Adalah di satu hari kita mendapat kejutan. Kejutan yang membuat kita merubah emosi, entah menjadi lebih marah atau sekedar galau parah. Bayangkan saat sedang menikmati wifi kencang, minuman hangat di tangan , tiba-tiba mantan lewat. Saat itu juga degup jantung sekedar lulumpatan teu pararuguh. EUGH nyeri! Saat anak berbahagia di taman, celingukan tahu-tahu mendapat kabar suami tidak pulang beberapa hari karena dinas. Yah agenda me time khalasss (arabic for done) sudah.

QOTD1Saat kebahagiaan yang datang di tengah kehidupan, lalu badai melanda, badai kecil maupun besar, tetap bersyukur. Itulah kalimat saya setelah mengalami beberapa badai – badai. Ternyata bersyukur hanya bisa dilakukan setelah hati pikiran logika menerima badai – badai kejutan itu.

Tetap bersyukur saat miskin. Toh Allah Maha Kaya. Ia akan melimpahkan segala rezeki dari arah yang tak disangka.

Saya pernah terkejut hanya memiliki uang tabungan celengan saking cekaknya jadi anak kos!. Lalu saya melakukan silturahim pada teman lama. Masha Allah doanya dikabulkan Allah, saya mendapat kemudahan pulang ke rumah tanpa takut ongkos habis. Plus dibawakan makanan

Tetap bersyukur saat sakit. Allah Maha Pengasih – Penyayang. Selalu ada kebahagiaan meski sakit melanda.

Saya mendapatkan musibah beberapa hari sebelum keberangkatan saya bertemu suami. Ibunda berpulang. Tanpa sakit tanpa tanda sakit. Hingga kini saya berdoa syukur atas semua kemudahan dalam hidup saya. Meski saya kehilangan sosok jasadnya di dunia, semua prinsip hidup dan doanya sampai hingga hari ini. Salah satunya keinginan beliau memiliki cucu dari saya. Masha Allah , jiwa ibunda hidup dalam cerita saya untuk M.

Tetap beramal salih saat kesulitan datang. Allah Maha Pemurah. Semua kebaikan yang kita pikirkan akan selalu dipertimbangkan jadi reward menuju jannahNya. Selalu ada kemudahan dalam kesulitan.

Kadang kejutan hidup yang berat itu sulit dirasakan, sulit dijalani. Namun terimalah kejadian nan berat itu. hari demi hari. Meski hati seolah patah jadi beribu keping. Allah membantu rasa sakit itu jadi kebeningan hati dan kekuatan baru. Allah Maha Pengasih. Untuk itu kita bersyukur atas rasa susah, gundah, sedih, marah hingga kecewa. Dengan menerima susah, kepala jauh lebih adem, logika berjalan hingga solusi pun datang dihadapan. Mengapa? karena kita memahami ujaran “musibah datang dari Allah”. Tidak ada sesuatu yang dinamakan bad luck. Semua yang terjadi atas ijin Allah. Jika kita pandai menerima rasa sakit, Allah memberi lebih.

Ada banyak keburukan datang saat kita tidak bisa menerima kejutan. Kita ingkar pada keMaha Besaran Allah. Kita ingkar pada kalimat, semua milik Allah. Tuhan yang Maha Mencipta. Saat tanda ingkar datang, kita mulai mencari comforter lain, penyejuk hati lain, dan perlahan meninggalkan jalan Ilahiah. Padahal pada Allah lah kita akan berpulang.

QOTD2Saat menerima kejutan hidup yang susah dan buruk, hanya ada satu jalan selain menerima dan menjalani ketentuan Allah. Lalu apa yang terjadi? Semua akan datang , jawaban atas pertanyaan, kepastian atas kegelisahan, keimanan atas keraguan. Syarat utamanya hanya menerima dan menjalani ketentuan Allah. Lalu berusaha melakukan hal-hal terbaik untuk menangani kesulitan itu.

So I am Thankful for my difficulties.

 

Apa yang membuat mu bersyukur? Share ya…

Lanny

 

 

Iklan

Senang sekali kalau masuk departemen store, lalu ada tulisan di rak display “CLEARANCE”. Apalagi kalau sale di bagian mainan anak. Haduh luar biasa betah. Sampai panggilan telepon suami kadang terabaikan saat meneliti barang sale!

Namun sayangnya capek pindahan apartemen, saya  jadi berpikir ulang untuk menghabiskan uang demi mainan anak. Atas petunjuk juga dari mbak Kon Mari soal mengatur barang-barang di rumah, membuat saya harus memaksa diri menghemat belanja mainan anak . Saya ingat banyak klien mbak Kon Mari itu senang menyimpan barang. Semakin besar rumahnya semakin banyak ruangan untuk menyimpan barang. Saya dan suami memutuskan tinggal di tempat lebih kecil. Alasan utama saya agar mudah membersihkan rumah. Tahukan kalau rumah dengan anak balita? Was wis wus wes wos dalam hitungan menit semua barang pindah lokasi. Selain itu hal ini mencegah naluri belanja berlebihan. Rumah lebih kecil membuat saya berpikir berkali-kali ketika menemukan barang unik lucu di bertajuk clearance. Bertutur getir pada diri sendiri:

” mau di simpan dimana benda sale itu? “

5naturefallsept2017 copyKarena tempat tinggal kami lebih kecil dari tempat sebelumnya, saya pun mencoba menghemat tempat penyimpanan. Berikut beberapa tips pengaturannya:

1.Memajang mainan anak. Anak balita masih senang bongkar mainan. Jadi saya biarkan M bisa mengakses mainan kapan saja. Pajang mainan di dalam rak pada sudut khusus untuk bermain. Hal ini memang menambah resiko rumah berantakan. Tapi saya bisa mengajarkan M untuk membereskan mainan. Meski hanya 5% mainan yang dibereskannya, tapi ia tahu kebiasaan ini adalah penting. Sisanya ya saya akan fitness squat -half plank- untuk membereskan mainan.

2. Fungsikan sudut ruangan dengan maksimal.Jangan khawatir jika hanya memiliki tempat kecil di rumah untuk mainan anak. Atur -atur sudut mainan itu secara maksimal. Saat ini saya memakai dua rak untuk memajang mainan anak.

3. Sortir mainan berdasarkan prinsip pendidikan di rumah. Kalau mengintip sistem Montesorri: memberikan keranjang/wadah khusus berdasarkan :

  • permainan fine motor skill
  • mainan figur
  • mainan role play / pura-pura: soft toys seperti boneka dan topi
  • puzzle
  • art and craft materials
  • buku bacaan
  • bunyi-bunyian
  • mainan dengan bentuk khusus , seperti lego, alat hitung.

Sedangkan sistem Emilia Reggio , menggunakan interest anak sebagai panduan memajang mainan anak. Observasi beberapa hari mainan  apa saja yang dimiliki , lalu apa yang anak selalu mainkan, dan selalu mengggunakan benda aman yang mengundang kreativitas anak. Seperti M senang menguliti sesuatu yang ditempel, saya hadirkan  satu keranjang berisi washi tape untuk ia tempel di berbagai permukaan seperi tiket bekas, kardus bekas.

4. Jika jumlah mainan anak berlebih, tak muat di area mainan, maksimalkan gudang / tempat penyimpan. Sekali lagi di gudang untuk diatur berdasarkan kategori di nomor 3 .

5.Rotasikan mainan anak. setiap 1 minggu sekali ganti mainan di lemari display tadi. Jika ada satu dua mainan yang selalu anak mainkan biasanya saya tidak masukkan ke dalam tempat penyimpan mainan anak.

6. Donasikan mainan. Ada banyak anak yang masih membutuhkan mainan karena membeli mainan hal langka bagi mereka. Kita bisa manfaatkan kelebihan mainan anak di rumah dengan mendonasikan mainan ke anak-anak kurang mampu.

7. Swap/Garage Sale. Adakan garage sale atau jual mainan dengan harga miring. Bisa juga kumpulkan beberapa teman, lalu tanyakan adakah yang bersedia untuk tukar mainan dengan koleksi mainan anak kita.

8. Beli mainan anak yang lebih memiliki multifungsi.  Syarat saya membeli mainan anak:

  • Melupakan benda  toxic, plastik. Material mainan pilihan utama kayu. Hal ini agar anak terbiasa memegang benda natural- juga mengasah kemampuan motorik halus. Sehingga  ia akan mengerti bagaimana cara memegang benda lain selain mainan nantinya. Dan jadi bonus juga mainan anak non plastik bukan barang yang mudah  dilempar lalu  rusak.
  • Jika memiliki mainan anak dari plastik dan murah meriah, gunakan untuk permainan di dalam mobil atau saat kita traveling. Biasanya saya membeli mainan plastik di toko Daiso  yang harganya sangat murah.
  • Mainan anak harus bisa memiliki fungsi lebih banyak. Misal mainan masak-masakan saya tidak akan membelikan untuk M. Karena hanya akan digunakan dalam waktu singkat, bisa digantikan dengan benda dapur atau barang recycle. Saya lebih memilih mainan yang awet juga memberikan kreatifitas anak terstimulasi: seperti puzzle, wooden blocks.
  • Jika bisa membuat mainan itu dari barang recycle, maka saya tidak akan membelinya. Misalkan bathtub toys atau mainan untuk berendam saat mandi. Lucuk tapi pasti tidak terpakai lama nantinya. Jajan awet gituuu.
  • Spend more budget for BOOKS. Nah kalau ini saya tak ragu beli. Daripada saya membelikan M gadget-yang bisa bikin adiktif, aneka mainan plastik yang kurang awet saya biarkan ia membeli buku. Meski buku akan robek, dll tapi kecerdasan anak akan meningkat hanya dengan membalik buku.

Ada yang punya tips lain? Mari berbagi yuk…

Lanny

 

Adakah balita mengalami hal yang tidak menyenangkan? M, putri saya pernah diberikan pemandangan yang rada horor. Bukan pemandangan menyaksikan mahluk halus,   tapi horor di sini berkenaan kejadian menyeramkan yang berkaitan dengan keselamatan jiwa raga.

Suatu pagi, tak lama setelah ia bangun pagi, ia harus menyaksikan sakit sang nenek kambuh. Ia melihat pemandangan tiba-tiba neneknya terbaring di lantai. Saya sempat panik karena bingung ,sambil berusaha tetap berkomunikasi dengan M yang saat itu masih belum bicara banyak. Saya  menjelaskan apa yang harus saya lakukan terhadap sang nenek, lalu saya berkomunikasi dengan petugas  911. M terpaku saat menyaksikan kejadian pagi itu. Saya sangat kaget, shocked , karena itulah kali pertama saya melihat orang pingsan. M terlihat bingung namun ia hanya menyebutkan peristiwa itu sesudahnya dengan kalimat terbatas.

“Nenek tidur di situ ( sambil menunjuk kasur).” Saya hanya menjelaskan bahwa neneknya sakit dan perlu ke dokter. Walaupun kejadian sebenarnya dengan cara yang rada ekstrem bagaimana nenek pergi ke dokter  bersama paramedis.

Tak lama beberapa bulan kami mengunjungi klinik saat M sakit. Di ruang tunggu tiba-tiba datang beberapa petugas paramedis dengan  tempat tidur pasien dan beberapa perlengkapannya. Di tengah kehebohan itu , sambil beberapa orang berbisik pula, M menyatakan “nenek sakit” sambil menunjuk ke arah tempat tidur pasien. Saat itu saya terkaget, mengapa ia masih ingat soal pengangkutan orang sakit ini? Ternyata kejadian itu menempel jelas di dalam kumpulan memorinya.

 

IMG_3168 copy.jpg

 

Pelajaran lain saat tentang ketidaknyamanan terjadi. Suatu hari kami mengunjungi taman bermain. Baru saja beberapa menit M bereksplorasi, berlarian ke sana ke mari, naik turun perosotan, mencoba semua mainan, tiba-tiba tak jauh dari kami berdiri, ketika M hendak berlari ke arah saya, seorang balita jatuh tersungkur  dari  beberapa anak tangga. Balita itu pun menangis kencang hingga seluruh taman bisa mendengarnya. Lebih horor lagi , darah segar mengucur dari mulut sang balita. Ouchy! Saya sebagai dewasa saja merasa ngilu melihatnya. Saya tak sempat menyelamatkan si balita itu karena begitu cepat kejadiannya. Tak lama berkerumun beberapa orang dewasa di sekitar sang balita. Mungkin para pengasuh kemungkinan dari day care sang balita. M lagi-lagi berujar, “dia sakit, berdarah.” Saat itu M sudah bisa berkata dalam kalimat. Saya menjelaskan lagi kepadanya anak itu jatuh dan berdarah. Saya menahan diri mengatakan “makanya kamu jangan lari-lari nanti jatuh” pada M. Karena tak mungkin anak tidak berlari dan itu bagian dari hal baik yang terjadi pada perkembangan  motoriknya kan? Hanya saja kita harus menekankan bagian yang penting dari kejadian itu. Sesudah melihat anak itu jatuh, M masih mau bermain. Namun ia berulang kali membahas pada saya” baby sakit, jatuh dan berdarah”. Saya pun menanggapi dengan kalimat yang sama, menyatakan M juga harus berhati-hati.

Dalam buku Whole Brain Child diceritakan seorang anak balita dan baby sitternya yang mengalami kecelakaan mobil. Tidak ada yang luka parah namun sang balita dengan kalimat terbatasmenyatakan apa yang ia alami. Balita itu menyaksikan sang baby sitter mengalami kejang saat mengendarai mobil mereka sehingga mobil terhenti dan menabrak sesuatu. Sang balita masih menyebutkan tentang baby sitternya, meski hal itu terjadi setelah sang ibu datang dan sang baby sitter dibawa oleh paramedis.

Baca juga The Whole Brain Child

Dalam buku tersebut menyebut, saat anak mengalami hal yang tidak nyaman seperti itu, kita wajib menjelaskan kejadian. Tidak boleh menutupi hal yang sebenarnya terjadi. Tidak menyatakan “no, its okay” begitu saja kepada anak. Kita harus  menyampaikan kejadian yang horor itu, agar anak bisa mengatasi rasa takutnya. Name it,  to tame it. Dengan menjelaskan kejadian horor-sesuatu yang mengerikan dan tidak menyenangkan, anak belajar perasaan, anak belajar mengungkapkan perasaannya, yang pastinya tidak nyaman saat menyaksikan kehororan. Seiring dengan waktu ia tidak akan mudah takut degan kejadian itu dan menjadi trauma. Keterbukaan terhadapa apa yang terjadi menjadi awal yang baik untuk menangani rasa takut itu. Tentu saja derajat rasa takut bergantung kepada seberapa horor  kejadian itu. Namun kita tidak diperkenankan meniadakan rasa takut sang anak, lalu meminta ia melupakannya begitu saja. Cara terbaik adalah menjelaskan apa yang terjadi (disesuaikan dengan kemampuan komunikasi dan pemahaman anak) tanpa kita terlalu heboh-dramatis saat menjelaskan hal itu. Bisa juga kita menunggu beberapa lama agar anak nyaman menyatakan perasaan yang tidak nyaman. Yang terpenting  kita wajib memahami anak menjadi takut melihat hal itu  adalah hal yang wajar. Bukan sesuatu yang tak penting lalu diabaikan oleh orang tua bahkan hingga melabel anak dengan julukan penakut atau menakut-nakutinya.

Adakah pengalaman horor dramatis bersama si kecil? Silahkan berbagi pengalaman di kolom komen ya…

Tulisan ini merupakan bagian dari #KEBloggingCollab Kumpulan Emak Blogger, dengan postingan bertema Parenting yang ditulis oleh  Nova Novili , tulisannya bisa dinikmati di  Nova Novili 

Akhir-akhir ini sering menemukan rambut putih di kasur. Saya pun menukas cepat, “ini kucing siapa main ke teras ya? Bulunya sampai ke sini…”. Tapi tak berapa lama hari berselang, saat bercermin menemukan lagi rambut putih terurai di kepala. Eh bukan bulu kucing ya..

Ya Tuhan… Apa yang terjadi pada diriku yang dulu imut nan lucu. Bahkan dulu para lelaki muda itu melirikku di bis dan berbisik. Eh ternyata mereka membicarakan gadis muda di sebelahku deng. Intinya telah terjadi perubahan besar pada diriku. Aku yang orang tua ini jadi beneran menua… Tandanya begitu jelas…

  • Sulit marathon dari toko ke toko di shopping mall. Midnight Sale? Black friday? Siap-siap kerokan besoknya (apalagi pas winter hikss)
  • Mudah lupa nama orang baru, merek baru, akibat selalu terdistraksi oleh jeritan toddler. Mencari kacamata yang ada di atas kepala? Sudah pernah terjadi juga 😀
  • Sulit berkonsentrasi membaca buku bahasa asing tingkat Advance, karena terbiasa membacakan buku 5 – 10 halaman bertema kebinatangan
  • Lebih cerewet dari sewaktu single dan normal. M menemani saya mengepel lantai. Ia duduk di bangku agar tidak terpeleset karena hobi ngintil. Namun bibirnya komat-kamit: “Mommy watch out my slippers, watch out dad’s slipper, watch out my bicycle ..” Saya pun berkomentar “OK OK OK.” sembari menyesali perkataan saya padanya di suatu hari  dengan kalimat yang sama: M watch out this, watch out that…
  • Tertidur menonton film action misteri, terbahak menonton film animasi. Dulu ketika masa single tak pernah suka film animasi. Bahkan sekelas sponge bob! Etapi semarang suka film yang tema ringan aja gituh, daripada ribeeeet mikirin film detektif atau  tragedi berdarah.
  • Raut wajah lebih keibuan meski terpoles krim dan bedak mahal atau murah. Sebenarnyaaa make up artist itu harus jadi investasi kalau sudah beranak. Iya, penting banget keberadaan profesi ini. Sayangnya mereka profesi termahal di jagat raya. Ya sudah nikmati aja bedakan seadanya sambil belajar tutorial Youtube menyembunyikan kantung mata.
  • Selera yang berubah…Snack keju bentuk ikan mas terasa enak dibanding kacang almond. Green tea nan elegan.. ah sudahlah simpan saja di kotak. Lebih ringkas minum jus apel atau susu dengan botol bergambar dinosaurus. Remah roti dan nasi? snack pelipur lara saat balita lari dari kenyataan untuk makan.
  • Bijaksana luar warbiasaaaa. Apa sebabnya? Setiap hari masalah datang bertubi. Kasus penyamarataan piring warna hijau dan biru , kasus definisi kulkas itu hanya mesin pendingin yang tak selalu ada es krim didalamnya, kasus tangis pecah saat motivasi menutup lemari berkurang drastis, yakan semua kasus itu harus dipecahkan dengan kepala dingin kan?  Jika tidak cute toddler  akan makin menjerit bak superstar. Belum lagi jika kasus aneh itu semua terintervensi dengan datangnya polisi Mertua:D
  • Sakit bukanlah alasan untuk minta libur  jadi orang tua. Mana boleh ijin kepala pusing saat parenting? Apalagi ijin jenguk mall… Nikmati sakitnya, kerjakan tugasnya. Duh jadi inget guru killer jaman sekolah, masih lebih baik dari toddler 😛 Iya kan, masih boleh pulang kalau sakit…
  • Mudah terkena Paniki Sindrom di setiap episode kehidupan. Ah tahu-tahu si bayi sudah tumbuh gigi, panas demam. Ah tahu-tahu si bayi sudah harus bersekolah, pusing cari sekolah. Ah tahu-tahu si bayi sudah kenal geng gong, panik lagi. Aspirin perlu banget kalau sudah terserang Paniki Sindrom iki. Tapi tidur siang atau shopping lebih efektif sih.

Jadi dik adik yang masih lajang dan menjomblo, bertahanlah. Single life  is soo soo precious, meski secara derajat martabat marriage life lebih baik (menurut agama). Hmm yah karena  memang kehidupan kami lebih banyak tantangan sih *angkatkerahdanbukunikah*

Be the best parents as you can be… slogan sebuah webinar parenting. Itu sebenarnya berarti be strong brave parents : get your hacks – tricks- ready 24 hrs.

Happy Parenting!

Lanny

Jadi ibu baru sangatlah berbahagia jiwa kalau anak udah bisa makan ya. Saat anak 6 bulan semua dilahap-hap. Bahkan meja makan aja dijilati (eh ini mah karena teething deng).Saya memulai makanan pendamping ASI untuk M di usia  6 bulan dengan metode BLW. Baby Lead Weaning sendiri seru banget. Anak tidak perlu disuapi, namun belajar menyuap sendiri. Anak  mengekplorasi sendiri menu makan  aneka sayur daging, buah.

Lalu tiba masa galau ibu saat harus mengalami kesusahan pilih menu makan untuk menambah berat. M baru saja diluluskan oleh nutrisionist (ahli gizi) setelah beberapa bulan dipantau berat badannya. Kami harus bolak-balik mereview menu makan M untuk menambah berat badannya. Sebenarnya M bukan di titik malnutrisi alias kurang gizi. Hanya dokter khawatir waktu kemarin dulu beratnya turun dari target perkembangan.  Nah disini, dokter anak selalu rewel. Ada sesuatu yang beda dari perkembangan anak kita dari pakem pertumbuhan anak, mereka sigap mereferensi orang tua ke ahli. Lalu sang dokter menyarankan sebotol susu suplemen. Saya menolak suplemen tersebut karena ada bahan dalam suplemen yang belum jelas dari nabati atau hewani. Terasa sekali beban jadi ibu kudu telaten meneliti  menu keluarga huks..

Poster Kesehatan Balita.png

Akhirnya kami mengunjungi ahli gizi. Kami bersama-sama  mengutak-atik menu makan M. Berikut daftar  makanan yang diperlukan oleh anak hingga usia 5 tahun. Lalu saat makan di luar, ada acara – acara pertemuan, apa yang perlu dikonsumsi anak balita? Hmm ini tricky banget. Kadang restaurant yang kita kunjungi tidak memiliki menu yang disukai anak atau menu anak tersedia namun tidak cukup bergizi. Sebagian makanan menu restoran yang masih diiyakan oleh ahli gizi:

  1. Hummus.  Si cocolan ini bagus untuk disanding bersama roti naan atau ayam. Kalau si kecil suka tomat, bisa juga di cocol bersama hummus yang tersedia di restoran Timur tengah. Kebetulan di wilayah kami tinggal makanan Timur Tengah jauh lebih banyak di bandingkan restoran makanan Indonesia (ini curahan hati)
  2. Ranch Dressing. Cocolan salad yang ini super creamy dan banyak mengandung lemak yang dibutuhkan oleh si kecil. Mix dengan sayuran atau daging juga enak. Kalau M biasanya mencampur ini dengan nasi !
  3. Kentang  goreng . Menu gorengan yang ini kadang sangat asin. Perhatikan baik-baik kadar garamnya oke.
  4. Ayam / Daging sapi panggang. Di sini agak sulit mencari ayam goreng tepung yang halal ya. Jadi mentok di ayam panggang (chicken rotiserrie).
  5. Sandwich. Bagian dari sandwich yang disuka anak biasanya roti dan mayonnaise. Jika si kecil doyan salad, mangga ditambahkan.
  6. Croissant. Siapa sih yang menolak pastry dengan limpahan butter? Ini enak banget juga menu cepat saji bagi anak. Bahkan pastri ini lebih baik dibandingkan donut bergula itu bun.
  7. Pizza. Meski pizza bukan daftar makanan bergizi, pizza sayuran dan keju bisa jadi menu lumayan bergizi 🙂
  8. Sayur rebus. menu ini biasa muncul bersama ayam panggang atau daging terutama sekali jagung rebus. Cocok untuk anak yang  lagi tumbuh gigi juga bisa belajar makan jagung yang masih berbonggol utuh.
  9. Ramen. Saat makan di restoran jepang bisa minta menu ini ya. Anak-anak suka deh kuah penuh kaldu sapinya. Di restoran Thai biasanya juga ada menu sup ayam yang disajikan bersama mie.
  10. Pad Thai.  Dalam Pad Thai gurih manis sambal kacang ala Thai berpadu dengan noodle yang jadi inceran utama M.
  11. Curry/kari. Jika anak lumayan familiar dengan masakan pedas berempah, mangga di cobian curry super lemak.
  12. Burger .
  13. Sayur mayur rebus.
  14. Milk Shake
  15. Susu
  16. Lentil Soup
  17. Miso Soup
  18. Ayam-telur-nasi-mie goreng
  19. Pho 
  20. Tumis sayur daging
  21. Sushi salmon (matang)
  22. Seaweed salad
  23. Lumpia 
  24. Pancake
  25. Crepe
  26. Salad Buah
  27. Hashbrown
  28. Quiche
  29. Muffin
  30. Fettucini
  31. Bakso / falafel 
  32. Bibimbap

Banyak jalan menuju gemuk ya bun, untuk balita lho. Poin yang paling ditekankan oleh sang nutrisionist adalah penyajian masakan berbahan gandum, lauk pauk berlemak dan berbahan nabati-hewani, seimbang sayur dan protein hingga kalsium. Selain itu kurangi makanan yang melewati proses pengolahan ( sosis dan nugget ), makanan mengandung garam/gula berlebih (cup cake, permen dan kue). Saran lain dari sang ahli adalah tidak menggunakan susu sebagai pengganti makanan. Ada kalanya, anak sulit makan, cara yang terbaik menyodorkan pilihan-pilihan bergizi dan bervariasi selain mengedukasi lewat cerita dan buku.

  Baca juga  Baby Toilet Trip

Pengalaman bersama M, anak senang makan jika kita makan bersamanya. Acara makan bersama ini mengajarkan banyak hal. Ketetapan waktu makan, etika makan sambil duduk di kursi, mengenal kebersamaan bersama keluarga, berbincang akrab (meski hanya seputar figur fiksi kesukaan M atau cuma bincang ringan dia sudah menemukan sendal yang hilang ), kebiasaaan makan minum dengan dimulai doa dan adab makan dengan tangan kanan, makan sambil duduk , makan tanpa distraksi benda (mainan/  alat elektronik/ gadget). Romantis bukan? Kalau dulu usai lahiran belajar perlekatan ngASI, kini jadi ibu dengan toodler belajar makan romantis.  Dari acara makan bersama kita bisa mendekatkan diri pada anak. Tujuannya agar  anak terpenuhi kebutuhan raga dan rohani. Yuk makan – makan di luar, di teras rumah 😀

Lanny

 

Referensi:

WebMD-Feeding Toodler

Mari ajak si kecil latihan kekuatan otot tangan dan jemari lewat Fine Motor alias Motorik Halus. Sebelumnya ini dia rujukan mba Wikipedia soal Fine Motor Skills:

Fine motor skills are small movements — such as picking up small objects and holding a spoon — that use the small muscles of the fingers, toes, wrists, lips, and tongue. 

Gerakan kecil seperti memungut benda dan memegang sendok – yang menggunakan otot kecil pada jari jemari, pergelangan tangan, bibir, juga lidah.

 

Begitu sajakah? Tidak penting banget ya? Ternyata motorik halus sangat berperan dan berkaitan dengan kemampuan otak juga. Anak-anak yang masa kecilnya kurang diperkenalkan dengan kemampuan motorik halus, cenderung sulit menyelesaikan soal matematika dan membaca ( Fine Motor Skills and Academic Achievement). Motorik halus yang baik bisa memberikan kesiapan belajar di sekolah dengan baik. Bagaimana bisa? Bayangkan tugas si kecil di sekolah tanpa Anda/pendamping : dimulai dengan toileting (rutinitas ke toilet), ia harus membuka celana yang bisa dengan kancing atau resleting, lalu memakai kembali, memegang sendok, membuka tutup makan siang, membuka tas dan sederet aktivitas lain yang bermodalkan kekuatan motorik halus.

Di masa sebelum lima tahun, anak -anak yang sering  menggunakan semua kemampuan motorik halus dapat sukses menjalanani kehidupan sehari-hari secara mandiri,termasuk di dalam lingkungan sekolah. Bahkan kemampuan matematis anak bisa berpengaruh sesuai kemampuan motorik halus anak. Jika anak  tak mahir?Otak memiliki bagian yang memproses penerimaaan informasi dan tugas kognitif. Dalam hal ini, anak yang motor skillsnya baik, dapat menerima informasi yang diberikan lebih baik. Karena adanya   koneksi antar  neuritis (kemampuan saraf) yang membantu anak dalam berbagai tugas akademis. Termasuk salah satu  pelajaran yang ditakuti semua orang : Matematika.

Di rumah pun kita dapat memfasilitasi anak untuk berlatih kekuatan tangan hanya dengan benda yang dimiliki di rumah:

Memindahkan bola ke lubang-lubang

 

Memasukkan potongan sedotan / kawat dalam kontainer bumbu

 

Mengupas

 

Membersihkan benda dengan aneka alat beberes

 

Memasukkan  satu benda ke satu tempat

 

Menutup – membuka aneka wadah

 

Memasukkan benda ke dalam lubang

 

Meronce

 

Melukis
Memetik buah
Berdandan
Mencuci
Menyiapkan makanan ringan

Bermain peran

Utamanya kenalkan pekerjaan sehari-hari yang kita lakukan, melipat pakaian, mencuci , memasak dan berpakaian. Libatkan anak dalam “porsi mini”, kegiatan yang anak bisa lakukan sekitar 2-10 menit dalam kegiatan beberes. Tujuannya  untuk mengenalkan dan membiarkan anak berusaha – berlatih menggunakan motorik halusnya. Jika ada waktu ,biaya dan alat ekstra, bolehlah disertakan :

  • main puzzle
  • membuat kerajinan tangan
  • menempel stiker di buku
  • melukis di berbagai media ( payung, celengan, dll) dengan tangan/kuas dll
  • memasukkan koin ke celengan
  • melipat kertas / pakaian / lap
  • memainkan alat musik sederhana seperti drum, marakas, rebana dan kolintang / xylophone

Semua manfaat dari latihan di atas berguna untuk kekuatan motorik halus yang sangat bermanfaat bagi anak untuk bisa  :

berlatih kemampuan visual-persepsi (memahami apa yang dilihat mata agar sesuai dengan logika berpikir), baca kemampuan mengidentifikasi benda, memanipulasi fungsi benda, memecahkan masalah, kemampuan mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata. 

Sementara curcolan soal baca tulis anak ada di sini:

Baca-Tulis untuk Anak Balita?Hmmm…

 

Saya mencoba membandingkan aneka kegiatan motorik halus dengan manfaat nyata di kehidupan sehari-hari:

  • Memakai pakaian secara mandiri = latihan mendorong memasukkan kancing, menarik resleting, kaos kaki-celana-baju-topi-sepatu-kacamata-hijab-aksesoris
  • Menali = latihan meronce dengan aneka benda berlubang
  • Menemukan persamaan jumlah satu buah kue sama nilainya simbol angka satu = latihan mengisi bola pompom ke dalam cetakan
  • Menulis = latihan melukis dengan memegang kuas
  • Ketelitian dan kebersihan  dalam hidup sehari-hari = latihan membersihkan dengan alat
  • Kemampuan logis dan visual persepsi, memahami sebab akibat = latihan  menumpuk benda
  • Kemampuan identifikasi benda, mencari persamaan-perbedaan benda = latihan mensortir
  • Menikmati seni, keindahan, keakuratan dan sains = menata bunga dan vas
  • Kemampuan kemandirian, buka tutup pintu-laci = berlatih puzzle dengan gagang (knob)

 

Banyak sekali manfaat motorik halus ! Ada ide lain? Komentar ya…

Selamat berlatih!

Referensi

 

Encyclopedy of Children’s Health, Fine Motor Skills

Ocehan ocehan bayi memang lucu cekali. Udah lihat ya video viral bayi sebagai pelayan menuliskan pesanan kwetiau  😆  M sendiri sering banget ngoceh kalau lagi ngantuk . Seperti sedang mereview kejadian hari itu. Semua kata yang terucap di hari itu, termasuk persona ataupun sekedar benda di buku cerita,akan disebut-sebutnya satu persatu.Belum lagi saat ia bicara, banyak kata baru muncul yang kadang saya tidak mengerti..

Kolala ? is Koala

Jae je yo? maksudnya Kastangel!

Apelsos? sebenarnya ingin bilang applesauce

Wetdon? dia selalu bilang kalimat ini sambil menunjuk crayon atau alat tulis lain. Ini dia cara yang saya lakukan dengan bayi saya :

  • Baca gambar; bisa gambar  di flyer , boks snack, bungkus kado atau hanya setitik gambar di kartu kereta cepat.
  • Baca buku dengan bersuara kencang atau pembaca buku yang memberikan sound effect dari cerita.. sebisa mungkin carilah buku bacaan yang banyak mengenalkan bunyi-bunyian. Misal buku tentang binatang dan suaranya . Saat membaca, tirukan segala dialog dengan efek suara dan gerakan . Misal saat bebek berujar , gunakan “kwek” dan lakukan gerakan si bebek sesuai isi cerita. Simak juga 7 Waktu Pilihan Bercerita .
  • Traveling , saat jalan-jalan  lihat anjing laut , M dengan cepat menirukan suara para anjing laut dan mau tidak mau pasti belajar menyebut dan mengingat kata “anjing laut”. Simak cerita ketemu anjing laut di Ekplorasi Pagi di Januari 2017
  • Bercerita jadi kegiatan wajib agar anak mengenal aneka kata baru.
  • Lihat foto album . Nah sambil menelusuri jejak kenangan bersama anggota keluarga dan  juga mengenal anggota keluarga tentunya, foto alat efektif merekam gambar dan kata bagi anak.
  • Bernyanyi lagu, meneruskan lagu
  • Merekam Lagu dan meneruskan lirik lagu. Berpacu dalam melodi yuk dengan si kecil. Rekam sebuah lagu dan nyayikan bersama. Bisa juga kegiatan ini dimodifikasi dengan meneruskan lirik lagu. Biarkan si kecil meneruskan lirik lagu yang kita mulai. Tentu saja si kecil harus hafal tune dan kenal kata dalam lagu tersebut. Jadi sering-seringlah bernyanyi!
  • Play pretend alias main pura-pura. M sangat menyenangi kantong belanja. Lalu saya buatkan “peran” ia berbelanja. Ia akan menerima kartu sebagai alat belanja lalu saya tukar benda yang bisa dimasukkan ke dalam kantong belanja.
  • Video Recording.
  • How to activity seperti membuat sandwich, melipat baju, bahkan Beberes ala Mpotty training. Kegiatan yang dilakukan dengan pengalaman nyata dengan benda nyata , akan jauh lebih cepat menghasilkan kata baru  bagi anak .

Selain aneka aktivitas diatas, ada cara untuk memudahkan si M berujar kata baru. Sesuai panduan developmental milestone alias perkembangan anak , anak sebelum 2 tahun (24 bulan)  bisa ucapkan 2-3 suku kata dengan kata sebanyak paling tidak 20 kosakata.  Trik saya saat menyampaikan kata baru kepada si kecil:

  • Bicara pelan dan jelas saat copy cat ini ingin mencoba kata baru. Pilihan tone dan kecepatan nada bicara kita jangan seperti bicara cerita gosip hot kepada besties atuh.. Clear and slow. Ada lho ponakan saya sulit menirukan kata , kemudian saat saya bicara dengan nada lebih pelan dan funny accent or tone, dia malah paham bener.
  • Gunakan bahasa sesuai kemampuan ” anak “. Ketika kita KZL – kuesel – mau tantrum; misal karena susu  mahal tumpah di sprei pilihan terbaik minggu ini, jangan bawa-bawa harga sprei  lah! Apalagi sebut biaya laundry …Mana ngerti si kecil mak😬 saya (usahakan) diri ini tak marah ( bagi ku surga menurut Hadist) lalu jadikan badai amarah sebagai sarana belajar.”  Aku ngga suka kamu makan di kasur. Susu tumpah, yuk ambil lap. “Osrek!” si kecil pun belajar ngosrek sambil terima input kata “lap“.. Seperti bapak-bapak denger istri ngomel lah, paling kalimat marah membahana hanya di denger satu dua kata aja😅
  • Pahami dan tes pehamanan anak. Adakah ia paham kata -kata yang direkam ulang olehnya . Contohnya kata “pee “dan ” poo “, M sudah bisa menirukan bunyi kedua kata, namun ia binun definisinya bahwa pee poo berbeda. Masih terbolak balik, belum lulus potty training 100% juga sih *curcol*
  • Mulai dari kata yang familier. Kata yang sering dipakai akan semakin diingat. Kalau dibuat list kosakata yang  berkaitan kegiatan si anak kecil…. bejibunnnn. Dan kita gak perlu dulu ngajarin soal definisi kebersihan. Kita mulai dari hal konkretnya yang bisa dilihat diraba diterawang sampai dicium oleh anak. Misalkan belajar definisi bersih lewat kenal sampah , kotak sampah , sikat dan sebagainya .
  • Kenalkan kata dengan aneka kegiatan. saat mengenal alfabet, M sudah melewati berbagai kegiatan tentang ABC. Saya belikan puzzle ABC, menyanyikan lagu, hingga “membaca” gambar ABC dalam buku tentang ABC.

 

Happy Baabling Cooing Talking Baby!

 

Referensi

Baby development

 

LS

Bonus:

 Printable daftar gambar kosakata anak 1-2 tahun. Silahkan unduh di flash-card-kosakata

Review Bayi dan Per-Carseat-an

Dalam ” last minutes ” sebelum saya melahirkan M , obgin selalu mengecek : sudahkah orang tua menyiapkan carseat.Dalam hukum California , bayi usia di bawah 2 tahun wajib mempunyai carseat . Cara menempatkannya pun tidak berhadapan ke arah depan. Namun ke belakang . Bayi-bayi itu hanya boleh melihat awan di seat  belakang.

Undang-undang Perkendaraan California sendiri mewajibkan bayi dan anak usia 8 tahun wajib memiliki carseat. Lama yah! Nasir para ortu disini begitu.. tapi penuh manfaat terutama untuk keselamatan si anak. Karena kondisi jalan tol yang kecepatannya cukup tinggi disini (75 mph) dan relatif bebas macet dalam jangka waktu lama (kemacetan terlama di jalan tol yang pernah saya alami hanya 25- 30 menit).

Baca lebih lanjut

Ketika 36 jam pertama usai lahiran..Bayi saya menangis minta minum dan ganti popok saya bergumam, aduh ingin tidur.  Malahan  ‘bayi besar’ lain yang asik  pulas mendengkur. Pikiran dewasa saya berpikir saat itu…Akhirnya sang bayi yang ditunggu telah lahir. Kini waktunya orangtua membesarkan si bayi ucul. Hmm wait?! Masalah ngASI di tengah malam buta aja saya bingung, gimana membesarkan bayi. Suka-tidak suka si bayi harus diasuh bu… Beberapa bulan lagi, ngantuk-tidak ngantuk anak toodler perlu diajak ke playground biar tidur malam enåk dan ga gampang cranky. dulu saya pikir selesai lahiran udah gitu bisa bobo manis. Malahan hingga saat ini bobo manis hal yang langka *pasangtehbasidikantongmata*

Alhamdulillah….Hidup jadi orang tua berbayi sekarang itu luar biasa tercerahkan. Orang tua baru bisa mendapatkan panduan dengan mudah selama ada jalan ke toko buku, koneksi internet di ponsel. Jadi orangtua sebelum era internet hanya mengandalkan pengalaman orang lain – termasuk dokter anak yang bisa dihubungi lewat telpon kabel atau bidan di pedesaan yang mungkin jauh dari rumah si ibu baru  – yang belum tentu bisa dikerjakan untuk bayi kita. bahkan pengalaman ibu kita sendiri. Karena tiap bayi berbeda. Ketika informasi / pengetahuan mudah diperoleh si orang tua /pengasuh wajib mendalami  topik mengenai:

1. Panduan Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Saya baru tahu topik tumbuh kembang anak ini begitu penting setelah punya bayi . Meskipun saya sempat mengerti Tahapan Tumbuh Kembang Anak bayi usia 1 tahun yang saya pakai untuk membuat kurikulum anak berkebutuhan khusus.

Dalam perkembangan hidup, si bayi memiliki ciri khusus. Biasanya orang akan bertanya sudah bisa apa bayinya? Sudah tumbuh gigi ? Ketika pertanyaan sejenis itu muncul, sebenarnya itulah tahapan tumbuh kembang si bayi. Jangan risih dengan pertanyaan seperti itu. Orang awam tahu penanda perkembangan bayi lewat pertanyaan seperti itu. Namun pengasuh / orangtua harus membaca panduan itu.

Dalam panduan tumbuh kembang anak akan diberikan informasi umur , keterampilan bayi dari berbagai  sisi . Misalkan usia 1-3 bulan bayi bisa melakukan bunyi ooh dan aaa.

Namun ada hal yang harus dicatat , setiap bayi memiliki jadwal tumbuh kembang berbeda. Jika membandingkan bayi saya dan kakak saya atau saya sendiri di waktu bayi bisa berbeda  tahapan tumbuh kembangnya. Jangan membandingkan bayi dengan bayi lain. Dalam tahapan tumbuh kembang anak juga bisa didapat informasi tanda bahaya tumbuh kembang. Misalnya masalah usia berapa sih bayi harus sudah bisa berjalan? Orangtua harus paham batasan minimal sebuah keterampilan harus dimiliki si bayi. Hal ini untuk memberikan penanganan lebih cepat jika si bayi mengalami gangguan tumbuh kembang. Ortu dan pengasuh wajib tahu usia 18 bulan bayi sudah harus bisa berjalan. Jika tidak wajib kondisi khusus yang tidak sesuai dengan petunjuk tumbuh kembang anak ini, wajib  dikonsultasikan ke dokter anak. Maka wajib udpet pengetahuan seputar topik tumbuh kembang anak.

2. Makanan Pendamping ASI

Bersiaplah mencari metode MPASI yang disukai anak. Begitu pula menunya. Tidak bisa disamakan saat jaman ibu kita dulu dengan bayi kita. Yep, saya produk jaman dulu :p Kalau dahulu ibu saya senang dengan biskuit Farley untuk cemilan saya, cucunya kini saya berikan asupan buah-sayur buah sayur.

Sudah lihatkan berita beberapa bayi belum 4-6 bulan, diberi makan selain ASI kemudian dilarikan ke rumah sakit? Itu karena pengetahuan yang kurang dari orang tua / pengasuh terdekat. Akibatnya anak jadi terserang sakit.

Nah untuk tahu MPASI, carilah seluk beluk memilih metode MPASI, cara  membuat , cara memberikan MPASI orangtua/pendamping WAJIB memahami perMPASIan. Bahkan pengetahuan dasar seputar alergi wajib dibaca . Topik MPASI sangat berkaitan dengan topik tumbuh kembang anak, hingga masuk dalam daftar topik wajib updet buat saya. 

3. Aktivitas Bayi

Bayi yang tumbuh bukan hanya sekedar diberi makan minum dan waktu tidur atau keperluan perpopokan. Ia perlu diberikan kegiatan yang ia menstimulasi alias merangsang perkembangan dan kemahiran si bayi. Jauh sebelum si bayi diharapkan bisa berjalan , orang tua wajib tahu topik ini. Misal orang tua harus mengerti bahwa tahapan menuju proses berjalan adalah bayi bisa berguling , merangkak , duduk . Hal ini bisa kita stimulasi dengan memberikan kegiatan tengkurap. Saat membaca tumbuh kembang bayi, berikan kegiatan yang sesuai dengan tahapannya. Misalkan lagi, di tahapan tumbuh kembang bulan depan si bayi diprediksi mulai bisa menemukan benda dibalik benda lain. Carilah informasi permainan apa yang bisa dilakukan untuk tahapan usia.

Bingung cari di mana informasi seputar tumbuh kembang? Mulai pencarian di beberapa social media: Pinterest dan Instagram. Semakin banyak orangtua mencari tahu topik seputar aktivitas bayi, semakin bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi. Akan tetapi, janga mengharapkan bayi kita akan segera punya kemampuan baru setiap hari. Karena masa mengerti akan satu kemampuan  tiap bayi berbeda. Perkara aktivitas bayi lah yang bisa orang tua lakukan agar si bayi makin paham kemampuan baru.

4. Isu Seputar Tumbuh Kembang Bayi/Anak

Saya ingat, anak murid saya selalu takut dengan shower ketika kami berenang. Dulu saya pikir itu hanya ketakutan yang sering terjadi pada anak. Tapi tahukah kalau shower menyimpan “masalah” bagi anak-anak? Kondisi khusus Sensory Processing  Disorder  (SPD) membuat mandi di shower hal yang sangat menyebalkan. Nah SPD hanya salah satu isu yang berkembang di tengah anak kita tumbuh. ada hal lain seperti autisme , Attention Deficit Disorder dan sebagainya. Orang tua wajib tahu topik seputar masalah tumbuh kembang untuk mengerti jika seandainya gejala yang muncul.

5. Home Remedies + Penanganan  Pertama Pada Kecelakaan+ Vaksinasi

Saya tak pernah mendalami ini  topik home remedies, P3K dan vaksinasi, sampai saya memiliki bayi. Terutama pengetahuan tentang topik vaksinasi merupakan kewajiban untuk anak mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Banyak orang tua tidak mengetahui usia berapa anak wajib diberikan vaksin. Padahal ada vaksin yang tidak bisa diberikan saat usianya sudah lewat dari tahap pemberian vaksin. Maka soal vaksinasi adalah hal wajib.

Home Remedies adalah pertolongan pertama ketika anak sakit. Bayi saya sudah mengalami masalah ruam popok saat ia belum mencapai 6 bulan. Saya jadi mengerti ada banyak tips ketika anak mengalami ruam popok. Prinsip saya selama masalah kesehatan itu ringan maka saya tidak perlu ke dokter. Kebetulan dokter di sini pun tak akan memberikan obat yang khusus jika tanya ruam ringan. Mungkin bagi ibu baru ruam setitik adalah BIG DEAL, tapi bagi dokter, ia akan punya batas urgensi kapan pemberian obat itu diberikan. Maka Home Remedies jadi andalan.

Suatu hari anak saya terjatuh di bath tub, luau kelopak matanya tersayat lebar hingga darah terus mengucur. Meski M sudah cukup sering terjatuh, namun darah yang mengucur itu memberikan saya tingkat urgensi harus ke dokter. Saat itu suami sedang tidak di rumah. Saya panik dan segera meminta ia pulang untuk mengantarkan M ke Emergency Room.  Sampai di ER, tidak ada penanganan khusus pada M. Nurse   hanya memeriksa apakah ia muntah, lalu detak jantung, mata, teling. Sisanya saya haya disuruh menjaga kebersihan luka meski begitu menganga. Saya pun mendapatkan oleh-oleh beberapa carik kertas menginformasikan kapan harus ke ruang ER ketika memiliki luka. Dalam hati berujar, “hah gitu doang?”. Maka pengetahuan dasar mengenai home remedies atau pertolongan pertama pada kecelakaan, wajib dipelajari. Orangtua juga wajib tahu kondisi darurat apa yang mengharuskan anak ke dokter. Sempatkan diri memperbarui topik home remedies, penanganan pertama pada kecelakaan dan vaksinasi agar kesehatan anak terjaga.

6. Parenting / Pengasuhan

Orang tua yang memutuskan ingin memiliki bayi harus terus mengupdet pengetahuannya mengenai parenting.  Om-Tante Nenek-Kakek pun wajib mengenal parenting.  Bukan lagi jamannya pengasuhan anak adalah  harus dipegang oleh si ibu. Kondisi jaman ini yang kompleks dimana orang tua bisa tinggal terpisah, orang tua bekerja dll . Akibat kondisi ini membutuhkan kemauan belajar ilmu parenting bagi orang tua yang diamanahi anak untuk berusaha mendidik mengasuh menyayangi dengan usaha maksimal. Lagi-lagi jaman sekarang dengan manusia yang begitu kompleks, orang tua kan jadi orang pertama yang memberikan ilmu, contoh nyata. Bukan si mba pengasuh atau bu guru pak guru sekolah yang akan jadi contoh. Bekali diri untuk mengupdet ilmu parenting sebanyak-banyaknya, praktikan, dan berdoalah pada Tuhan kita tetap diberikan kesabaran dalam mengasuh anak. 

Seorang ibu berkomentar pada teman saya yang sedang memiliki 3 batita. “Kalau umur-umur segini, lagi enak-enaknya.  Cuma capek ngejar ke sana-ke mari.Nikmati deh. Nanti kalau sudah teenager, haduh luar biasa..” kata ibu beranak 4 dengan usia rentang 20-18-an sambil menggeleng-geleng.

Wak waw ! Selamat menempuh hidup baru bersama anak ya aybun/bapak-ibu/momndad:p

Happy Researching!

 

Masa rewel cranky si bayi sudah hilang jika hanya menangis. Kini ia -si 16 bulan saya – sudah bisa berteriak sambil melentingkan badan. It happens alot and its normal!

Hal paling enak adalah kita bisa menebak kenapa bayi rewel. Apakah lapar?popok basah?mengantuk?  Tapi untuk si 1 tahun bukan hanya tiga hal tadi. Kadang hidupnya cuma BOSAN TO THE MAX yang biasa diiringi gejala lapar ngantuk dan terbitlah tantrum 🙌🏼. Lalu bagi dia si bayi semi toodler,fun thing to do is being cranky !

Rewel tingkat awal dimulai dengan lempar barang (baca:praktik sains gravitasi) lanjut dengan suara sirine lalu mulai meraung. Apalagi jika perjalanan lebih dari 1 jam ia pasti mengkampanyekan rewel gaya ini. Jika bosan ya kita harus keluarkan dia dari arena yang sudah terlalu lama bikin bosan( seperti car seat).

Lalu saya bandingkan saat kami ke sebuah arena bermain out door. Akankah ia bosan? Bisa ditebak! M tidak bosan. Semua area wahana bermain ingin dijelajahinya.Namun apa daya badannya lelah matanya lelah hingga ia mengantuk. Jam tidur rutin biasanya lewat. Namun demi kemaslahatan bersama saat pulang ke rumah, ia harus tidur siang.

Satu hal saya pelajari. Cranky suwenky toodler bisa diatasi dengan rutinitas. Bukan rutinitas ala militer ya 😛jam sekian harus begini sambil pukul bel dan berbekal cemeti menggiring mereka ke tempat aktivitas . Karena kebiasaan untuk keteraturan super strict seperti itu malah cenderung memanjakan anak. Kita tahu ada hal yang tidak bisa ditebak di dunia ini karena manusia sumber salah meski berusaha teratur. Seperti saat bepergian dengan jadwal GPS Google yang kasih tahu akan tiba jam sekian, namun kemudian Anda lupa harus  beli bensin terlebih dulu😅

Kalo kata saya mah…memberikan  jadwal yang fleksibel namun rutin pada toodler membantu kita  tidak ikut pusing lihat anak rewel, kemampuan memprediksi saat genting anak akan tantrum , mengenalkan toodler pada konsep jadwal keseharian dalam bentuk abstrak termasuk skill sequencing (mengurutkan kegiatan : sudah kegiatan a – lalu kegiatan b) dan sekaligus memberikan relaksasi dan recharge energi toodler yang sempat turun beberapa bar 😬

Jadwal fleksibel ? Atuh lah kalau hari tiba-tiba hujan atau kakek tiba-tiba ingin dikunjungi masa bayi tetap harus ke taman? Cepat-cepat cari ganti rutinitas bayi *BRBpinteresting*

Misal jadwal M waktu toodler di tengah menjelang winter:

  • 6-7 AM : bangun sarapan
  • 8-10 AM : main – mandi – makan
  • 11-14 PM : persiapan tidur ( variasi  main ,nenen atau menyalakan sirene mengantuk😗 ) – tidur
  • 15-6 PM : main – makan
  • 7-9 PM : main -persiapan tidur

Dengan ritme hidup di atas dilakukan setiap hari , saya tahu kenapa ia cranky, kapan waktu yang tepat untuk memberikan waktu tenang untuk tubuhnya relaksasi sebelum tidur. Termasuk jangan berbelanja ke supermarket menjelang waktu tidur M😂 Hal ini selalu saya ingat.. Saya “diinisiasi” anak sendiri haha; M menggemparkan seisi toko dengan berujar “ep” . Ia sudah diajari bilang  ” help “saat minta sesuatu / kesulitan. M pun praktek kata “help” dengan lantang sambil menunjuk semua benda di rak ingin diraid. Mulai dari kami masuk  supermarket hingga antri bayar , ia berujar lantang. Sementara pengunjung lain mental kami dengan nanar 😅 Saat itu saya lupa jam persiapan tidurnya sudah dekat. Seharusnya ia sudah mandi dan asyik melenggang bebas hingga ngantuk bukan terpasung di dalam trolley di tengah dinginnya supermarket kala senja.

So jadwalkan kegiatan si bayi (penuh dengan waktu main dan pergi ke taman/ playground) untuk kemaslahatan bersama. Meski kita harus menghadiri undangan makan malam, pengajian, playdate, shopping for sanity dll. Sesuaikan agenda hidup kita sehari-hari dengan hidup si toodler untuk prediksi waktu cranky suwenky. Insha Allah mom dad aybun kita bisa hidup lebih tenang dengan prediksi waktu lelah si kecil, meski uban bertumbuh…

Happy Living with Toodler *arrrgh*

cotton candy ice cream before you scream in your life with toddler

Referensi: