Musim panas sudah tiba. Persiapan sudah dilakukan oleh banyak toko groceries ( swalayan ) sejak musim semi sebelumnya. Produk yang sale di toko diantaranya ya seputar alat panggang dan kelengkapan piknik seperti arang hingga baju renang bikini. Karena musim inilah saatnya kami keluar dari rumah tanpa khawatir kedinginan,  baju tebal-tebal masuk kloset, bisa bertanning hingga pulas, bakar-bakar daging di taman-taman sambil menikmati minuman dingin.

Untuk komunitas muslim Indonesia di wilayah kami tinggal, Alhamdulillah sering mengadakan halaqah alias pertemuan. Seru deh bisa silaturahmi sambil menaikkan berat badan berhadiah ziplockan. Biasanya acara halaqah ini potluck gitu, jadi para keluarga menyumbangkan makanan/minuman. Sering kali ada banyak makanan tersisa ketika acara usai, nah waktunya menggunakan kantong plastik merek lokal tadi untuk membawa pulang leholeh:D Ibu-ibu pun senang kulkas bisa penuh tanpa repot masak-masak, yasss!

 

Keriaan summer lainnya adalah  Kite Festival di Berkeley. Pertama kali ke festival lanyang-layang tahun lalu, ketika M masih usia 1 tahunan. M masih cuma tunjuk-tunjuk benda-benda aneka bentuk melayang-layang di udara. Namun kali ini waktunya #handsonlearning ! M belajar memegang kendali layang-layang. Wajahnya tak lepas memandang layang kapal terbang Starwars (yeah si ayah memilih tema layangan Starwars daripada bentuk lain). Untungnya kita punya layangan berbeda hehe, karena bentuk layangan terbanyak di sana adalah…..?

BerkeleyKitefes3 copy

Ini dia layangan gurita favorit yang muncul di setiap sudut langit pesisir Berkeley kala Kite Festival. Selain itu ada juga  layangan terbesar dengan bentuk  Dori dari Finding Dori. Tak lupa aneka layangan bentuk klasik dan layangan mini hingga layangan seperti jet yang bisa berbunyi saat terbang.

BerkeleyKitefes10 copy

BerkeleyKitefes copy

BerkeleyKitefes1 copy

BerkeleyKitefes2 copy

Berkeley Kite Festival
Nah si biru di ujung sana adalah layang dengan bentuk temannya Nemo.
Berkeley Kite Festival
Salah satu layangan unik bentuk bulat berduri.

Jika satu saat berkunjung ke Berkeley, di bulan Juli, ketika angin berkecepatan tinggi, datang ke festival layangan ini ya!

Biaya :

Free parking, free entrance. Bebas biaya parkir dan tidak dikenakan tiket masuk. Ada juga fasilitas bus yang mengantarkan pengunjung dari tempat parkir (tersebar di beberapa titik) menuju  area utama Berkeley Kite Festival yaitu  Cesar Chavez Park

Pakaian :

Casual. Untuk yang gampang masuk angin, kenakan jaket. Karena letaknya di pesisir teluk dan Berkeley salah satu wilayah yang dingin brrr.

Fasilitas:

  • Stand penjual makanan, minuman
  • Stand bazaar berupa pakaian, barang antik eksotik hingga layangan mini
  • Band
  • Toilet umum
  • Arena bermain anak : aneka bouncer (mainan lompat-lompat raksasa) , kolam bola besar

Khusus muslim yang perlu kuliner halal dan perlu makanan berat bukan ciki-cikian, di Berkeley pusat kota/down town terdapat makanan Indonesia halal: Restoran Jayakarta. Untuk lihat kuliner lokal halal lain di Berkeley, gunakan aplikasi referensi ternama Yelp.com dengan kata kunci halal restaurant.  Tapi favorit saya adalah Julie’s Cafe yang menyediakan kebab juga burger, lalu restoran kambing bakar di Suya African Carribean Grill. 

Happy Traveling!

Lanny

 

Iklan

Winter – Spring 2017 Play Time

Tantangan ibu baru dengan toddler yang hobi muter sana sini adalah diskonnya sinar mentari! Hah? Sebenarnya meski keren buat foto-foto sama dedaunan di empat musim, tinggal di negeri empat musim,  membuat ibu dengan toddler makin puyeng : anak-anak yang secara statitistik itu memang dalam setahun bisa terkena sakit hingga 5-10 kali, pada dua musim ini juga rentan terserang flu. Kami jadi banyak menghabiskan waktu di dalam rumah sementara musim dingin ini tanpa salju lho. Lalu tinggal di negeri empat  musim, sekolah pun punya jadwal libur empat kali setahun (Spring break, summer break, christmas dan fall). Hmm ini berarti anak-anak seharian di rumah, dan ibu banting tulang memasak sambil cari “mainan” asik untuk anak-anak. Alasan puyeng lain tuh  taman main umum saat winter – spring jadi tempat bermain yang kurang nyaman karena tempatnya terbuka tidak bisa dipakai saat hujan turun atau cuaca berangin. Baca lebih lanjut

Hari baru saya dan keluarga di 2017, dimulai dengan jalan-jalan pagi. San Francisco tempat yang tak ada bosannya untuk dikunjungi, meski sudah hampir tiga tahun saya migrasi ke wilayah California.

Pagi buta  kami mengunjungi masjid. Kami berencana untuk sholat Subuh di salah satu masjid SF. Waktu Subuh selama winter jatuh sekitar pukul 06.00 pagi. Nah kami sempat menunggu waktu di dalam masjid, sebelum pintu utama gedung masjid waktu itu belum dibuka.Oh iya, masjid Noor Al Islam di Jones Street, SF ini berupa gedung 3 lantai.  Ruang sholat ada di lantai tiga bersama  kamar mandi, area wudhu, serta toko buku. Tak lama duduk di mobil, sambil menahan dingin semriwing, akhirnya pintu dibuka oleh seorang brother. 

Baca lebih lanjut

Review Bayi dan Per-Carseat-an

Dalam ” last minutes ” sebelum saya melahirkan M , obgin selalu mengecek : sudahkah orang tua menyiapkan carseat.Dalam hukum California , bayi usia di bawah 2 tahun wajib mempunyai carseat . Cara menempatkannya pun tidak berhadapan ke arah depan. Namun ke belakang . Bayi-bayi itu hanya boleh melihat awan di seat  belakang.

Undang-undang Perkendaraan California sendiri mewajibkan bayi dan anak usia 8 tahun wajib memiliki carseat. Lama yah! Nasir para ortu disini begitu.. tapi penuh manfaat terutama untuk keselamatan si anak. Karena kondisi jalan tol yang kecepatannya cukup tinggi disini (75 mph) dan relatif bebas macet dalam jangka waktu lama (kemacetan terlama di jalan tol yang pernah saya alami hanya 25- 30 menit).

Baca lebih lanjut

1.”When, will you tie the knot? “

*BRBnyarisimpul*

Pasti itu pertanyaan di atas muncul deh setiap Lebaran bagi kita-kita  yang belum menyebar undangan pernikahan. Tiap mau salaman ambil angpao, lah muncul pertanyaan ini. Tiap mau makan opor, kok yang bikin opor ngobrol ini. Duh, Allah, andai saya bisa jawab sakit hati saya bertahun-tahun karena ditinggal X menikah (hanya perandaian masalah pribadi orang yang kita basa-basiin).

Tahun berlanjut, Alhamdulillah setengah din sudah digenapkan. Akhirnya…!!Eh jangan senang dulu… Ada pertanyaan lanjutannya sesudah menikah ciiin ;))

2.”Sudah punya anak belum? Sudah isi belum?”

Senangnya jika kalimat itu bisa dijawab dengan doa, “Insha Allah, mudah mudahan segera. Mohon doa ya . ” Tapi kesabaran untuk menjawab dengan nada yang baik, juga kadang sulit. Ingin teriak, ingin balik nanya dengan kondisi yang si penanya gak punya, ah godaan setan lah untuk menghardik. Atau sekedar menjawab “next question?” :p

Pertanyaan itu timbul karena mereka tidak kenal baik kondisi kita, ingin berbasa-basi, mungkin bisa jadi punya sifat kepo level akut. Bagaimana pun juga sebagai teman, kerabat, sebaiknya tidak menyodorkan pertanyaan ini pada pertemuan pertama. Biarkan berita soal anak-anak ini datang dari mereka teman-kerabat kita. Banyak sekali teman yang mengalami shock jadi benci karena pertanyaan ini. Pertanyaan yang mereka sendiri tidak bisa jawab, kapan buah hati bisa mereka miliki. Mereka mungkin sudah berusaha, namun belum juga ada hasil. Karena ketidak berdayaan mengatur soal rejeki anak ini, sebaiknya kita memilih topik basa basi lain.

Tahu betul rasanya, tidak tahu bagaimana jawab pertanyaan, yang jawabannya ada di tangan Tuhan. Namun kewajiban menjawab pertanyaan tentang takdir itu, akhirnya bisa gugurkan. Karena pertanyaan itu akan dijawab dengan perintah kepada penanya, untuk mendoakan dan bilang aamiin.

Anak itu titipan. Anak pun kebahagiaan. Ketika belum ada yang menitipkan kebahagiaan itu, apakah kita akan terus merongrong pertanyaan kepada pihak yang belum dititipkan? Seolah kita bisa memiliki solusi jitu dan benar atas masalah ini. So…. perhatikan, akankah pertanyaan kita soal anak kepada para pasangan baru menikah – sudah lama menikah, bisa menjatuhkan mereka, mungkin malas berkomunikasi lagi dengan kita. Think more, twice or more, before you ask it buddy.

3.”kamu kok (…kurusan / gemukan / jerawatan… ) kapan hamil anak ke 2 , etc..?”

Saya jarang  menemukan pertanyaan ini selama mukim di US, kecuali ketemu orang Indonesia pasti pertanyaan ini muncul:D Kata teman saya sih karena kultur basa-basinya orang Indonesia itu rada ganas. Why? Pertanyaannya selalu KEPO sama urusan pribadi orang lain. Wallahu alam bisshawab ya.. Tapi ya menurut saya kembali ke pribadi masing-masing. Kalau emang KEMAL banget mendingan stalking sosmednya aja buk:p Bagi saya pertanyaan seperti ini dibikin pertanyaa retorika aja, jawab dengan senyum.

Masalah kurus gemuk jerawatan kinclongan, itu kan cuma kita yang tau. Sebelum bertanya begitu sebaiknya sih lihat kondisi sendiri. Senangkah kita ditanya hanya karena dari segi fisik? Padahal kita mungkin sedang berusaha keras menjaga kesehatan. Menjadi lebih kurang pada sisi fisiknya mungkin orang itu punya masalah pribadi, hingga terjadi perubahan signifikan. Jika kita bertanya seputar fisik yang ia sendiri tidak ingin hal itu terjadi, rasanya bukan basa-basi yang tepat.

Bayangkan pula jika tengah pembicaraan ditanya soal hamil, padahal mungkin teman kita yang kita basa-basiin (kepoin) ini luar biasa berusaha hamil, namun masalah bertubi-tubi datang. Apa gak bikin teman kita malah semakin kepikiran. Padahal kan mo hamil ga hamil atau hamil berkali-kali itu selalu ada rencana Tuhan.

Pertanyaan retoris ialah pertanyaan seputar masalah pribadi yang kita tak ingin bagi dan dikaji orang lagi.. Sip?

4.”Anak kamu kok ….?”

Teman-teman saya sebelll pisan kalau urusan anak dibawa-bawa. Padahal ia jumpalitan mengurusi anak , lah ini orang-orang komentarin BB si anak. Mereka nggak tahu betapa BB anak itu sesuatu yang tidak mudah dilakukan. Kaya kita aja suruh menjaga diet non lemak terus BB kita up and down (atau up ga pernah down!) Sakit hati? Iya lho, teman-teman saya kesel kalau anak yang dijaga 24 jam/7hari itu dikritisi. Sementara yang mengkritisi bukan dokter atau nutrisionis.. Malahan mungkin hanya kepoinist.

Moral behind the KEPO soal anak dan Rumah Tangga… Plisss atuhlah stop komentarin urusan domestik tersebut. Pendam dan buang jauh ingin berkomentar. Kita tak tahu usaha apa yang sudah dilakukan sang orang tua untuk membesarkan anak mereka. Satu hal yang pasti, ketika saya jadi orang tua, selalu banyak episode sedu sedan. Meski di IG muncul foto anak yang happy.

5.” Jilbab kamu kok …… ?”

Really annoying! Masalah spiritual dikaitkan dengan masalah pakaian. Kalau mau mulai berdakwah, jangan dimulai dengan kritisi. Proses hijrah orang berbeda-beda. Respect to that point please. Hal ini bahkan akan menjauhkan kita dari target da’wah, why? Kamu tidak beri solusi pada dia. Kamu berikan nilai negatif dirinya dengan argumen da’wah mu…Bagaimana ia akan mendengarmu menilai kamu  yang tepat untuk dijadikan diskusi?

Suatu hari saya menghadiri majlis ilmu di wilayah San Francisco Bay Area Amerika Serikat. Semua teilhat normal isi materi ceramah tentang islam – dengan light topic sekedar etika, sejarah Islam dsbnya. Namun peserta yang hadir: tatoan, muslimah yang tak berhijab sehari-hari , orang yang tertarik dengan islam,  ada juga bule alis pirang berhijab dan sebagainya. Tentunya mereka  menyesuaikan diri ketika masuk ke ruang sholat. Namun saat di ruang studio (mereka punya studio untuk live broadcast), mereka kembali jadi diri mereka.  Kebanyakan mereka adalah convert alias mualaf. Mereka hadir dari keluarga yang berbeda-beda. Pastinya bukan keluarga yang menganut Islam. Maka mereka memerlukan tempat yang mengerti proses hijrah di keluarga non muslim. Kita sebagai saudara seiman wajib merangkul mereka tanpa menghakimi penampilan mereka.

Simak video Kalina Silverman yang tidak memulai  basa-basi alias small talk dalam pembicaraan:

How to Skip the Small Talk and Connect With Anyone | Kalina Silverman

Quotes

So silent is gold. Better than “mean” small talk. Ada pertanyaan basa-basi lain yang dirasakan olehmu mengganggu ?  Reply reply reply…Tinggalkan balasan…:P

Happy Connecting Channeling !

Di siang yang panjang , karena anakku sayang tidak kunjung tidur-tidur siang. Malahan ia senang berloncatan ke sana ke mari, sambil naik turun tempat tidur, saya pun mulai bernyanyi. La la la, li li li, mama bernyanyi namun sayang si bayi semi toddler masih ingin bergerak aktif beberapa bar energi dari 5 bar:P

Saya pun mulai mengambil buku cerita. Saya membacakan cerita, lalu ia terus-terusan berceloteh dengan bahasanya. Siang itu kami tidur didahului oleh cerita M yang berkomentar bertutur tentang gambar buku juga aneka kata/bunyi baru karena si bayi saya seorang peniru kata.

 Why Story Telling ? 

Bercerita dapat meningkatkan intelegensia alias kepintaran: nalar, sosial, linguistik, kreativitas, sensori, etc… semua intelejensia tersebut bisa dimasukkan kedalam rangkaian kejadian yang kita tuturkan dalam sebuah cerita.

Bercerita kepada anak belum tentu perlu buku dan duduk bersama. Pada dasarnya bercerita alias story telling punya modal sedikit: pendengar dan kisah. Selama ada pendengar, maka disitulah story telling bisa dilaksanakan. Kisah apa yang dipilih? Mulai dari kisah  personal kita.

Selain sebelum tidur, saya  dan M punya waktu bercerita paling favorit :

Waktu Makan

Saat makan banyak hal yang bisa diungkapkan termasuk untuk berstorytelling. Mulai dari pembuatan makanan, apa yang dirasa, makanan seperti apa dan sebagainya. Dari situ seolah kita bisa mengisi kisi-kisi cerita dengan sendirinya. Bisa soal aktivitas kemarin yang menyenangkan, bisa juga ide permainan hari ini. Yang jelas, saat makan saat perut happy, saat terbaik berbagi cerita.

Mandi

Kenapa buru-buru melakukan rutinitas mandi begitu saja? Guyur bayi dengan air lalu berikan sabun? Sesekali cobalah melakukan rutinitas  itu sambil bercerita mengenai aneka rupa fisik binatang, anggota keluarga yang yang kakinya panjang kepada bayi.

Bisa juga bernyanyi sambil bercerita. Lagu favorit saya : “M has big belly.. big belly.. M has curly hair like mommy. ” Lalu saya kaitkan semua lirik itu ke dalam cerita. Gak harus cerita yang dimulai dengan Pada suatu hari…. Misalkan: “Tau gak kenapa M perutnya besar. Karena tadi makan …” sambung terus menerus kejadian yang bisa dikoneksikan ke kalimat awal  kita memulai.

Ganti Popok

Apa yang paling sering terjadi saat ganti popok anak di bawah 6 bulan? Bayi melihat ke mata Anda. Nah itu saat terbaik mengurai kisah. M senang sekali saat saya membersihkan dirinya sambil cerita soal neneknya. Untuk bayi yang sudah aktif, gunakan mainan sebagai penghubung agar ia mau diam sejenak dan mendengarkan anda. Mainan tersebut/benda tersebut juga bisa dijadikan bahan cerita. Misalkan tunjukkan boneka beruang katakan pada bayi si beruang terbatuk-batuk karena kurang minum air putih-sambil Anda tirukan suara batuk.  Buat kelanjutan ceritanya, agar ia mau mendengarkan sedikit lagi kisah si  beruang, meski sesi ganti popok selesai.

Dalam Perjalanan

Ini momen paling menyenangkan untuk bernostalgia. Saat saya membawa M ke Bogor, ia kami kenalkan angkutan kota. Meski panas, namun M menikmati hawa itu karena angin semilir. Saya pun tak kuasa bercerita tentang spot-spot di kota yang kendaraan kami lewati.

Setiap dalam perjalanan, ada waktu menunggu. Jangan buat waktu menunggu jadi bosan. Ceritakan kenapa kita harus menunggu. Lalu bisa disambung ke cerita ketika anda menunggu jemputan sekolah dulu. Tell a story of your journey !

Sering juga saat M duduk manis di dalam car seat, saya bercerita panjang lebar dengan ayahnya. Tak lama ia ikut dalam pembicaraan dengan celetukan ala M ( belum jelas kata yang keluar namun bunyinya seperti tone suara saya). Nah ini berarti M bisa menyimak pembicaraan dan ingin juga berbicara sepertinya 😬

Memasak

Sejak resign jadi anak kos, rutinitas saya setiap hari memasak. Makan pagi, siang, malam selalu saya siapkan masakan baru (jika tidak ada acara ibu pengajian:p). Akhirnya saya punya waktu bercerita dengan si bayi (sejak ia dalam kandungan ) hingga kini ia mulai meniru kata. Cerita saya saat memasak biasanya tentang makanan atau kisah asal usul bahan makanan yang terdampar di laut. Bahan  bercerita lain yaitu mengenai bumbu aneka bau atau kisah sains seperti air mendidih . Hasilnya  makanan  tersaji, sambil ramai story telling terhidang!

Apa saja dimana saja, kita bisa berkisah. Bercerita tak harus memulai dengan “jaman dahulu kala…“. Ceritakan saja hal yang kita suka, kejadian yang baru dialami, kisah klasik masa SMP dulu atau sekedar kebingungan kenapa awan biru:D  Dijamin jadi cerita yang panjang dan lebar deh. Khusus untuk bayi yang mulai meniru kata, kata-kata saat mengurai cerita kita akan ditiru oleh si copy cat. Pastikan  tinggi rendah suara kita harus diatur, agar bayi tertarik. Selain itu berikan efek-efek suara. Misalkan efek suara saat mobil berjalan atau angin bertiup. Hal ini akan membawa keseruan dan bayi pun kegelian mendengarkannya.

Happy Story Telling!

 

JakartaJakarta is my home town. No matter how crowded and dirty it is,  I will always love Jakarta. When I decided to bring my 6 month old baby, as a first time mom I was very careful about what I was going to do in Jakarta. This city is full of air pollution. From end to end. Yes.. Its just part of Jakartans behavior  since old times.

Choose your vehicle:

Public transportation are popular. Since traffic jam is common thing in Jakarta aka Batavia. You can have Uber, taxis, bajaj (blue motor gas pedicab) and bus. Not recommended to get Ojek  during travel with your  6 months old baby! Try google image what is Ojek 😛

Prepare your App:

  1. Google Map
  2. Uber (personal car driver you can pay using credit card or PayPal)
  3. GoJek (reliable motorcycle messenger but you need to be fluent in Bahasa Indonesian)
  4. QuicklyHotel ( last minute deals apps for hotel room)

I was bit obsessive with car seat because she might not be able to adapt once we go back to California. I asked my sisters to prepared car seat. I only use twice during one month stay in Indonesia.She can be sleeping and play around on the sling. Yep, no car seat rules in Indonesia. Its between good and bad thing. Baby loves to sit on lap (with sling or carrier  of course) is the good thing. The bad thing you might wanna be worry the baby will trying to adapt once again in car seat  later.

Next on your list is make a travel plan. Details is not necessary, but at least have plan. Like where will you go, with  whom, by what and what kind of food you should bring!About meal plan I am doing the Baby Led Weaning method to introduce solid for my baby. She manage well having chunks of potatoes, watermelon even rice. We always prep some drinks atlas after and meals . That drinks not include the breast milk too. But things like frozen fruits, baby cereal is not common thing. Prepare the meal plan.

Sleep Plan will help for you and baby when your baby still adapt at the time zone in Jakarta and your back home. My baby was got jet lag for 2 days. But she was okay when we strolling around and she needs nap. Since we had stroller and carrier. But please make the baby comfy when she starts sleepy. My baby had difficulties to sleep on sling if the weather too hot. One time we went to restaurant, but theres no Air-condition inside the restaurant. Oh yes it was night mare!!My sister helped us with cheap 20k Rupiahs of hand fans to made Maryam comfortable while the mom busy took stuffs for the passport documents.

Travel mean lots of mobile activity for you and baby during traveling in Jakarta. It helps you to lost weight too haha. But also stressful when you have to carry the 8-10 lbs baby in your sling all day long. Please bring innovative product aka stroller. If you forgot… Hmm that means you need massage all the time after you strolling around with baby. Not to mention stroller is not common thing in Jakarta, so not every public shopping mall has it. I know only 3 malls have stroller to be use freely for baby. It was Grand Indonesia Mall, Senayan City Mall, Kota Kasablanka Mall and Pacific Place Mall. You just have to exchange the stroller with your passport or license to get it. Senayan City mall is asked you to keep 200k rupiahs as deposits of the stroller. (They might afraid you lost it or steal it ,lol). But if you use stroller in public street, get ready to get lots of bumps. Not all pedestrian walk is highly maintained in Jakarta.

Mosquito bite and flu is should be prevented! Zika virus was not happened in Jakarta when I was visiting. But there is might chance all the time you and your little baby get bite. I often to bring essential oil, long sleeves and stay away from non AC place. Thats the best options. Also flu people is biggest enemy. Please wipe your baby all time whenever people finished touch her. Oh not to mentions cousins with flu need to be warned. Its not fun at all after kid sick.

Super duper safety  is Stay SAFE.. If you travel alone, get easy access to your wallet and always backup your cash in other place, keep your phone active, write down the taxi number and car identity if you use uber or grab car. Jakarta people is friendly. But pickpocket, and criminals also will look friendly. Always tell someone where you are when you travel only with baby.

Breast feeding Mamas, good news for you Jakarta shopping mall will have spot to  nurse. Good spot one I found  in Kota Casablanca Second Floor. Other malls that I went which has breastfeeding room is in Pacific Place Third Floor, Senayan City Third Floor.

Smoking is illegal, but yet you will have the pollution in Jakarta. Be ready. If you don’t want the baby being second hand smoke, stay away from walking around parking spot, man toilet. Those two places are the most comfort  smoking spot.

Oh now your ready to travel? Jakarta has so many discounts in malls. Not to mention spicy foods but international restaurant appear in food court. My favorite spots beside shopping malls:

If you have to go buy some cookies..

  • Pandora for yum cookies
  • Kue Subuh  for early morning traditional cookies galore at Pusat Perdagangan Senen Blok I – II, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410,Indonesia

Ice Cream? Ragusa  at Jalan Veteran I, No. 10, Gambir

Traditional + Mix Cuisine:

  • Beautika for Manado spicy cuisine at Jl. Abdul Muis No. 70A
  • Bubur Ayam Cikini for chicken porridge
  • Any Padang Restaurant for Padang cuisine like Rendang and Fish-head curry
  • Happy Day Restaurant at Jalan Ir. H. Juanda No.19, Jakarta Pusat, Jakarta

 

 

 

 

Hal – hal yang wajib ada selama summer dengan suhu aduhai hingga tiga dijit Fahrenheit  di California – Muslim friendly tentunyaaaa😜

  1. Botol minum – isi terus botol minum supaya tetap sehat dan dijauhkan dari dehidrasi juga heat stroke 
  2. Sandal jepit – semilir angin menyambangi jemari kaki yang menjelajah bulir pasir 
  3. Sepatu sandal – cocok untuk hiking 
  4. Topi – hindari si matahari dengan memberi teduh 
  5. Kacamata hitam – jangan takut gelap yang datang dengan berkacamata hitam haha, lebih nyaman melihat sekeliling saat summer 
  6. Sunscreen – matahari datang dari timur tapi sinarnya menelusup ke segala penjuru
  7. Kipas – quick help for hot weather under the sun
  8. Buah dingin -a must have on the go snack
  9. Baju katun / yukata / daster – yup all emak reliable stuff in this summer😆
  10. Body lotion – cekal kulit kering dan iritasi dengan sering mengusap body lotion sehabis cuci tangan / mandi

Sang bayi juga memiliki barang summer diatas lo…seperti sun glass , sun screen dan hmmm kipas😝

Have fun under the sun!