Winter – Spring 2017 Play Time

Tantangan ibu baru dengan toddler yang hobi muter sana sini adalah diskonnya sinar mentari! Hah? Sebenarnya meski keren buat foto-foto sama dedaunan di empat musim, tinggal di negeri empat musim,  membuat ibu dengan toddler makin puyeng : anak-anak yang secara statitistik itu memang dalam setahun bisa terkena sakit hingga 5-10 kali, pada dua musim ini juga rentan terserang flu. Kami jadi banyak menghabiskan waktu di dalam rumah sementara musim dingin ini tanpa salju lho. Lalu tinggal di negeri empat  musim, sekolah pun punya jadwal libur empat kali setahun (Spring break, summer break, christmas dan fall). Hmm ini berarti anak-anak seharian di rumah, dan ibu banting tulang memasak sambil cari “mainan” asik untuk anak-anak. Alasan puyeng lain tuh  taman main umum saat winter – spring jadi tempat bermain yang kurang nyaman karena tempatnya terbuka tidak bisa dipakai saat hujan turun atau cuaca berangin. Baca lebih lanjut

Sayup-sayup terdengar M menyenandungkan lagu ABC. Karena beberapa waktu lalu ia melihat sebuah video lagu huruf – huruf itu berjoget. Saya senang ia jadi kenal dengan alfabet. Tanpa harus dipaksa, ia tahu huruf-huruf itu. Namun jadi terpikirkan ,apakah M perlu tahu alfabet? Sekedar nyanyian saja atau perlu baca juga? Baca kata atau apa bagaimana ya?

Teringat masa spesial. Beberapa tahun lalu saya menjadi guru anak kebutuhan khusus. Dunia pendidikan yang berbeda suasana juga metode yang diterapkan- 180 derajat dari tempat sebelumnya Biasanya saat mengajarkan TK umum, saya akan mengajarkan anak sesuai tema bulan itu, sesuai panduan mengajar / lesson plan. Akan tetapi, untuk mengajarkan anak kebutuhan khusus, kami diminta mengganti sudut pandang. Anak berkebutuhan khusus tidak bisa mengikuti kurikulum sekolah umum (yang super kompleks deh ya kurikulum milenial sekolah Indonesia- Lol ). Gurulah yang membuatkan lesson plan personal sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Dari mereka, tersingkap banyak inspirasi cara belajar baca yang  berbeda. Mereka tak siap untuk menulis. Kebanyakan mereka memiliki masalah motorik halus (fine motor skill) dan motorik kasar (gross motor skill). Motorik halus adalah kemampuan otot kecil,   di bagian tangan. Contoh kegiatan  yang menggunakan otot ini seperti menggenggam dan memegang benda. Karena kondisi khusus anak, guru memberikan target pelajaran  secara berbeda. Untuk kemampuan  berbahasa, berkomunikasi diutamakan meski dengan kartu atau isyarat , lalu  baca gambar dahulu dibandingkan baca kata. Termasuk penguasaan mengenal objek nyata / tindakan dari kata yang dipelajari. Metode berbeda dengan guru mengajar baca pada umumnyakan? Tapi itu membuat mereka lebih paham sebuah makna kata.

Baca lebih lanjut

1

Because being a new Mama is  super stressful and you will agree with me!

Your life changes once the baby comes out from  the cozy womb. You will have to adapt to sleepless nights. Over years ago I was shocked with this phase of motherhood. I was too tired after contractions bombarded me for more than 24 hours, not to mention the struggle in breastfeeding all the while my baby demand me to be a soother, diaper cleaner, milk factory! :p It was felt so good when someone asked how was my feeling that time.

The first thing you should do as a new mom: get help.

Spouse – family – friends is your power. So I use them well. They helped me with meals, gave me tips and even just a shoulder to lean on😁 After finding the supporters for her, ask her something if there’s something you can do for her. I asked my husband to buy food and groceries and he even cooked😂

 

2# Song

The mom after post partum is a sensitive person. Its not just me had that feeling eh?!

They have dealt  with difficult times during labor, please be gentle after they finished their motherly  job. Give them a hug to calm them down and ask God to make their transition time after delivering a human  be an easy process. Some women deal with Post Partum Depression. A condition where they feel scared, sad and that cannot handle the baby. Some who suffered it worse, left the house or even killed their children! Please check mommy’s feelings after delivery. No matter how attached we are to the baby,  the mother is the hero.

3# Song

When you just had baby, you are in mixed feeling yeah..

But hey, life goes on Mamas everywhere! Time will make your life easier after the hardship. Your little one crying and your panda looking eyes will be immediately replaced, because you will be showered by the baby cuteness, smile, coo, laugh, babble, and many more!

 

4# Song

I was that girl that has exhausted emotion, physically tired, and you can’t beat that.Ugh!

Feel free to cry, hate and embrace all kinds of emotions, but you will also have to get up and gain more positive frame of mind from time to time.. You may be sleepy, tired with panda eyes or even smelly  – since your too busy for luxurious shower.

2#

Suddenly I felt I was the big baby who cried for help..

That days of tiring  situation made me missed a far away land called home. Back and fort, I was pressing Skype or FaceTime or WhatsApp buttons on my phone! All I want just made my self felt at home. I meant I was missing my childhood time after delivered a baby:D

6#Song

Yes I wanted the happy feeling appears, in motherhood.

We are human who can not bear anger sometimes. Many times when you are just too tired and anger kicks in within. Don’t add any bad opinion about her, don’t ask unless she tell story first. Have chit chat about something she likes. Korean drama perhaps:p

 

7# Song

Please note……Being First Time Mom its the biggest  thing in my life. In every women’s life too! 

As we all know, first thing always never run smooth. Lets respect to a new mom learning process. It is not easy for her to manage herself sometimes, now she has baby to take care with. Respect her by:

  1. Help . Even person that helping new mama to open the entrance door, it is simple thing but really helpful.
  2. Share your opinion  within portion . When she doesn’t do something really dangerous for her baby, let her do it by herself. She might doesn’t know yet that hat is important for newborn baby. Don’t immediately command her to put hat on. Validate the weather condition and say  indirectly. Let her initiate baby head is important to get covered.
  3. Support her. Its never easy being first time mom. She need support. Give some snacks, extra help during house hold chores, or anything that  she complain. If she complain about her spouse or in law, be a good listener. Shoulder to cry on is big support.

Welcome to Motherhood !

Ketika 36 jam pertama usai lahiran..Bayi saya menangis minta minum dan ganti popok saya bergumam, aduh ingin tidur.  Malahan  ‘bayi besar’ lain yang asik  pulas mendengkur. Pikiran dewasa saya berpikir saat itu…Akhirnya sang bayi yang ditunggu telah lahir. Kini waktunya orangtua membesarkan si bayi ucul. Hmm wait?! Masalah ngASI di tengah malam buta aja saya bingung, gimana membesarkan bayi. Suka-tidak suka si bayi harus diasuh bu… Beberapa bulan lagi, ngantuk-tidak ngantuk anak toodler perlu diajak ke playground biar tidur malam enåk dan ga gampang cranky. dulu saya pikir selesai lahiran udah gitu bisa bobo manis. Malahan hingga saat ini bobo manis hal yang langka *pasangtehbasidikantongmata*

Alhamdulillah….Hidup jadi orang tua berbayi sekarang itu luar biasa tercerahkan. Orang tua baru bisa mendapatkan panduan dengan mudah selama ada jalan ke toko buku, koneksi internet di ponsel. Jadi orangtua sebelum era internet hanya mengandalkan pengalaman orang lain – termasuk dokter anak yang bisa dihubungi lewat telpon kabel atau bidan di pedesaan yang mungkin jauh dari rumah si ibu baru  – yang belum tentu bisa dikerjakan untuk bayi kita. bahkan pengalaman ibu kita sendiri. Karena tiap bayi berbeda. Ketika informasi / pengetahuan mudah diperoleh si orang tua /pengasuh wajib mendalami  topik mengenai:

1. Panduan Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Saya baru tahu topik tumbuh kembang anak ini begitu penting setelah punya bayi . Meskipun saya sempat mengerti Tahapan Tumbuh Kembang Anak bayi usia 1 tahun yang saya pakai untuk membuat kurikulum anak berkebutuhan khusus.

Dalam perkembangan hidup, si bayi memiliki ciri khusus. Biasanya orang akan bertanya sudah bisa apa bayinya? Sudah tumbuh gigi ? Ketika pertanyaan sejenis itu muncul, sebenarnya itulah tahapan tumbuh kembang si bayi. Jangan risih dengan pertanyaan seperti itu. Orang awam tahu penanda perkembangan bayi lewat pertanyaan seperti itu. Namun pengasuh / orangtua harus membaca panduan itu.

Dalam panduan tumbuh kembang anak akan diberikan informasi umur , keterampilan bayi dari berbagai  sisi . Misalkan usia 1-3 bulan bayi bisa melakukan bunyi ooh dan aaa.

Namun ada hal yang harus dicatat , setiap bayi memiliki jadwal tumbuh kembang berbeda. Jika membandingkan bayi saya dan kakak saya atau saya sendiri di waktu bayi bisa berbeda  tahapan tumbuh kembangnya. Jangan membandingkan bayi dengan bayi lain. Dalam tahapan tumbuh kembang anak juga bisa didapat informasi tanda bahaya tumbuh kembang. Misalnya masalah usia berapa sih bayi harus sudah bisa berjalan? Orangtua harus paham batasan minimal sebuah keterampilan harus dimiliki si bayi. Hal ini untuk memberikan penanganan lebih cepat jika si bayi mengalami gangguan tumbuh kembang. Ortu dan pengasuh wajib tahu usia 18 bulan bayi sudah harus bisa berjalan. Jika tidak wajib kondisi khusus yang tidak sesuai dengan petunjuk tumbuh kembang anak ini, wajib  dikonsultasikan ke dokter anak. Maka wajib udpet pengetahuan seputar topik tumbuh kembang anak.

2. Makanan Pendamping ASI

Bersiaplah mencari metode MPASI yang disukai anak. Begitu pula menunya. Tidak bisa disamakan saat jaman ibu kita dulu dengan bayi kita. Yep, saya produk jaman dulu :p Kalau dahulu ibu saya senang dengan biskuit Farley untuk cemilan saya, cucunya kini saya berikan asupan buah-sayur buah sayur.

Sudah lihatkan berita beberapa bayi belum 4-6 bulan, diberi makan selain ASI kemudian dilarikan ke rumah sakit? Itu karena pengetahuan yang kurang dari orang tua / pengasuh terdekat. Akibatnya anak jadi terserang sakit.

Nah untuk tahu MPASI, carilah seluk beluk memilih metode MPASI, cara  membuat , cara memberikan MPASI orangtua/pendamping WAJIB memahami perMPASIan. Bahkan pengetahuan dasar seputar alergi wajib dibaca . Topik MPASI sangat berkaitan dengan topik tumbuh kembang anak, hingga masuk dalam daftar topik wajib updet buat saya. 

3. Aktivitas Bayi

Bayi yang tumbuh bukan hanya sekedar diberi makan minum dan waktu tidur atau keperluan perpopokan. Ia perlu diberikan kegiatan yang ia menstimulasi alias merangsang perkembangan dan kemahiran si bayi. Jauh sebelum si bayi diharapkan bisa berjalan , orang tua wajib tahu topik ini. Misal orang tua harus mengerti bahwa tahapan menuju proses berjalan adalah bayi bisa berguling , merangkak , duduk . Hal ini bisa kita stimulasi dengan memberikan kegiatan tengkurap. Saat membaca tumbuh kembang bayi, berikan kegiatan yang sesuai dengan tahapannya. Misalkan lagi, di tahapan tumbuh kembang bulan depan si bayi diprediksi mulai bisa menemukan benda dibalik benda lain. Carilah informasi permainan apa yang bisa dilakukan untuk tahapan usia.

Bingung cari di mana informasi seputar tumbuh kembang? Mulai pencarian di beberapa social media: Pinterest dan Instagram. Semakin banyak orangtua mencari tahu topik seputar aktivitas bayi, semakin bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi. Akan tetapi, janga mengharapkan bayi kita akan segera punya kemampuan baru setiap hari. Karena masa mengerti akan satu kemampuan  tiap bayi berbeda. Perkara aktivitas bayi lah yang bisa orang tua lakukan agar si bayi makin paham kemampuan baru.

4. Isu Seputar Tumbuh Kembang Bayi/Anak

Saya ingat, anak murid saya selalu takut dengan shower ketika kami berenang. Dulu saya pikir itu hanya ketakutan yang sering terjadi pada anak. Tapi tahukah kalau shower menyimpan “masalah” bagi anak-anak? Kondisi khusus Sensory Processing  Disorder  (SPD) membuat mandi di shower hal yang sangat menyebalkan. Nah SPD hanya salah satu isu yang berkembang di tengah anak kita tumbuh. ada hal lain seperti autisme , Attention Deficit Disorder dan sebagainya. Orang tua wajib tahu topik seputar masalah tumbuh kembang untuk mengerti jika seandainya gejala yang muncul.

5. Home Remedies + Penanganan  Pertama Pada Kecelakaan+ Vaksinasi

Saya tak pernah mendalami ini  topik home remedies, P3K dan vaksinasi, sampai saya memiliki bayi. Terutama pengetahuan tentang topik vaksinasi merupakan kewajiban untuk anak mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Banyak orang tua tidak mengetahui usia berapa anak wajib diberikan vaksin. Padahal ada vaksin yang tidak bisa diberikan saat usianya sudah lewat dari tahap pemberian vaksin. Maka soal vaksinasi adalah hal wajib.

Home Remedies adalah pertolongan pertama ketika anak sakit. Bayi saya sudah mengalami masalah ruam popok saat ia belum mencapai 6 bulan. Saya jadi mengerti ada banyak tips ketika anak mengalami ruam popok. Prinsip saya selama masalah kesehatan itu ringan maka saya tidak perlu ke dokter. Kebetulan dokter di sini pun tak akan memberikan obat yang khusus jika tanya ruam ringan. Mungkin bagi ibu baru ruam setitik adalah BIG DEAL, tapi bagi dokter, ia akan punya batas urgensi kapan pemberian obat itu diberikan. Maka Home Remedies jadi andalan.

Suatu hari anak saya terjatuh di bath tub, luau kelopak matanya tersayat lebar hingga darah terus mengucur. Meski M sudah cukup sering terjatuh, namun darah yang mengucur itu memberikan saya tingkat urgensi harus ke dokter. Saat itu suami sedang tidak di rumah. Saya panik dan segera meminta ia pulang untuk mengantarkan M ke Emergency Room.  Sampai di ER, tidak ada penanganan khusus pada M. Nurse   hanya memeriksa apakah ia muntah, lalu detak jantung, mata, teling. Sisanya saya haya disuruh menjaga kebersihan luka meski begitu menganga. Saya pun mendapatkan oleh-oleh beberapa carik kertas menginformasikan kapan harus ke ruang ER ketika memiliki luka. Dalam hati berujar, “hah gitu doang?”. Maka pengetahuan dasar mengenai home remedies atau pertolongan pertama pada kecelakaan, wajib dipelajari. Orangtua juga wajib tahu kondisi darurat apa yang mengharuskan anak ke dokter. Sempatkan diri memperbarui topik home remedies, penanganan pertama pada kecelakaan dan vaksinasi agar kesehatan anak terjaga.

6. Parenting / Pengasuhan

Orang tua yang memutuskan ingin memiliki bayi harus terus mengupdet pengetahuannya mengenai parenting.  Om-Tante Nenek-Kakek pun wajib mengenal parenting.  Bukan lagi jamannya pengasuhan anak adalah  harus dipegang oleh si ibu. Kondisi jaman ini yang kompleks dimana orang tua bisa tinggal terpisah, orang tua bekerja dll . Akibat kondisi ini membutuhkan kemauan belajar ilmu parenting bagi orang tua yang diamanahi anak untuk berusaha mendidik mengasuh menyayangi dengan usaha maksimal. Lagi-lagi jaman sekarang dengan manusia yang begitu kompleks, orang tua kan jadi orang pertama yang memberikan ilmu, contoh nyata. Bukan si mba pengasuh atau bu guru pak guru sekolah yang akan jadi contoh. Bekali diri untuk mengupdet ilmu parenting sebanyak-banyaknya, praktikan, dan berdoalah pada Tuhan kita tetap diberikan kesabaran dalam mengasuh anak. 

Seorang ibu berkomentar pada teman saya yang sedang memiliki 3 batita. “Kalau umur-umur segini, lagi enak-enaknya.  Cuma capek ngejar ke sana-ke mari.Nikmati deh. Nanti kalau sudah teenager, haduh luar biasa..” kata ibu beranak 4 dengan usia rentang 20-18-an sambil menggeleng-geleng.

Wak waw ! Selamat menempuh hidup baru bersama anak ya aybun/bapak-ibu/momndad:p

Happy Researching!

 

Masa rewel cranky si bayi sudah hilang jika hanya menangis. Kini ia -si 16 bulan saya – sudah bisa berteriak sambil melentingkan badan. It happens alot and its normal!

Hal paling enak adalah kita bisa menebak kenapa bayi rewel. Apakah lapar?popok basah?mengantuk?  Tapi untuk si 1 tahun bukan hanya tiga hal tadi. Kadang hidupnya cuma BOSAN TO THE MAX yang biasa diiringi gejala lapar ngantuk dan terbitlah tantrum 🙌🏼. Lalu bagi dia si bayi semi toodler,fun thing to do is being cranky !

Rewel tingkat awal dimulai dengan lempar barang (baca:praktik sains gravitasi) lanjut dengan suara sirine lalu mulai meraung. Apalagi jika perjalanan lebih dari 1 jam ia pasti mengkampanyekan rewel gaya ini. Jika bosan ya kita harus keluarkan dia dari arena yang sudah terlalu lama bikin bosan( seperti car seat).

Lalu saya bandingkan saat kami ke sebuah arena bermain out door. Akankah ia bosan? Bisa ditebak! M tidak bosan. Semua area wahana bermain ingin dijelajahinya.Namun apa daya badannya lelah matanya lelah hingga ia mengantuk. Jam tidur rutin biasanya lewat. Namun demi kemaslahatan bersama saat pulang ke rumah, ia harus tidur siang.

Satu hal saya pelajari. Cranky suwenky toodler bisa diatasi dengan rutinitas. Bukan rutinitas ala militer ya 😛jam sekian harus begini sambil pukul bel dan berbekal cemeti menggiring mereka ke tempat aktivitas . Karena kebiasaan untuk keteraturan super strict seperti itu malah cenderung memanjakan anak. Kita tahu ada hal yang tidak bisa ditebak di dunia ini karena manusia sumber salah meski berusaha teratur. Seperti saat bepergian dengan jadwal GPS Google yang kasih tahu akan tiba jam sekian, namun kemudian Anda lupa harus  beli bensin terlebih dulu😅

Kalo kata saya mah…memberikan  jadwal yang fleksibel namun rutin pada toodler membantu kita  tidak ikut pusing lihat anak rewel, kemampuan memprediksi saat genting anak akan tantrum , mengenalkan toodler pada konsep jadwal keseharian dalam bentuk abstrak termasuk skill sequencing (sudah kegiatan a – kegiatan b) dan sekaligus memberikan relaksasi dan recharge energi toodler yang sempat turun beberapa bar 😬

Jadwal fleksibel ? Atuh lah kalau hari tiba-tiba hujan atau kakek tiba-tiba ingin dikunjungi masa bayi tetap harus ke taman? Cepat-cepat cari ganti rutinitas bayi *BRBpinteresting*

Misal jadwal M waktu toodler di tengah menjelang winter:

  • 6-7 AM : bangun sarapan
  • 8-10 AM : main – mandi – makan
  • 11-14 PM : persiapan tidur ( variasi  main ,nenen atau menyalakan sirene mengantuk😗 ) – tidur
  • 15-6 PM : main – makan
  • 7-9 PM : main -persiapan tidur

Dengan ritme hidup di atas dilakukan setiap hari , saya tahu kenapa ia cranky, kapan waktu yang tepat untuk memberikan waktu tenang untuk tubuhnya relaksasi sebelum tidur. Termasuk jangan berbelanja ke supermarket menjelang waktu tidur M😂 Hal ini selalu saya ingat.. Saya “diinisiasi” anak sendiri haha; M menggemparkan seisi toko dengan berujar “ep” . Ia sudah diajari bilang  ” help “saat minta sesuatu / kesulitan. M pun praktek kata “help” dengan lantang sambil menunjuk semua benda di rak ingin diraid. Mulai dari kami masuk  supermarket hingga antri bayar , ia berujar lantang. Sementara pengunjung lain mental kami dengan nanar 😅 Saat itu saya lupa jam persiapan tidurnya sudah dekat. Seharusnya ia sudah mandi dan asyik melenggang bebas hingga ngantuk bukan terpasung di dalam trolley di tengah dinginnya supermarket kala senja.

So jadwalkan kegiatan si bayi (penuh dengan waktu main dan pergi ke taman/ playground) untuk kemaslahatan bersama. Meski kita harus menghadiri undangan makan malam, pengajian, playdate, shopping for sanity dll. Sesuaikan agenda hidup kita sehari-hari dengan hidup si toodler untuk prediksi waktu cranky suwenky. Insha Allah mom dad aybun kita bisa hidup lebih tenang dengan prediksi waktu lelah si kecil, meski uban bertumbuh…

Happy Living with Toodler *arrrgh*

cotton candy ice cream before you scream in your life with toddler

Referensi:

17 Science Activities for 1 Year Old Baby

Musim panas kali ini M sudah menjadi calon toddler. Setiap hari ia menemukan ide segar untuk dieksekusi.  Seperti tutup buka wadah, ambil isinya , tinggalkan bendanya dimanapun tak bisa ditemukan oleh saya. Sejak mulai merangkak hingga saat ini sudah berjalan berikut beberapa aktivitas sains  kami:

  1. What is Under the Sand ?

    Usia 1 tahun anak senang sekali mencari benda. Saya memberikan perlengkapan main pasir. Namun ia memilih sibuk menggunakan tangannya untuk menggali. Tak lupa kaki-kakinya ikut masuk ke dalam. M sangat menikmati ini sehingga kami menguburkan sesuatu dibawah pasir. Ia pun tertarik mencari benda yang kami kubur. Tak lama ia bisa mencari benda lain. Seperti benda berikut yang kami pajang di rumah.
  2. Ice Exploration. IceExplorationSaat ayah M minum air dengan es batu, M tiba-tiba berteriak. Saya pikir awalnya ia tertarik minum. Ternyata ia senang dengan denting es batu di dalam gelas. Saya pun memberikannya es batu untuk dipegang. Lalu ia tertarik mendorong-dorong es batu dan menggerakkannya di atas meja. Bisa juga membekukan potongan buah seperti  blueberry / potongan di dalam es batu lalu kita ajak anak memegang-meneliti-mencicipi luluhnya es dari batu hingga cair.
  3. Water Container Collections. M senang sekali saat diajak mandi dengan membawa sesuatu benda. Hal ini juga mempermudah saya agar ia tidak tertarik mengambil benda lain yang tidak aman baginya. Suatu saat saya membawakan aneka kontainer (box  plastik), seperti kotak bekas es krim, penyiram air, botol minuman. Ia bisa mengucurkan air ke dalam benda-benda tadi. Sambil mencelupkan tangan dan mengamati tangannya di dalam kontainer. Satu hal yang selalu terjadi, sesudah  air ditampungnya lalu ia tuang kembali ke bath tub atau direguk nikmat, hihi.
  4. Wash n Wash.science summer 5 Yup cuci cuci sudah jadi bagian dari hidup  toddler. Suatu hari saya melihat  M mengobok-obok kloset dengan tangannya:D Ini pun jadi ide saya agar ia belajar mencuci benda. Saat ada kesempatan cuci tangan saya biarkan ia mencuci bola, lego bahkan benda baru baginya seperti boneka bayi dari bahan plastik. Bisa juga kegiatan cuci -cuci ini di lakukan di bath tub / baskom. Berikan beberapa baju yang sudah lolos seleksi untuk masuk mesin cuci untuk balita rendam – rendam sekedarnya ala toodler :p
  5. Sunny Shade.Science summer Jalan-jalan yuk di luar rumah. Meski panas terik, M senang mengunjungi gym dan  taman. Nah selama bermain di taman M belajar mengenal panas dan sejuk. Berlindunglah kami di bawah rindang pohon taman. Ceritakan pada bayi kecil mengenai sejuk dan panas. Saya senang melakukan ini sambil piknik atau sekedar membiarkan ia belajar berjalan di rumput . Berikan topi atau kacamata agar ia merasakan bedanya saat berlindung di bawah matahari dengan kedua benda itu.
  6. Sun Protection. Science summer2Usia 1 tahun  ini, M senang memakai aneka pakaian beserta aksesorisnya. M saya berikan petunjuk berkaca sambil mengenakan sesuatu. Ia senang sekali dipakaikan topi / hijab. Sambil dikenalkan fungsi benda tersebut memberi perlindungan di hari panas (kebetulan sinar matahri masuk ke dalam ruangan ia berkaca). Walaupun ia sangat lebih girang cemerlang ketika memakai kotak rotan sebagai topi 😛
  7. Sprits Spray. Kenalkan si bayi dengan alat penyemprot tanaman, yang diisi air tentunya. Bisa juga botol semprot kecil yang biasa dipakai untuk parfum. Jika bayi kesulitan menyemprot, biarkan ia merasakan semprotan air yang muncul.
  8. Ribbon Flare. Pasang beberapa pita di depan rangka kipas angin atau gunakan tongkat bagian ujungnya dililitkan pita. Bayi tertarik menikmati angin dan pita yang mehari tertiup angin. Semakin cerah warna pita dan panjang menjuntai pitanya, semakin menarik gerakan pita untuk disaksikan bayi.
  9. Ballon Flare. Tiup beberapa balon lalu letakkan di depan kipas angin ukuran besar / tegakkan kipas angin dan taruh balon-balon. Balon akan berseliweran di atas/sekeliling kipas angin. Bayi sangat tertarik untuk meraih balon-balon itu. Hati-hati dengan jari bayi yang  senang memegang kipas angin. Saat melakukan kegiatan ini M sibuk memperhatikan balon – balon di langit- langit, di bawah kipas dan aneka balon yang bergerak tertiup angin.
  10. Cycling Cycle. science summer4Kenalkan bayi gerobak dan berikan pengalaman mereka berada di dalam gerobak sambil menikmati angin. Bisa juga membiarkan bayi duduk di kursi sepeda sambil didorong. Hati-hati saat sepeda mulai bergerak, karena tidak semua bayi mampu duduk baik.  M senang sekali sekedar duduk di sepeda atau mendorong skuter ke sana -kemari.
  11. Walk under the Sun. Jangan takut berpanas-panas, selama si bayi selalu menampakkan keceriaan. Coba berikan waktu si bayi sesekali tanpa stroller untuk berjalan dan ekplorasi di bawah matahari pagi/sore yang tidak terlalu terik. Taman atau tempat banyak pohon jadi tempat favorit untuk berjemur. Bisa juga mengkombinasikan kegiatan jalan ini dengan permainan berjalan di bawah pohon kemudian tanpa ada perlindungan pohon. Ceritakan rasa teduh/dingin ketika berjalan di bawah pohon dan rasa panas ketika tidak ada pohon menaungi .
  12. Blow Flow. Ajari si kecil meniupkan aneka benda. Seperti gelembung sabun, pita, rambut hingga menggunakan alat tiup seperti sedotan. Permainan yang disukai M adalah saat ia dikelitiki dengan udara yang saya tiup dari sedotan. Untuk pemula gunakan sedotan ukuran besar (seperti sedotan minuman pearl tea).
  13. Light Guide . Satu saat M meneliti sesuatu di hadapnnya.Saya bengong saja, karena tak ada mainan apapun dihadapan M. Sempat berpikir ia melirik “mahluk” haha. Ternyata M sedang meneliti sinar matahari yang masuk dari kisi jendela. Ia berulang kali menyebut “haa” ( yang saya belum paham artinya) sambil mengarahkan tangannya ke jendela. Ternyata sebagian tangan dan wajahnya tertimpa sinar matahari. Bermain dengan sinar matahari bisa dilakukan   dengan menempatkan bayi di dekat jendela atau pintu. Berceritalah tentang sinar yang menerpa si bayi.
  14. Light Hunter. Science summer 6Waktu yang lain M terpesona dengan refleksi kaca dari mainan yang ia bawa. Mainan itu terpantul karena sinar matahari yang panas. M lagi-lagi bereaksi melihat refleksi kaca yang sangat terang dan bergerak kesana kemari seiiring gerakannya. Eksplorasi lebih jauh permainan ini dengan ajak si bayi menangkap refleksi kaca yang Anda gerakkan.
  15. All Summer Stories. Berikan buku bergambar yang banyak menyebutkan tentang kondisi musim panas, benda apa saja yang digenakan di musim panas hingga kata sifat yang berkenaan dengan musim panas. Jangan lupa berikan benda konkrit dari buku yang bisa dipegang anak.
  16. Water play. Bersenang-senang mandi di bath tub atau sekedar berendam kaki bisa menyenangkan bagi anak, meski tanpa sabun! M menemukan permainan bola bergerak saat waktu mandi. Saat air mengucur jatuh ke bola di atas permukaan air, air kucuran  pun menggerakkan bola tersebut. Saat M berusaha memainkan tombol pada keran, ia menemukan cara mengubah kucuran  air dengan lurus atau tersebar.
  17. Refill and Fill. science summer 7M senang mengambil barang sambil menempatkannya di tempat lain. Nah kemampuan ini bisa dialihkan bereksplorasi bersama ibu di dapur. Ia senang saya biarkan ia mencontoh saya mengambil kentang dari kantong ke dalam lanci. Hal ini menyenangkan bagi ia memungut kentang jatuh lalu dimasukkan ke panci.

 

Happy Science in Summer Time!

Ramadan 2016 kali ini berkesan sekali bagi saya. Maklum saya pertama kali berlapar-lapar 13 jam (4:30 am – 8:30 PM ) di tengah summer yang mencapai 110  Fahrenheit -kadang-kadang . Belum lagi jadi ibu menyusui beranak satu yang sibuk ngacir sana sini. Alhamdulillah semua shaum lancar hingga hari ini. Lalu terigat semangat awal Ramadan . Saya harus bisa shaum meski menyusui bayi. Awalnya lemas lunglai namun lama-lama saya terbiasa. Rasa lapar pasti muncul. Akan tetapi ini bisa dikurangi jika sakit melilit lapar datang, dengan cara memperbanyak protein di menu makan malam dan sahur, untuk mengurangi kekurangan cairan menu iftar (berbuka) haruslah buah dengan kadar air seperti melon juga pisang dan kurma untuk pelengkap sunah. Jangan lupa minimal sesudah berbuka hingga waktu sahur ibu menyusui harus mengkonsumsi air putih dan susu ( bisa susu whole milk atau susu kedelai ). Kenapa ? Dua minuman itu memperbanyak ASI dan mencegah dehidrasi. Aseekk berima kalimatnya😄 Selain itu konsumsi kedelai seperti tempeh; oatmeal juga memperbanyak ASI lo..

Kerjakan juga hal yang tidak terlalu menguras energi saat siang hari . Seperti jika harus keluar belanja gunakan waktu di saat orang belum berbelanja dan terjadi kemacetan. Alhamdulilah saya sih tidak berbelanja banyak selama shaum ini. Karena masjid selalu menyediakan menu berbuka komplit. Selain itu saya mencoba tidak menjadikan Ramadan sebagai bulan festival makanan di rumah . Sebisa mungkin menu makanan sederhana  agar ibadah Ramadan lebih optimal. Sayang jika Ramadan terbuang untuk memasak makanan – paling tidak masak sesuatu yang praktis atau menggunakan jasa catering.

Sebagai muslim di San Francisco Bay Area ,saya terbantu oleh ibu – ibu Indonesia yang rajin menawarkan jualan masakan . Lapak dagangan dibuka melalui grup whatssApp. Lapak pun beragam mulai dari tempeh hingga asam padeh😆 you name it you’ll have it lah👏🏼 Alhamdulillah tradisi makan sahur perdana dengan rendang saya terpenuhi berkat Warung Ibu-ibu Bay Area.

Bala-bala ala Hindustan
Rose Milk , sejenis sirup khas Pakistan bercampur susu di tabur selasih

Berbuka shaum (iftar) di mesjid? Kebetulan saya baru pindah ke county tempat tinggal saya sekarang ini. Tahun lalu saya tinggal di county dengan pusat kegiatan Oslam terbesar SE Bay Area. Kali ini saya menikmati Ramadan bersama sisters (akhwat) dari berbagai negara juga yang tinggal di sekitar county saya namun lebih sedikit orang-orang yang datang.Mayoritas dari mereka adalah berkebudayaan Timur Tengah dan Asia Selatan seperti Pakistan juga India. Maka itulah menu iftar saya . Masakan dari Timur tengah hingga chai yang wajib ada. Nah ini akan jadi tantangan kalau menu bukanya harus menu Indonesia😁

Kesan terbaik selama berinteraksi di masjid, mereka mungkin baru kenal saya, namun mereka selalu memberi salam dan menanyakan kabar. Mereka juga menghargai meski saya satu-satunya ibu yang ada di ruang shalat khusus ibu dan balita. Saya tidak ditinggal sendirian di mothers Room. Bahkan bayi saya pun berinteraksi dengan anak lain yang senang menghibur bayi saya, meski mereka beda usia.

Yup di sini disediakan ruangan untuk ibu dengan balita yang ingin beribadah. Tahun lalu saya sempat merasakan riuhnya ruangan khusus ibu-balita di masjid lain. Saat Imam berseru takbiratul ihram, para bayi mulai menangis di tinggal ibu yang berdiri di samping carseat. Khusyu’ adalah tantangan para ibu di ruangan ini. Apalagi jika ibu dengan anak sedang berekplorasi seperti baby M.Alhamdulillah kadang ada Sister menepuk dan membawa bayi saya berkeliling ruangan saat saya sholat. Ruangan ibu balita yang ada di masjid county saya ruangan serba guna. Isi ruang itu  ya anak-anak mondar- mandir buka tutup pintu, sibuk lari sana-sini main “tag”. Di sudut lain bisa juga anak dengan gadget. Thats okay , begitulah menikmati beribadah bersama anak-anak yang riuh bermain. Pastinya ada speaker di dalam ruangan agar ibu Isa mendengar Imam memimpin shalat. Nilai plus jika bisa mendengar Kultum atau ceramah ya buk secara beradu suara Imam dengan anak-anak😅
IMG_5372
Subhanallah setiap minggu di masjid kami ada saja mualaf yang baru bersyahadat. Hal ini sangat saya kagumi karena county kami terkenal dengan area kriminalitas yang tinggi di beberapa wilayah, lalu aneka berita menyudutkan Islam seperti salah satu kandidat Presiden, Islamophobia, serta yang paling menyesakkan muslim Baya Area kasus pembunuhan keluarga muslim di San Jose juga penembakan di Orlando oleh muslim. Hidayah memang tak kenal ruang hati. Jika Allah ingin membolak-balikkan hati manusia , maka terjadilah.

Keseruan Ramadan  juga berlangsung di lingkupan Diaspora Indonesia. Setiap minggu kami diberikan kajian Islam oleh ustadz dari Indonesia. Senang sekali mendengar pembicara muslim berbahasa Indonesia 😄Selain bisa menikmati menu masakan Indonesia untuk berbuka tentunya 😝Diaspora Indonesia

Alhamdulillah ya Rabbi, sebagai orang perantauan, beribadah jadi sangat mendalam karena situasi sulit bagi muslimin saat ini, juga  beragamnya persaudaraan sesama muslim . Hal ini malah meningkatkan kecintaan saya kepada Islam sebagai umat muslim yang beribadah Ramadan. Selain itu bisa beribadah Ramadan hanya terjadi jika kita berniat,  yang mungkin saat beribadah akan selalu ada tantangannya. Namun satu hal yang belum pasti, akankah kita selalu berada di bulan Ramadan? Maka berusahalah semaksimal mungkin di setiap detik Ramadan. Ramadan always gone to soon, but we always forget about how to have the best Ramadan, as every Ramadan maybe our last Ramadan. Keep up your Ramadan spirit!

Videonya klik di sini >> Ramadan 1437 Hijr

Makanan pendamping ASI yang saya berikan pada M mengikuti Baby Led Weaning .Metode ini  membiarkan bayi diberikan makan pendamping dengan bentuk tidak dihancurkan berupa bubur – kadang dalam bentuk utuh. Makanan yang diberikan pada tahap awal seperti sayur dan buah, ada beberapa makanan yang perlu direbus ada yang tidak. BLW memberikan  manfaat bagi M:

  • belajar mengenal tekstur makanan
  • kenal teknik memotong makanan meski belum muncul gigi
  • merasakan tekstur tidak hanya dengan lidah tapi juga jari jemari- makanan disuap

Ternyata BLW memberikan keuntungan saat traveling, M bisa melahap buah-buahan atau sayur selama diberikan dalam bentuk potongan tanpa perlu dihancurkan, jadi tak perlu repot menghancurkan atau puree makanan. Makanan buah dan sayur yang diberikan bisa dalam bentuk utuh atau variasi seperti masakan orang dewasa- selama tidak ada gula dan garam  di dalam masakan.

Menu BLW Travel kegemaran M di antaranya : sayur buah rebus, salad buah dengan cocolan yoghurt, sup ( ayam – Miso- soto  ), bakso , pita bread, nasi putih , pizza , telur dadar, sandwich, roti, aneka pasta (tanpa saus botol).

 

Meski bebas menunya apa saja, semua masakan di atas, saya punya ketentuan: anak tidak dipaksa makan- MPASI adalah makanan pendamping bukan makanan utama, pemberian sayur buah yang sama -ganti setiap 3 hari untuk menelusuri alergi, potongan kecil, untuk sayur dan buah yang dimasak  harus dimasak sempurna tanpa garam-madu (saat ia belum berusia  1 tahun), bumbu biasanya saya beri butter atau lada dan rempah, bahan makanan harus fresh – halal tentunya juga tanpa bahan yang dipak dalam bentuk botol / kaleng . Jadi Mama harus banyak tanya pada si pembuat makanan/pelayan restoran.

Mau coba BLW? Praktis sekali saat traveling sih tapi  MPASI dengan  BLW tetap ada aturannya. Wajib baca cooking booknya yang ada di link BLW di atas agar tahu standar keamanannya; ikut grup BLW; riset seputar BLW. Hati-hati dengan high chair  dan area makan si bayi akan penuh dengan juice dan potongan makanan😃 Termasuk saat traveling dengan si kecil. Seperti saat saya travel ke perkebunan cherry, M tidak sabar menikmati ceri langsung dari pohon. Ceritanya di Very Cherry Day

Happy Meal Time!

Sebagai bangsa Asia, yang tipikal bersama orang tua  setelah usia 18, saya pun mengalami masa hidup sebagai teenager alai bersama dengan orang tua.  Sungguh hal itu hal yang tidak mudah. Sebagai anak kita punya hak. Hak bicara. Hak bertingkah laku. Hak berekspresi. Hak yang setiap alai pasti akan perjuangkan hingga pulsa internet habis atau uang jajan habis. Meskipun akhirnya saya memperjuangkan diri untuk jadi anak kos yang berusaha bahagia meski kurang gizi ;p Karena saya banyak hal yang selalu jadi konflik ketika tinggal bersama orang tua.

Baca lebih lanjut

Bayi yang penuh  ingin tahu, selalu berusaha bertualang di mana saja. Hampir dua bulan sudah bayi saya (11 bulan)belajar merangkak. Sudah beberapa kali pula saya menjumpai dia di dalam toilet sedang asyik buka tutup lemari. Ketertarikannya akan toilet yang sering saya tutup untuknya, memberikan ide untuk menghadiahi si bayi perjalanan melegakan dalam hidupnya: toilet trip!

Suatu hari saya membaca  seorang wanita sudah mengenalkan bayi 4 bulan untuk duduk di potty ( alat khusus bayi untuk pipis). Saya pun  tergerak mencoba mendudukan bayi saya di usia 5 bulan. Awalnya ia menolak duduk karena ia kaget dibasuh bagian genitalnya. Selain ia sibuk menarikuntuk toilet trip, lalu mendudukkan tuan putri di kloset  meski ia  Bathroom

sibuk main tisu toilet dan  tidak pipis.  Selama di ajar duduk di kloset, sang bayi hanya resah ketika air mengenai bagian genitalnya. Maklum  kadang si Mama kelupaan memberikan air  hangat untuk membasuh. Ia pun sudah bisa membuang limbah dari perutnya. Saya haya menerka kapan ia mengejan atau memberikan ciri sedang -mau -almost BAB, lalu segera membawa ia ke toilet untuk duduk di kloset. Sebelum semua sisa penggilingan ususnya yang semerbak berbau itu kelar keluar di popok. Namun  saya tak rutin bertoilet trip lagi karena saya terbang ke Jakarta  ketika ia 6 bulan. Di Jakarta juga sering bepergian kesana kemari. Selain saya tak bisa lagi menemukan momen ia akan membuang hajat (Sebelumnya ia punya waktu tertentu untuk BAB) hingga terlupakanlah toilet trip untuk potty training.

Sepulang dari Indonesia,saya diberikan oleh -oleh seat khusus bayi untuk ditempatkan di atas kloset . Saya pun tergerak lagi untuk mengajarkan potty training.  Kali ini saya coba dengan cara yang sama, bayi saya dudukkan di toilet ketika akan ganti diaper. Namun saya sering kerepotan dengan tingkahnya yang sulit diam . Selain malas menentukan kapan waktu toilet trip. Akhirnya saya membaca lagi soal trik – tips toilet training / potty training.

Maria Montessori menyarankan agar bayi diajak ke toilet untuk sekedar kenal rutinitas toileting. Montessori meminta pendamping / ortu sering ke toilet di waktu sesudah dan sebelum makan, sesudah bangun tidur dan sebelum akan tidur. Lalu saat ke perpustakaan di satu hari panas seusai jalan naik turun tanjakan sepanjang 1 mil, saya menemukan buku dr Jill Lekovic : Free Diaper Before Three . Hari itu juga saya bersyukur pergi susah payah ke perpustakaan hingga menemukan buku itu. Dokter Anak yang memiliki 3 toddler  ini melakukan penelitian soal potty training. Ia menyarankan agar kita pendamping mengenalkan si bayi sejak dini untuk kenal toilet. Hal ini akan memberi banyak manfaat bagi kesehatan si bayi. Semakin dini usia bayi (6 bulan saat umum bayi bisa duduk), semakin cepat bayi kita bisa bebas dari pemakaian popok. Penundaan lepas diaper akan menyebabkan kemungkinan bayi terkena urinary trac infection (UTI/gangguan pipis). Bayi juga akan tergantung pada diaper ketika ingin pipis. Karena diapernya anti bocor. Sehingga kemungkinan menimbulkan masalah sosial yaitu  saat usia toddler yang seharusnya ia sudah lepas diaper, diantara teman lain yang sudah bebas diaper, bisa  kejadian sang toddler sering ngompol. Lalu si toddler bisa  jadi bahan ejekan teman-teman. Kalau saya sih lebih senang alasan potty training dini sangat baik karena tak ingin  sering-sering beli diaper;p

Make dimulai kembali potty training bagi bayi saya. How? Do the toilet  trip lalu…

  1. Siapkan alatnya sebelum bepergian:  potty , saya menggunakan Potty ini (tempat khusus untuk BAB/BAK seukuran anak hingga 4 tahun -tidak bisa dipakai jika anak berbadan besar. )
  2. Ketika bayi tidak bepergian, saya menukar popok sekali pakai dengan popok kain . Hal ini memudahkan karena popok kain mudah dideteksi saat terlalu basah malah kadang bocor. Walaupun  ada juga popok kain  tahan sih. Hal ini untuk memberikan sensasi resah karena basah pada bayi. Terbukti suta hari M popoknya kotor ia menangis tak jelas. Saat itu ia sudah mulai toilet trip hampir beberapa hari.
  3. Mengatur waktu untuk toilet trip. Saya akan ajak bayi saya ke toilet setiap kali akan tidur, makan juga sesudah waktu tidur dan makan.
  4. Mencermati gerakan ia akan BAK / BAB. Harus bisa baca gerakan dan muka si bayi untuk bisa mendudukkan si bayi duduk di potty / toilet sebelum ia BAK BAB .
  5. Menciptakan suasana nyaman saat bayi duduk di potty. Sangat efektif buat bayi saat di dalam toilet ia tenang dan tidak diburu-buru untuk BAK/BAB. Alhasil  saya jadi badut yang memasang muka konyol atau jadi penyanyi dadakan sata ia duduk di potty. Namun saya berikan tepuk tangan dan tambahan entertainment jika ia bisa BAK / BAB. Semoga M merasa itu reward;P

Alhamdulillah, kini M terbiasa duduk di potty untuk BAK/BAB. Lalu ia tahu saya menunggu -sambil berulang kali menyebut pipis – sampai ia BAK/BAB. Memang M  belum bisa lepas diaper, tapi saya menang banyak karena toilet trip ini. Kemenangan itu berupa  penghematan diaper (meski setiap 2 hari cuci popok kain) juga wajah lega M setelah ia duduk di potty lalu berhasil BAK/BAB.

Silahkan share ya cerita potty training di kolom komentar.

I know its stinky but start early the potty trip!