Kiddy Activity, Parenthink, Traveling

Winter – Spring 2017 Play Time

Tantangan ibu baru dengan toddler yang hobi muter sana sini adalah diskonnya sinar mentari! Hah? Sebenarnya meski keren buat foto-foto sama dedaunan di empat musim, tinggal di negeri empat musim,  membuat ibu dengan toddler makin puyeng : anak-anak yang secara statitistik itu memang dalam setahun bisa terkena sakit hingga 5-10 kali, pada dua musim ini juga rentan terserang flu. Kami jadi banyak menghabiskan waktu di dalam rumah sementara musim dingin ini tanpa salju lho. Lalu tinggal di negeri empat  musim, sekolah pun punya jadwal libur empat kali setahun (Spring break, summer break, christmas dan fall). Hmm ini berarti anak-anak seharian di rumah, dan ibu banting tulang memasak sambil cari “mainan” asik untuk anak-anak. Alasan puyeng lain tuh  taman main umum saat winter – spring jadi tempat bermain yang kurang nyaman karena tempatnya terbuka tidak bisa dipakai saat hujan turun atau cuaca berangin. Lanjutkan membaca “Winter – Spring 2017 Play Time”

Traveling

Ekplorasi Pagi di Januari 2017

Hari baru saya dan keluarga di 2017, dimulai dengan jalan-jalan pagi. San Francisco tempat yang tak ada bosannya untuk dikunjungi, meski sudah hampir tiga tahun saya migrasi ke wilayah California.

Pagi buta  kami mengunjungi masjid. Kami berencana untuk sholat Subuh di salah satu masjid SF. Waktu Subuh selama winter jatuh sekitar pukul 06.00 pagi. Nah kami sempat menunggu waktu di dalam masjid, sebelum pintu utama gedung masjid waktu itu belum dibuka.Oh iya, masjid Noor Al Islam di Jones Street, SF ini berupa gedung 3 lantai.  Ruang sholat ada di lantai tiga bersama  kamar mandi, area wudhu, serta toko buku. Tak lama duduk di mobil, sambil menahan dingin semriwing, akhirnya pintu dibuka oleh seorang brother. 

Kami pun menaiki lift mengekor sang brother pembuka pintu masjid. Hanya ada 4 orang di masjid, saya, suami , M dan sang brother. Kami duduk -duduk manis di dalam masjid. Kecuali M tentunya yang asyik bolak-balik ke tempat saya kemudian ke tempat saya. Sekitar 2o menit kemudian tepat waktu subuh  (Yup saya harus mondar-mandir mengikuti si M selama itu), sang brother pun mengumandangkan adzan. Tak lama brothers lain datang. Jamaah sholat Subuh pagi itu itu hanya ada 2 shaf di bagian pria. Untuk jamaah perempuan salihah hanya ada saya dan M😁

img_7671
Memulai hari di Alsabeel Masjid Noor Al Islam, San Francisco

 

img_7663
Taman Fort Mason

 

img_7650
Hangar di Fort Mason yang dahulu digunakan oleh Angkatan Udara AS selama perang Dunia ke II. Kini slaah satu hangar digunakan sebagai tempat usaha seperti  acrobatic Yoga.

img_7662-copy

 

Usai subuh, kami berusaha mengejar sun rise nongol. Terutama saya si mamah penikmat Instagram ini ingin lihat sunrise di sekitar Golden Gate sambil hashtag-an 😂 Senangnya niat tulus bikin hashtag didukung dengan banyak jalan kosong di SF. Sehari-hari jalanan di SF mirip di Jakarta, macet dan banyak mobil plus pejalan kaki. Minus PKL sih . Alhamdulillah meski sudah terang, karena semua orang masih tidur pulas mungkin lelah party, kami bisa sampai ke tepi laut untuk menikmati sunrise 2017!

Keinginan lain hari pertama 2017 adalah tetap makan es krim dan coklat enak 🙌🏼 Maka usai berkeliling di taman Fort Mason yang berlatar Golden Gate Bridge, kami pindah lokasi instagrammable menuju Ghirardelli. Ghirardelli sebuah resto soklat paling terkenal di dunia *kata plang restonya begitu*

Nasib baik, restonya belum buka saat pukul 8 kami tiba. Akhirnya kami jadi jalan jalan berlanjut ke Pier 39.

 

img_7665
Salah satu kapal sewaan untuk berwisata ke Alcatraz, pulau yang dihuni oleh narapidana perang hingga suku Aborigin. 

 

img_7666-1
Salah satu penghuni Alcatraz, penjara di pulau yang berseberangan dengan Pier 39

Kawasan turis yang satu ini adalah dermaga yang dipenuhi oleh aneka restoran seafood. Bisa juga yang suka belanja belanja mampir ke beberapa toko. Museum Madam Tousaad juga ada di kawasan Pier 39 ini.

img_7667img_7669

Namun M berkesempatan menemui hal lain selain pemandangan laut, kapal-kapal cantik dan semerbak bau seafood. Pier 39 memiliki tempat khusus untuk melihat kawanan anjing laut bermandi cahaya matahari pagi. Meski mandi tanpa sabun 😛 mereka tetap bernyanyi dengan suara mereka yang khas. Suara para anjing laut -terutama si Alphamale -terdengar kencang di sekitar Pier 39, bahkan menurut suami saya seperti  bahasa asing dari negeri Thai, haha. Yang jelas, M sangat senang menikmati aneka suara singa laut, hingga ia pandai menirukannya.

img_7476-copyJalan pagi di kawasan  Pier 39  sangat menyenangkan. Banyak beberapa spot restoran dengan lukisan mural yang keren, karena masih sangat pagi dan restoran masih tutup pulak, kami bebas bergaya acakadut di depan mural dong:p

 

img_7670
Setiap makanan enak , pasti ada mesin pelakunya 😀 Mesin pembuat coklat di restoran Ghiradelli.

Kembali ke tujuan makan es krim dan soklat haneut,usai jalan pagi di kawasan Pier 39 kami kembali ke restoran. Pagi itu kami sarapan cokelat dan es krim , alhamdulillah kalori kembali datang yang tadi pagi dibawa jalan sempat menghilang😁

 

Happy Day begins with Happy Halanhalan

LS

🎉🎈Welcome 2017🎈🎉img_7673

Traveling

Summer Festival 2016 di Bay Area

1. Halal Food Festival

Mencari makanan halal di negeri mayoritas bukan muslim ? Itu bukan hal yang sulit jika tinggal di wilayah San Francisco Bay Area. Bahkan kita bisa mendapatkannya, di dalam satu area dengan aneka pilihan. Itulah event tahunan di SF Bay Area :Halal Food Festival. Lanjutkan membaca “Summer Festival 2016 di Bay Area”