NgASI harus dimulai dari kedekatan ibu dan bayi. Lalu mindset happy with baby kudu dijaga terus agar bisa semangat dan senang ngASI. Meski LELAH, LETIH, KANTUK.

Hari pertama hingga kerelaaan ibu ngASI pasti penuh perjuangan.
Minggu-minggu pertama ngASI hingga hari ke 30 penuh dengan pompa time, lalu lecet bad latch juga PD bengkak. Kebetulan saat bayi lahir ada liburan Memorial Day ( hari libur Amerika Serikat) , buat saya hari itu jadi Engorgement Day:)

Baca lebih lanjut

Iklan

Di siang yang panjang , karena anakku sayang tidak kunjung tidur-tidur siang. Malahan ia senang berloncatan ke sana ke mari, sambil naik turun tempat tidur, saya pun mulai bernyanyi. La la la, li li li, mama bernyanyi namun sayang si bayi semi toddler masih ingin bergerak aktif beberapa bar energi dari 5 bar:P

Saya pun mulai mengambil buku cerita. Saya membacakan cerita, lalu ia terus-terusan berceloteh dengan bahasanya. Siang itu kami tidur didahului oleh cerita M yang berkomentar bertutur tentang gambar buku juga aneka kata/bunyi baru karena si bayi saya seorang peniru kata.

 Why Story Telling ? 

Bercerita dapat meningkatkan intelegensia alias kepintaran: nalar, sosial, linguistik, kreativitas, sensori, etc… semua intelejensia tersebut bisa dimasukkan kedalam rangkaian kejadian yang kita tuturkan dalam sebuah cerita.

Bercerita kepada anak belum tentu perlu buku dan duduk bersama. Pada dasarnya bercerita alias story telling punya modal sedikit: pendengar dan kisah. Selama ada pendengar, maka disitulah story telling bisa dilaksanakan. Kisah apa yang dipilih? Mulai dari kisah  personal kita.

Selain sebelum tidur, saya  dan M punya waktu bercerita paling favorit :

Waktu Makan

Saat makan banyak hal yang bisa diungkapkan termasuk untuk berstorytelling. Mulai dari pembuatan makanan, apa yang dirasa, makanan seperti apa dan sebagainya. Dari situ seolah kita bisa mengisi kisi-kisi cerita dengan sendirinya. Bisa soal aktivitas kemarin yang menyenangkan, bisa juga ide permainan hari ini. Yang jelas, saat makan saat perut happy, saat terbaik berbagi cerita.

Mandi

Kenapa buru-buru melakukan rutinitas mandi begitu saja? Guyur bayi dengan air lalu berikan sabun? Sesekali cobalah melakukan rutinitas  itu sambil bercerita mengenai aneka rupa fisik binatang, anggota keluarga yang yang kakinya panjang kepada bayi.

Bisa juga bernyanyi sambil bercerita. Lagu favorit saya : “M has big belly.. big belly.. M has curly hair like mommy. ” Lalu saya kaitkan semua lirik itu ke dalam cerita. Gak harus cerita yang dimulai dengan Pada suatu hari…. Misalkan: “Tau gak kenapa M perutnya besar. Karena tadi makan …” sambung terus menerus kejadian yang bisa dikoneksikan ke kalimat awal  kita memulai.

Ganti Popok

Apa yang paling sering terjadi saat ganti popok anak di bawah 6 bulan? Bayi melihat ke mata Anda. Nah itu saat terbaik mengurai kisah. M senang sekali saat saya membersihkan dirinya sambil cerita soal neneknya. Untuk bayi yang sudah aktif, gunakan mainan sebagai penghubung agar ia mau diam sejenak dan mendengarkan anda. Mainan tersebut/benda tersebut juga bisa dijadikan bahan cerita. Misalkan tunjukkan boneka beruang katakan pada bayi si beruang terbatuk-batuk karena kurang minum air putih-sambil Anda tirukan suara batuk.  Buat kelanjutan ceritanya, agar ia mau mendengarkan sedikit lagi kisah si  beruang, meski sesi ganti popok selesai.

Dalam Perjalanan

Ini momen paling menyenangkan untuk bernostalgia. Saat saya membawa M ke Bogor, ia kami kenalkan angkutan kota. Meski panas, namun M menikmati hawa itu karena angin semilir. Saya pun tak kuasa bercerita tentang spot-spot di kota yang kendaraan kami lewati.

Setiap dalam perjalanan, ada waktu menunggu. Jangan buat waktu menunggu jadi bosan. Ceritakan kenapa kita harus menunggu. Lalu bisa disambung ke cerita ketika anda menunggu jemputan sekolah dulu. Tell a story of your journey !

Sering juga saat M duduk manis di dalam car seat, saya bercerita panjang lebar dengan ayahnya. Tak lama ia ikut dalam pembicaraan dengan celetukan ala M ( belum jelas kata yang keluar namun bunyinya seperti tone suara saya). Nah ini berarti M bisa menyimak pembicaraan dan ingin juga berbicara sepertinya 😬

Memasak

Sejak resign jadi anak kos, rutinitas saya setiap hari memasak. Makan pagi, siang, malam selalu saya siapkan masakan baru (jika tidak ada acara ibu pengajian:p). Akhirnya saya punya waktu bercerita dengan si bayi (sejak ia dalam kandungan ) hingga kini ia mulai meniru kata. Cerita saya saat memasak biasanya tentang makanan atau kisah asal usul bahan makanan yang terdampar di laut. Bahan  bercerita lain yaitu mengenai bumbu aneka bau atau kisah sains seperti air mendidih . Hasilnya  makanan  tersaji, sambil ramai story telling terhidang!

Unduh E book yuk di E Book Kisah Benda Berawalan A

Cerita apa saja dimana saja, kita bisa berkisah pada si kecil. Bercerita tak harus memulai dengan “jaman dahulu kala…“. Ceritakan saja hal yang kita suka, kejadian yang baru dialami, kisah klasik masa SMP dulu atau sekedar kebingungan kenapa awan biru:D  Dijamin jadi cerita yang panjang dan lebar deh. Khusus untuk bayi yang mulai meniru kata, kata-kata saat mengurai cerita kita akan ditiru oleh si copy cat. Pastikan  tinggi rendah suara kita harus diatur, agar bayi tertarik. Selain itu berikan efek-efek suara. Misalkan efek suara saat mobil berjalan atau angin bertiup. Hal ini akan membawa keseruan dan bayi pun kegelian mendengarkannya.

Happy Story Telling!

 

Selama bulan awal Ramadan 1437 H ini saya disibukkan oleh pergerakan luar biasa toodler yang berjalan. Detik-detik milestonenya sedang dipenuhi perjuangan menapakkan kaki ,lalu berdiri dan melangkah, juga kombinasi jatuh bangun , hingga kembali menggigit kaki seolah jadi bayi 6 bulan lagi. Semua aktivitas M bergulat belajar jalan jadi pemandangan saya sehari-hari  di tengah Ramadan pertama saya sejak pasca lahiran.

Ada beberapa kegiatan yang saya lakukan untuk membantu M berlatih berjalan.

  1. Latihan naik turun dari tempat tidur. Hal ini membantu ia belajar menarik badan saat ia akan naik ke atas, juga belajar menapakkan telapak kaki di permukaan saat akan turun. Selama kegiatan ini saya hanya mengawasi , tanpa membantu. Kadang ia kesal , namun ia akan mencoba lagi jika usaha naik – turunnya belum berhasil.
  2. Latihan balancing. Yup seperti yoga, berjalan bermodalkan kekuatan keseimbangan . Saya berikan dua benda yang menarik bagi M untuk ia pegang saat berdiri. Bisa juga satu benda dan tangan lain memegang dinding atau benda untuk membantu berdiri.
  3. Merambat. Untuk latihan ini saya gunakan furnitur seperti crib / boks bayi, dinding, kursi , sofa, hingga rak buku. M saya bebaskan menjelajah dari satu benda ke benda lain tersebut di atas. Pastikan benda yang rentan jatuh seperti rak buku tidak akan goyah saat digunakan oleh bayi sebagai pegangan.
  4. Latihan mendorong. Sempat kaget melihat M bisa mendorong bola gym, walaupun itu bukan pertama kali ia mendorong sesuatu. Namun saat M mendorong bola gym, ia berupaya berpegangan kepada bola sambil latihan melangkah. Keuntungan menggunakan bola gym adalah ukurannya besar dengan tinggi serupa M sehingga ia bisa menggunakan tangan dengan tegak untuk mendorong. Sebelumnya ia sudah bisa mendorong keranjang cucian dan boks popok, untuk berlatih menggunakan kaki melangkah, benda-benda tadi sering dinaiki juga ~ modal latihan naik sepeda😄

Suatu hari di rumah teman , banyak anak berceloteh sambil berlari kesana kemari, ia pun ikut berlari meski belum berjalan . Sejak itu.. M mulai lebih lama berdiri . Saya hitung setiap kali ia berdiri! 20 detik hitungan terlama. Sesudah beberapa hari sering berlatih berdiri , saat kami ngobrol serius dan tiba-tiba  M berdiri dan berjalan dalam 3 langkah!

Ramadan pun membawa M ke petualangan baru untuk belajar melangkah selain  senang dibawa ke mesjid. Kebetulan mesjid di wilayah kami memiliki ruangan untuk anak. M senang nimbrung dengan anak-anak beda usia yang berceloteh dan ia pun senang berekplorasi di ruangan anak.

Bahkan ia berekplorasi dengan crayon dan berusaha minum chai panas😔

Happy Exploring M!

When you’re down one day, I must tell you how wonderful you learn how to walk, fearlessly…

Bayi senang bereksplorasi dengan lingkungan sekitar. Sejak keluar dari rahim ibu, dunia jadi rumah baru bagi bayi. Banyak cara beraktivitas dengan bayi :

0-3 bulan

  • Skin to Skin . Selesai menyusui, bayi newborn amat menyukai tidur di dada. Cobalah meletakkan bayi di dada hal ini untuk memberikan perasaan aman bagi bayi. Ayah pun bisa melakukan ini. Bahkan saat bayi demam, kegiatan ini juga bagus dilakukan untuk mendinginkan suhu tubuh.
  • Meraba wajah. Meraba WajahBayi senang melihat lalu meraba wajah mulai dari mata, hidung. Sesekali bisa juga meraba wajah boneka.
  • Pesta Selimut.Blanket PartyM mendapatkan banyak selimut dengan tekstur berbeda. Lalu ia senang sekali ikutan sholat jadi sekalian saja saya buatkan permainan. Ia akan merangkak/tiduran di berbagai jenis sejadah, selimut.
  • Tummy Time/Tengkurap Time . Tummy TimeSaat bayi saya berusia 2 bulan dokter menyarankan agar M belajar menggunakan perutnya untuk berbaring. Ini dilakukan agar ia tidak terus menerus terlentang serta mengurangi resiko keterlambatan perkembangan  motorik kasar . Sebelum berjalan nantinya , bayi harus memiliki kemampuan berguling, duduk, merangkak, berdiri. Dengan kegiatan tummy time, bayi berlajar merasakan menggunakan perut, untuk menyusun kekuatan bisa melalui semua tahapan motorik kasar agar bisa berjalan. Biasakan 5-10 menit perhari untuk newborn. Gunakan mainan yang menarik dihadapan,agar bayi mau diajak bertummy time. Untuk mengurangi resiko SIDS (Sudden Death Infant Syndrome), tummy time diperlukan para bayi newborn.
  • Drum Tum Tum. Bayi di ajak mendengarkan bunyi drum, ibu tanya menyiapakan drum dari kaleng atau wadah yang berbunyi nyaring saat dipukul. Untuk stik drum bisa menggunakan spatula atau sumpit.
  • Rattle Party. Bayi bereksplorasi dengan bunyi kerincingan.
  • Baca buku. M senang sekali diajak lihat buku dengan gambar besar. Ukuran A4 hingga menutupi hampir seluruh tubuhnya. Namun ia senang melihat aneka gambar warna-warni di buku.
  • Pijat! Saat setelah mandi, saat yang tepat untuk pijat-pijat.
  • Free diaper time – Waktu Bebas Popok.No Diaper Time M beberapa kali senang dibiarkan bebas tanpa pakaian/popok. Kegiatan ini juga membantu membiarkan kulit lebih bebas saat bayi terkena ruam popok. Selain itu bayi bisa menggunakan semua bagian tubuh untuk meraba.
  • Menendang  Benda. M senang menendang-nendang, sehingga saya memberikan piano yang terpasang dalam baby gym set. Bisa juga menggunakan benda seperti kaleng atau benda yang menimbulkan suara saat ditendang.
  • Meraih Benda. Mobile alias mainan menggelantung sangat disukai bayi diusia ini. M senang meraih mobile/ mainan yang diletakkan diatasnya.
  • Bercermin. Ini kegiatan favorit bingits. Menemukan bayangan diri di termin akan membuat M senang berekplorasi. Saya bahkan membeli cermín besar yang dipasang setinggi bayi, agar ia bisa meneliti tak hanya dirinya, tapi juga sekeliling.
  • Terbang Berayun. Bayi senang sekali bergerak naik turun. Coba baringkan bayi diatas betis lalu naik turunkan betis anda. Si bayi akan terkekeh dan tertawa.
  • Mandi.Tidak semua bayi menyukai kegiatan ini. Mandi jadi saat yang menyenangkan jika bayi tidak lapar, air tidak terlalu dingin atau panas. Jangan lupa sediakan mainan juga untuk bayi baru lahir untuk ia melihat ke arah mainan.  Agar bayi yang menolak dibersihkan saat mandi bisa melirik mainan agar merasa nyaman.
  • Vision Board. Bayi sedang belajar melihat. Maka sediakan vision board yang dibuat dari kertas bergambar objek hitam  putih merah. Vision Board bisa diletakkan di area yang strategis untuk dilihat.

 

3-12 bulan

  • Outdoor Trip . Isi hari piknik  bersama si bayi dengan mengunjungi taman (bukan taman bermain dengan wahana seperti di mall ya…), naik gunung, menyusuri sungai, pantai, sawah, ladang. Piknik pun bisa  juga naik kendaraan umum seperti kereta, pesawat terbang, becak dsbnya. Tips traveling dnegan pesawat saya bagi di 12 Tips Terbang Bersama Bayi
  • Permainan cilukba. Usia 5-6 bulan baby M mulai mencari benda yang tersembunyi. Itulah kemampuan awal bermain peek a boo alias Ci Luk Ba.
  • Sensory Bin. Gunakan aneka benda untuk diraba oleh sang bayi. Beberapa benda yang disukai M: sendok, pita, lap/kain aneka jenis, bola, pasir, kerikil.
  • Musik Asik.Mainan Bersuara Perdengarkan aneka musik atau bunyi-bunyian , bisa gunakan aneka botol yang dipukul, mainan seperti piano, bahkan gendang. Berdansalah bersama si bayi .
  • Ayunan. BerayunBayi senang sekali permainan ini. Tidak melalu senang dengan duduk di dalam ayunan. Bayi bisa digendong lalu sambil diayun, bahkan bernyanyi tak kalah indah. Kadang saya juga duduk di ayunan sambil menggendong M.
  • Rekaman Suara. Gunakan perekam suara di ponsel untuk merekam suara bayi yang belajar ngoceh. Lalu perdengarkan kembali pada si bayi.
  • Melompat di kasur. Gerakan naik turun saat melompat akan membuat bayi tertawa kegelian.
  • Merebahkan badan di kasur/bantal. Biarkan bayi belajar melepas badannya, di kasur/bantal.
  • Kelitikan Blusukan. M suka sekali dikelitik. Baik dengan jari, ciuman atau dengan boneka. Belum pernah sih coba dengan bulu ayam;)
  • Meremas makanan. M menggunakan metode BLW untuk mengenalkan makan solid (mulai dari 6 bulan) . Kegiatan ini jadi waktu main sensori favoritnya. Saya gunakan aneka buah, nasi yang cukup lunak dan kental agar bayi meremas. Pastikan sang bayi tidak dehidrasi jika ia memakan aneka buah / sayur/ nasi.
  • Merangkak naik/turun
  • Kenal Bunyi Benda. Dia senang sekali main spatula untuk dipukulkan ke mangkok yang dibalik  atau suara kumpulan biji jagung dalam botol mineral.
  • Kotak harta karun. Harta karun yang saya pakai adalah baju cucian, mainan-mainanya. Saya sediakan satu kotak besar untuk diisi benda, saya biarkan ia membongkar kotak. Usia 9 bulan, bayi akan tertarik mengikuti kegiatan ibu. Saat saya mengambil cucian dari keranjang, ia juga menirukannya. Bedanya saya bekerja melipat, ia bekerja lebih bebassssss menghempas cucian.
  • Main rebana . Hahayy kegiatan favorit M adalah menepukkan dua tutup kaleng atau mangkuk. Ia bisa melakukan ini setiap hari selepas snacking.
  • Menepuk. Yes tepuk tangan lalu dadah. Baby loves this!
  • Mengelap Benda. Baby M melakukan ini saat ia duduk di permukaan kotak. lalu ia meraih tisu dan mengelap kotak. Its a joyful thing for her  before the real cleaning activities;P
  • Meniup gelembung dan kapas / bulu.
  • Buka Tutup. Bisa gunakan cover iPad, buku tebal, kotak makan. Tapi paling digemari kegiatan buka tutup pintu dan lemari.
  • Dorong dan tarik. M menyukai menarik aneka tali. Hal ini memberikan saya ide untuk menggantung aneka teether dan mainan baby gymnya. Selain itu ia juga menyukai mendorong kardus atau box , biasanya sesudah itu ia akan naik di atas box tersebut.
  • Mengulang Nada. Berpura-pura menelepon lalu serahkan telepon (mainan) kepada bayi.
  • Bernyanyi . Coba mengeluarkan suara dengan bayi menggunakan intonasi suara  tinggi rendah. Modifikasi lagu apa saja dengan nada rendah tinggi, pelan dan cepat atau suara keras dan pelan.
  • Main air (tuang, siram, cuci dan basuh). Contohnya menuang air dari penyiram tanaman atau dari gayung. Kegiatan ini sangat rentan membasahi baju. Cocok dilakukan di dalam ruangan yang rela dibasahi.
  • Pesawat Terbang aka Betis Exercise:D. Berbaring melantailah, lalu posisikan bayi di bawah lutut. Pegang punggung bayi dan naik turunkan kaki-kaki mu. Jangan lupa tersenyum meski lelah;p
  • Yoga. Banyak sekali video yoga ibu dan anak di you tube. Silahkan browse  dengan kata kunci : “mom  and baby yoga“.
  • Naik ayunan, duduk di bola gym.
  • Eksplorasi ruangan . M senang pergi ke setiap ruangan, baik di tempat yang baru dikunjungi atau rumah sendiri. Ambil kain gendong untuk berekplorasi di ruangan yang belum aman dari bayi ,seperti ruangan cuci / dapur – hanya untukmelihat dan memberitahu si bayi ruangan apa yang sedang dimasuki.
  • Merangkak di bawah benda. Bujuk si bayi mengambil sesuatu di ujung meja, sehingga ia harus merangkak ke kolong meja.
  • Duduk. Bayi masih mempelajari cara duduk. M belum stabil saat duduk hingga usia 8 bulan. Padahal ia latihan sejak usia 6 bulan cinta! Sehingga saya membebaskan ia duduk di aneka permukaan. Mulai dari bantal, susunan bantal, box, bongkahan kayu, bahkan juga bangku dan gym ball.
  • Main alat dapur. Yup, ajak bayi ke dapur, ia akan menarik semua benda yang ada di dekatnya. Untuk memfasilitasi ketertarikan itu, saya selalu mengajak ia duduk di meja dan memberikan benda yang jarang ia lihat. Bukan benda dapur yang tajam pastinyaaaa.
  • Botol. Benda yang bisa diisikan apa saja, lalu biarkan ia meneliti benda di dalam botol. M juga senang sekali memperhatikan orang minum dari botol. Terutama botol bersedotan.

Saat semua aktivitas di atas dilakukan bersama si bayi, ortu /  pendamping WAJIB ada bersama bayi. Mana mungkin si bayi bermain tanpa arahan dan ilmu bermain dari orang dewasa. Tak lupa sertakan senyuman , iringi dengan lagu-lagu non galau saat bermain. Hal ini akan memberikan pengetahuan baru bagi bayi. Terutama pengetahuan kosakata dan kemampuan motorik . Selain itu kemampuan tiap bayi (bahkan bayi dari satu ayah satu ibu) akan berbeda. Perhatikan  kapan bayi bisa dibawa piknik outdoor, kapan bisa menuang air dsbnya- dari tingkat senang atau tidaknya si bayi saat beraktivitas. Namanya juga bayi yang baru lahir, newbie imut  sensitif terhadap semua hal termasuk kegiatan -kegiatan yang mungkin bagi kita adalah hal biasa, namun bagi mereka its a WOW thing.

Selamat bermain!

Have fun!

 

 

 

Ibu mana yang tak senang mendengar tangis bayi? Saya si ibu baru, saat dahulu mendengar tangis newborn. Jejeritan , tengah malam, penuh air  mata dan high pitch tone. Lama kelamaan, saya paham, itulah awal komunikasi saya dan bayi.

Bayi memberikan tanda komunikasi dengan suara dan tangis. Namun usia newborn (pada bayi 4 mingguan), suara cooing jarang terdengar. Lebih banyak tangisnya! Tapi jangan katakan bayi cengeng. Karena memang itulah kemampuan si bayi. Ketika beranjak 2 bulan baru saya melihat ia sering tersenyum, sering membunyikan “u” dan “a”. Hingga nanti tangisan bukan satu-satunya sarana komunikasi bayi. Komunikasi usia 5 bulan, bayi menelurkan satu suku kata. Papah, apapapa, dan bukan gugu gaga ! Cikal bakal suku kata itu akan meledak menjadi awo, dada, mama, papa, teh, deh, wi, dan sebagainya.

M senang sekali ketika saya berikan buku dengan tekstur di gambarnya. Entah kenapa ia segera bisa mengeluarkan bunyi-bunyi saat melihat gambar . Lain waktu, M juga berceloteh lewat suara-suara itu saat dibiarkan main sendiri. Hari berganti tahu-tahu ia sudah 7 bulan lalu ia menirukan intonasi saya. Saya sebagai orang Sunda, meski sekeliling berbahasa English, tetap  doyan  ngomong ‘mah’. Alhasil, intonasi yang digunakan saat saya mengatakan ‘mah’ tercetus juga oleh M.. Tentunya  bunyi yang M ujarkan belum sempurna dalam bentuk kata.

Catatan Babbling Blah Blah BlahUsia 9 – 10 bulan , M sudah memberikan bentuk komunikasi :

  • halo, terucap a-wo sambil melipat lengan seolah pegang gagang telepon
  • hai, terucap “ha”
  • tuh, terucap “eh”
  • dadah, terucap “dah” sambil melambai
  • Menunjuk
  • Meniru American Sign Language ( Bahasa Isyarat AS) untuk kata susu, lagi.

Bentuk aktivitas yang saya kerjakan untuk menambah munculnya suku kata/kosakata / tanda komunikasi (seperti gerak  anggota tubuh) bayi:

  • bercerita (kapan dan dimana saja!)
  •  memberikan pengumuman (larangan apa jika bayi meraih sesuatu yang berbahaya)
  • membaca buku dan menirukan satu kata dalam buku menjadi aksi
  • mendengarkan lagu dan bernyanyi
  • mengikutsertakan bayi saat kita berinteraksi dengan orang lain
  • bercermin
  • melihat video / foto dirinya sendiri
  • bereksplorasi mandiri (tanpa intervensi atau bantuan dari orang)
  • menirukan suara yang bayi keluarkan, misal bayi menyebut “enteh”,  kita ulang bunyinya.
  • merespon suara yang dikeluarkan bayi sebagai ucapannya . Ikutkan bayi di kegiatan sosial , untuk interaksi sesama bayi juga orang dewasa.
  • menggunakan bahasa tubuh yang umum seperti  gerakan tangan melambai, pipi mencium, gerakan tangan mengajak
  • menggunakan bantuan bahasa isyarat untuk kata yang sering muncul di aktivitas harian

Dalam buku Diaper Free Before Three, dr. Jill Lekovic menyebutkan akan ada kemungkinan besar sering bayi bisa menyebutkan kata, jika orang tua terus mengulang kata, seperti Mama love you. Si bayi akan sering mendengar dan suatu hari akan mengucapkan Mama. Beliau juga menyebutkan , komunikasi yang baik  antar bayi dan ortu bisa memberikan ortu kemudahan saat mengajarkan cara mengenal , memahami BAB-BAK dan menggunakan toilet. Toilet training dan learning adalah pelajaran utama untuk bayi agar ia belajar mandiri mengenai kebersihan dan kesehatan dirinya.

Komunikasi bersama bayi sangat menyenangkan dilakukan. Sekalipun lelah, tetaplah kerjakan. Kita tidak tahu kapan ia bisa tiba-tiba nyeletuk “mama”. Tiap  bayi punya kemampuan dan timing yang berbeda untuk mempertunjukan kemampuan. Sekalipun harus berlari menuju masakan gosong, tetaplah ceritakan kegosongan itu pada bayi. Kita tidak tahu  apa yang bisa ia serap dari cerita gosong itu. Saya senang mencatatkan kemampuan bayi saya pada buku, untuk suatu hari saya tunjukkan padanya. Tak lupa memvideokan aksi-aksi si bayi komunikasi di awal kehidupannya.

Punya pengalaman babbling bayi? Mau dengar dong! Sila tambahkan di kolom reply:)

Happy Blah blah Baby!

Lanny

 

Selama  membawa bayi nan imut ke beberapa tempat umum, di sini kami mendapat banyak respons positif, alhamdulillah… Pujian seperti “lovely baby”, “wonderful baby” hal yang umum terlontar dari orang yang melihat kami. Ada juga sih yang memuji pilihan emaknya belanja baju ;p seperti “what a cute onesie!”. Lalu selain pujian yang terlontar , orang biasanya  akan mendekat dan bertanya, bagaimana perkembangan si bayi. Jika orang asing ( tak kenal / baru kenal  dengan kami) tersebut ingin memegang bayi, mereka selalu bertanya : “Can I hold your baby?”.

Entah mengapa ada perbedaan kebiasaan  saat pulang kampung ke Indonesia. Beberapa kali saya menantikan kalimat ijin untuk pegang / menggendong bayi, namun tidak jua terlontar. Orang biasanya langsung berkomentar : “iih lucuk”, “lucu banget” diiringi dengan mencolek, memegang, dan sebagainya. Habis kejadian itu saya selalu sibuk mengelap pipi bayi saya ( saat itu Jabotabek musim hujan dan banyak batuk pilek cyiinnn).

Kenapa harus minta izin pegang-pegang bayi? Alasan utama mengapa harus berujar “Can  I Hold Your Baby?”:

  1. Privasi. Bayi, selucu apapun juga adalah  “properti pribadi” si orang tua. Akankah kita secara sengaja pegang ponsel orang lain?  Tentunya harus dimintai ijin sebelum menyentuh toh. Selain itu bayi dan orang tua juga punya privasi. Jika orang tua tidak berinisiatif tidak meminta tolong agar sang bayi dipegang, sebaiknya hormati privasi si orang tua dengan kita tidak “memaksa” ingin memegang. Jaga juga privasi si bayi . Belum tentu si bayi nyaman dengan dipegang / gendong oleh orang baru lho….Tahu kan kegemasan perempuan jika ada bayi menangis, spontan ingin menggendong? Jika menemukan kejadian  itu , ingat privasi si orang tua dan bayi , dengan meminta ijin.
  2. Kesehatan. Bayi mahluk hidup yang masih dalam newbie di dunia fana, kesehatannya pun masih dalam masa perkembangan untuk bisa melawan para mahluk halus bakteri dan virus. Apalagi virus selfie;p Para bayi rentan sekali terkena virus seperti flu, batuk-pilek. Apa yang terjadi jika bayi sakit? Ibu akan pusing tujuh keliling biasanya disertai kondisi seluruh penghuni rumah ikut / terancam tertular.Apalagi jika ibu tersebut sedang bepergian jauh dari rumah dan dokter anak si bayi. Sama seperti kita yang pusing jika terus menerus bindeng, sengau plus demam.   Untuk itu kita harus sadar, sebelum memegang si bayi, sehatkah diri kita? Lihat kasus ekstrim bayi newborn terkena virus : Newborn Catches Herpes
  3. Keamanan. Kasus penculikan anak terjadi dimana-mana. Salahkah jika orang tua berjaga? Itu kewajiban orang tua / pengasuh. Caranya? Tetapkan standar keamanan dan kebiasaan. Maka standar keamanan keluarga kami:  tidak akan pernah menitipkan anak kepada orang tidak dikenal. Termasuk tak  membiarkan orang baru untuk memegang bayi tanpa ijin.  Meskipun dalam saat genting, seperti saat saya hanya berdua dengan bayi, lalu saya harus pergi ke toilet. Bayi selalu bersama saya. Rempong? Safety is priority. Bahkan beberapa orang tua punya tingkat keamanan lebih tinggi , seperti ketidaknyamanan jika anaknya diajak bercanda oleh orang baru. Saya maklum, karena too friendly to a stranger, mengakibatkan anak berpotensi mudah dibujuk rayu oleh orang asing yang punya niat jahat.
  4. Saling menghormati. Saat bertemu orang, kita wajib menghargai orang lain. Termasuk menghargai bayi – sebagai individu baru yang lucu- dan menghargai orangtua/pengasuhnya -sebagai penjaganya.

Adakah alasan lain untuk meminta ijin sebelum memegang bayi menggemaskan? Silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar 🙂

 

Reality Show tentang 3 Gaya Parenting

 

Realiti Show Bringing Up Baby yang diproduksi oleh  BBC, memaparkan tentang metode pengasuhan anak. BBC meminta beberapa orang tua memilih dan  mempraktekan 3 metode parenting yang berbeda.

Metode 1 : The Liedloff Continuum Concept

Keterikatan ibu dan anak sangat dipegang erat oleh metode ini. Anak akan selalu ada dalam dekapan kain gendong ibu, termasuk berada di tempat tidur bersama orang tua hingga beraktivitas sehari-hari. Anak bayi akan selalu menempel pada sang ibu/ayah. Metode ini meniru kehidupan ibu dan anak dari sebuah masyarakat primitif.

Continuum Concept

Metode 2: Dr Benjamin Spock

Dokter anak yang juga aktivis anti perang ini memiliki prinsip : anak yang diperhatikan bukan berarti dimanjakan, orang tua harus lebih fleksibel -tidak tegas seperti pendidikan militer – dan menganggap anak sebagai insan. Dalam metodenya, dokter Spock mengedepankan perhatian orang tua terhadap anak yang harus selalu dipenuhi. Namun tidak selalu anak dimanjakan dengan kasih sayang, ada juga aturan yang digunakan saat membesarkan anak. Seperti menidurkan bayi di tempat tidurnya sendiri.

Buku fenomenalnya yang diakui best seller melebihi  Bible adalah The Common Sense Book of Baby and Child Care. Pengasuhan anak seajack ibu hamil hingga anak dewasa dibahas dalam revisi terbaru buku ini.

Metode Tiga : Dr Truby King

Dokter bedah ini memilih childcare sebagai fokusnya karena ia terpukau dengan kesehatan para bayi di Jepang yang diberikan ASI. Hingga akhirnya ia mendirikan Plunket Society sebagai gerakan pemberian nutrisi bagi para bayi dengan tujuan agar bayi di New Zealand menjadi salah satu bayi tersehat di dunia.Baby-Carriage-Vintage-Image-GraphicsFairy-2

Metode Truby dikenal dengan metode disiplin. Para bayi diberikan waktu yang ketat untuk minum susu dsbnya. Bahkan bayi dibiarkan tidur di kamar dan tempat tidurnya sendiri, walaupun bayi menangis  selama 4 jam. Hingga waktu minum susu datang, barulah para bayi diberikan perhatian fisik dan psikis lagi.

Biografi Dr Truby King

Nah, dari tiga metode tersebut, yang mana yang cocok dengan kehidupan kita? Dalam realiti show disebutkan, orang tua pekerja cenderung memilih metode Dr Truby King yang konon bisa dengan cepat mengembalikan ritme kehidupan pribadi orang tua kembali. Para bayi baru lahirlah yang mengikuti ritme kehidupan  orang tua. Bukan orang tua mengikuti ritme  para bayi. Orang tua yang memilih metode Dr King harus berdarah-darah menyaksikan para bayi baru lahir menangis dalam waktu lama.

Dr. Spock merupakan metode pilihan yang banyak diterima. Dalam bukunya Spock menekankan orang tua, terutama ibu tahu yang terbaik bagi anaknya. Istilah mother instinct begitu diterapkan. Dr Spock banyak memberikan arahan betapa keamanan dan kenyamanan bagi bayi begitu dipentingkan. Parenting bisa berjalan seperti yang diinginkan orang tua tapi juga mengerti kebutuhan bayi yang selalu ingin dipenuhi kebutuhannya.

Metode Continuum Concept sangat mengutamakan bonding orang tua -terutama ibu dan anak. Sesibuk apapun ibu/ayah, harus tetap menyertakan anak dalam pelukan. Tidak boleh lepas sedikitpun. Bahkan penggunaan stroller pun tidak dianjurkan. Sang mentor akan selalu mengarahkan orang tua untuk selalu membawa anak di kehidupan mereka.

Hal menarik terjadi saat semua orang tua di realiti show dipertemukan. Mereka saling bertanya  jam tidur bayi mereka, hari pertama sebagai orang tua hingga mulailah mereka membandingkan satu sama lain hasil metode pilihan mereka sendiri.

Apa yang terbaik untuk anak adalah pilihan orang tua. Tiga metode diatas sama-sama memiliki tujuan agar anak mendapatkan pengasuhan. Tapi gaya yang mana yang sesuai dengan lifestyle dan naluri sang orang tua, itulah yang menentukan pilihan akhir. Untuk produk alias karakter anak yang dihasilkan dari 3 gaya parenting tersebut, menurut BBC bisa dibuktikan lewat kebanyakan manusia produk tahun 1950an Dr King yang begitu kaku. Orang tua 1960an yang penuh gaya hippies nan cinta damai. Hingga gaya natural seperti peminat parenting ala Continumm Concept.

Yang terpenting..Happy Parenting!

 

How Baby Learn to Drink

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sippy cup – Botol

Syringe + Spoon

Bayi belajar minum? Kan ada botol?Kenapa belajar minum, gak ngedot aja? Sekarang (2016)orang dewasa di warung  pun pakai botol susu!

Bagi saya kemampuan adaptasi jauh lebih berguna dibanding mengikuti metode konvensional. Baby M mulai belajar minum sejak 2 bulan. Dokter meminta ia menenggak vitamin. Hah? Karena ASI tidak memiliki vitamin D maka diresepkanlah satu dosis vitamin per hari. Sehingga M mau tidak mau belajar minum vitamin dengan  suntikan tanpa jarum pastinya.

Bulan usianya bertambah..Kami harus terbang melintasi dua dunia, barat dan timur. Kami melakukan perjalanan dengan pesawat terbang selama total 17 jam. Saat itu baby M akan berusia 6 bulan. Belum pernah minum selain dari ASI. Botol pun tidak pernah saya kenalkan. Saya masih parno ia bingung nipple nantinya. Maka saya mencoba mengenalkan sippy cup. Berhasil? Saat ini iya. Saat itu? tidak. Namun  tetap saja sippy cup pinknya beserta botol susu saya bawa dalam traveling. Agar jika satu waktu saya tidak bisa menyusui ASI dengan PD, saya bisa menggunakan benda -benda belajar minum tadi.

Awal belajar minum menggunakan sippy cup, M tidak bisa memegang.  M selalu menggiti  bagian sedotan sippy cup. Lalu selama perjalanan ternyata ia dikenalkan dengan makanan berkuah.  Kemampuan lain pun harus kami kenalkan. Kami mengenalkan metode minum dengan sendok. Alhamdulillah sejak pertama kali diminta minum dengan sendok ia bisa menyeruput .

Saya pun terpikir  menggunakan cara lain untuk belajar  minum. Hasil perburuan ide  Montesorri di Pinterest. Di usia 7 bulan, saya mengenalkan cara minum dengan gelas. ASI perah yang masih banyak jumlahnya, saya gunakan untuk M kenal cara minum. Insha Allah, ASIP belepotan seluruh baju. Namun belepotan noda makanan di baju hal biasa buat M, karena M menggunakan cara makanan pendamping susu dengan metode BLW, jadi belepotan  ASIP pun tetap happy.

Hingga akhirnya, Alhamdulillah M kini bisa belajar minum dengan empat benda. Belum klop banget pegang gelas sis karena masih level pemula. Juga pegang syringe mah boro-boro:D  Tapi cara pegang botol susu sudah hapal  sama menyendok. Hal ini sangat membantu saat kami harus bepergian. Kami tidak tergantung dengan satu jenis alat untuk minum. Jadi kika  M ingin minum kuah soto atau sup tom yam, saya siap tempurlah dengan sendok. Paling tidak , dalam tas perlengkapan kebayian saya selalu membawa sippy cup/botol susu.

Begitulah cara belajar minum ala kami, bagaimana dengan kalian – tim hore ortu X bayi? Sharing ya di kolom reply !