Parenthink

NgASI sebagai Ibu Baru di Tanah Rantau

NgASI harus dimulai dari kedekatan ibu dan bayi. Lalu mindset happy with baby kudu dijaga terus agar bisa semangat dan senang ngASI. Meski LELAH, LETIH, KANTUK.

Hari pertama hingga kerelaaan ibu ngASI pasti penuh perjuangan.
Minggu-minggu pertama ngASI hingga hari ke 30 penuh dengan pompa time, lalu lecet bad latch juga PD bengkak. Kebetulan saat bayi lahir ada liburan Memorial Day ( hari libur Amerika Serikat) , buat saya hari itu jadi Engorgement Day:)

Lanjutkan membaca “NgASI sebagai Ibu Baru di Tanah Rantau”

Parenthink

Essential Topics to be Updated as New Parents 

Ketika 36 jam pertama usai lahiran..Bayi saya menangis minta minum dan ganti popok saya bergumam, aduh ingin tidur.  Malahan  ‘bayi besar’ lain yang asik  pulas mendengkur. Pikiran dewasa saya berpikir saat itu…Akhirnya sang bayi yang ditunggu telah lahir. Kini waktunya orangtua membesarkan si bayi ucul. Hmm wait?! Masalah ngASI di tengah malam buta aja saya bingung, gimana membesarkan bayi. Suka-tidak suka si bayi harus diasuh bu… Beberapa bulan lagi, ngantuk-tidak ngantuk anak toodler perlu diajak ke playground biar tidur malam enåk dan ga gampang cranky. dulu saya pikir selesai lahiran udah gitu bisa bobo manis. Malahan hingga saat ini bobo manis hal yang langka *pasangtehbasidikantongmata*

Alhamdulillah….Hidup jadi orang tua berbayi sekarang itu luar biasa tercerahkan. Orang tua baru bisa mendapatkan panduan dengan mudah selama ada jalan ke toko buku, koneksi internet di ponsel. Jadi orangtua sebelum era internet hanya mengandalkan pengalaman orang lain – termasuk dokter anak yang bisa dihubungi lewat telpon kabel atau bidan di pedesaan yang mungkin jauh dari rumah si ibu baru  – yang belum tentu bisa dikerjakan untuk bayi kita. bahkan pengalaman ibu kita sendiri. Karena tiap bayi berbeda. Ketika informasi / pengetahuan mudah diperoleh si orang tua /pengasuh wajib mendalami  topik mengenai:

1. Panduan Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Saya baru tahu topik tumbuh kembang anak ini begitu penting setelah punya bayi . Meskipun saya sempat mengerti Tahapan Tumbuh Kembang Anak bayi usia 1 tahun yang saya pakai untuk membuat kurikulum anak berkebutuhan khusus.

Dalam perkembangan hidup, si bayi memiliki ciri khusus. Biasanya orang akan bertanya sudah bisa apa bayinya? Sudah tumbuh gigi ? Ketika pertanyaan sejenis itu muncul, sebenarnya itulah tahapan tumbuh kembang si bayi. Jangan risih dengan pertanyaan seperti itu. Orang awam tahu penanda perkembangan bayi lewat pertanyaan seperti itu. Namun pengasuh / orangtua harus membaca panduan itu.

Dalam panduan tumbuh kembang anak akan diberikan informasi umur , keterampilan bayi dari berbagai  sisi . Misalkan usia 1-3 bulan bayi bisa melakukan bunyi ooh dan aaa.

Namun ada hal yang harus dicatat , setiap bayi memiliki jadwal tumbuh kembang berbeda. Jika membandingkan bayi saya dan kakak saya atau saya sendiri di waktu bayi bisa berbeda  tahapan tumbuh kembangnya. Jangan membandingkan bayi dengan bayi lain. Dalam tahapan tumbuh kembang anak juga bisa didapat informasi tanda bahaya tumbuh kembang. Misalnya masalah usia berapa sih bayi harus sudah bisa berjalan? Orangtua harus paham batasan minimal sebuah keterampilan harus dimiliki si bayi. Hal ini untuk memberikan penanganan lebih cepat jika si bayi mengalami gangguan tumbuh kembang. Ortu dan pengasuh wajib tahu usia 18 bulan bayi sudah harus bisa berjalan. Jika tidak wajib kondisi khusus yang tidak sesuai dengan petunjuk tumbuh kembang anak ini, wajib  dikonsultasikan ke dokter anak. Maka wajib udpet pengetahuan seputar topik tumbuh kembang anak.

2. Makanan Pendamping ASI

Bersiaplah mencari metode MPASI yang disukai anak. Begitu pula menunya. Tidak bisa disamakan saat jaman ibu kita dulu dengan bayi kita. Yep, saya produk jaman dulu :p Kalau dahulu ibu saya senang dengan biskuit Farley untuk cemilan saya, cucunya kini saya berikan asupan buah-sayur buah sayur.

Sudah lihatkan berita beberapa bayi belum 4-6 bulan, diberi makan selain ASI kemudian dilarikan ke rumah sakit? Itu karena pengetahuan yang kurang dari orang tua / pengasuh terdekat. Akibatnya anak jadi terserang sakit.

Nah untuk tahu MPASI, carilah seluk beluk memilih metode MPASI, cara  membuat , cara memberikan MPASI orangtua/pendamping WAJIB memahami perMPASIan. Bahkan pengetahuan dasar seputar alergi wajib dibaca . Topik MPASI sangat berkaitan dengan topik tumbuh kembang anak, hingga masuk dalam daftar topik wajib updet buat saya. 

3. Aktivitas Bayi

Bayi yang tumbuh bukan hanya sekedar diberi makan minum dan waktu tidur atau keperluan perpopokan. Ia perlu diberikan kegiatan yang ia menstimulasi alias merangsang perkembangan dan kemahiran si bayi. Jauh sebelum si bayi diharapkan bisa berjalan , orang tua wajib tahu topik ini. Misal orang tua harus mengerti bahwa tahapan menuju proses berjalan adalah bayi bisa berguling , merangkak , duduk . Hal ini bisa kita stimulasi dengan memberikan kegiatan tengkurap. Saat membaca tumbuh kembang bayi, berikan kegiatan yang sesuai dengan tahapannya. Misalkan lagi, di tahapan tumbuh kembang bulan depan si bayi diprediksi mulai bisa menemukan benda dibalik benda lain. Carilah informasi permainan apa yang bisa dilakukan untuk tahapan usia.

Bingung cari di mana informasi seputar tumbuh kembang? Mulai pencarian di beberapa social media: Pinterest dan Instagram. Semakin banyak orangtua mencari tahu topik seputar aktivitas bayi, semakin bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi. Akan tetapi, janga mengharapkan bayi kita akan segera punya kemampuan baru setiap hari. Karena masa mengerti akan satu kemampuan  tiap bayi berbeda. Perkara aktivitas bayi lah yang bisa orang tua lakukan agar si bayi makin paham kemampuan baru.

4. Isu Seputar Tumbuh Kembang Bayi/Anak

Saya ingat, anak murid saya selalu takut dengan shower ketika kami berenang. Dulu saya pikir itu hanya ketakutan yang sering terjadi pada anak. Tapi tahukah kalau shower menyimpan “masalah” bagi anak-anak? Kondisi khusus Sensory Processing  Disorder  (SPD) membuat mandi di shower hal yang sangat menyebalkan. Nah SPD hanya salah satu isu yang berkembang di tengah anak kita tumbuh. ada hal lain seperti autisme , Attention Deficit Disorder dan sebagainya. Orang tua wajib tahu topik seputar masalah tumbuh kembang untuk mengerti jika seandainya gejala yang muncul.

5. Home Remedies + Penanganan  Pertama Pada Kecelakaan+ Vaksinasi

Saya tak pernah mendalami ini  topik home remedies, P3K dan vaksinasi, sampai saya memiliki bayi. Terutama pengetahuan tentang topik vaksinasi merupakan kewajiban untuk anak mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Banyak orang tua tidak mengetahui usia berapa anak wajib diberikan vaksin. Padahal ada vaksin yang tidak bisa diberikan saat usianya sudah lewat dari tahap pemberian vaksin. Maka soal vaksinasi adalah hal wajib.

Home Remedies adalah pertolongan pertama ketika anak sakit. Bayi saya sudah mengalami masalah ruam popok saat ia belum mencapai 6 bulan. Saya jadi mengerti ada banyak tips ketika anak mengalami ruam popok. Prinsip saya selama masalah kesehatan itu ringan maka saya tidak perlu ke dokter. Kebetulan dokter di sini pun tak akan memberikan obat yang khusus jika tanya ruam ringan. Mungkin bagi ibu baru ruam setitik adalah BIG DEAL, tapi bagi dokter, ia akan punya batas urgensi kapan pemberian obat itu diberikan. Maka Home Remedies jadi andalan.

Suatu hari anak saya terjatuh di bath tub, luau kelopak matanya tersayat lebar hingga darah terus mengucur. Meski M sudah cukup sering terjatuh, namun darah yang mengucur itu memberikan saya tingkat urgensi harus ke dokter. Saat itu suami sedang tidak di rumah. Saya panik dan segera meminta ia pulang untuk mengantarkan M ke Emergency Room.  Sampai di ER, tidak ada penanganan khusus pada M. Nurse   hanya memeriksa apakah ia muntah, lalu detak jantung, mata, teling. Sisanya saya haya disuruh menjaga kebersihan luka meski begitu menganga. Saya pun mendapatkan oleh-oleh beberapa carik kertas menginformasikan kapan harus ke ruang ER ketika memiliki luka. Dalam hati berujar, “hah gitu doang?”. Maka pengetahuan dasar mengenai home remedies atau pertolongan pertama pada kecelakaan, wajib dipelajari. Orangtua juga wajib tahu kondisi darurat apa yang mengharuskan anak ke dokter. Sempatkan diri memperbarui topik home remedies, penanganan pertama pada kecelakaan dan vaksinasi agar kesehatan anak terjaga.

6. Parenting / Pengasuhan

Orang tua yang memutuskan ingin memiliki bayi harus terus mengupdet pengetahuannya mengenai parenting.  Om-Tante Nenek-Kakek pun wajib mengenal parenting.  Bukan lagi jamannya pengasuhan anak adalah  harus dipegang oleh si ibu. Kondisi jaman ini yang kompleks dimana orang tua bisa tinggal terpisah, orang tua bekerja dll . Akibat kondisi ini membutuhkan kemauan belajar ilmu parenting bagi orang tua yang diamanahi anak untuk berusaha mendidik mengasuh menyayangi dengan usaha maksimal. Lagi-lagi jaman sekarang dengan manusia yang begitu kompleks, orang tua kan jadi orang pertama yang memberikan ilmu, contoh nyata. Bukan si mba pengasuh atau bu guru pak guru sekolah yang akan jadi contoh. Bekali diri untuk mengupdet ilmu parenting sebanyak-banyaknya, praktikan, dan berdoalah pada Tuhan kita tetap diberikan kesabaran dalam mengasuh anak. 

Seorang ibu berkomentar pada teman saya yang sedang memiliki 3 batita. “Kalau umur-umur segini, lagi enak-enaknya.  Cuma capek ngejar ke sana-ke mari.Nikmati deh. Nanti kalau sudah teenager, haduh luar biasa..” kata ibu beranak 4 dengan usia rentang 20-18-an sambil menggeleng-geleng.

Wak waw ! Selamat menempuh hidup baru bersama anak ya aybun/bapak-ibu/momndad:p

Happy Researching!

 

Parenthink

Your Toddler Routine is Your Key to Peacefulness (for a while)

Masa rewel cranky si bayi sudah hilang jika hanya menangis. Kini ia -si 16 bulan saya – sudah bisa berteriak sambil melentingkan badan. It happens alot and its normal!

Hal paling enak adalah kita bisa menebak kenapa bayi rewel. Apakah lapar?popok basah?mengantuk?  Tapi untuk si 1 tahun bukan hanya tiga hal tadi. Kadang hidupnya cuma BOSAN TO THE MAX yang biasa diiringi gejala lapar ngantuk dan terbitlah tantrum 🙌🏼. Lalu bagi dia si bayi semi toodler,fun thing to do is being cranky !

Rewel tingkat awal dimulai dengan lempar barang (baca:praktik sains gravitasi) lanjut dengan suara sirine lalu mulai meraung. Apalagi jika perjalanan lebih dari 1 jam ia pasti mengkampanyekan rewel gaya ini. Jika bosan ya kita harus keluarkan dia dari arena yang sudah terlalu lama bikin bosan( seperti car seat).

Lalu saya bandingkan saat kami ke sebuah arena bermain out door. Akankah ia bosan? Bisa ditebak! M tidak bosan. Semua area wahana bermain ingin dijelajahinya.Namun apa daya badannya lelah matanya lelah hingga ia mengantuk. Jam tidur rutin biasanya lewat. Namun demi kemaslahatan bersama saat pulang ke rumah, ia harus tidur siang.

Satu hal saya pelajari. Cranky suwenky toodler bisa diatasi dengan rutinitas. Bukan rutinitas ala militer ya 😛jam sekian harus begini sambil pukul bel dan berbekal cemeti menggiring mereka ke tempat aktivitas . Karena kebiasaan untuk keteraturan super strict seperti itu malah cenderung memanjakan anak. Kita tahu ada hal yang tidak bisa ditebak di dunia ini karena manusia sumber salah meski berusaha teratur. Seperti saat bepergian dengan jadwal GPS Google yang kasih tahu akan tiba jam sekian, namun kemudian Anda lupa harus  beli bensin terlebih dulu😅

Kalo kata saya mah…memberikan  jadwal yang fleksibel namun rutin pada toodler membantu kita  tidak ikut pusing lihat anak rewel, kemampuan memprediksi saat genting anak akan tantrum , mengenalkan toodler pada konsep jadwal keseharian dalam bentuk abstrak termasuk skill sequencing (sudah kegiatan a – kegiatan b) dan sekaligus memberikan relaksasi dan recharge energi toodler yang sempat turun beberapa bar 😬

Jadwal fleksibel ? Atuh lah kalau hari tiba-tiba hujan atau kakek tiba-tiba ingin dikunjungi masa bayi tetap harus ke taman? Cepat-cepat cari ganti rutinitas bayi *BRBpinteresting*

Misal jadwal M waktu toodler di tengah menjelang winter:

  • 6-7 AM : bangun sarapan
  • 8-10 AM : main – mandi – makan
  • 11-14 PM : persiapan tidur ( variasi  main ,nenen atau menyalakan sirene mengantuk😗 ) – tidur
  • 15-6 PM : main – makan
  • 7-9 PM : main -persiapan tidur

Dengan ritme hidup di atas dilakukan setiap hari , saya tahu kenapa ia cranky, kapan waktu yang tepat untuk memberikan waktu tenang untuk tubuhnya relaksasi sebelum tidur. Termasuk jangan berbelanja ke supermarket menjelang waktu tidur M😂 Hal ini selalu saya ingat.. Saya “diinisiasi” anak sendiri haha; M menggemparkan seisi toko dengan berujar “ep” . Ia sudah diajari bilang  ” help “saat minta sesuatu / kesulitan. M pun praktek kata “help” dengan lantang sambil menunjuk semua benda di rak ingin diraid. Mulai dari kami masuk  supermarket hingga antri bayar , ia berujar lantang. Sementara pengunjung lain mental kami dengan nanar 😅 Saat itu saya lupa jam persiapan tidurnya sudah dekat. Seharusnya ia sudah mandi dan asyik melenggang bebas hingga ngantuk bukan terpasung di dalam trolley di tengah dinginnya supermarket kala senja.

So jadwalkan kegiatan si bayi (penuh dengan waktu main dan pergi ke taman/ playground) untuk kemaslahatan bersama. Meski kita harus menghadiri undangan makan malam, pengajian, playdate, shopping for sanity dll. Sesuaikan agenda hidup kita sehari-hari dengan hidup si toodler untuk prediksi waktu cranky suwenky. Insha Allah mom dad aybun kita bisa hidup lebih tenang dengan prediksi waktu lelah si kecil, meski uban bertumbuh…

Happy Living with Toodler *arrrgh*

cotton candy ice cream before you scream in your life with toddler

Referensi:

Parenthink

I Don’t Like My Mom

Sebagai bangsa Asia, yang tipikal bersama orang tua  setelah usia 18, saya pun mengalami masa hidup sebagai teenager alai bersama dengan orang tua.  Sungguh hal itu hal yang tidak mudah. Sebagai anak kita punya hak. Hak bicara. Hak bertingkah laku. Hak berekspresi. Hak yang setiap alai pasti akan perjuangkan hingga pulsa internet habis atau uang jajan habis. Meskipun akhirnya saya memperjuangkan diri untuk jadi anak kos yang berusaha bahagia meski kurang gizi ;p Karena saya banyak hal yang selalu jadi konflik ketika tinggal bersama orang tua.

Lanjutkan membaca “I Don’t Like My Mom”

Parenthink

Reality Show tentang 3 Gaya Parenting

 

Realiti Show Bringing Up Baby yang diproduksi oleh  BBC, memaparkan tentang metode pengasuhan anak. BBC meminta beberapa orang tua memilih dan  mempraktekan 3 metode parenting yang berbeda.

Metode 1 : The Liedloff Continuum Concept

Keterikatan ibu dan anak sangat dipegang erat oleh metode ini. Anak akan selalu ada dalam dekapan kain gendong ibu, termasuk berada di tempat tidur bersama orang tua hingga beraktivitas sehari-hari. Anak bayi akan selalu menempel pada sang ibu/ayah. Metode ini meniru kehidupan ibu dan anak dari sebuah masyarakat primitif.

Continuum Concept

Metode 2: Dr Benjamin Spock

Dokter anak yang juga aktivis anti perang ini memiliki prinsip : anak yang diperhatikan bukan berarti dimanjakan, orang tua harus lebih fleksibel -tidak tegas seperti pendidikan militer – dan menganggap anak sebagai insan. Dalam metodenya, dokter Spock mengedepankan perhatian orang tua terhadap anak yang harus selalu dipenuhi. Namun tidak selalu anak dimanjakan dengan kasih sayang, ada juga aturan yang digunakan saat membesarkan anak. Seperti menidurkan bayi di tempat tidurnya sendiri.

Buku fenomenalnya yang diakui best seller melebihi  Bible adalah The Common Sense Book of Baby and Child Care. Pengasuhan anak seajack ibu hamil hingga anak dewasa dibahas dalam revisi terbaru buku ini.

Metode Tiga : Dr Truby King

Dokter bedah ini memilih childcare sebagai fokusnya karena ia terpukau dengan kesehatan para bayi di Jepang yang diberikan ASI. Hingga akhirnya ia mendirikan Plunket Society sebagai gerakan pemberian nutrisi bagi para bayi dengan tujuan agar bayi di New Zealand menjadi salah satu bayi tersehat di dunia.Baby-Carriage-Vintage-Image-GraphicsFairy-2

Metode Truby dikenal dengan metode disiplin. Para bayi diberikan waktu yang ketat untuk minum susu dsbnya. Bahkan bayi dibiarkan tidur di kamar dan tempat tidurnya sendiri, walaupun bayi menangis  selama 4 jam. Hingga waktu minum susu datang, barulah para bayi diberikan perhatian fisik dan psikis lagi.

Biografi Dr Truby King

Nah, dari tiga metode tersebut, yang mana yang cocok dengan kehidupan kita? Dalam realiti show disebutkan, orang tua pekerja cenderung memilih metode Dr Truby King yang konon bisa dengan cepat mengembalikan ritme kehidupan pribadi orang tua kembali. Para bayi baru lahirlah yang mengikuti ritme kehidupan  orang tua. Bukan orang tua mengikuti ritme  para bayi. Orang tua yang memilih metode Dr King harus berdarah-darah menyaksikan para bayi baru lahir menangis dalam waktu lama.

Dr. Spock merupakan metode pilihan yang banyak diterima. Dalam bukunya Spock menekankan orang tua, terutama ibu tahu yang terbaik bagi anaknya. Istilah mother instinct begitu diterapkan. Dr Spock banyak memberikan arahan betapa keamanan dan kenyamanan bagi bayi begitu dipentingkan. Parenting bisa berjalan seperti yang diinginkan orang tua tapi juga mengerti kebutuhan bayi yang selalu ingin dipenuhi kebutuhannya.

Metode Continuum Concept sangat mengutamakan bonding orang tua -terutama ibu dan anak. Sesibuk apapun ibu/ayah, harus tetap menyertakan anak dalam pelukan. Tidak boleh lepas sedikitpun. Bahkan penggunaan stroller pun tidak dianjurkan. Sang mentor akan selalu mengarahkan orang tua untuk selalu membawa anak di kehidupan mereka.

Hal menarik terjadi saat semua orang tua di realiti show dipertemukan. Mereka saling bertanya  jam tidur bayi mereka, hari pertama sebagai orang tua hingga mulailah mereka membandingkan satu sama lain hasil metode pilihan mereka sendiri.

Apa yang terbaik untuk anak adalah pilihan orang tua. Tiga metode diatas sama-sama memiliki tujuan agar anak mendapatkan pengasuhan. Tapi gaya yang mana yang sesuai dengan lifestyle dan naluri sang orang tua, itulah yang menentukan pilihan akhir. Untuk produk alias karakter anak yang dihasilkan dari 3 gaya parenting tersebut, menurut BBC bisa dibuktikan lewat kebanyakan manusia produk tahun 1950an Dr King yang begitu kaku. Orang tua 1960an yang penuh gaya hippies nan cinta damai. Hingga gaya natural seperti peminat parenting ala Continumm Concept.

Yang terpenting..Happy Parenting!

 

Parenthink

Tips for New Mom

Ibu Baru

1. Be Patient

Bagian utama jadi orang  tua adalah bersabar dalam keadaan apapun bayi dan diri sendiri.  Waktunya si bayi memerlukan perhatian, maka bersabarlah selama proses itu dijalani meski letih-lelah-lesu-lemah- asal jangan lebay (drama) hihi. Sebagian orang senang  kesedihan dipertontonkan untuk publik di ranah media sosial. Tidak bijak rasanya sering update status soal kesusahan jadi orangtua, kecuali ada pelajaran  bagi semua orang yang bisa dipetik dari kesusahan itu.

2. Melahirkan bayi (C-Section atau natural) itu melelahkan. 24 jam x 2 biasanya ibu baru akan masih dibantu nakes selama pasca persalinan. Namun begitu pulang ke rumah, akan ada sederetan pekerjaan rumah tangga yang melambai minta dibereskan. Kerjakan hanya yang PALING AMAT penting. Kalau sekedar belanjaan makanan minggu ini, lupakan saja! Saat bayi tidur, istirahat sejenak. 10 menit tidur lebih baik daripada tidak tidur sama sekali usai lelah terjaga semalaman.

Cara kilat (kurang dari 20 menit pengerjaannya) merefresh energi  bagi ibu baru   :

  • Tidur pendek
  • Konsumsi makanan-minuman kesukaan (masih yang bergizi dan dibolehkan dalam diet ibu tentunya)
  • Mendengarkan musik
  • Menonton TV
  • Mandi
  • Jalan-jalan ke luar (perhatikan cuaca dan kondisi bayi). Hindari membawa bayi baru lahir ke tempat yang sangat rentan dengan kuman dan virus : Membawa Newborn ke Luar Rumah

3. Ask for Help

Gunakan fasilitas pertemanan, call a friend dan sebagainya untuk meringankan pekerjaan rumah tangga. Usai  melahirkan, saya amat terbantu oleh teman pengajian dan ibu mertua yang membawakan makanan-makanan. Belum lagi bantuan teman di grup via telepon seluler juga proses pelampiasan perasaan campur aduk letih lelah senang jadi ibu baru.

Saat saya mengalami masalah ASI, saya sering menghubungi konsultan Laktasi dan beberapa teman juga keluarga yang juga memberikan ASI. Buat saya, kata-kata yang muncul dari konsultan ASI ibarat penenang dan ASI booster 🙂

So mom, ask for help and discuss! Termasuk jika mood ibu baru naik turun, kadang nannies , kadang marah, ask for help. Hal ini untuk mewaspadai terjadinya Baby Blues (Baby Blues  ) atau Depresi Pasca Persalinan  (Post Partum Depression)

4. Join the Club

Selamat datang di dunia parenting yang penuh permasalahan penting dan harus terus diupdate pengetahuannya. Club orang tua itu bisa membantu ibu baru mengenai berbagai hal. Pengalaman orang tua lain bisa jadi pertimbangan untuk mencari jawaban seputar parenting. Apalagi zaman sosial media, banyak profile media sosial yang bijak  memberikan nasihat mengenai parenting. Sempatkan  berkunjung ke beberapa link situs yang menjawab semua pertanyaan tentang newborn. Ibu baru wajib bertanya dan mencari tahu informasi yang akurat – bukan mitos atau hoax (termasuk info share di FB / Broadcast Message harus sering diteliti).

5. Cheers and Celebrate

Bersuka citalah ibu baru. Penantian lama itu kini hadir dihadapanmu. Bersyukur atas kehadiran si newborn nan lucuk. Perhatikan hal berikut sebelum tekan tombol share / membagi foto si bayi di media sosial:

  • Unggah foto di lingkaran pertemanan, bukan publik. Bagaimanapun dunia maya tidak selalu aman, terutama beberapa kasus pedofilia bisa melibatkan foto-foto bayi.
  • Unggah foto tanpa memberikan informasi penting dan detail seperti alamat rumah, dokter, dsbnya.
  • Unggah foto yang baik. Jangan unggah foto saat ia menangis atau tanpa busana. Hal ini memberikan respek kepada si bayi saat ia besar dan mengerti nanti melihat foto-foto yang dipajang orangtua.
  • Jika foto bayi digunakan sebagai profil di ponsel tau media lain, selalu gunakan watermark alias nama anda di foto. Hal ini menghindari foto si bayi disalahgunakan sebagai media lain. Satu ketika saya memajang foto yang saya ambil, beberapa menit kemudian teman lain dalam satu kontak pertemanan sudah mengambil foto itu lalu disimpan dalam profilnya. Teman kakak saya bahkan menjadi “model” dalam sebuah meme (Apa itu Meme?) tanpa sepengetahuannya.

 

Sila unggah Buku Catatan Bumil yang saya buatkan (bentuk file PDF). Happy parenting!