kurang dari orang tua / pengasuh terdekat. Akibatnya anak jadi terserang sakit.

Nah untuk tahu MPASI, carilah seluk beluk memilih metode MPASI, cara  membuat , cara memberikan MPASI orangtua/pendamping WAJIB memahami perMPASIan. Bahkan pengetahuan dasar seputar alergi wajib dibaca . Topik MPASI sangat berkaitan dengan topik tumbuh kembang anak, hingga masuk dalam daftar topik wajib updet buat saya. 

3. Aktivitas Bayi

Bayi yang tumbuh bukan hanya sekedar diberi makan minum dan waktu tidur atau keperluan perpopokan. Ia perlu diberikan kegiatan yang ia menstimulasi alias merangsang perkembangan dan kemahiran si bayi. Jauh sebelum si bayi diharapkan bisa berjalan , orang tua wajib tahu topik ini. Misal orang tua harus mengerti bahwa tahapan menuju proses berjalan adalah bayi bisa berguling , merangkak , duduk . Hal ini bisa kita stimulasi dengan memberikan kegiatan tengkurap. Saat membaca tumbuh kembang bayi, berikan kegiatan yang sesuai dengan tahapannya. Misalkan lagi, di tahapan tumbuh kembang bulan depan si bayi diprediksi mulai bisa menemukan benda dibalik benda lain. Carilah informasi permainan apa yang bisa dilakukan untuk tahapan usia.

Bingung cari di mana informasi seputar tumbuh kembang? Mulai pencarian di beberapa social media: Pinterest dan Instagram. Semakin banyak orangtua mencari tahu topik seputar aktivitas bayi, semakin bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi. Akan tetapi, janga mengharapkan bayi kita akan segera punya kemampuan baru setiap hari. Karena masa mengerti akan satu kemampuan  tiap bayi berbeda. Perkara aktivitas bayi lah yang bisa orang tua lakukan agar si bayi makin paham kemampuan baru.

4. Isu Seputar Tumbuh Kembang Bayi/Anak

Saya ingat, anak murid saya selalu takut dengan shower ketika kami berenang. Dulu saya pikir itu hanya ketakutan yang sering terjadi pada anak. Tapi tahukah kalau shower menyimpan “masalah” bagi anak-anak? Kondisi khusus Sensory Processing  Disorder  (SPD) membuat mandi di shower hal yang sangat menyebalkan. Nah SPD hanya salah satu isu yang berkembang di tengah anak kita tumbuh. ada hal lain seperti autisme , Attention Deficit Disorder dan sebagainya. Orang tua wajib tahu topik seputar masalah tumbuh kembang untuk mengerti jika seandainya gejala yang muncul.

5. Home Remedies + Penanganan  Pertama Pada Kecelakaan+ Vaksinasi

Saya tak pernah mendalami ini  topik home remedies, P3K dan vaksinasi, sampai saya memiliki bayi. Terutama pengetahuan tentang topik vaksinasi merupakan kewajiban untuk anak mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Banyak orang tua tidak mengetahui usia berapa anak wajib diberikan vaksin. Padahal ada vaksin yang tidak bisa diberikan saat usianya sudah lewat dari tahap pemberian vaksin. Maka soal vaksinasi adalah hal wajib.

Home Remedies adalah pertolongan pertama ketika anak sakit. Bayi saya sudah mengalami masalah ruam popok saat ia belum mencapai 6 bulan. Saya jadi mengerti ada banyak tips ketika anak mengalami ruam popok. Prinsip saya selama masalah kesehatan itu ringan maka saya tidak perlu ke dokter. Kebetulan dokter di sini pun tak akan memberikan obat yang khusus jika tanya ruam ringan. Mungkin bagi ibu baru ruam setitik adalah BIG DEAL, tapi bagi dokter, ia akan punya batas urgensi kapan pemberian obat itu diberikan. Maka Home Remedies jadi andalan.

Suatu hari anak saya terjatuh di bath tub, luau kelopak matanya tersayat lebar hingga darah terus mengucur. Meski M sudah cukup sering terjatuh, namun darah yang mengucur itu memberikan saya tingkat urgensi harus ke dokter. Saat itu suami sedang tidak di rumah. Saya panik dan segera meminta ia pulang untuk mengantarkan M ke Emergency Room.  Sampai di ER, tidak ada penanganan khusus pada M. Nurse   hanya memeriksa apakah ia muntah, lalu detak jantung, mata, teling. Sisanya saya haya disuruh menjaga kebersihan luka meski begitu menganga. Saya pun mendapatkan oleh-oleh beberapa carik kertas menginformasikan kapan harus ke ruang ER ketika memiliki luka. Dalam hati berujar, “hah gitu doang?”. Maka pengetahuan dasar mengenai home remedies atau pertolongan pertama pada kecelakaan, wajib dipelajari. Orangtua juga wajib tahu kondisi darurat apa yang mengharuskan anak ke dokter. Sempatkan diri memperbarui topik home remedies, penanganan pertama pada kecelakaan dan vaksinasi agar kesehatan anak terjaga.

6. Parenting / Pengasuhan

Orang tua yang memutuskan ingin memiliki bayi harus terus mengupdet pengetahuannya mengenai parenting.  Om-Tante Nenek-Kakek pun wajib mengenal parenting.  Bukan lagi jamannya pengasuhan anak adalah  harus dipegang oleh si ibu. Kondisi jaman ini yang kompleks dimana orang tua bisa tinggal terpisah, orang tua bekerja dll . Akibat kondisi ini membutuhkan kemauan belajar ilmu parenting bagi orang tua yang diamanahi anak untuk berusaha mendidik mengasuh menyayangi dengan usaha maksimal. Lagi-lagi jaman sekarang dengan manusia yang begitu kompleks, orang tua kan jadi orang pertama yang memberikan ilmu, contoh nyata. Bukan si mba pengasuh atau bu guru pak guru sekolah yang akan jadi contoh. Bekali diri untuk mengupdet ilmu parenting sebanyak-banyaknya, praktikan, dan berdoalah pada Tuhan kita tetap diberikan kesabaran dalam mengasuh anak. 

Seorang ibu berkomentar pada teman saya yang sedang memiliki 3 batita. “Kalau umur-umur segini, lagi enak-enaknya.  Cuma capek ngejar ke sana-ke mari.Nikmati deh. Nanti kalau sudah teenager, haduh luar biasa..” kata ibu beranak 4 dengan usia rentang 20-18-an sambil menggeleng-geleng.

Wak waw ! Selamat menempuh hidup baru bersama anak ya aybun/bapak-ibu/momndad:p

Happy Researching!

 

17 Science Activities for 1 Year Old Baby

Musim panas kali ini M sudah menjadi calon toddler. Setiap hari ia menemukan ide segar untuk dieksekusi.  Seperti tutup buka wadah, ambil isinya , tinggalkan bendanya dimanapun tak bisa ditemukan oleh saya. Sejak mulai merangkak hingga saat ini sudah berjalan berikut beberapa aktivitas sains  kami:

  1. What is Under the Sand ?

    Usia 1 tahun anak senang sekali mencari benda. Saya memberikan perlengkapan main pasir. Namun ia memilih sibuk menggunakan tangannya untuk menggali. Tak lupa kaki-kakinya ikut masuk ke dalam. M sangat menikmati ini sehingga kami menguburkan sesuatu dibawah pasir. Ia pun tertarik mencari benda yang kami kubur. Tak lama ia bisa mencari benda lain. Seperti benda berikut yang kami pajang di rumah.
  2. Ice Exploration. IceExplorationSaat ayah M minum air dengan es batu, M tiba-tiba berteriak. Saya pikir awalnya ia tertarik minum. Ternyata ia senang dengan denting es batu di dalam gelas. Saya pun memberikannya es batu untuk dipegang. Lalu ia tertarik mendorong-dorong es batu dan menggerakkannya di atas meja. Bisa juga membekukan potongan buah seperti  blueberry / potongan di dalam es batu lalu kita ajak anak memegang-meneliti-mencicipi luluhnya es dari batu hingga cair.
  3. Water Container Collections. M senang sekali saat diajak mandi dengan membawa sesuatu benda. Hal ini juga mempermudah saya agar ia tidak tertarik mengambil benda lain yang tidak aman baginya. Suatu saat saya membawakan aneka kontainer (box  plastik), seperti kotak bekas es krim, penyiram air, botol minuman. Ia bisa mengucurkan air ke dalam benda-benda tadi. Sambil mencelupkan tangan dan mengamati tangannya di dalam kontainer. Satu hal yang selalu terjadi, sesudah  air ditampungnya lalu ia tuang kembali ke bath tub atau direguk nikmat, hihi.
  4. Wash n Wash.science summer 5 Yup cuci cuci sudah jadi bagian dari hidup  toddler. Suatu hari saya melihat  M mengobok-obok kloset dengan tangannya:D Ini pun jadi ide saya agar ia belajar mencuci benda. Saat ada kesempatan cuci tangan saya biarkan ia mencuci bola, lego bahkan benda baru baginya seperti boneka bayi dari bahan plastik. Bisa juga kegiatan cuci -cuci ini di lakukan di bath tub / baskom. Berikan beberapa baju yang sudah lolos seleksi untuk masuk mesin cuci untuk balita rendam – rendam sekedarnya ala toodler :p
  5. Sunny Shade.Science summer Jalan-jalan yuk di luar rumah. Meski panas terik, M senang mengunjungi gym dan  taman. Nah selama bermain di taman M belajar mengenal panas dan sejuk. Berlindunglah kami di bawah rindang pohon taman. Ceritakan pada bayi kecil mengenai sejuk dan panas. Saya senang melakukan ini sambil piknik atau sekedar membiarkan ia belajar berjalan di rumput . Berikan topi atau kacamata agar ia merasakan bedanya saat berlindung di bawah matahari dengan kedua benda itu.
  6. Sun Protection. Science summer2Usia 1 tahun  ini, M senang memakai aneka pakaian beserta aksesorisnya. M saya berikan petunjuk berkaca sambil mengenakan sesuatu. Ia senang sekali dipakaikan topi / hijab. Sambil dikenalkan fungsi benda tersebut memberi perlindungan di hari panas (kebetulan sinar matahri masuk ke dalam ruangan ia berkaca). Walaupun ia sangat lebih girang cemerlang ketika memakai kotak rotan sebagai topi 😛
  7. Sprits Spray. Kenalkan si bayi dengan alat penyemprot tanaman, yang diisi air tentunya. Bisa juga botol semprot kecil yang biasa dipakai untuk parfum. Jika bayi kesulitan menyemprot, biarkan ia merasakan semprotan air yang muncul.
  8. Ribbon Flare. Pasang beberapa pita di depan rangka kipas angin atau gunakan tongkat bagian ujungnya dililitkan pita. Bayi tertarik menikmati angin dan pita yang mehari tertiup angin. Semakin cerah warna pita dan panjang menjuntai pitanya, semakin menarik gerakan pita untuk disaksikan bayi.
  9. Ballon Flare. Tiup beberapa balon lalu letakkan di depan kipas angin ukuran besar / tegakkan kipas angin dan taruh balon-balon. Balon akan berseliweran di atas/sekeliling kipas angin. Bayi sangat tertarik untuk meraih balon-balon itu. Hati-hati dengan jari bayi yang  senang memegang kipas angin. Saat melakukan kegiatan ini M sibuk memperhatikan balon – balon di langit- langit, di bawah kipas dan aneka balon yang bergerak tertiup angin.
  10. Cycling Cycle. science summer4Kenalkan bayi gerobak dan berikan pengalaman mereka berada di dalam gerobak sambil menikmati angin. Bisa juga membiarkan bayi duduk di kursi sepeda sambil didorong. Hati-hati saat sepeda mulai bergerak, karena tidak semua bayi mampu duduk baik.  M senang sekali sekedar duduk di sepeda atau mendorong skuter ke sana -kemari.
  11. Walk under the Sun. Jangan takut berpanas-panas, selama si bayi selalu menampakkan keceriaan. Coba berikan waktu si bayi sesekali tanpa stroller untuk berjalan dan ekplorasi di bawah matahari pagi/sore yang tidak terlalu terik. Taman atau tempat banyak pohon jadi tempat favorit untuk berjemur. Bisa juga mengkombinasikan kegiatan jalan ini dengan permainan berjalan di bawah pohon kemudian tanpa ada perlindungan pohon. Ceritakan rasa teduh/dingin ketika berjalan di bawah pohon dan rasa panas ketika tidak ada pohon menaungi .
  12. Blow Flow. Ajari si kecil meniupkan aneka benda. Seperti gelembung sabun, pita, rambut hingga menggunakan alat tiup seperti sedotan. Permainan yang disukai M adalah saat ia dikelitiki dengan udara yang saya tiup dari sedotan. Untuk pemula gunakan sedotan ukuran besar (seperti sedotan minuman pearl tea).
  13. Light Guide . Satu saat M meneliti sesuatu di hadapnnya.Saya bengong saja, karena tak ada mainan apapun dihadapan M. Sempat berpikir ia melirik “mahluk” haha. Ternyata M sedang meneliti sinar matahari yang masuk dari kisi jendela. Ia berulang kali menyebut “haa” ( yang saya belum paham artinya) sambil mengarahkan tangannya ke jendela. Ternyata sebagian tangan dan wajahnya tertimpa sinar matahari. Bermain dengan sinar matahari bisa dilakukan   dengan menempatkan bayi di dekat jendela atau pintu. Berceritalah tentang sinar yang menerpa si bayi.
  14. Light Hunter. Science summer 6Waktu yang lain M terpesona dengan refleksi kaca dari mainan yang ia bawa. Mainan itu terpantul karena sinar matahari yang panas. M lagi-lagi bereaksi melihat refleksi kaca yang sangat terang dan bergerak kesana kemari seiiring gerakannya. Eksplorasi lebih jauh permainan ini dengan ajak si bayi menangkap refleksi kaca yang Anda gerakkan.
  15. All Summer Stories. Berikan buku bergambar yang banyak menyebutkan tentang kondisi musim panas, benda apa saja yang digenakan di musim panas hingga kata sifat yang berkenaan dengan musim panas. Jangan lupa berikan benda konkrit dari buku yang bisa dipegang anak.
  16. Water play. Bersenang-senang mandi di bath tub atau sekedar berendam kaki bisa menyenangkan bagi anak, meski tanpa sabun! M menemukan permainan bola bergerak saat waktu mandi. Saat air mengucur jatuh ke bola di atas permukaan air, air kucuran  pun menggerakkan bola tersebut. Saat M berusaha memainkan tombol pada keran, ia menemukan cara mengubah kucuran  air dengan lurus atau tersebar.
  17. Refill and Fill. science summer 7M senang mengambil barang sambil menempatkannya di tempat lain. Nah kemampuan ini bisa dialihkan bereksplorasi bersama ibu di dapur. Ia senang saya biarkan ia mencontoh saya mengambil kentang dari kantong ke dalam lanci. Hal ini menyenangkan bagi ia memungut kentang jatuh lalu dimasukkan ke panci.

 

Happy Science in Summer Time!

Bayi senang bereksplorasi dengan lingkungan sekitar. Sejak keluar dari rahim ibu, dunia jadi rumah baru bagi bayi. Banyak cara beraktivitas dengan bayi :

0-3 bulan

  • Skin to Skin . Selesai menyusui, bayi newborn amat menyukai tidur di dada. Cobalah meletakkan bayi di dada hal ini untuk memberikan perasaan aman bagi bayi. Ayah pun bisa melakukan ini. Bahkan saat bayi demam, kegiatan ini juga bagus dilakukan untuk mendinginkan suhu tubuh.
  • Meraba wajah. Meraba WajahBayi senang melihat lalu meraba wajah mulai dari mata, hidung. Sesekali bisa juga meraba wajah boneka.
  • Pesta Selimut.Blanket PartyM mendapatkan banyak selimut dengan tekstur berbeda. Lalu ia senang sekali ikutan sholat jadi sekalian saja saya buatkan permainan. Ia akan merangkak/tiduran di berbagai jenis sejadah, selimut.
  • Tummy Time/Tengkurap Time . Tummy TimeSaat bayi saya berusia 2 bulan dokter menyarankan agar M belajar menggunakan perutnya untuk berbaring. Ini dilakukan agar ia tidak terus menerus terlentang serta mengurangi resiko keterlambatan perkembangan  motorik kasar . Sebelum berjalan nantinya , bayi harus memiliki kemampuan berguling, duduk, merangkak, berdiri. Dengan kegiatan tummy time, bayi berlajar merasakan menggunakan perut, untuk menyusun kekuatan bisa melalui semua tahapan motorik kasar agar bisa berjalan. Biasakan 5-10 menit perhari untuk newborn. Gunakan mainan yang menarik dihadapan,agar bayi mau diajak bertummy time. Untuk mengurangi resiko SIDS (Sudden Death Infant Syndrome), tummy time diperlukan para bayi newborn.
  • Drum Tum Tum. Bayi di ajak mendengarkan bunyi drum, ibu tanya menyiapakan drum dari kaleng atau wadah yang berbunyi nyaring saat dipukul. Untuk stik drum bisa menggunakan spatula atau sumpit.
  • Rattle Party. Bayi bereksplorasi dengan bunyi kerincingan.
  • Baca buku. M senang sekali diajak lihat buku dengan gambar besar. Ukuran A4 hingga menutupi hampir seluruh tubuhnya. Namun ia senang melihat aneka gambar warna-warni di buku.
  • Pijat! Saat setelah mandi, saat yang tepat untuk pijat-pijat.
  • Free diaper time – Waktu Bebas Popok.No Diaper Time M beberapa kali senang dibiarkan bebas tanpa pakaian/popok. Kegiatan ini juga membantu membiarkan kulit lebih bebas saat bayi terkena ruam popok. Selain itu bayi bisa menggunakan semua bagian tubuh untuk meraba.
  • Menendang  Benda. M senang menendang-nendang, sehingga saya memberikan piano yang terpasang dalam baby gym set. Bisa juga menggunakan benda seperti kaleng atau benda yang menimbulkan suara saat ditendang.
  • Meraih Benda. Mobile alias mainan menggelantung sangat disukai bayi diusia ini. M senang meraih mobile/ mainan yang diletakkan diatasnya.
  • Bercermin. Ini kegiatan favorit bingits. Menemukan bayangan diri di termin akan membuat M senang berekplorasi. Saya bahkan membeli cermín besar yang dipasang setinggi bayi, agar ia bisa meneliti tak hanya dirinya, tapi juga sekeliling.
  • Terbang Berayun. Bayi senang sekali bergerak naik turun. Coba baringkan bayi diatas betis lalu naik turunkan betis anda. Si bayi akan terkekeh dan tertawa.
  • Mandi.Tidak semua bayi menyukai kegiatan ini. Mandi jadi saat yang menyenangkan jika bayi tidak lapar, air tidak terlalu dingin atau panas. Jangan lupa sediakan mainan juga untuk bayi baru lahir untuk ia melihat ke arah mainan.  Agar bayi yang menolak dibersihkan saat mandi bisa melirik mainan agar merasa nyaman.
  • Vision Board. Bayi sedang belajar melihat. Maka sediakan vision board yang dibuat dari kertas bergambar objek hitam  putih merah. Vision Board bisa diletakkan di area yang strategis untuk dilihat.

 

3-12 bulan

  • Outdoor Trip . Isi hari piknik  bersama si bayi dengan mengunjungi taman (bukan taman bermain dengan wahana seperti di mall ya…), naik gunung, menyusuri sungai, pantai, sawah, ladang. Piknik pun bisa  juga naik kendaraan umum seperti kereta, pesawat terbang, becak dsbnya. Tips traveling dnegan pesawat saya bagi di 12 Tips Terbang Bersama Bayi
  • Permainan cilukba. Usia 5-6 bulan baby M mulai mencari benda yang tersembunyi. Itulah kemampuan awal bermain peek a boo alias Ci Luk Ba.
  • Sensory Bin. Gunakan aneka benda untuk diraba oleh sang bayi. Beberapa benda yang disukai M: sendok, pita, lap/kain aneka jenis, bola, pasir, kerikil.
  • Musik Asik.Mainan Bersuara Perdengarkan aneka musik atau bunyi-bunyian , bisa gunakan aneka botol yang dipukul, mainan seperti piano, bahkan gendang. Berdansalah bersama si bayi .
  • Ayunan. BerayunBayi senang sekali permainan ini. Tidak melalu senang dengan duduk di dalam ayunan. Bayi bisa digendong lalu sambil diayun, bahkan bernyanyi tak kalah indah. Kadang saya juga duduk di ayunan sambil menggendong M.
  • Rekaman Suara. Gunakan perekam suara di ponsel untuk merekam suara bayi yang belajar ngoceh. Lalu perdengarkan kembali pada si bayi.
  • Melompat di kasur. Gerakan naik turun saat melompat akan membuat bayi tertawa kegelian.
  • Merebahkan badan di kasur/bantal. Biarkan bayi belajar melepas badannya, di kasur/bantal.
  • Kelitikan Blusukan. M suka sekali dikelitik. Baik dengan jari, ciuman atau dengan boneka. Belum pernah sih coba dengan bulu ayam;)
  • Meremas makanan. M menggunakan metode BLW untuk mengenalkan makan solid (mulai dari 6 bulan) . Kegiatan ini jadi waktu main sensori favoritnya. Saya gunakan aneka buah, nasi yang cukup lunak dan kental agar bayi meremas. Pastikan sang bayi tidak dehidrasi jika ia memakan aneka buah / sayur/ nasi.
  • Merangkak naik/turun
  • Kenal Bunyi Benda. Dia senang sekali main spatula untuk dipukulkan ke mangkok yang dibalik  atau suara kumpulan biji jagung dalam botol mineral.
  • Kotak harta karun. Harta karun yang saya pakai adalah baju cucian, mainan-mainanya. Saya sediakan satu kotak besar untuk diisi benda, saya biarkan ia membongkar kotak. Usia 9 bulan, bayi akan tertarik mengikuti kegiatan ibu. Saat saya mengambil cucian dari keranjang, ia juga menirukannya. Bedanya saya bekerja melipat, ia bekerja lebih bebassssss menghempas cucian.
  • Main rebana . Hahayy kegiatan favorit M adalah menepukkan dua tutup kaleng atau mangkuk. Ia bisa melakukan ini setiap hari selepas snacking.
  • Menepuk. Yes tepuk tangan lalu dadah. Baby loves this!
  • Mengelap Benda. Baby M melakukan ini saat ia duduk di permukaan kotak. lalu ia meraih tisu dan mengelap kotak. Its a joyful thing for her  before the real cleaning activities;P
  • Meniup gelembung dan kapas / bulu.
  • Buka Tutup. Bisa gunakan cover iPad, buku tebal, kotak makan. Tapi paling digemari kegiatan buka tutup pintu dan lemari.
  • Dorong dan tarik. M menyukai menarik aneka tali. Hal ini memberikan saya ide untuk menggantung aneka teether dan mainan baby gymnya. Selain itu ia juga menyukai mendorong kardus atau box , biasanya sesudah itu ia akan naik di atas box tersebut.
  • Mengulang Nada. Berpura-pura menelepon lalu serahkan telepon (mainan) kepada bayi.
  • Bernyanyi . Coba mengeluarkan suara dengan bayi menggunakan intonasi suara  tinggi rendah. Modifikasi lagu apa saja dengan nada rendah tinggi, pelan dan cepat atau suara keras dan pelan.
  • Main air (tuang, siram, cuci dan basuh). Contohnya menuang air dari penyiram tanaman atau dari gayung. Kegiatan ini sangat rentan membasahi baju. Cocok dilakukan di dalam ruangan yang rela dibasahi.
  • Pesawat Terbang aka Betis Exercise:D. Berbaring melantailah, lalu posisikan bayi di bawah lutut. Pegang punggung bayi dan naik turunkan kaki-kaki mu. Jangan lupa tersenyum meski lelah;p
  • Yoga. Banyak sekali video yoga ibu dan anak di you tube. Silahkan browse  dengan kata kunci : “mom  and baby yoga“.
  • Naik ayunan, duduk di bola gym.
  • Eksplorasi ruangan . M senang pergi ke setiap ruangan, baik di tempat yang baru dikunjungi atau rumah sendiri. Ambil kain gendong untuk berekplorasi di ruangan yang belum aman dari bayi ,seperti ruangan cuci / dapur – hanya untukmelihat dan memberitahu si bayi ruangan apa yang sedang dimasuki.
  • Merangkak di bawah benda. Bujuk si bayi mengambil sesuatu di ujung meja, sehingga ia harus merangkak ke kolong meja.
  • Duduk. Bayi masih mempelajari cara duduk. M belum stabil saat duduk hingga usia 8 bulan. Padahal ia latihan sejak usia 6 bulan cinta! Sehingga saya membebaskan ia duduk di aneka permukaan. Mulai dari bantal, susunan bantal, box, bongkahan kayu, bahkan juga bangku dan gym ball.
  • Main alat dapur. Yup, ajak bayi ke dapur, ia akan menarik semua benda yang ada di dekatnya. Untuk memfasilitasi ketertarikan itu, saya selalu mengajak ia duduk di meja dan memberikan benda yang jarang ia lihat. Bukan benda dapur yang tajam pastinyaaaa.
  • Botol. Benda yang bisa diisikan apa saja, lalu biarkan ia meneliti benda di dalam botol. M juga senang sekali memperhatikan orang minum dari botol. Terutama botol bersedotan.

Saat semua aktivitas di atas dilakukan bersama si bayi, ortu /  pendamping WAJIB ada bersama bayi. Mana mungkin si bayi bermain tanpa arahan dan ilmu bermain dari orang dewasa. Tak lupa sertakan senyuman , iringi dengan lagu-lagu non galau saat bermain. Hal ini akan memberikan pengetahuan baru bagi bayi. Terutama pengetahuan kosakata dan kemampuan motorik . Selain itu kemampuan tiap bayi (bahkan bayi dari satu ayah satu ibu) akan berbeda. Perhatikan  kapan bayi bisa dibawa piknik outdoor, kapan bisa menuang air dsbnya- dari tingkat senang atau tidaknya si bayi saat beraktivitas. Namanya juga bayi yang baru lahir, newbie imut  sensitif terhadap semua hal termasuk kegiatan -kegiatan yang mungkin bagi kita adalah hal biasa, namun bagi mereka its a WOW thing.

Selamat bermain!

Have fun!

 

 

 

Bayi yang penuh  ingin tahu, selalu berusaha bertualang di mana saja. Hampir dua bulan sudah bayi saya (11 bulan)belajar merangkak. Sudah beberapa kali pula saya menjumpai dia di dalam toilet sedang asyik buka tutup lemari. Ketertarikannya akan toilet yang sering saya tutup untuknya, memberikan ide untuk menghadiahi si bayi perjalanan melegakan dalam hidupnya: toilet trip!

Suatu hari saya membaca  seorang wanita sudah mengenalkan bayi 4 bulan untuk duduk di potty ( alat khusus bayi untuk pipis). Saya pun  tergerak mencoba mendudukan bayi saya di usia 5 bulan. Awalnya ia menolak duduk karena ia kaget dibasuh bagian genitalnya. Selain ia sibuk menarikuntuk toilet trip, lalu mendudukkan tuan putri di kloset  meski ia  Bathroom

sibuk main tisu toilet dan  tidak pipis.  Selama di ajar duduk di kloset, sang bayi hanya resah ketika air mengenai bagian genitalnya. Maklum  kadang si Mama kelupaan memberikan air  hangat untuk membasuh. Ia pun sudah bisa membuang limbah dari perutnya. Saya haya menerka kapan ia mengejan atau memberikan ciri sedang -mau -almost BAB, lalu segera membawa ia ke toilet untuk duduk di kloset. Sebelum semua sisa penggilingan ususnya yang semerbak berbau itu kelar keluar di popok. Namun  saya tak rutin bertoilet trip lagi karena saya terbang ke Jakarta  ketika ia 6 bulan. Di Jakarta juga sering bepergian kesana kemari. Selain saya tak bisa lagi menemukan momen ia akan membuang hajat (Sebelumnya ia punya waktu tertentu untuk BAB) hingga terlupakanlah toilet trip untuk potty training.

Sepulang dari Indonesia,saya diberikan oleh -oleh seat khusus bayi untuk ditempatkan di atas kloset . Saya pun tergerak lagi untuk mengajarkan potty training.  Kali ini saya coba dengan cara yang sama, bayi saya dudukkan di toilet ketika akan ganti diaper. Namun saya sering kerepotan dengan tingkahnya yang sulit diam . Selain malas menentukan kapan waktu toilet trip. Akhirnya saya membaca lagi soal trik – tips toilet training / potty training.

Maria Montessori menyarankan agar bayi diajak ke toilet untuk sekedar kenal rutinitas toileting. Montessori meminta pendamping / ortu sering ke toilet di waktu sesudah dan sebelum makan, sesudah bangun tidur dan sebelum akan tidur. Lalu saat ke perpustakaan di satu hari panas seusai jalan naik turun tanjakan sepanjang 1 mil, saya menemukan buku dr Jill Lekovic : Free Diaper Before Three . Hari itu juga saya bersyukur pergi susah payah ke perpustakaan hingga menemukan buku itu. Dokter Anak yang memiliki 3 toddler  ini melakukan penelitian soal potty training. Ia menyarankan agar kita pendamping mengenalkan si bayi sejak dini untuk kenal toilet. Hal ini akan memberi banyak manfaat bagi kesehatan si bayi. Semakin dini usia bayi (6 bulan saat umum bayi bisa duduk), semakin cepat bayi kita bisa bebas dari pemakaian popok. Penundaan lepas diaper akan menyebabkan kemungkinan bayi terkena urinary trac infection (UTI/gangguan pipis). Bayi juga akan tergantung pada diaper ketika ingin pipis. Karena diapernya anti bocor. Sehingga kemungkinan menimbulkan masalah sosial yaitu  saat usia toddler yang seharusnya ia sudah lepas diaper, diantara teman lain yang sudah bebas diaper, bisa  kejadian sang toddler sering ngompol. Lalu si toddler bisa  jadi bahan ejekan teman-teman. Kalau saya sih lebih senang alasan potty training dini sangat baik karena tak ingin  sering-sering beli diaper;p

Make dimulai kembali potty training bagi bayi saya. How? Do the toilet  trip lalu…

  1. Siapkan alatnya sebelum bepergian:  potty , saya menggunakan Potty ini (tempat khusus untuk BAB/BAK seukuran anak hingga 4 tahun -tidak bisa dipakai jika anak berbadan besar. )
  2. Ketika bayi tidak bepergian, saya menukar popok sekali pakai dengan popok kain . Hal ini memudahkan karena popok kain mudah dideteksi saat terlalu basah malah kadang bocor. Walaupun  ada juga popok kain  tahan sih. Hal ini untuk memberikan sensasi resah karena basah pada bayi. Terbukti suta hari M popoknya kotor ia menangis tak jelas. Saat itu ia sudah mulai toilet trip hampir beberapa hari.
  3. Mengatur waktu untuk toilet trip. Saya akan ajak bayi saya ke toilet setiap kali akan tidur, makan juga sesudah waktu tidur dan makan.
  4. Mencermati gerakan ia akan BAK / BAB. Harus bisa baca gerakan dan muka si bayi untuk bisa mendudukkan si bayi duduk di potty / toilet sebelum ia BAK BAB .
  5. Menciptakan suasana nyaman saat bayi duduk di potty. Sangat efektif buat bayi saat di dalam toilet ia tenang dan tidak diburu-buru untuk BAK/BAB. Alhasil  saya jadi badut yang memasang muka konyol atau jadi penyanyi dadakan sata ia duduk di potty. Namun saya berikan tepuk tangan dan tambahan entertainment jika ia bisa BAK / BAB. Semoga M merasa itu reward;P

Alhamdulillah, kini M terbiasa duduk di potty untuk BAK/BAB. Lalu ia tahu saya menunggu -sambil berulang kali menyebut pipis – sampai ia BAK/BAB. Memang M  belum bisa lepas diaper, tapi saya menang banyak karena toilet trip ini. Kemenangan itu berupa  penghematan diaper (meski setiap 2 hari cuci popok kain) juga wajah lega M setelah ia duduk di potty lalu berhasil BAK/BAB.

Silahkan share ya cerita potty training di kolom komentar.

I know its stinky but start early the potty trip!