Senang sekali kalau masuk departemen store, lalu ada tulisan di rak display “CLEARANCE”. Apalagi kalau sale di bagian mainan anak. Haduh luar biasa betah. Sampai panggilan telepon suami kadang terabaikan saat meneliti barang sale!

Namun sayangnya capek pindahan apartemen, saya  jadi berpikir ulang untuk menghabiskan uang demi mainan anak. Atas petunjuk juga dari mbak Kon Mari soal mengatur barang-barang di rumah, membuat saya harus memaksa diri menghemat belanja mainan anak . Saya ingat banyak klien mbak Kon Mari itu senang menyimpan barang. Semakin besar rumahnya semakin banyak ruangan untuk menyimpan barang. Saya dan suami memutuskan tinggal di tempat lebih kecil. Alasan utama saya agar mudah membersihkan rumah. Tahukan kalau rumah dengan anak balita? Was wis wus wes wos dalam hitungan menit semua barang pindah lokasi. Selain itu hal ini mencegah naluri belanja berlebihan. Rumah lebih kecil membuat saya berpikir berkali-kali ketika menemukan barang unik lucu di bertajuk clearance. Bertutur getir pada diri sendiri:

” mau di simpan dimana benda sale itu? “

5naturefallsept2017 copyKarena tempat tinggal kami lebih kecil dari tempat sebelumnya, saya pun mencoba menghemat tempat penyimpanan. Berikut beberapa tips pengaturannya:

1.Memajang mainan anak. Anak balita masih senang bongkar mainan. Jadi saya biarkan M bisa mengakses mainan kapan saja. Pajang mainan di dalam rak pada sudut khusus untuk bermain. Hal ini memang menambah resiko rumah berantakan. Tapi saya bisa mengajarkan M untuk membereskan mainan. Meski hanya 5% mainan yang dibereskannya, tapi ia tahu kebiasaan ini adalah penting. Sisanya ya saya akan fitness squat -half plank- untuk membereskan mainan.

2. Fungsikan sudut ruangan dengan maksimal.Jangan khawatir jika hanya memiliki tempat kecil di rumah untuk mainan anak. Atur -atur sudut mainan itu secara maksimal. Saat ini saya memakai dua rak untuk memajang mainan anak.

3. Sortir mainan berdasarkan prinsip pendidikan di rumah. Kalau mengintip sistem Montesorri: memberikan keranjang/wadah khusus berdasarkan :

  • permainan fine motor skill
  • mainan figur
  • mainan role play / pura-pura: soft toys seperti boneka dan topi
  • puzzle
  • art and craft materials
  • buku bacaan
  • bunyi-bunyian
  • mainan dengan bentuk khusus , seperti lego, alat hitung.

Sedangkan sistem Emilia Reggio , menggunakan interest anak sebagai panduan memajang mainan anak. Observasi beberapa hari mainan  apa saja yang dimiliki , lalu apa yang anak selalu mainkan, dan selalu mengggunakan benda aman yang mengundang kreativitas anak. Seperti M senang menguliti sesuatu yang ditempel, saya hadirkan  satu keranjang berisi washi tape untuk ia tempel di berbagai permukaan seperi tiket bekas, kardus bekas.

4. Jika jumlah mainan anak berlebih, tak muat di area mainan, maksimalkan gudang / tempat penyimpan. Sekali lagi di gudang untuk diatur berdasarkan kategori di nomor 3 .

5.Rotasikan mainan anak. setiap 1 minggu sekali ganti mainan di lemari display tadi. Jika ada satu dua mainan yang selalu anak mainkan biasanya saya tidak masukkan ke dalam tempat penyimpan mainan anak.

6. Donasikan mainan. Ada banyak anak yang masih membutuhkan mainan karena membeli mainan hal langka bagi mereka. Kita bisa manfaatkan kelebihan mainan anak di rumah dengan mendonasikan mainan ke anak-anak kurang mampu.

7. Swap/Garage Sale. Adakan garage sale atau jual mainan dengan harga miring. Bisa juga kumpulkan beberapa teman, lalu tanyakan adakah yang bersedia untuk tukar mainan dengan koleksi mainan anak kita.

8. Beli mainan anak yang lebih memiliki multifungsi.  Syarat saya membeli mainan anak:

  • Melupakan benda  toxic, plastik. Material mainan pilihan utama kayu. Hal ini agar anak terbiasa memegang benda natural- juga mengasah kemampuan motorik halus. Sehingga  ia akan mengerti bagaimana cara memegang benda lain selain mainan nantinya. Dan jadi bonus juga mainan anak non plastik bukan barang yang mudah  dilempar lalu  rusak.
  • Jika memiliki mainan anak dari plastik dan murah meriah, gunakan untuk permainan di dalam mobil atau saat kita traveling. Biasanya saya membeli mainan plastik di toko Daiso  yang harganya sangat murah.
  • Mainan anak harus bisa memiliki fungsi lebih banyak. Misal mainan masak-masakan saya tidak akan membelikan untuk M. Karena hanya akan digunakan dalam waktu singkat, bisa digantikan dengan benda dapur atau barang recycle. Saya lebih memilih mainan yang awet juga memberikan kreatifitas anak terstimulasi: seperti puzzle, wooden blocks.
  • Jika bisa membuat mainan itu dari barang recycle, maka saya tidak akan membelinya. Misalkan bathtub toys atau mainan untuk berendam saat mandi. Lucuk tapi pasti tidak terpakai lama nantinya. Jajan awet gituuu.
  • Spend more budget for BOOKS. Nah kalau ini saya tak ragu beli. Daripada saya membelikan M gadget-yang bisa bikin adiktif, aneka mainan plastik yang kurang awet saya biarkan ia membeli buku. Meski buku akan robek, dll tapi kecerdasan anak akan meningkat hanya dengan membalik buku.

Ada yang punya tips lain? Mari berbagi yuk…

Lanny

 

Iklan

Ocehan ocehan bayi memang lucu cekali. Udah lihat ya video viral bayi sebagai pelayan menuliskan pesanan kwetiau  😆  M sendiri sering banget ngoceh kalau lagi ngantuk . Seperti sedang mereview kejadian hari itu. Semua kata yang terucap di hari itu, termasuk persona ataupun sekedar benda di buku cerita,akan disebut-sebutnya satu persatu.Belum lagi saat ia bicara, banyak kata baru muncul yang kadang saya tidak mengerti..

Kolala ? is Koala

Jae je yo? maksudnya Kastangel!

Apelsos? sebenarnya ingin bilang applesauce

Wetdon? dia selalu bilang kalimat ini sambil menunjuk crayon atau alat tulis lain. Ini dia cara yang saya lakukan dengan bayi saya :

  • Baca gambar; bisa gambar  di flyer , boks snack, bungkus kado atau hanya setitik gambar di kartu kereta cepat.
  • Baca buku dengan bersuara kencang atau pembaca buku yang memberikan sound effect dari cerita.. sebisa mungkin carilah buku bacaan yang banyak mengenalkan bunyi-bunyian. Misal buku tentang binatang dan suaranya . Saat membaca, tirukan segala dialog dengan efek suara dan gerakan . Misal saat bebek berujar , gunakan “kwek” dan lakukan gerakan si bebek sesuai isi cerita. Simak juga 7 Waktu Pilihan Bercerita .
  • Traveling , saat jalan-jalan  lihat anjing laut , M dengan cepat menirukan suara para anjing laut dan mau tidak mau pasti belajar menyebut dan mengingat kata “anjing laut”. Simak cerita ketemu anjing laut di Ekplorasi Pagi di Januari 2017
  • Bercerita jadi kegiatan wajib agar anak mengenal aneka kata baru.
  • Lihat foto album . Nah sambil menelusuri jejak kenangan bersama anggota keluarga dan  juga mengenal anggota keluarga tentunya, foto alat efektif merekam gambar dan kata bagi anak.
  • Bernyanyi lagu, meneruskan lagu
  • Merekam Lagu dan meneruskan lirik lagu. Berpacu dalam melodi yuk dengan si kecil. Rekam sebuah lagu dan nyayikan bersama. Bisa juga kegiatan ini dimodifikasi dengan meneruskan lirik lagu. Biarkan si kecil meneruskan lirik lagu yang kita mulai. Tentu saja si kecil harus hafal tune dan kenal kata dalam lagu tersebut. Jadi sering-seringlah bernyanyi!
  • Play pretend alias main pura-pura. M sangat menyenangi kantong belanja. Lalu saya buatkan “peran” ia berbelanja. Ia akan menerima kartu sebagai alat belanja lalu saya tukar benda yang bisa dimasukkan ke dalam kantong belanja.
  • Video Recording.
  • How to activity seperti membuat sandwich, melipat baju, bahkan Beberes ala Mpotty training. Kegiatan yang dilakukan dengan pengalaman nyata dengan benda nyata , akan jauh lebih cepat menghasilkan kata baru  bagi anak .

Selain aneka aktivitas diatas, ada cara untuk memudahkan si M berujar kata baru. Sesuai panduan developmental milestone alias perkembangan anak , anak sebelum 2 tahun (24 bulan)  bisa ucapkan 2-3 suku kata dengan kata sebanyak paling tidak 20 kosakata.  Trik saya saat menyampaikan kata baru kepada si kecil:

  • Bicara pelan dan jelas saat copy cat ini ingin mencoba kata baru. Pilihan tone dan kecepatan nada bicara kita jangan seperti bicara cerita gosip hot kepada besties atuh.. Clear and slow. Ada lho ponakan saya sulit menirukan kata , kemudian saat saya bicara dengan nada lebih pelan dan funny accent or tone, dia malah paham bener.
  • Gunakan bahasa sesuai kemampuan ” anak “. Ketika kita KZL – kuesel – mau tantrum; misal karena susu  mahal tumpah di sprei pilihan terbaik minggu ini, jangan bawa-bawa harga sprei  lah! Apalagi sebut biaya laundry …Mana ngerti si kecil mak😬 saya (usahakan) diri ini tak marah ( bagi ku surga menurut Hadist) lalu jadikan badai amarah sebagai sarana belajar.”  Aku ngga suka kamu makan di kasur. Susu tumpah, yuk ambil lap. “Osrek!” si kecil pun belajar ngosrek sambil terima input kata “lap“.. Seperti bapak-bapak denger istri ngomel lah, paling kalimat marah membahana hanya di denger satu dua kata aja😅
  • Pahami dan tes pehamanan anak. Adakah ia paham kata -kata yang direkam ulang olehnya . Contohnya kata “pee “dan ” poo “, M sudah bisa menirukan bunyi kedua kata, namun ia binun definisinya bahwa pee poo berbeda. Masih terbolak balik, belum lulus potty training 100% juga sih *curcol*
  • Mulai dari kata yang familier. Kata yang sering dipakai akan semakin diingat. Kalau dibuat list kosakata yang  berkaitan kegiatan si anak kecil…. bejibunnnn. Dan kita gak perlu dulu ngajarin soal definisi kebersihan. Kita mulai dari hal konkretnya yang bisa dilihat diraba diterawang sampai dicium oleh anak. Misalkan belajar definisi bersih lewat kenal sampah , kotak sampah , sikat dan sebagainya .
  • Kenalkan kata dengan aneka kegiatan. saat mengenal alfabet, M sudah melewati berbagai kegiatan tentang ABC. Saya belikan puzzle ABC, menyanyikan lagu, hingga “membaca” gambar ABC dalam buku tentang ABC.

 

Happy Baabling Cooing Talking Baby!

 

Referensi

Baby development

 

LS

Bonus:

 Printable daftar gambar kosakata anak 1-2 tahun. Silahkan unduh di flash-card-kosakata

ParkVallejo City ParkDi California, setiap County (sejenis kota kabupaten/provinsi) memiliki paling tidak 5 taman yang dilengkapi taman bermain.Di taman akan ada fasilitas taman bermain, jogging track, dan untuk barbeque ( bakar-bakar makanan  jadi lifestyle untuk hampir di setiap  even di AS). Taman  di desain untuk bisa digunakan untuk anak 0-12 tahun. Ada dua perosotan yang dibangun bersama dengan arena eksplorasi. Satu untuk anak usia 0-5 tahun. Lalu perosotan lebih tinggi beserta ruang eksplorasinya, dibangun untuk anak usia 5-12 tahun. Setiap taman juga memiliki ayunan. Lagi-lagi, ada desain khusus untuk ayunan. Biasanya ada dua jenis ayunan, ayunan untuk bayi dan anak usia 5-12 tahun. Baca lebih lanjut