Kiddy Activity, Parenthink, Traveling

Winter – Spring 2017 Play Time

Tantangan ibu baru dengan toddler yang hobi muter sana sini adalah diskonnya sinar mentari! Hah? Sebenarnya meski keren buat foto-foto sama dedaunan di empat musim, tinggal di negeri empat musim,  membuat ibu dengan toddler makin puyeng : anak-anak yang secara statitistik itu memang dalam setahun bisa terkena sakit hingga 5-10 kali, pada dua musim ini juga rentan terserang flu. Kami jadi banyak menghabiskan waktu di dalam rumah sementara musim dingin ini tanpa salju lho. Lalu tinggal di negeri empat  musim, sekolah pun punya jadwal libur empat kali setahun (Spring break, summer break, christmas dan fall). Hmm ini berarti anak-anak seharian di rumah, dan ibu banting tulang memasak sambil cari “mainan” asik untuk anak-anak. Alasan puyeng lain tuh  taman main umum saat winter – spring jadi tempat bermain yang kurang nyaman karena tempatnya terbuka tidak bisa dipakai saat hujan turun atau cuaca berangin. Lanjutkan membaca “Winter – Spring 2017 Play Time”

Traveling

Ekplorasi Pagi di Januari 2017

Hari baru saya dan keluarga di 2017, dimulai dengan jalan-jalan pagi. San Francisco tempat yang tak ada bosannya untuk dikunjungi, meski sudah hampir tiga tahun saya migrasi ke wilayah California.

Pagi buta  kami mengunjungi masjid. Kami berencana untuk sholat Subuh di salah satu masjid SF. Waktu Subuh selama winter jatuh sekitar pukul 06.00 pagi. Nah kami sempat menunggu waktu di dalam masjid, sebelum pintu utama gedung masjid waktu itu belum dibuka.Oh iya, masjid Noor Al Islam di Jones Street, SF ini berupa gedung 3 lantai.  Ruang sholat ada di lantai tiga bersama  kamar mandi, area wudhu, serta toko buku. Tak lama duduk di mobil, sambil menahan dingin semriwing, akhirnya pintu dibuka oleh seorang brother. 

Kami pun menaiki lift mengekor sang brother pembuka pintu masjid. Hanya ada 4 orang di masjid, saya, suami , M dan sang brother. Kami duduk -duduk manis di dalam masjid. Kecuali M tentunya yang asyik bolak-balik ke tempat saya kemudian ke tempat saya. Sekitar 2o menit kemudian tepat waktu subuh  (Yup saya harus mondar-mandir mengikuti si M selama itu), sang brother pun mengumandangkan adzan. Tak lama brothers lain datang. Jamaah sholat Subuh pagi itu itu hanya ada 2 shaf di bagian pria. Untuk jamaah perempuan salihah hanya ada saya dan M😁

img_7671
Memulai hari di Alsabeel Masjid Noor Al Islam, San Francisco

 

img_7663
Taman Fort Mason

 

img_7650
Hangar di Fort Mason yang dahulu digunakan oleh Angkatan Udara AS selama perang Dunia ke II. Kini slaah satu hangar digunakan sebagai tempat usaha seperti  acrobatic Yoga.

img_7662-copy

 

Usai subuh, kami berusaha mengejar sun rise nongol. Terutama saya si mamah penikmat Instagram ini ingin lihat sunrise di sekitar Golden Gate sambil hashtag-an 😂 Senangnya niat tulus bikin hashtag didukung dengan banyak jalan kosong di SF. Sehari-hari jalanan di SF mirip di Jakarta, macet dan banyak mobil plus pejalan kaki. Minus PKL sih . Alhamdulillah meski sudah terang, karena semua orang masih tidur pulas mungkin lelah party, kami bisa sampai ke tepi laut untuk menikmati sunrise 2017!

Keinginan lain hari pertama 2017 adalah tetap makan es krim dan coklat enak 🙌🏼 Maka usai berkeliling di taman Fort Mason yang berlatar Golden Gate Bridge, kami pindah lokasi instagrammable menuju Ghirardelli. Ghirardelli sebuah resto soklat paling terkenal di dunia *kata plang restonya begitu*

Nasib baik, restonya belum buka saat pukul 8 kami tiba. Akhirnya kami jadi jalan jalan berlanjut ke Pier 39.

 

img_7665
Salah satu kapal sewaan untuk berwisata ke Alcatraz, pulau yang dihuni oleh narapidana perang hingga suku Aborigin. 

 

img_7666-1
Salah satu penghuni Alcatraz, penjara di pulau yang berseberangan dengan Pier 39

Kawasan turis yang satu ini adalah dermaga yang dipenuhi oleh aneka restoran seafood. Bisa juga yang suka belanja belanja mampir ke beberapa toko. Museum Madam Tousaad juga ada di kawasan Pier 39 ini.

img_7667img_7669

Namun M berkesempatan menemui hal lain selain pemandangan laut, kapal-kapal cantik dan semerbak bau seafood. Pier 39 memiliki tempat khusus untuk melihat kawanan anjing laut bermandi cahaya matahari pagi. Meski mandi tanpa sabun 😛 mereka tetap bernyanyi dengan suara mereka yang khas. Suara para anjing laut -terutama si Alphamale -terdengar kencang di sekitar Pier 39, bahkan menurut suami saya seperti  bahasa asing dari negeri Thai, haha. Yang jelas, M sangat senang menikmati aneka suara singa laut, hingga ia pandai menirukannya.

img_7476-copyJalan pagi di kawasan  Pier 39  sangat menyenangkan. Banyak beberapa spot restoran dengan lukisan mural yang keren, karena masih sangat pagi dan restoran masih tutup pulak, kami bebas bergaya acakadut di depan mural dong:p

 

img_7670
Setiap makanan enak , pasti ada mesin pelakunya 😀 Mesin pembuat coklat di restoran Ghiradelli.

Kembali ke tujuan makan es krim dan soklat haneut,usai jalan pagi di kawasan Pier 39 kami kembali ke restoran. Pagi itu kami sarapan cokelat dan es krim , alhamdulillah kalori kembali datang yang tadi pagi dibawa jalan sempat menghilang😁

 

Happy Day begins with Happy Halanhalan

LS

🎉🎈Welcome 2017🎈🎉img_7673

Kiddy Activity, Parenthink, Traveling

Review Bayi dan Per-Carseat-an

Dalam ” last minutes ” sebelum saya melahirkan M , obgin selalu mengecek : sudahkah orang tua menyiapkan carseat.Dalam hukum California , bayi usia di bawah 2 tahun wajib mempunyai carseat . Cara menempatkannya pun tidak berhadapan ke arah depan. Namun ke belakang . Bayi-bayi itu hanya boleh melihat awan di seat  belakang.

Undang-undang Perkendaraan California sendiri mewajibkan bayi dan anak usia 8 tahun wajib memiliki carseat. Lama yah! Nasir para ortu disini begitu.. tapi penuh manfaat terutama untuk keselamatan si anak. Karena kondisi jalan tol yang kecepatannya cukup tinggi disini (75 mph) dan relatif bebas macet dalam jangka waktu lama (kemacetan terlama di jalan tol yang pernah saya alami hanya 25- 30 menit).

Lalu ketika bayi lahir, si mungil akan menikmati carseatnya. Biasanya ibu baru pasti senang dengan bayi dan perlengkapan ini .  Bayi newborn begitu kecil di dalam carseat yang geda *kemudianselfiebersama* seolah si kecil terjaga dengan aman.

Tapi tunggu … Beberapa newborn berkepribadian sangat menarik. Doyan sekali tidur  di dalam meski mobil berhenti . Ada juga anak bayi tak bisa diam selalu rewel, saat di carseat, walau mobil goyang- goyang naik turun di jalanan. M termasuk bayi yang anteng di dalam carseat.

newborn carseat
Masih kondisi newbie baby… Jadilah ia pules pelor 😀

Kemudian menginjak usia bayi menjadi 3 bulan, kita perlu membuat carseat jadi menarik . Gantungkan di carseat aneka mainan  bebunyian, warna apik corak cerah , jangan lupa berikan mainan yang bisa digenggam, mirror untuk mengintip bayi lewat spion tengah; hanya beberapa cara saya menambah kebahagiaan bayi di dalam carseat. Usia 6 bulan ke atas, saat bayi mulai berdiri dan tertarik dunia sekitar, carseat bisa  jadi “penjara”  bagi si kecil.

Saat terburuk dengan carseat adalah saat adegan “drama” datang…

  • Jalanan Macet: Saat kami mudik, M (6 bulan) super kesal karena lalu lintas di Bogor tidak selancar di jalanan Cali. Ia menangis dan menangis. Panas, dan terus-terusan stuck di jalanan membuat si 6 bulan kesel. Akhirnya saya yang ada dismaying car seat menampilkan kipas tangan. . Tak lupa aksi menggoyang carseat demi kenyamanan sang bayi, showtime dendangan lagu dan  cilukba dipertontonkan pada beliau 😀 Sambil meminta sang supir melaju cepat-cepat tentunya.

Cerita mudik bayi M di sini : Mudik to Jakarta with 6 months Old Baby

  • Saat bayi kehausan dan masih nenen  di dada.. Si bayi M masih belum diperkenalkan dengan botol ( saya targetkan tidak menggunakan botol kecuali darurat jika saya sakit sesudah 6 bulan) . Namun kami sedang menempuh jarak jauh dalam perjalanan dan si bayi mulai berteriak minta nenen. Akhirnya kami putuskan melipir, keluar exit  tol yang bukan tujuan kami . Mobil kami parkir demi si bayi dikeluarkan dari carseat untuk nenen. Nah ide bagus kalau terjadi kegentingan seperti ini untuk melipir ke ice cream shop nih haha.
  • Musim panas: bayi rewel  di tengah perjalanan . Kalau diperhatikan , bahan carseat, semahal apapun harga car seatnya, saya lihat semua tak nyaman bagi kulit. Bahkan sirkulasi udara di dalam carseat juga cenderung mampet. Maka saya tak pernah gunakan selimut full menutup car seat . Ternyata hal ini berbahaya bagi bayi, bisa mengakibatkan kehabisan napas karena sirkulasi udara yang tidak mengalir dengan baik ditambah bayi akan kepanasan karena material carseat tadi. Jika ingin menutupi dari sinar matahari yang menghampiri , saya pilih muslin – kain tipis untuk bedong. Sambil menghibur dengan menambah volume AC hingga menempelkan wipes ( tisu basah ) pada M😅
  • Bayi meronta dan selalu ingin keluar . Namanya toddler ( usia 1 tahun plus) , apa aja bisa jadi salah deh. Terutama kalau ia ngantuk berat. Nah inilah saat tersulit, ketika harus rela dengar bayi menangis dan meronta dan  menolak didudukkan di carseat. Kalau sudah terlihat mengantuk, saya biasa tetap memaksa ia masuk sambil diberikan mainan atau benda yang menarik perhatian. Tak lama Insha Allah ia akan tidur.
  • Pernah juga tujuan perjalanan masih 30 menit menuju tempat tujuan lalu ia bosan di carseat. Saya biarkan ia menangis keras meski menyayat hati, sambil menghitung mundur selama mendekat ke tempat tujuan. Sambil mendukung kesabarannya bersusah payah  tak lupa saat ia berhasil sabar duduk di carseat berikan pujian. It was soooooo good for me! Saat M tidak nyaman namun tidak bisa mengatasi dan saya tahu ia ingin keluar carseat, saya harus disitu dengannya agar ia tidak merasa terlalu sedih.
  • Seperti halnya juga jika saya duduk bersama  supir , saya harus pastikan ia punya pegangan seperti mainan.

Aneka cara yang biasa dilakukan agar si bayi tak bosan dan terhibur…

  1. Ngocehlah dengan si bayi
  2. Berikan snack kesayangan
  3. Berikan mainan .
  4. Berikan lagu kesayangan lalu lakukan car karaoke bersama.. semakin banyak orang bernyanyi semakin seru
  5. Duduk dekat bayi untuk membacakan cerita, snack dan permainan dengan gerakan tangan.

Keselamatan berkendara dengan si M adalah nomor satu. Sekalipun demi keselamatan hal itu tidak nyaman baginya, kami wajib membiasakannya. Pernah bepergian tanpa carseat namun saya tak nyaman. Waktu itu saya “beruntung “tidak ditilang. Namun perasaan bersalah datang karena  tidak memprioritaskan anak tersayang. Kan peraturan dibuatkan untuk keselamatan M, jadi kita sebagai orang tua wajib memprioritaskan hal itu.

By the way, bukan hanya naik mobil ya yang diatur dalam undang-undang Berkendara California. Saat naik sepeda pun wajib menyediakan seat khusus untuk bayi / anak. Untuk naik kuda belum hanya ada peraturan dari mamang tukang kuda:D

Sumber :

Happy Traveling!

LS

 

Parenthink

Daptar Pertanyaan Retoris di Dalam Obrolan

1.”When, will you tie the knot? “

*BRBnyarisimpul*

Pasti itu pertanyaan di atas muncul deh setiap Lebaran bagi kita-kita  yang belum menyebar undangan pernikahan. Tiap mau salaman ambil angpao, lah muncul pertanyaan ini. Tiap mau makan opor, kok yang bikin opor ngobrol ini. Duh, Allah, andai saya bisa jawab sakit hati saya bertahun-tahun karena ditinggal X menikah (hanya perandaian masalah pribadi orang yang kita basa-basiin).

Tahun berlanjut, Alhamdulillah setengah din sudah digenapkan. Akhirnya…!!Eh jangan senang dulu… Ada pertanyaan lanjutannya sesudah menikah ciiin ;))

2.”Sudah punya anak belum? Sudah isi belum?”

Senangnya jika kalimat itu bisa dijawab dengan doa, “Insha Allah, mudah mudahan segera. Mohon doa ya . ” Tapi kesabaran untuk menjawab dengan nada yang baik, juga kadang sulit. Ingin teriak, ingin balik nanya dengan kondisi yang si penanya gak punya, ah godaan setan lah untuk menghardik. Atau sekedar menjawab “next question?” :p

Pertanyaan itu timbul karena mereka tidak kenal baik kondisi kita, ingin berbasa-basi, mungkin bisa jadi punya sifat kepo level akut. Bagaimana pun juga sebagai teman, kerabat, sebaiknya tidak menyodorkan pertanyaan ini pada pertemuan pertama. Biarkan berita soal anak-anak ini datang dari mereka teman-kerabat kita. Banyak sekali teman yang mengalami shock jadi benci karena pertanyaan ini. Pertanyaan yang mereka sendiri tidak bisa jawab, kapan buah hati bisa mereka miliki. Mereka mungkin sudah berusaha, namun belum juga ada hasil. Karena ketidak berdayaan mengatur soal rejeki anak ini, sebaiknya kita memilih topik basa basi lain.

Tahu betul rasanya, tidak tahu bagaimana jawab pertanyaan, yang jawabannya ada di tangan Tuhan. Namun kewajiban menjawab pertanyaan tentang takdir itu, akhirnya bisa gugurkan. Karena pertanyaan itu akan dijawab dengan perintah kepada penanya, untuk mendoakan dan bilang aamiin.

Anak itu titipan. Anak pun kebahagiaan. Ketika belum ada yang menitipkan kebahagiaan itu, apakah kita akan terus merongrong pertanyaan kepada pihak yang belum dititipkan? Seolah kita bisa memiliki solusi jitu dan benar atas masalah ini. So…. perhatikan, akankah pertanyaan kita soal anak kepada para pasangan baru menikah – sudah lama menikah, bisa menjatuhkan mereka, mungkin malas berkomunikasi lagi dengan kita. Think more, twice or more, before you ask it buddy.

3.”kamu kok (…kurusan / gemukan / jerawatan… ) kapan hamil anak ke 2 , etc..?”

Saya jarang  menemukan pertanyaan ini selama mukim di US, kecuali ketemu orang Indonesia pasti pertanyaan ini muncul:D Kata teman saya sih karena kultur basa-basinya orang Indonesia itu rada ganas. Why? Pertanyaannya selalu KEPO sama urusan pribadi orang lain. Wallahu alam bisshawab ya.. Tapi ya menurut saya kembali ke pribadi masing-masing. Kalau emang KEMAL banget mendingan stalking sosmednya aja buk:p Bagi saya pertanyaan seperti ini dibikin pertanyaa retorika aja, jawab dengan senyum.

Masalah kurus gemuk jerawatan kinclongan, itu kan cuma kita yang tau. Sebelum bertanya begitu sebaiknya sih lihat kondisi sendiri. Senangkah kita ditanya hanya karena dari segi fisik? Padahal kita mungkin sedang berusaha keras menjaga kesehatan. Menjadi lebih kurang pada sisi fisiknya mungkin orang itu punya masalah pribadi, hingga terjadi perubahan signifikan. Jika kita bertanya seputar fisik yang ia sendiri tidak ingin hal itu terjadi, rasanya bukan basa-basi yang tepat.

Bayangkan pula jika tengah pembicaraan ditanya soal hamil, padahal mungkin teman kita yang kita basa-basiin (kepoin) ini luar biasa berusaha hamil, namun masalah bertubi-tubi datang. Apa gak bikin teman kita malah semakin kepikiran. Padahal kan mo hamil ga hamil atau hamil berkali-kali itu selalu ada rencana Tuhan.

Pertanyaan retoris ialah pertanyaan seputar masalah pribadi yang kita tak ingin bagi dan dikaji orang lagi.. Sip?

4.”Anak kamu kok ….?”

Teman-teman saya sebelll pisan kalau urusan anak dibawa-bawa. Padahal ia jumpalitan mengurusi anak , lah ini orang-orang komentarin BB si anak. Mereka nggak tahu betapa BB anak itu sesuatu yang tidak mudah dilakukan. Kaya kita aja suruh menjaga diet non lemak terus BB kita up and down (atau up ga pernah down!) Sakit hati? Iya lho, teman-teman saya kesel kalau anak yang dijaga 24 jam/7hari itu dikritisi. Sementara yang mengkritisi bukan dokter atau nutrisionis.. Malahan mungkin hanya kepoinist.

Moral behind the KEPO soal anak dan Rumah Tangga… Plisss atuhlah stop komentarin urusan domestik tersebut. Pendam dan buang jauh ingin berkomentar. Kita tak tahu usaha apa yang sudah dilakukan sang orang tua untuk membesarkan anak mereka. Satu hal yang pasti, ketika saya jadi orang tua, selalu banyak episode sedu sedan. Meski di IG muncul foto anak yang happy.

5.” Jilbab kamu kok …… ?”

Really annoying! Masalah spiritual dikaitkan dengan masalah pakaian. Kalau mau mulai berdakwah, jangan dimulai dengan kritisi. Proses hijrah orang berbeda-beda. Respect to that point please. Hal ini bahkan akan menjauhkan kita dari target da’wah, why? Kamu tidak beri solusi pada dia. Kamu berikan nilai negatif dirinya dengan argumen da’wah mu…Bagaimana ia akan mendengarmu menilai kamu  yang tepat untuk dijadikan diskusi?

Suatu hari saya menghadiri majlis ilmu di wilayah San Francisco Bay Area Amerika Serikat. Semua teilhat normal isi materi ceramah tentang islam – dengan light topic sekedar etika, sejarah Islam dsbnya. Namun peserta yang hadir: tatoan, muslimah yang tak berhijab sehari-hari , orang yang tertarik dengan islam,  ada juga bule alis pirang berhijab dan sebagainya. Tentunya mereka  menyesuaikan diri ketika masuk ke ruang sholat. Namun saat di ruang studio (mereka punya studio untuk live broadcast), mereka kembali jadi diri mereka.  Kebanyakan mereka adalah convert alias mualaf. Mereka hadir dari keluarga yang berbeda-beda. Pastinya bukan keluarga yang menganut Islam. Maka mereka memerlukan tempat yang mengerti proses hijrah di keluarga non muslim. Kita sebagai saudara seiman wajib merangkul mereka tanpa menghakimi penampilan mereka.

Simak video Kalina Silverman yang tidak memulai  basa-basi alias small talk dalam pembicaraan:

How to Skip the Small Talk and Connect With Anyone | Kalina Silverman

Quotes

So silent is gold. Better than “mean” small talk. Ada pertanyaan basa-basi lain yang dirasakan olehmu mengganggu ?  Reply reply reply…Tinggalkan balasan…:P

Happy Connecting Channeling !

Traveling

Summer Festival 2016 di Bay Area

1. Halal Food Festival

Mencari makanan halal di negeri mayoritas bukan muslim ? Itu bukan hal yang sulit jika tinggal di wilayah San Francisco Bay Area. Bahkan kita bisa mendapatkannya, di dalam satu area dengan aneka pilihan. Itulah event tahunan di SF Bay Area :Halal Food Festival. Lanjutkan membaca “Summer Festival 2016 di Bay Area”

Kiddy Activity, Parenthink

7 Waktu Pilihan Bercerita

Di siang yang panjang , karena anakku sayang tidak kunjung tidur-tidur siang. Malahan ia senang berloncatan ke sana ke mari, sambil naik turun tempat tidur, saya pun mulai bernyanyi. La la la, li li li, mama bernyanyi namun sayang si bayi semi toddler masih ingin bergerak aktif beberapa bar energi dari 5 bar:P

Saya pun mulai mengambil buku cerita. Saya membacakan cerita, lalu ia terus-terusan berceloteh dengan bahasanya. Siang itu kami tidur didahului oleh cerita M yang berkomentar bertutur tentang gambar buku juga aneka kata/bunyi baru karena si bayi saya seorang peniru kata.

 Why Story Telling ? 

Bercerita dapat meningkatkan intelegensia alias kepintaran: nalar, sosial, linguistik, kreativitas, sensori, etc… semua intelejensia tersebut bisa dimasukkan kedalam rangkaian kejadian yang kita tuturkan dalam sebuah cerita.

Bercerita kepada anak belum tentu perlu buku dan duduk bersama. Pada dasarnya bercerita alias story telling punya modal sedikit: pendengar dan kisah. Selama ada pendengar, maka disitulah story telling bisa dilaksanakan. Kisah apa yang dipilih? Mulai dari kisah  personal kita.

Selain sebelum tidur, saya  dan M punya waktu bercerita paling favorit :

Waktu Makan

Saat makan banyak hal yang bisa diungkapkan termasuk untuk berstorytelling. Mulai dari pembuatan makanan, apa yang dirasa, makanan seperti apa dan sebagainya. Dari situ seolah kita bisa mengisi kisi-kisi cerita dengan sendirinya. Bisa soal aktivitas kemarin yang menyenangkan, bisa juga ide permainan hari ini. Yang jelas, saat makan saat perut happy, saat terbaik berbagi cerita.

Mandi

Kenapa buru-buru melakukan rutinitas mandi begitu saja? Guyur bayi dengan air lalu berikan sabun? Sesekali cobalah melakukan rutinitas  itu sambil bercerita mengenai aneka rupa fisik binatang, anggota keluarga yang yang kakinya panjang kepada bayi.

Bisa juga bernyanyi sambil bercerita. Lagu favorit saya : “M has big belly.. big belly.. M has curly hair like mommy. ” Lalu saya kaitkan semua lirik itu ke dalam cerita. Gak harus cerita yang dimulai dengan Pada suatu hari…. Misalkan: “Tau gak kenapa M perutnya besar. Karena tadi makan …” sambung terus menerus kejadian yang bisa dikoneksikan ke kalimat awal  kita memulai.

Ganti Popok

Apa yang paling sering terjadi saat ganti popok anak di bawah 6 bulan? Bayi melihat ke mata Anda. Nah itu saat terbaik mengurai kisah. M senang sekali saat saya membersihkan dirinya sambil cerita soal neneknya. Untuk bayi yang sudah aktif, gunakan mainan sebagai penghubung agar ia mau diam sejenak dan mendengarkan anda. Mainan tersebut/benda tersebut juga bisa dijadikan bahan cerita. Misalkan tunjukkan boneka beruang katakan pada bayi si beruang terbatuk-batuk karena kurang minum air putih-sambil Anda tirukan suara batuk.  Buat kelanjutan ceritanya, agar ia mau mendengarkan sedikit lagi kisah si  beruang, meski sesi ganti popok selesai.

Dalam Perjalanan

Ini momen paling menyenangkan untuk bernostalgia. Saat saya membawa M ke Bogor, ia kami kenalkan angkutan kota. Meski panas, namun M menikmati hawa itu karena angin semilir. Saya pun tak kuasa bercerita tentang spot-spot di kota yang kendaraan kami lewati.

Setiap dalam perjalanan, ada waktu menunggu. Jangan buat waktu menunggu jadi bosan. Ceritakan kenapa kita harus menunggu. Lalu bisa disambung ke cerita ketika anda menunggu jemputan sekolah dulu. Tell a story of your journey !

Sering juga saat M duduk manis di dalam car seat, saya bercerita panjang lebar dengan ayahnya. Tak lama ia ikut dalam pembicaraan dengan celetukan ala M ( belum jelas kata yang keluar namun bunyinya seperti tone suara saya). Nah ini berarti M bisa menyimak pembicaraan dan ingin juga berbicara sepertinya 😬

Memasak

Sejak resign jadi anak kos, rutinitas saya setiap hari memasak. Makan pagi, siang, malam selalu saya siapkan masakan baru (jika tidak ada acara ibu pengajian:p). Akhirnya saya punya waktu bercerita dengan si bayi (sejak ia dalam kandungan ) hingga kini ia mulai meniru kata. Cerita saya saat memasak biasanya tentang makanan atau kisah asal usul bahan makanan yang terdampar di laut. Bahan  bercerita lain yaitu mengenai bumbu aneka bau atau kisah sains seperti air mendidih . Hasilnya  makanan  tersaji, sambil ramai story telling terhidang!

Apa saja dimana saja, kita bisa berkisah. Bercerita tak harus memulai dengan “jaman dahulu kala…“. Ceritakan saja hal yang kita suka, kejadian yang baru dialami, kisah klasik masa SMP dulu atau sekedar kebingungan kenapa awan biru:D  Dijamin jadi cerita yang panjang dan lebar deh. Khusus untuk bayi yang mulai meniru kata, kata-kata saat mengurai cerita kita akan ditiru oleh si copy cat. Pastikan  tinggi rendah suara kita harus diatur, agar bayi tertarik. Selain itu berikan efek-efek suara. Misalkan efek suara saat mobil berjalan atau angin bertiup. Hal ini akan membawa keseruan dan bayi pun kegelian mendengarkannya.

Happy Story Telling!

 

Parenthink, Traveling

Mudik to Jakarta with 6 months Old Baby

JakartaJakarta is my home town. No matter how crowded and dirty it is,  I will always love Jakarta. When I decided to bring my 6 month old baby, as a first time mom I was very careful about what I was going to do in Jakarta. This city is full of air pollution. From end to end. Yes.. Its just part of Jakartans behavior  since old times.

Choose your vehicle:

Public transportation are popular. Since traffic jam is common thing in Jakarta aka Batavia. You can have Uber, taxis, bajaj (blue motor gas pedicab) and bus. Not recommended to get Ojek  during travel with your  6 months old baby! Try google image what is Ojek 😛

Prepare your App:

  1. Google Map
  2. Uber (personal car driver you can pay using credit card or PayPal)
  3. GoJek (reliable motorcycle messenger but you need to be fluent in Bahasa Indonesian)
  4. QuicklyHotel ( last minute deals apps for hotel room)

I was bit obsessive with car seat because she might not be able to adapt once we go back to California. I asked my sisters to prepared car seat. I only use twice during one month stay in Indonesia.She can be sleeping and play around on the sling. Yep, no car seat rules in Indonesia. Its between good and bad thing. Baby loves to sit on lap (with sling or carrier  of course) is the good thing. The bad thing you might wanna be worry the baby will trying to adapt once again in car seat  later.

Next on your list is make a travel plan. Details is not necessary, but at least have plan. Like where will you go, with  whom, by what and what kind of food you should bring!About meal plan I am doing the Baby Led Weaning method to introduce solid for my baby. She manage well having chunks of potatoes, watermelon even rice. We always prep some drinks atlas after and meals . That drinks not include the breast milk too. But things like frozen fruits, baby cereal is not common thing. Prepare the meal plan.

Sleep Plan will help for you and baby when your baby still adapt at the time zone in Jakarta and your back home. My baby was got jet lag for 2 days. But she was okay when we strolling around and she needs nap. Since we had stroller and carrier. But please make the baby comfy when she starts sleepy. My baby had difficulties to sleep on sling if the weather too hot. One time we went to restaurant, but theres no Air-condition inside the restaurant. Oh yes it was night mare!!My sister helped us with cheap 20k Rupiahs of hand fans to made Maryam comfortable while the mom busy took stuffs for the passport documents.

Travel mean lots of mobile activity for you and baby during traveling in Jakarta. It helps you to lost weight too haha. But also stressful when you have to carry the 8-10 lbs baby in your sling all day long. Please bring innovative product aka stroller. If you forgot… Hmm that means you need massage all the time after you strolling around with baby. Not to mention stroller is not common thing in Jakarta, so not every public shopping mall has it. I know only 3 malls have stroller to be use freely for baby. It was Grand Indonesia Mall, Senayan City Mall, Kota Kasablanka Mall and Pacific Place Mall. You just have to exchange the stroller with your passport or license to get it. Senayan City mall is asked you to keep 200k rupiahs as deposits of the stroller. (They might afraid you lost it or steal it ,lol). But if you use stroller in public street, get ready to get lots of bumps. Not all pedestrian walk is highly maintained in Jakarta.

Mosquito bite and flu is should be prevented! Zika virus was not happened in Jakarta when I was visiting. But there is might chance all the time you and your little baby get bite. I often to bring essential oil, long sleeves and stay away from non AC place. Thats the best options. Also flu people is biggest enemy. Please wipe your baby all time whenever people finished touch her. Oh not to mentions cousins with flu need to be warned. Its not fun at all after kid sick.

Super duper safety  is Stay SAFE.. If you travel alone, get easy access to your wallet and always backup your cash in other place, keep your phone active, write down the taxi number and car identity if you use uber or grab car. Jakarta people is friendly. But pickpocket, and criminals also will look friendly. Always tell someone where you are when you travel only with baby.

Breast feeding Mamas, good news for you Jakarta shopping mall will have spot to  nurse. Good spot one I found  in Kota Casablanca Second Floor. Other malls that I went which has breastfeeding room is in Pacific Place Third Floor, Senayan City Third Floor.

Smoking is illegal, but yet you will have the pollution in Jakarta. Be ready. If you don’t want the baby being second hand smoke, stay away from walking around parking spot, man toilet. Those two places are the most comfort  smoking spot.

Oh now your ready to travel? Jakarta has so many discounts in malls. Not to mention spicy foods but international restaurant appear in food court. My favorite spots beside shopping malls:

If you have to go buy some cookies..

  • Pandora for yum cookies
  • Kue Subuh  for early morning traditional cookies galore at Pusat Perdagangan Senen Blok I – II, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410,Indonesia

Ice Cream? Ragusa  at Jalan Veteran I, No. 10, Gambir

Traditional + Mix Cuisine:

  • Beautika for Manado spicy cuisine at Jl. Abdul Muis No. 70A
  • Bubur Ayam Cikini for chicken porridge
  • Any Padang Restaurant for Padang cuisine like Rendang and Fish-head curry
  • Happy Day Restaurant at Jalan Ir. H. Juanda No.19, Jakarta Pusat, Jakarta

 

 

 

 

Parenthink, Traveling, Uncategorized

My 10 Summer Must Have Items

Hal – hal yang wajib ada selama summer dengan suhu aduhai hingga tiga dijit Fahrenheit  di California – Muslim friendly tentunyaaaa😜

  1. Botol minum – isi terus botol minum supaya tetap sehat dan dijauhkan dari dehidrasi juga heat stroke 
  2. Sandal jepit – semilir angin menyambangi jemari kaki yang menjelajah bulir pasir 
  3. Sepatu sandal – cocok untuk hiking 
  4. Topi – hindari si matahari dengan memberi teduh 
  5. Kacamata hitam – jangan takut gelap yang datang dengan berkacamata hitam haha, lebih nyaman melihat sekeliling saat summer 
  6. Sunscreen – matahari datang dari timur tapi sinarnya menelusup ke segala penjuru
  7. Kipas – quick help for hot weather under the sun
  8. Buah dingin -a must have on the go snack
  9. Baju katun / yukata / daster – yup all emak reliable stuff in this summer😆
  10. Body lotion – cekal kulit kering dan iritasi dengan sering mengusap body lotion sehabis cuci tangan / mandi

Sang bayi juga memiliki barang summer diatas lo…seperti sun glass , sun screen dan hmmm kipas😝

Have fun under the sun!

Kiddy Activity, Traveling

BLW while Traveling

Makanan pendamping ASI yang saya berikan pada M mengikuti Baby Led Weaning .Metode ini  membiarkan bayi diberikan makan pendamping dengan bentuk tidak dihancurkan berupa bubur – kadang dalam bentuk utuh. Makanan yang diberikan pada tahap awal seperti sayur dan buah, ada beberapa makanan yang perlu direbus ada yang tidak. BLW memberikan  manfaat bagi M:

  • belajar mengenal tekstur makanan
  • kenal teknik memotong makanan meski belum muncul gigi
  • merasakan tekstur tidak hanya dengan lidah tapi juga jari jemari- makanan disuap

Ternyata BLW memberikan keuntungan saat traveling, M bisa melahap buah-buahan atau sayur selama diberikan dalam bentuk potongan tanpa perlu dihancurkan, jadi tak perlu repot menghancurkan atau puree makanan. Makanan buah dan sayur yang diberikan bisa dalam bentuk utuh atau variasi seperti masakan orang dewasa- selama tidak ada gula dan garam  di dalam masakan.

Menu BLW Travel kegemaran M di antaranya : sayur buah rebus, salad buah dengan cocolan yoghurt, sup ( ayam – Miso- soto  ), bakso , pita bread, nasi putih , pizza , telur dadar, sandwich, roti, aneka pasta (tanpa saus botol).

 

Meski bebas menunya apa saja, semua masakan di atas, saya punya ketentuan: anak tidak dipaksa makan- MPASI adalah makanan pendamping bukan makanan utama, pemberian sayur buah yang sama -ganti setiap 3 hari untuk menelusuri alergi, potongan kecil, untuk sayur dan buah yang dimasak  harus dimasak sempurna tanpa garam-madu (saat ia belum berusia  1 tahun), bumbu biasanya saya beri butter atau lada dan rempah, bahan makanan harus fresh – halal tentunya juga tanpa bahan yang dipak dalam bentuk botol / kaleng . Jadi Mama harus banyak tanya pada si pembuat makanan/pelayan restoran.

Mau coba BLW? Praktis sekali saat traveling sih tapi  MPASI dengan  BLW tetap ada aturannya. Wajib baca cooking booknya yang ada di link BLW di atas agar tahu standar keamanannya; ikut grup BLW; riset seputar BLW. Hati-hati dengan high chair  dan area makan si bayi akan penuh dengan juice dan potongan makanan😃 Termasuk saat traveling dengan si kecil. Seperti saat saya travel ke perkebunan cherry, M tidak sabar menikmati ceri langsung dari pohon. Ceritanya di Very Cherry Day

Happy Meal Time!